Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 25 Gaun Biru Malam


__ADS_3

"Kamu harusnya tinggal aja di kamar sampai makan malam siap sayang," ujar Sugiarti yang melihat Kamila begitu sibuk mengatur ini dan itu di atas meja makan.


"Ih Mama gimana sih? Aku kan juga mau bantu-bantu. Bentar yang makan paling banyak Aku."Kamila menjawab dengan senyum diwajahnya. Entah kenapa ia merasa sangat senang saat ini. Dadanya tak berhenti berdebar jika mengingat Video call dengan si misterius.


"Kamu itu seharian kerja sayang, pasti capek. Kamu masuk kamar gih. Pakai pakaian yang bagus kan ada tamu."


"Tamu? siapa Ma?"


"Itu, Prada Andri yang tentara itu lho."


"Oh, Kak Andri. Emangnya belum pulang Ma?"


"Belum. Disuruh nginap sama Papa."


"Ayo cepat kamu kembali ke kamar. Pakai pakaian yang baik ya sayang." Sugiarti menyentuh lengan Kamila dan tersenyum padanya.


"Ia Ma, ngerti. Aku adalah putrimu dan akan Aku lakukan yang kamu mau." Kamila pun menyimpan beberapa piring di atas meja makan kemudian meninggalkan ruangan makan itu. Ia kembali ke kamarnya untuk mencari pakaian yang cocok ia pakai pada acara makan malam spesial ini. Ya, kedatangan Kak Andri di rumah ini adalah spesial baginya. Ia mungkin akan merajut kembali sebuah hubungan yang pernah putus.


Tring


Kamila yang sedang bingung mau mengenakan gaun apa kini lebih tertarik pada bunyi notifikasi pesan pada Handphonenya. Ia sudah berpuluh-puluh menit menghadapi lemari pakaiannya dan tidak menemukan pakaian yang cocok. Itu karena semua gaunnya ada di rumahnya sedangkan di rumah mantan mertuanya ini ia hanya menyimpan beberapa saja.


Tring


Kembali handphonenya itu berbunyi menandakan dia atau beberapa pesan yang masuk dengan tak sabar. Akhirnya ia tinggalkan lemari itu kemudian mengarahkan kakinya ke arah ranjang dimana ia menyimpan handphonenya itu sejak tadi.


Mila, kamu lagi ngapain sayang?


@A


"Duh si stranger lagi," ujar Kamila dengan senyum diwajahnya.


Makasih banyak yang tadi ya sayang. Aku benar-benar tidak sabar ingin memilikimu Mil.


Tapi kamu belum jawab lho. Kamu mau gak merasakan si Junior?


@A


Kamila kembali merasakan tubuhnya bergetar membayangkan sesuatu yang sangat luar biasa pada gambar dan video tadi. Ia tersenyum dengan dada berdebar tak karuan.


"Ya ampun ini orang, frontal banget pertanyaannya. Aku kan jadi speechless," ujar Kamila seraya memegang dadanya yang semakin mengeluarkan bunyi genderang yang sangat ribut.


Iyaaa


Akhirnya jarinya yang gemetar berhasil menjawab pesan itu.


Tring


Iya apa?


@A


Iya mau. Tapi kan gak mungkin. Aku gak kenal kamu jadi aku mau yang real aja.

__ADS_1


Tring


Beneran mau yang real?


@A


Iyaa, udah ah. Lagi mau pilih gaun untuk makan malam nih. Aku cocoknya pakai gaun apa ya? Mau ketemu orang spesial nihh. Kasih saran dong.


Tring


Kamu gak boleh pakai pakaian yang terbuka. Karena cuma Aku aja yang boleh melihat tubuhmu yang putih mulus itu Okey?


@A


Ih, kamu kok jadi ngatur sampai segitunya sih, Kan makan malam di dalam rumah aja.


Tring


Meskipun di dalam rumah, kalau ada orang asing tetap tidak boleh.


@A


Kamila menatap layar handphonenya dengan mata melotot tak percaya. Si misterius sudah berani mengatur-atur hidupnya padahal mereka saja belum bertemu.


Aku mau tampil cantik malam ini. Siapa tahu kan kalau Aku bisa mendapatkan jodoh dan memulai hidup baru.


Tring


Dan kamu adalah jodohku.


@A


Kalau begitu muncullah. Aku juga ingin memiliki dirimu seutuhnya.


Kamila menggigit bibir bawahnya setelah berhasil membalas pesan itu yang terasa bermakna berbahaya.


Ia cepat-cepat menghapus pesan itu sebelum si stranger membacanya. Sungguh ia takut kalau orang itu benar-benar muncul dan ternyata jauh dari ekspektasinya.


Tring


Kenapa dihapus? Aku mau jadikan bukti lho kalau kamu mau menerimaku.


@A


Hah? Udah ah, Mama udah manggil tuh. Pasti makan malamnya dah siap. Aku mau ganti baju dulu ya


Tring


Aku mau lihat kamu ganti baju,


@A


Ih kamu ya, gak ada kerjaan apa, mau lihat semua yang aku lakukan.

__ADS_1


Tring


Karena kamu sudah memasuki semua pikiran dan hatiku Mil.


@A


Udah ya bye. Mama pasti nungguin.


Tring


Pakai gaun yang warna Biru malam, terus rambut kamu digerai aja. Aku gak mau lihat ada yang melihat lehermu yang jenjang dan putih itu.


@A


Iyaaaaa udah.


Kamila mematikan handphonenya itu karena bisa terlambat dia kalau membalas semua chat dari si stranger yang usil tapi begitu meresahkan.


Perempuan cantik itu membuka kembali lemari pakaiannya dan matanya langsung tertumbuk pada gaun berwarna biru malam yang panjang sampai mata kakinya. Bagian atasnya juga tertutup.


"Mil, udah siap sayang?" Sugiarti tiba-tiba saja muncul didalam kamarnya dengan senyum keibuannya.


"Ah iya Ma. Ini baru mau ganti pakaian. Maaf ya Ma, pasti udah lama nungguin ya," ujar Kamila tak enak hati. Dalam hati ia merutuki dirinya yang sudah menghabiskan waktu berbalas pesan dengan si stranger itu.


"Gaunnya cantik. Perasaan kamu gak pernah deh pakai gaun ini. Baru ya?" tanya perempuan paruh baya itu dengan mata menelisik sebuah gaun yang sedang dipegang oleh mantan menantunya itu.


"Gak tahu Ma. Gak ingat. Cuma ada di dalam lemari ini jadi Aku pakai aja ya." Kamila ikut berpikir sampai ia jadi teringat pada pesan stranger itu.


"Pakai aja sayang. Cantik banget kalau kamu pakai. Pas dengan warna kulitmu yang putih."


"Iya Ma, Makasih." Kamila pun memakai gaun itu di depan Sugiarti tanpa malu-malu. Mereka berdua benar-benar sudah seperti seorang ibu dan anak kandung.


"Ya Allah, kamu kok cantik banget sih mil. Kulitmu putih dan juga mulus. Rajin perawatan di salon ya?" Sugiarti sangat takjub dengan apa yang ia lihat di depan matanya saat Kamila membuka pakaiannya dan hanya menyisakan under wear saja sebelum memakai gaun biru malamnya.


Luky kok kamu gak bisa tertarik pada bidadari cantik ini nak?


Ya Allah, kamu benar-benar tidak bisa mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan.


Bagaimana kalau orang lain yang akan menjamahnya nak, apa kamu tidak akan menyesal?


"Ma, tolong kancingnya." Perempuan itu tersentak dari lamunannya tentang putranya ketika Kamila meminta tolong padanya.


"Ah iya Mil."


"Terimakasih banyak Ma."


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2