
Tring
Bagaimana Aku bisa mengatakan kalau Aku sangat menginginkanmu wahai pemilik hati ini.
@A
Kamila membuka pesan dari nomor misterius itu lagi dengan senyum diwajahnya.
Debaran didadanya yang belum juga reda karena begitu terpengaruh dengan kata-kata dari Luky Firmaji kini bertambah saja karena pesan yang masuk dari handphonenya.
Ia pun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursinya. Dengan bibir yang masih menyunggingkan senyum, ia bertekad akan meladeni kemauan si pengirim pesan-pesan misterius itu. Mulai saat ini ia akan berusaha untuk santai menanggapi pesan-pesan itu dan tidak baper.
Begitupun denganku. Bagaimana bisa aku mengatakan kalau harapan besar yang aku miliki dalam hidup ini adalah Aku masih sangat ingin merajut hubungan denganmu.
Kamila menekan tanda panah dan pesan balasan itu pun terkirim. Bibirnya kembali tersenyum dengan dada berdebar. Ia menunggu balasan lagi dengan harap-harap cemas.
Entah kenapa pesan yang ia kirim yang ia niatkan hanya sebagai candaan kini justru mempengaruhinya lagi. Ia penasaran dengan balasan selanjutnya. Karena ketika mengatakannya ia justru membayangkan kalau si pengirim pesan itu adalah seseorang yang pernah mengisi hatinya.
Tring
Rasanya hati ini merasakan kebahagiaan yang tak terkira mendengarmu mengatakan perasaan yang sama.
@A
"Aaaaaaaa!" Kamila berteriak tertahan dengan balasan itu.
"A Andri apakah ini kamu?" tanyanya dalam hati.
"Atau Kak Luky?"
"Oh No! Tidak mungkin mereka berdua. Apalagi Kak Luky, ia tidak pernah mempunyai perasaan yang khusus untukku.
"Oh andai saja..." Kamila menatap layar handphone itu seraya bermonolog dengan dirinya sendiri.
Tring
Untuk kekasihku, Kamila Regina Putri.
aku selamanya bersyukur telah bertemu denganmu. Kamu adalah nafasku dan cahayaku. Kamu adalah alasan hari-hariku dipenuhi dengan kebahagiaan. Aku mencintaimu lebih dari yang aku tahu mungkin.
Kamila membuka pesan itu lagi dengan perasaan yang tiba-tiba merasa takut dan khawatir. Dalam hati bertanya, Bagaimana kalau orang itu adalah orang jahat dan ingin mempermainkannya.
"Haish siapa ini?" ujarnya pelan.
__ADS_1
"Ah sudahlah, anggap saja ini adalah hiburan. Daripada mengharapkan seseorang yang tak jelas lebih baik menjalin hubungan dengan orang dari dunia Maya," ujarnya lagi seraya mengirimkan emoticon senyum dan mengirimkannya pada nomor misterius yang ia beri nama @ Stranger.
Tring
Aku ingin sekali melihat wajah mu yang cantik itu tersenyum padaku Mil, agar Aku yakin bahwa kamu benar-benar nyata bagiku.
Kamila membaca lagi pesan itu kemudian mengambil swa foto dirinya yang sedang tersenyum kemudian mengirimnya pada @ Stranger tanpa pikir panjang.
Tring
Aku yakin sekali kalau Tuhan mengambil seorang bidadari di surga dan menurunkannya ke bumi ini sebagai dirimu. Kamu sangat cantik Mil. Dan sungguh Aku terlambat menyadarinya.
Kamila merasakan dadanya berdebar kencang. Ia sangat senang dengan pujian itu. Ia kembali tersenyum-senyum sendiri kemudian menjawab lagi pesan itu.
Terimakasih banyak. Aku sangat senang dengan pujianmu.βΊοΈ.
Tring
Kamu pantas mendapatkannya Kamila sayang.
"Dia mulai memanggilku sayang, oh Ya Tuhan. Siapakah orang ini yang kamu kirimkan untuk menguji perasaanku." Kamila menyentuh dadanya yang tak berhenti berdebar-debar.
Bolehkah Aku melihat senyummu juga?
Pesan itu terkirim akan tetapi tak ada balasan setelahnya. Kamila pun merasa sangat kecewa. Ia menarik nafas berat kemudian meletakkan handphonenya di atas meja.
"Ternyata Aku cuma dipermainkan. Jangan-jangan si pengirim itu adalah seorang yang jelek wajahnya hingga ia tidak mau mengirimkan gambar dirinya."
"Aaa sebel, aku udah baper duluan dan ternyata orang itu hanya iseng." Kamila pun berusaha untuk melupakan pesan-pesan itu. Laptopnya ia buka untuk melanjutkan pekerjaannya.
Hampir tiga puluh menit ia memeriksa file-file proposal yang dikirimkan lewat email oleh beberapa staf dalam divisinya sampai konsentrasinya kembali terpecah oleh satu lagi pesan yang masuk pada Handphonenya.
Tring
Kamila melirik handphone itu dan ternyata dari si pengirim pesan misterius itu sedang mengirimkan sebuah gambar. Dengan dada berdebar-debar ia membuka gambar itu untuk menjawab rasa penasarannya. Siapa kira-kira orang itu.
Maaf, Aku lagi di luar dan sedang bertemu dengan banyak orang. Aku tidak mungkin berswafoto dan mengirimkannya sekarang. Itu pasti akan sangat memalukan bukan?
Love you so much, Kamila ku sayang π
@A
Kamila tersenyum dengan perasaan yang membuncah bahagia. Meskipun orang itu tidak mengirimkan gambar wajahnya dan hanya mengirimkan gambar lain tetapi itu sudah membuatnya sangat bahagia.
__ADS_1
"Ya Allah, semoga orang ini benar-benar serius padaku. Tapi, bagaimana kalau dia bukan orang yang Aku harapkan?" Kamila menutup layar handphonenya tanpa ingin lagi membalasnya.
Logikanya ia paksakan untuk berpikir. Sudah begitu banyak orang di dunia ini yang tertipu oleh kata-kata manis dari orang-orang di dunia maya. Setelah itu ia akan menyesal ketika bertemu dengannya di dunia nyata.
"Ah sial! Kenapa Aku jadi terpengaruh. Apa aku blokir aja ya nomor orang itu?" ujar Kamila seraya meraih kembali handphonenya dan berniat memblokir pemilik nama @ Stranger itu. Akan tetapi ia membatalkannya.
"Anggap sebagai teman aja, gak usah dipikirin. Siapa tahu aja dia Perempuan yang ingin menjalin hubungan yang baik denganku."
"Tapi eh, perempuan? kok gampang sekali ia mengucapkan kata-kata cinta dan sayang ya? Apa mungkin ia juga, hiiiii..." Kamila bergidik ngeri. Ia jadi takut membayangkan kejadian pada mantan suaminya terjadi pada dirinya juga.
"Nauzubillah min dzalik, ya Allah amit-amit," ujarnya dengan suara agak keras kemudian mengetuk meja dihadapannya berkali-kali.
"Tapi kalau Aku gak coba nyelidikin orang itu mana Aku tahu siapa orangnya, iyyakan?" ujarnya lagi dengan kepala semakin pusing.
Tring
Mil, kamu meragukan perasaanku sayang?
@A
"Eh orang ini kok tahu kalau aku mulai meragukan identitasnya. Apa jangan-jangan dia sebenarnya ada di sekitar Aku?" Kamila memandang sekeliling ruangan kerjanya setelah membaca pesan yang baru masuk itu.
Tidak.
Aku tidak meragukan kamu. Aku hanya ingin melihat wajahmu saja, tak apa 'kan?"
Kamila membalas pesan itu dengan jari-jari yang sedikit gemetar.
Tring
Kita pernah sangat dekat Mil, bahkan tanpa melihatku pun kamu pasti tahu siapa Aku. Bentar malam kita lanjutkan ya sayang. Aku sedang sibuk saat ini.
@A
Kamila menutup wajahnya yang memanas. Ia bisa mati penasaran jika tidak bertemu dengan orang ini.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π
__ADS_1