Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 40 Minta Maaf


__ADS_3

Kamila berlari ke arah wastafel dan meraih tangan Luky yang berdarah kemudian mencucinya. Akan tetapi karena darahnya masih mengucur ia pun meminta Mak Siti membawa kotak obat untuk mengobatinya.


Kamila menutupi bekas luka itu dengan kain lap yang ada di sekitar tempat itu sambil menunggu Mak Siti datang.


Luky tersenyum senang. Meskipun ia tidak mendapatkan yang ia inginkan seperti adegan-adegan romantis yang pernah ia tonton, ia sudah cukup puas karena Kamila masih mempunyai rasa empati yang sangat tinggi padanya.


"Awww, sakit Mil," ujarnya dengan ekspresi dibuat sangat lebay. Kamila menatap suaminya itu dengan tatapan tajam.


"Aku tidak menekannya Kak, cuma disentuh sedikit saja masak sakit sih?"


"Tapi ini beneran sakit Mil. Aku rasa darahnya banyak banget keluar. Aku sampai pusing sekali sayang, rasanya mau pingsan." Luky berucap seraya menyentuh keningnya seolah benar-benar akan pingsan.


"Kak, kamu tidak mempermainkan Aku kan?" tanya Kamila dengan perasaan yang mulai curiga.


"Ini benar sayang," ujar Luky lagi dengan senyum samar diwajahnya.


"Apa Kak Luky trauma sama darah?" tanya Kamila seraya membalut tangan suaminya itu dengan kain kasa setelah memberinya betadine. Luky tersenyum. Ia ingin bilang tidak tapi ia terlanjur melakukan drama akan pingsan.


"Kadang-kadang Mil, jadi tolong sayang bantu Aku ke kamar. Aku merasa sangat lemas."


"Kadang-kadang?" tanya Kamila dengan kening berkerut. Ia semakin curiga saja tetapi ia juga takut kalau Luky benar-benar pingsan dan ia tidak bisa mengangkat tubuhnya yang lumayan tinggi dan besar itu.


"Baiklah Kak, kita ke kamar sekarang." Kamila pun mendampingi suaminya berjalan ke kamarnya. Mak Siti tersenyum. Perempuan tua itu merasa kalau tuan muda Firmaji ini pantas mendapatkan penghargaan atas aktingnya yang sangat memukau seperti itu.


"Kak, coba berbaring dulu," pinta Kamila setelah mengatur dan menepuk-nepuk bantal yang akan digunakan suaminya.

__ADS_1


"Tapi kalau ini hanya lelucon maka Aku pastikan Kakak akan Aku kunyah-kunyah sampai habis." lanjut perempuan cantik itu dengan Ekspresi wajah yang nampak sangat tak ikhlas. Luky tersenyum. Ia lantas menarik tangan istrinya itu dan memeluknya.


"Kak! Apa yang kamu lakukan hah?!" Kamila berteriak tertahan saat Luky memeluknya dan membawanya ke atas pangkuannya.


"Biarkan seperti ini Mil, Aku rindu sekali padamu sayang."


"Kak Lepaskan! Jangan lagi menyentuh Aku!" Kamila berusaha memberontak akan tetapi Luky tidak juga mau melepaskannya. Ia semakin memeluk Kamila dari arah belakang dengan erat. Wajahnya ia simpan di bahu sang istri.


Dan tanpa menunggu waktu lama, pun menciumi leher jenjang Kamila sampai perempuan itu terdiam. Ia tidak lagi bergerak. Ia merasa sedang dihipnotis oleh sentuhan-sentuhan dari suaminya yang cukup memabukkan.


"Maafkan Aku sayangku. Aku tidak akan kuat jika kamu mendiamkan Aku seperti ini, Hem," bisik Luky tanpa menghentikan aktivitasnya. Ia terus saja mengendus aroma parfum dibelakang kuping istrinya. Dan sesekali menggigit pelan daging tak bertulang itu.


"Kamu jahat kak. Aku sangat membencimu. Kamu menjijikkan." Kamila tidak bergerak akan tetapi kemarahannya ia keluarkan lewat kalimat-kalimat sarkas yang sangat menyakitkan kuping suaminya.


"Aku minta maaf sayang. Dan kumohon jaga katakan kata-kata seperti itu."


"Mil, Apa kamu tidak melihat klarifikasi dari model yang menyebarkan berita bohong itu sayang?" tanya Luky dengan suara hati-hati. Ia yakin sekarang kalau istrinya belum update berita terbaru dan teraktual tentang dirinya.


Pria itu pun meregangkan pelukannya pada sang istri. Sedangkan Kamila turun dari pangkuan suaminya dan menatap pria itu dengan tatapan tanya.


Ya, Ia memang benar-benar menghilang dari dunia maya karena terlalu marah dan kecewa. Ia merasa lebih baik menghindar dan menyembunyikan dirinya dari dunia yang penuh dengan kontroversi itu. Sungguh ia tidak akan kuat membaca dan mendengar komentar miring dari mulut pedas para netizen.


"Apa maksudmu Kak?" tanya Kamila dengan rasa penasaran diwajahnya.


"Lihatlah Mil. Buka video aslinya sayang. Yang ia posting di sosial media itu hanya potongan saja dan itu tidak lengkap. Diambilnya pun dari sisi yang sangat menyudutkan Aku." Luky menyerahkan handphonenya dan memperlihatkan press conference model pria yang juga termasuk dalam golongan gay yang pernah ia temani selama ini.

__ADS_1


Kamila menutup mulutnya yang terbuka karena kaget tidak percaya. Ia menatap video asli dan lengkap dari berbagai sisi ketika kejadian itu tetapi. Nampak jelas kalau suaminya sangat menghindari Andy dan beberapa model pria pada saat acara itu berlangsung.


'Maafkan Aku Kak," ujar Kamila seraya berlutut di hadapan suaminya. Ia meraih tangan Luky dan menciumnya dengan penuh perasaan. Ia merasa sangat berdosa karena telah meragukan suaminya sendiri.


"Maafkan Aku Kak. Aku istri yang durhaka, hiks." Kamila menangis. Ia sadar sekarang kalau ia telah menghakimi suaminya tanpa memintanya untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi.


"Mila, jangan menangis sayangku. Kamu tidak salah." Luky meraih tubuh istrinya agar berdiri. Ia mendudukkan lagi dipangkuannya kemudian menghapus cairan bening pada pipi nya.


"Bukan cuma kamu yang akan berpikir macam-macam tentang Aku saat melihat semua potongan video itu. Semua orang juga akan berpikir seperti yang kamu pikirkan. Tapi tahukah kamu Mil? Aku tidak butuh pengakuan dunia kalau Aku sudah sembuh dan benar-benar meninggalkan hal yang terlaknat itu. Aku hanya butuh kepercayaanmu untuk menghadapi ini semua. Hanya kamu sayang," ujar Luky kemudian meraih bibir Istrinya yang sudah lama ia rindukan.


"Aku bisa gila kalau kamu sendiri tidak mempercayai ku dan berakhir membenciku. Kamila ku sayang," lanjut pria itu seraya menatap dalam mata istrinya.


"Maafkan Aku kak. Selama seminggu ini Aku mendiamkan dirimu dan tidak melakukan kewajiban ku pada mu. Apakah Allah masih akan mengampuniku?" Kamila balas menatap suaminya kemudian menempelkan ujung hidungnya pada ujung hidung suaminya. Luky tersenyum tipis. Ia pun berucap dengan suara yang sangat rendah bagaikan bisikan, "Kamu bisa menggantinya mulai sekarang Kamila Regina Putri."


Bibirnya kembali melumatt bibir sang istri dengan sangat lembut. Begitu banyak cinta dan rindu yang Ingin mereka berdua sampaikan melalui ciuman panjang penuh gairah itu. Hingga siang itu mereka lalui dengan berbagi peluh dan tak kunjung keluar kamar.


Mak Siti menarik nafas lega. Ia memandang steak ayam pedas itu dengan perasaan nelangsa. Ia ingin memakannya sendiri tetapi rasa pedas sausnya sepertinya tidak bisa ia tahan. Akhirnya ia membawa piring saji yang berisi makanan enak itu ke depan beranda.


Ia pun memanggil security untuk menghabiskannya. Ia yakin majikannya tidak akan keluar kamar lagi sampai beberapa hari.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading ya 😍


__ADS_2