
Kamila ternyata masih memikirkan hubungan Andri Husain dengan keluarga Firmaji. Di bawah guyuran air dari shower di dalam kamar mandi itu ia terus bertanya-tanya tentang mantan kekasihnya itu.
Ia sungguh ingin bertanya pada pria itu kenapa tidak pernah menghubunginya padahal Vony Dona sudah memberi tahu nomor handphonenya.
Dan ternyata dia ada disini. Oh Tuhan apa jangan-jangan dia sudah lama mengawasi aku?
"Kak Andri, apa mungkin hubungan kita masih bisa kita lanjutkan?" tanyanya pada dirinya sendiri seraya menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun.
"Aku masih perawan Kak, Aku belum pernah disentuh oleh mantan suamiku," ujarnya lagi dengan tangan menyentuh bagian-bagian sensitifnya.
Tanpa sadar ia menutup matanya dan membayangkan merasakan sentuhan seseorang yang sudah lama ia inginkan.
Lho kok Kak Luky sih?
Ia membuka matanya dengan cepat karena wajah Luky Firmaji dengan senyum samar diwajahnya yang tiba-tiba muncul didalam kepalanya.
"Ish, pria abnormal yang gak pernah bereaksi pada perempuan cantik kayak aku, mana bisa memberikan yang aku inginkan." Kamila menggerutu kesal kemudian segera menyudahi acara mandinya.
Perempuan cantik itu segera meraih handuknya dan melilitkannya pada tubuhnya yang ramping dan besar pada bagian-bagian tertentu.
Tring
Sebuah notifikasi pesan berbunyi pada benda pipih elektronik miliknya. Ia pun segera meraihnya seraya menggosok pelan rambutnya dengan handuk kecil.
Hai sayang, selamat sore. Udah mandi belum?
@A
Kamila tersenyum ketika membaca pesan singkat itu. Perasaannya sangat senang mendapatkan perhatian dari seseorang yang tidak ia kenal tetapi sangat bisa mempengaruhi moodnya.
Sudah dong βΊοΈ. Udah seger banget nih.
Ia membalas dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya. Perempuan cantik itu pun meletakkan handphonenya di atas ranjang kemudian melanjutkan mengeringkan rambutnya.
Ia baru ingin mengambil hair dryer di atas meja riasnya tetapi sebuah notifikasi pesan kembali berbunyi.
Tring
Perempuan cantik itu akhirnya membatalkan niatnya. Ia kembali duduk di atas ranjangnya kemudian membuka aplikasi WhatsApp Nya.
Kok Aku gak percaya ya, kalau kamu udah mandi. Rasanya kamu masih bau asem deh.
@A
Kamila tersenyum kemudian menggerakkan jempolnya dengan lincah untuk membalas pesan mencemooh itu.
Ih gak percaya. Aku udah cantik dan segar lho. Harum lagi.
Tring
Gak percaya kalau gak lihat.
@A
__ADS_1
Kamila langsung memotret dirinya yang sedang duduk di atas ranjang yang hanya menggunakan handuk yang hanya menutupi sebagian kecil dari tubuhnya itu.
Belahan dadanya yang cukup jelas serta pangkal pahanya yang sangat mulus tak disadarinya akan membuat si stranger terbakar jika melihatnya.
Ia pun mengirim Gambar dirinya itu dengan satu kalimat dibawahnya.
Masih gak percaya, hem?
Kamila tersenyum ketika pesannya itu dibaca oleh si stranger atau si misterius.
Tring
Kamu cantik banget Mil.
@A.
Iya dong π€ππ
Tring
Aku sampai gak bisa berkedip lihat dirimu Mil, kamu tahu gak kalau Aku rasanya ingin menyentuh kulitmu itu.
@A
Sentuh aja kalau kamu bisa, hihihihi
Kamila semakin senang. Rasanya ia berada di sebuah dunia lain yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia terbuai dengan kata-kata manis sang stranger.
Jempolnya tak berhenti menari diatas keyboard handphonenya untuk membalas pujian dan rayuan dari orang yang ia tidak tahu bagaimana sosoknya.
Tring
@A.
Kamila merasakan sebuah rasa asing merambat dengan cepat ke seluruh urat syarafnya. Sampai usianya yang sudah menginjak 24 tahun ia tidak pernah mendengar kata-kata yang begitu meresahkan perasaannya dan membuatnya jadi gelisah.
Tring
Aku benar-benar menginginkanmu sayangku. Kirimkan lagi pose dirimu yang lebih terbuka dari itu, please ππ₯°π.
@A
Sekali lagi Kamila lupa diri kalau telah melakukan sebuah percakapan yang sangat berbahaya dengan orang lain. Ia seperti terkena hipnotis dari di misterius itu.
Ia pun memotret kembali dirinya dengan handuk yang ia buka sedikit dibagian depannya hingga menunjukkan sebagian aset indah dan cantik yang ia miliki.
Setelah itu mengirimkan gambar dirinya itu dengan satu kalimat yang benar-benar diluar ekspektasinya.
Aku juga ingin melihat si Junior kalau sedang memberontak.
Kamila merasakan perasaan gelisah dan penasaran yang tidak bisa ia lukiskan. Ia segera menghapus semua foto-fotonya yang baru ia kirimkan itu karena si stranger tidak memenuhi permintaannya. Ia kecewa karena merasa sedang dipermainkan.
Tring
__ADS_1
Dengan tangan gemetar, Kamila membuka pesan gambar yang dikirimkan oleh pengirim pesan misterius itu. Ia menutup matanya cepat setelah melihat gambar yang menunjukkan sebuah hal yang sangat indah sekaligus membuat kulitnya meremang sempurna.
"Astaghfirullah," ujarnya pelan dengan dada berdebar kencang. Ia tidak tahu harus mengatakan apa hingga ia langsung menekan tombol panggilan video pada layar handphonenya.
Ia ingin tahu siapa sebenarnya yang sedang mempermainkannya seperti itu sampai benar-benar berani memperlihatkan bagian paling rahasia dari dirinya
Panggilan video itu tidak ditolak oleh si stranger. Tapi yang ia lihat di dalam layar itu bukannya wajah lawan bicaranya akan tetapi aksi si Junior yang sedang dalam keadaan on fire dan siap untuk menyerang lawan.
"Siapa kamu hah?" tanya Kamila dengan suara gemetar. Tak ada jawaban yang ia inginkan melainkan sebuah suara erangan dari seorang pria yang sedang dalam keadaan berada di puncak hasrat.
Klik
Video itu ditutup sepihak oleh lawan bicaranya hingga Kamila merasa semakin gelisah dan juga penasaran.
Ia pun kembali mengirimkan pesan pada pria misterius itu.
Katakan siapa kamu?
Tring
Aku mencintaimu Kamila. Dan Itu adalah bukti betapa Aku sangat menginginkanmu saat ini juga.
@A
Jangan membuatku bingung. Tolong katakan siapa kamu sebenarnya?
Kamila mondar-mandir menunggu balasan dari pria asing itu. Sampai handphonenya kembali berbunyi.
Tring
Tanyakan pada dirimu Mil, siapa yang paling menginginkanmu sayangku. Aku.
Dan apakah kamu juga ingin memiliki ku juga?
@A
Kamila tidak lagi menjawab pesan itu. Ia lebih memilih untuk berpikir dengan baik. Jangan sampai orang itu adalah orang yang salah yang memang berniat mempermainkannya.
Perempuan itu kembali ke kamar mandi untuk melakukan mandi lagi. Ia ingin bersuci karena sempat merasakan sesuatu yang aneh dari dalam dirinya hanya dengan melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.
Setelah mandi sore dan melaksanakan sholat magrib. Kamila segera keluar dari kamarnya dan berniat menuju ke dapur. Ia ingin membantu Sugiarti untuk menyiapkan makan malam.
Di depan pintu kamarnya, tanpa sengaja ia bertemu dengan mantan suaminya yang sedang menggosok kepalanya yang basah dengan handuk kecil. Mereka berdua tidak saling menyapa.
Akan tetapi Luky Firmaji tersenyum samar seraya melewati tubuh Kamila dan berucap dengan pelan.
"Harum."
Kamila hanya mencebikkan bibirnya dan melanjutkan langkahnya ke dapur.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π