
Sari menyambut tamunya di depan rumahnya dengan sangat bahagia. Wajahnya tak lepas dari senyum lebar. Sungguh sebuah kehormatan baginya dan keluarganya karena Luky putra dari Rohan Firmaji datang ke rumahnya yang sederhana.
Dengan cepat ia keluar dari Beranda saat beberapa tamu yang sudah lama ditunggunya itu memasuki halaman rumahnya.
"Selamat datang nak Mila," ucapnya dengan kedua tangan terbuka untuk memeluk perempuan yang pernah ia niatkan menjadi menantunya. Perempuan cantik dan baik hati yang justru dipersunting oleh orang yang sangat berjasa dalam keluarganya.
"Ibu, Aku senang sekali karena bisa bertemu lagi denganmu." Kamila menjawab dengan rasa bahagia yang sama.
"Iya nak. Kamu tambah cantik Mil, apa karena sudah mulai isi ya?" Sari menatap dengan rasa kagum pada perempuan cantik dihadapannya. Ibu hamil memang selalu mempunyai aura yang berbeda.
"Alhamdulillah iya Bu. Bentar lagi kami akan mendapatkan momongan."
"Alhamdulillah. Saya sudah curiga saat Andri menanyakan tentang jambu kristal yang sering kamu makan kalau main kesini." Sari berucap kemudian memandang seorang gadis cantik yang sedang berdiri disamping putranya.
__ADS_1
"Ini siapa? Eh, sampai lupa. Ayo mari silahkan masuk." Sari mempersilahkan semua orang untuk masuk ke dalam rumahnya. Ia sampai tidak sadar kalau semua tamunya masih berdiri saja di depan rumahnya.
"Ibu, ini calon menantu di rumah ini," ujar Andri pada ibunya untuk memperkenalkan Vony sang kekasih.
"Wah, ibu ternyata sudah hampir punya mantu ya," jawab Sari seraya menyentuh tangan gadis cantik yang sedari tadi diam saja.
"Eh Ibu. Saya Vony." Vony Dona meraih tangan perempuan paruh baya itu dan menciumnya.
"Kamu cantik nak, semoga kalian dimudahkan ke jenjang pernikahan. Bagi saya siapa pun pilihan Andri saya setuju saja. Yang penting kalian bisa saling mencintai dan menghargai."
"Jambunya kok udah ada di sini Bu?" tanya Kamila menyela percakapan dua orang calon menantu dan mertua itu. Ia menatap meja dihadapannya yang berisi beserta buah-buahan lainnya.
"Lah kenapa Mil? Bukannya kamu sangat ingin jambu nak?" Sari menjawab dengan wajah bingung. Begitupun semua orang.
__ADS_1
"Aku ingin jambu Bu, tapi yang langsung dari pohonnya, hiks," jawab Kamila dengan perasaan yang tiba-tiba sangat sedih.
"Hah? Jadi seperti itu?" tanya Sari dengan wajah semakin bingung. Ia pun berdiri dari duduknya dan menuju ke halaman depan. Ia berharap masih ada buah jambu yang tersisa di pohonnya. Ia sangat maklum dengan suasana hati ibu hamil yang sedang ngidam.
"Alhamdulillah. Masih ada satu buah jambu tuh. Tunggu ibu ambilkan ya Mil." Sari masuk lagi ke rumah untuk melaporkan kalau apa yang diinginkan oleh Kamila masih bisa ia berikan pada perempuan hamil yang sangat ia sayangi itu.
"Jangan Bu. Aku mau Kak Andri yang manjat," ujar Kamila dengan wajah yang berubah senang. Andri Husain meringis. Ternyata keinginan perempuan ngidam itu belum juga menguap di Udara.
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading ya gaess π