Janda Tak Bolong

Janda Tak Bolong
Bab 8 Bertemu Mantan


__ADS_3

Kamila Regina Putri membaca doa kelancaran bicara sampai berkali-kali saat mulai memimpin meeting yang benar-benar tidak ia kuasai itu. Andai ia punya kesempatan bertemu dengan sang Presiden Direktur itu. Ia yakin sekali kalau ia akan memakinya tanpa ampun.


Akan tetapi ada satu hal yang ia syukuri diantara rasa kesal ini adalah karena Vony Dona selalu siap untuk membantunya saat ia tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dari semua divisi tentang beberapa produk yang akan diluncurkan oleh sang presiden direktur.


"Terimakasih banyak ya Von. Kamu banyak membantuku dan tidak membuatku seperti seorang bodoh di depan semua orang," ujar Kamila setelah meeting itu selesai dan semua orang pun keluar dari ruangan itu.


"Ah Ibu, jangan ngomong begitu lah. Aku kan asisten Pak Presdir jadi seyogyanya memang membantu semua pekerjaan bapak agar bisa berjalan dengan lancar dan sukses, begitu Bu."


"Ah, harusnya kamu aja yang mimpin meeting nya tadi. Kamu yang lebih menguasai semua materinya Von."


"Ih gak bisa juga seperti itu Bu. Karena maunya pak Presiden Direktur, ibu lah yang harus selalu menggantikannya selama ia tidak masuk bekerja."


"Eh, kenapa bisa seperti itu Von. Kan masih banyak manager dari divisi lain di Perusahaan ini," tanya Kamila dengan wajah tanya.


"Ya karena Ibu ini spesial. Ibu Kamila 'kan istrinya pak Luky Firmaji, jadi wajar toh?"


Deg


Kamila baru sadar kalau ia dan Luky belum memberitahu semua orang kalau sebenarnya mereka berdua sudah berpisah dan tidak lagi tinggal se rumah.


Apa perlu Aku beritahu statusku pada Vony Dona?


"Ibu tahu gak kalau bapak bilang ke Aku kalau ini ia lakukan karena ingin ibu lah yang nantinya akan memimpin perusahaan ini."


"Hah? beneran ia bilang begitu sama kamu?" tanya Kamila dengan wajah tak percaya.


"Iya Ibu, katanya sih ia ingin pergi jauh gitu. Tapi gak tahu kemana. Lah emangnya Ibu tidak diberi tahu?" Vony Dona balik bertanya.


Kamila langsung tersenyum meringis kemudian menggelengkan kepalanya.


"Eh, udah ah. Gak usah bahas itu dulu. Sekarang kita keluar yuk. Refreshing ke Mall atau kemana gitu. Hari ini Aku stress berat gara-gara Bosmu itu Von."


"Hahahaha, boleh lah Bu. Mumpung Pak Presdir gak ada kan ya, kita bisa bolos kerja," ujar Vony Dona dengan wajah gembira. Ia tahu kalau apa pun yang mereka lakukan saat ini pasti diketahui oleh pria itu tapi tak apalah, toh ini adalah ajakan dari istri sang pimpinan sendiri.


Mereka berdua pun keluar dari Perusahaan menuju sebuah Pusat Perbelanjaan terbesar di kota itu. Bagi sebagian besar perempuan di dunia ini, berbelanja adalah hal yang paling bisa menghibur hati yang sedang galau atau stress.


"Kamila?!" panggil seorang pria saat mereka berdua sedang memasuki sebuah toko pakaian. Vony Dona langsung berbalik ke arah pria yang sedang memanggil pimpinannya itu. Sedangkan Kamila sendiri melanjutkan langkahnya ke dalam toko karena tidak mendengar namanya dipanggil.

__ADS_1


"Kamila!" panggil pria berseragam tentara itu sekali lagi.


"Maaf, anda siapa ya?" tanya Vony Dona dengan mata menyelidik. Rupanya ia adalah seorang asisten perempuan tetapi cukup berani dengan seorang aparat keamanan negara seperti pria yang ada dihadapannya.


"Lah kamu siapa?!" Sepertinya bukan kamu yang saya panggil!" Pria itu balik bertanya dengan tatapan tajam. Ia berusaha menunjukkan kalau ia adalah seorang aparat yang harus ditakuti.


"Anda memanggil istri atasan saya seperti itu, jadi wajar dong saya bertanya. Secara, saya adalah pengawal Nyonya Kamila Regina Putri Firmaji!"


Andri Husain hanya tersenyum dibalik rasa kaget yang ia rasakan didalam hatinya. Rupanya memang benar kata Tante Cahaya kalau Kamila sekarang sudah menikah dengan seorang pria kaya. Sampai berbelanja pun pakai seorang pengawal.


"Kamila adalah teman saya Nona Pengawal. Kalau boleh meminta izinmu, saya ingin bertemu dengannya," ujar Andri Husain dengan bibir terangkat.


"Siapa nama anda Pak tentara. Nanti akan saya sampaikan, apakah Nyonya Kamila mau bertemu dengan anda atau tidak," jawab Vony Dona dengan wajah seriusnya.


"Katakan padanya saya Andri Husain yang pernah ia khianati dan menikah dengan orang lain!"


"Hah?" Mata Vony Dona membola tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh pria berseragam tentara di hadapannya itu.


Hem, sepertinya pria ini baru saja turun gunung dan berniat untuk membuka kembali lembaran lama yang sudah sempat terkubur.


Vony Dona menarik ujung bibirnya untuk tersenyum. Perempuan cantik tapi sedikit tomboi itu pun berucap, "Baiklah Pak Andri Husain, sepertinya anda adalah orang yang lumayan penting. Kalau begitu anda bisa cari tempat duduk yang nyaman. Saya akan memberitahu Nyonya Kamila untuk menemui anda."


"Ckckck mantan. Tegap amat! maksa lagi," ujar perempuan itu dengan senyum samar dibibirnya. Ia pun segera masuk ke dalam Toko untuk mencari Kamila sang istri Bos."


"Maaf Bu, ada yang mau bertemu di Cafe depan," ujarnya saat mendapati perempuan cantik itu sedang memilih-milih underwear.


"Siapa Von? Eh, bagusan yang mana nih?" tanya Kamila pada sang asisten. Sepertinya ia tidak terlalu penasaran pada seseorang yang mencarinya dan lebih tertarik pada beberapa lembar underwear yang sangat cantik dan seksih ditangannya.


"Bagusan yang ini deh, Bu. Cocok banget sama kulit Ibu yang putih. Eh ini untuk menggoda Pak Luky ya?" tanya Vony Dona dengan senyum menggoda. Kamila langsung tersenyum meringis.


Andai saja ia bisa mempunyai ide menggoda suaminya sejak dulu, mungkin Luky bisa saja sembuh. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tak ada lagi yang bisa mereka perbaiki.


"Bu, ambil semua saja, bapak pasti senang," ujar sang asisten lagi karena Kamila tampak bimbang dan ragu memilih underwear seksih dan sangat menantang itu.


"Eh iya, makasih Von. Aku akan ambil semuanya," jawab Kamila tersenyum. Dan mungkin akan Aku tunjukkan pada seorang pria normal yang menginginkanku, lanjutnya dalam hati.


Setelah urusan di Kasir selesai. Vony Dona mengajak Perempuan cantik itu ke sebuah Cafe dimana ada seorang pria yang sudah lama menunggunya dengan tak sabar.

__ADS_1


"Kak Andri?" Kamila merasakan dadanya tiba-tiba berdebar sangat kencang saat bertemu dengan seseorang yang pernah mengisi hatinya selama ini.


"Kamila!?" ujar pria itu dengan perasaan yang sama. Mereka berdua saling menatap satu sama lainnya tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun.


Drrrt


Drrrt


Tatapan mereka berdua pun terlepas saat Bunyi handphone pria berseragam tentara itu berteriak minta diangkat.


"Siap komandan!"


"Lima menit. Siap!"


Pria itu menaruh kembali handphonenya ke dalam tas kecil yang ia bawa. Ia kembali menatap Kamila dengan tatapan penuh rasa rindu. Dua tahun mereka berpisah tanpa komunikasi tapi justru harus berpisah lagi karena tugas negara.


"Maafkan Aku Mil. Aku harus pergi sekarang. Pimpinan sudah menunggu di depan Mall ini. Kami ada kunjungan ke suatu tempat."


"Gak apa-apa kak. Kita bisa berhubungan lewat telepon atau WhatsApp," jawab Kamila dengan dada yang masih berdebar-debar.


"Nomor handphone pak Tentara, biar saya yang save Bu," timpal Vony Dona dengan cepat. Ia tahu bagaimana kedisiplinan seorang tentara kalau sedang bertugas. Dan ia pasti tidak bisa berlama-lama lagi di tempat itu.


"085 242 391 990," sebut Andri Husain dengan posisi sigap dan tegap.


"Baik Pak sudah saya save. Ibu Kamila akan menghubungi anda nanti, terima kasih banyak."


"Mil, kita akan lanjut ngobrol lewat WhatsApp ya, Aku pergi."


"Iya Kak." jawab Kamila dengan perasaan campur aduk dihatinya. Ia berharap saat ini Andri Husain belum mempunyai seorang pengganti dirinya di dalam hati Pria itu. Sungguh ia begitu ingin merajut kembali cinta yang pernah kandas di tengah jalan itu.


🌺🌺🌺


*Bersambung.


Eh, setuju gak kalau mereka berdua balikan lagi...


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2