
Kamila merasakan dadanya sesak. Ia sungguh marah dengan perkataan dan perlakuan pria itu padanya. Akan tetapi ia berusaha untuk tenang. Dua kali hal ini terjadi pada dirinya di waktu yang hampir bersamaan. Perempuan itu pun memaksakan bibirnya untuk tersenyum.
"Terimakasih banyak Pak Aqram atas perhatian anda. Tapi sepertinya saya masih sangat merasa bahagia dengan hidup saya sekarang ini," ujar Kamila dengan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria berwajah tampan tetapi sangat mesum itu.
"Mil, ayolah. Kamu bisa meminta berpisah dari suamimu dan saya akan menikahimu." Aqram masih terus berusaha membujuk dengan tangan mulai bergerak ke tempat lain dari tubuh seorang Kamila Regina Putri.
"Saya akan membuat Luky membebaskan kamu dari ikatan yang tidak sehat ini. Meskipun sebenarnya saya juga ragu karena saya tahu sifat suami kamu Mil. Ia tidak akan pernah mau melepaskan apa yang telah ia miliki."
Kamila memberontak dan berusaha melepaskan dirinya yang sudah hampir dikuasai oleh pria itu dan akhirnya berhasil. Ia pun mundur beberapa langkah.
"Maafkan Saya Pak Aqram, ini tidak boleh terjadi. Kita tidak mempunyai hubungan apa-apa. Jadi anda bisa keluar dari sini."
"Mil, dengarkan saya. Tanyakan pada dirimu. Tubuhmu bereaksi 'kan saat Aku sentuh seperti tadi?Kamu butuh itu Mil. Kamu perempuan normal dan saya sangat tahu itu. Kita bisa menciptakan satu hubungan yang sangat menguntungkan kita berdua sayang," Aqram Pratama melangkahkan kakinya untuk mendekati Kamila.
Saat ini ia benar-benar ingin mempengaruhi perempuan cantik itu agar bisa ia dapatkan.
"Hentikan langkah anda Pak Aqram! saya bukan perempuan seperti yang anda pikirkan. Saya perempuan baik-baik."
"Mil, saya tahu kamu perempuan baik-baik. Makanya saya ingin mengajakmu berhubungan baik-baik. Kita akan menikah. Dan saya akan membahagiakanmu."
"Tidak. Biarkan saya memikirkannya maaf Pak Aqram. Silahkan anda duduk atau keluar dari ruangan ini." Kamila memeluk dirinya sendiri. Ia belum siap menerima tawaran dari pria asing seperti pria dihadapannya.
"Baiklah Mil. Saya akan duduk dan menunggu keputusanmu saat ini juga." Aqram Pratama pun mengangkat tangannya di udara. Ia lalu mundur dan duduk kembali di kursinya. Perasaan cintanya pada perempuan cantik yang ia yakini masih perawan itu membuatnya harus bersabar.
__ADS_1
Kamila menarik nafas panjang kemudian ikut duduk di kursinya sendiri. Ia akui ia merasakan sesuatu saat pria itu menyentuh tangannya. Akan tetapi itu tidak berarti akan menerima penawaran pria itu padanya.
Tangannya segera mengetik sebuah pesan SOS pada Amanda sang sekretaris agar segera datang menolongnya. Ia benar-benar ingin pria berotak mesum ini segera keluar dari ruangannya.
"Mil, sudah kamu pikirkan sayang?" tanya Pria itu yang langsung membuat Kamila tersentak kaget. Ia mendongak dan menatap pria itu dengan satu lagi tarikan nafas panjang.
"Kalau kamu tidak ingin berpisah dari suamimu karena kamu bekerja padanya di Perusahaan ini tak apa Mil. Kita bisa berhubungan lewat jalur khusus. Kamu mengerti 'kan maksud saya?" Aqram mengetuk-ngetuk meja dihadapannya dengan wajah santai. Sedangkan Kamila langsung meremas handphonenya dengan sangat emosi di dadanya.
Dasar laki-laki brengsek!
"Atau kamu bisa saya jadikan ratu di Perusahaan milikku Mil. Apapun akan kamu dapatkan. Terkhusus adalah kepuasan yang saya yakin belum pernah kamu rasakan selama ini."
Kamila sekali lagi merasakan dadanya sesak. Apa sebegitu menyedihkannya dirinya hingga beberapa pria aneh menawarkannya sebuah kepuasan yang belum pernah ia dapatkan selama ini?
"Saya minta maaf Pak Aqram karena belum bisa menerima penawaran yang bapak katakan," ujar Kamila dengan senyum diwajahnya. Ia sudah memikirkannya masak-masak bahwa ia tetap tidak ingin menerima pria itu meskipun ia adalah janda dari seorang Luky Firmaji.
Dua tahun bekerja bersama dengan sang presiden direktur yang sangat menjunjung tinggi nilai sebuah tanggung jawab akan pekerjaan, ia tahu apa yang diinginkan oleh pemilik perusahaan ini. Luky Firmaji pasti tidak akan menerima investor yang mempunyai niat busuk seperti ini.
"Kamu berani membatalkan kerjasama ini Mil? Kamu tahu kalau ini adalah hal yang sudah lama dicita-citakan oleh Luky Firmaji Presdir Perusahaan ini?" Aqram Pratama nampak sangat marah dan tidak percaya dengan keputusan perempuan yang sangat ingin ia miliki itu.
"Iya Pak Aqram Pratama. Saya berani dan saya yakin Pak Luky pun akan setuju dengan apa yang saya putuskan."
"Mila! Ini proyek besar! Anggarannya Trilyunan! Begitu banyak karyawan yang akan ikut menikmati keuntungan dari kerjasama ini.!" Wajah pria itu memerah karena menahan amarahnya. Karena sesungguhnya ia yang akan lebih beruntung jika kerjasama dua perusahaan ini terjadi.
__ADS_1
"Tidak masalah Pak Aqram. Pak Presiden Direktur pasti bisa mencari investor lain yang tentunya lebih profesional daripada anda." Kamila menjawab dengan tegas dan sepertinya tidak ingin terpengaruh dengan kata-kata pria itu.
"Mil! Saya cuma ingin kamu bahagia! Kita bisa melakukannya diam-diam. Luky Firmaji yang tidak normal itu tidak akan pernah tahu." Aqram kini mengalihkan kembali pembahasan ke topik semula. Ia benar-benar terobsesi pada perempuan cantik dihadapannya.
"Stop! Berhenti mengatakan itu lagi! sekarang anda bisa keluar dari ruangan saya." Entah kenapa Kamila sangat tidak suka mendengar ada orang lain yang menyebutkan kekurangan mantan suaminya. Ia sungguh tidak rela mendengar kata-kata seperti itu.
"Mil, kamu belum merasakan belaianku saja sayang, setelah itu kamu pasti ketagihan!" Aqram Pratama meringsek maju lagi untuk meraih Kamila. Ia ingin menyentuh perempuan itu lagi.
"Stop!" Kamila mengangkat tangannya di udara. Ia melarang pria itu untuk mendekatinya lagi.
"Silahkan keluar dari sini atau anda akan saya laporkan atas tindakan pelecehan!" Kamila menatap tajam pria itu dengan telunjuk ia arahkan ke arah pintu. Dan sungguh sebuah kebetulan karena Amanda dan juga Vony Dona muncul di sana dengan wajah tak bersahabat.
Aqram Pratama pun berdiri dari duduknya dan segera keluar dari ruangan itu dengan wajah merah padam. Sedangkan Kamila pun melempar tubuhnya ke atas kursi seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia kembali merutuki keadaannya saat ini.
Luky Firmaji brengsek! ini semua gara-gara kamu!
πΊπΊπΊ
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading ya π
__ADS_1