
Wiwin mulai sadar dan perlahan berusaha bangun untuk keruangan ayahnya, William yang tahu kondisi Wiwin masih lemah langsung membantu Wiwin duduk dikursi roda William merasa prihatin melihat kondisi Wiwin, di ruangan ICU dokter melakukan tindakan medis kondisi ayahnya Wiwin kritis Wiwin yang melihat ayahnya langsung kwartir membuat William meluk Wiwin dari belakang dan dan mencium kepalanya Wiwin dengan mesra
" sabar ya win dokter lagi melakukan yang terbaik untuk ayah kamu" ucap William yang melihat dokter memakaikan detak pemicu jantung langsung kaget melihatnya dan mempererat pelukannya Wiwin yang enggak mengerti alat yang dipakai dokter untuk ayahnya cuman bisa nunggu dan lihat dari luar
" saya mohon bertahan hidup lah demi anak anak anda" batin William yang ikut kwartir lihatnya
" alat apa itu pak yang dokter pakai buat ayah saya" ucap Wiwin melihat William
" pemicu detak jantung sekarang kondisi ayah kamu semakin melemah" ucap William pelan
" astaghfirullah anda bercanda kan pak ayah saya baik baik saja kan" teriak Wiwin histeris
" tenang win dokter tahu apa yang harus mereka lakukan" lanjut William yang jongkok didepannya Wiwin
" saya belum siap kehilangan ayah saya pak bagaimana biaya hidup kami dan biaya kehidupan kita pak" lanjut Wiwin nangis sambil meluk William
William melihat dokter melepaskan alat medis yang menempel di badan ayahnya Wiwin langsung semakin mempererat pelukannya William ikut sedih lagi lagi pasiennya menghembuskan nafas terakhirnya, dokter langsung keluar dari ruangan ICU dan menghampiri William yang lagi menenangkan Wiwin
" kembalilah ke ruangan kamu biar saya yang menjelaskan ke Wiwin persiapkan semuanya" perintah William melihat dokter
" baik pak saya permisi" ucap dokter yang faham akan perintah nya William
" kamu harus ikhlas ya win harus sabar harus kuat demi adik adik kamu masih ada saya yang akan membantu keluarga kamu" ucap William mengelus lembut rambutnya Wiwin
" maksudnya apa pak kenapa anda bilang begitu" ucap Wiwin melepaskan pelukannya William
William langsung membawa Wiwin ke kamar rawat ayahnya yang sudah enggak bisa diselamatkan Wiwin yang melihat alat medis sudah dilepaskan membuat Wiwin kembali nangis histeris kini faham sama ucapan William
" ayah jangan tinggalkan Wiwin ayah" teriak Wiwin berusaha berdiri dan meluk ayahnya yang sudah kaku
" tolong ke pemakaman yang didekat rumahnya Wiwin minta gali liang lahatnya sekarang" perintah William saat nelefon bodyguard nya
" enggak pak ayah saya masih hidup ayah saya cuma tidur pak" teriak Wiwin histeris
__ADS_1
" Wiwin ikhlaskan kepergian ayah kamu harus kuat masih ada adik adik yang harus kamu urus jangan begini terus" ucap William yang langsung peluk Wiwin
" maaf pak ganggu persiapan pemandian jenazah sudah siap kami ingin bawa jenazah pak" ucap suster pelan
" kalian jangan bawa jenazah ayah saya ayah masih hidup jangan sembarang bicara" bentak Wiwin langsung meluk ayahnya
" jangan bikin kita membuat kamu tenang win kita ingin kamu melihat ayah kamu terakhir kalinya tolong tenang dan ikhlas selama proses pemakaman" lanjut William berusaha narik Wiwin dalam pelukannya
" baiklah saya akan tenang pak" lanjut Wiwin yang pasrah ayahnya dibawa sama suster
dilain sisi, Reno dan Dela lagi bermesraan di kamarnya Reno memainkan pucuk gunung kembarnya Dela dengan lembut membuat Dela menikmati yang dilakukan Reno, Reno menerima pesan dari William betapa kagetnya mendapatkan kabar ayahnya Wiwin meninggal Dunia dan Reno bersiap siap untuk datang ke pemakaman
" mau kemana sayang" ucap Dela yang bingung melihat Reno mengakhiri bermesraan
" SPG sekaligus ART disini ayahnya baru meninggal sayang dirawat di rumah sakit aku" ucap Reno yang pakai bajunya
Dela merasa pusing keinget sesuatu berkaitan dengan pemakaman Dela langsung pegang kepalanya membuat Reno kwartir melihat Dela yang mengalami sakit lagi Reno langsung memberikan minum untuk Dela dan obat
" aku seperti inget sesuatu sayang sama pemakaman tapi aku bingung pemakaman siapa yang aku datangin dan merssa sedih sekali" ucap Dela merasa sakit kepala berusaha keras mengingat masa lalunya
" sudah jangan fikir yang aneh aneh sayang kamu disini saja ya enggak usah ikut kamu kan lagi sakit" lanjut Reno mengelus rambutnya Dela
" aku mau ikut sayang sekaligus mau kenal ART aku sayang janji aku enggak akan memikirkan yang aneh aneh ikut yah" ucap Dela dengan pelan
" tapi aku enggak tega sayang" lanjut Reno yang semakin enggak tega terlalu lama membohongi Dela
" ya sudah aku disini saja tapi jangan lama ya sayang" lanjut Dela pasrah
Reno mencium wajahnya Dela dengan mesra dan melanjutkan pakai bajunya lagi, setelah selesai Reno langsung keluar apartemen dan langsung menuju rumahnya Wiwin untuk melayat
" kalian jagain Dela" perintah Reno masuk mobil
" siap tuan hati hati dijalan" ucap bodyguard langsung masuk kedalam apartemen
__ADS_1
dilain sisi, Wiwin melamun melihat petugas yang memandikan ayahnya dan menyiapkan kain kafan William tangannya enggak lepas meluk Wiwin sesekali mencium keningnya Wiwin memberikan semangat buat Wiwin, William mengangkat telefon nya mendapatkan kabar untuk pemakaman sudah siap dilaksanakan dan warga pun sudah diberitahu
" bagus kalian tenang kan adik adiknya Wiwin kita masih menunggu petugas memandikan jenazah dan memakaikan kain kafan" perintah William saat telefon terhubung
" baik tuan akan kita laksanakan perintah tuan" ucap bodyguard diseberang sana
Reno yang baru Sampai rumah sakit langsung menghampiri William yang setia meluk Wiwin yang masih berduka
" saya ikut sedih kehilangan ayah kamu" ucap Reno yang ikut prihatin sama takhir ayahnya meninggalkan dunia ini
" terimakasih pak atas kepedulian nya sudah membiayai pengobatan ayah saya sampai selesai, saya enggak tahu bagaimana hidup saya pak membesarkan adik adik saya seorang diri pak" ucap Wiwin sedih
" kamu harus kuat win adik adik kamu masih membutuhkan kamu win jangan menyerah karena setiap yang bernyawa akan meninggalkan dunia ini dan suatu saat kita akan menyusul win" ucap William menghapus air matanya Wiwin
" Dela enggak ikut Reno" sambung William enggak menemukan Dela
" dia flashback masa lalu saat orang tuanya meninggal saya enggak mengijinkan Dela ikut" lanjut Reno sedih
Wiwin yang mendengar ucapan Reno menjadi bingung dengan kondisi Dela, petugas sudah selesai memainkan jenazah dan memakaikan kain kafan bersiap membawanya ke keranda dan siap dibawa kerumah duka, Wiwin yang melihat ayahnya sudah bersih nangisnya pecah beruntung ancaman William selalu dituruti Wiwin akhirnya berusaha tenang selama perjalanan ke rumah duka, bodyguard mengawal perjalanan mobil jenazah supaya enggak mengalami kemacetan sama sekali, Wiwin meluk keranda ayahnya sambil nangis William enggak berhenti mengelus punggung nya Wiwin dengan lembut
" ikhlas dan sabar win" ucap William yang berusaha menenangkan Wiwin
" saya sudah enggak punya orang tua pak sudah enggak ada lagi yang melindungi saya dan adik adik saya memberikan kasih sayang perhatian dan enggak ada lagi yang mencari nafkah buat memenuhi kebutuhan keluarga saya pak" ucap Wiwin lemes sudah enggak kuat nangis terus menerus
" kamu bisa bawa adik adik kamu tinggal di apartemen saya, kebetulan saya punya dua apartemen biar adik kamu kehidupan nya lebih baik" lanjut William mencium l3h3rnya Wiwin
Mobil jenazah Sampai dikediaman Wiwin adik adiknya Wiwin langsung lari memuju ambulance dengan tangisan yang semakin pecah membuat yang datang ke rumah duka menjadi enggak tega mendengarnya, jenazah di turunkan dari ambulans dan persiapan di solatkan dan dikebumikan, saat jenazah mulai dimasukan kedalam liang lahat Wiwin berusaha mencegah supaya warga enggak memasukan ayah nya terakhir kalinya Wiwin langsung teriak dengan histeris
" ayah jangan masukan ayah saya ayah" teriak Wiwin dalam pelukannya William yang selalu setia menenangkan Wiwin
" ikhlaskan win ikhlaskan win" bisik William
saat warga mulai menutup liang lahat dengan tanah Wiwin tiba tiba pingsan dan William langsung menggendong Wiwin kedalam mobilnya
__ADS_1