JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
jalan jalan


__ADS_3

Dela yang baru pulang dari kuliah nya, kaget melihat William ada di halaman kampus, bukannya di dalam mobil, Dela langsung menghampiri William yang sibuk sama handphone nya.


" Ka kok ada disini, kenapa enggak didalam mobil," ucap Dela penasaran melihat William duduk santai di halaman kampus.


" Tadi saya lagi telefon sama Wiwin, enggak mau ganggu Reno yang lagi tidur didalam mobil." ucap William, bohong enggak ingin kasih tahu kalo Reno cemburu bekas tadi di ledekin.


" Duh kasian nya kalian, sudah mulai besok engga usah nungguin begini, jadi engga enak saya bikin kalian repot." lanjut Dela, sedih melihatnya.


" Enggak masalah Dela, karena Reno peduli sama kamu makannya Reno rela nungguin seperti ini." lanjut William, sedikit lebay


" Apa Reno bener bener mencintai saya, bukan karena nafsong atau terpaksa karena terpaksa menghindari perjodohan." lanjut Dela, penasaran dan seperti mengharapkan hati Reno tetep buat Dela.


" Sebaik baiknya sahabat cowok, engga akan rela berkorban berlebihan yang dilakukan Reno buat kamu del, kamu bisa lihat sendiri betapa peduli nya Reno sama kamu ya sudah yuk ke mobil." lanjut William, akhirnya bisa masuk mobil.


Reno yang melihat Dela jalan kearah mobil langsung keluar dari mobil dan tersenyum kearah Dela, membuat Dela membalas senyum ramahnya Reno.


" Jalan jalan yuk" ucap Reno, melihat Dela didepannya


" Hayo saya penasaran sama Monas, katanya bagus ya pemandangan nya." ucap Dela yang bahagia mendapatkan perhatian dari Reno


" Boleh kita ke Monas, sambil saya temani kamu belajar, sambil makan jajanan disana." ajakan Reno, yang mendapatkan Anggukan dari Dela.


Dela, Reno,dan William langsung jalan menuju Monas. pemandangan indah monas di malam hari, Reno minta William membelikan aneka jajanan yang ada di Monas sedangkan Reno menemani Dela belajar buat besok kuliah.


" Kok kamu punya buku buku saya" ucap Dela, kaget sama apa yang dipegang Reno.


" Saya beli buku, apa Yang kamu pelajari hari esoknya jadi kalo pergi seperti ini enggak bingung untuk belajar lebih praktis kan." lanjut Reno, yang punya ide dadakan buat beli buku seperti yang Dela miliki.


" Jangan terlalu baik lah Reno, saya enggak enak terlalu merepotkan kamu." lanjut Dela, merasa jadi beban buat Reno.


" Saya justru bahagia bisa direpotkan kamu, apa lagi bisa berguna untuk kamu." lanjut Reno, dengan tersenyum manis.


" Terimakasih, saya jadi tersanjung mendengar nya masih berusaha ya sepertinya." ledek Dela, dengan terkekeh.


" iyah Del, oh yah Kalo kamu lupa sama saya kamu bakal tinggal dimana" lanjut Reno, penasaran sama tempat tinggal Dela nanti.


" Di Malang mungkin, tapi saat saya lupa segalanya, mau kan dengan sabar kasih tahu saya soal kuliah saya enggak mau kehilangan kesempatan kuliah, dan kalo pekerjaan mau kah berjuang supaya saya bisa kerja kembali di perusahaan kamu." lanjut Dela, yang menatap Reno sejujurnya Dela juga mencintai Reno, enggak ingin kehilangan dan meninggalkan Reno.

__ADS_1


" Enggak kamu minta, saya akan melakukan itu Kok saya akan berjuang dari nol untuk menaklukkan hati kamu lagi, setelah lupa sama semua kenangan manis yang kita jalani." lanjut Reno tersenyum.


" Foto bareng yuk, buat kenang kenangan boleh kan." sambung Reno, ragu takut Dela menolak nya.


" Iyah boleh" lanjut Dela, tersenyum bahagia ini foto pertama sama Reno.


William yang lelah keliling beli cemilan, akhirnya datang juga dengan lima bungkus makanan dan tiga minuman segar.


" Kasihan ka William, muter muter sendiri terima kasih yah." ucap Dela, yang ambil bungkusan yang dipegang William.


" Sama sama Del, oh yah besok sudah bisa ronsen dan persiapan operasi juga sudah tinggal kamu ke rumah sakit saja" ucap William, yang menikmati jajanan nya dari tadi William menahan haus.


" Alhamdulillah terimakasih ya ka William, besok Reno mau kan temani ke rumah sakit." lanjut Dela, melihat Reno yang baru pertama kali makan di luar seperti ini.


" Dengan senang hati Del" lanjut Reno bahagia, walaupun enggak bermesraan dan jadi pacar yang penting sikap Dela enggak cuek sudah lebih dari cukup bagi Reno.


Dilain sisi, Rizky melamun melihat Bintang dilangit, melamun memikirkan Dela membuat Rizky merasa gagal melindungi keluarga satu satunya, sampai hilang kabar seperti ini, bodyguard yang selesai beli makanan menghampiri Rizky yang melamun di depan toko.


" sudah malam pak, kenapa engga tidur pak" ucap bodyguard, memberikan bungkusan ke Rizky.


" sabar pak, perjuangan bapak masih panjang pak, kan baru kekumpul lima juta pak, oh ya andaikan anda ketemu sama Dela apa yang akan anda lakukan" ucap bodyguard, yang mendapatkan kabar kalo Dela sudah tahu tentang pamannya cuman belum siap ketemu sama pamanya.


" kalo sudah ketemu saya ajak tinggal disini saja pak, enggak usah tinggal di Jakarta lagi atau saya yang ikut keinginan Dela, yang penting enggak kehilangan lagi pak." lanjut Rizky sedih, masih berharap keajaiban bisa ketemu keponakan nya lagi.


" semoga harapan bapak terkabul ya pak, harus tetep sehat supaya bisa jalanin misi pak Rizky, besok kita cek kesehatan ya pak biar semakin yakin kondisi kita sehat." lanjut bodyguard, atas perintah Reno ingin Rizky selalu sehat.


" kalian bos yang baik, selalu memperdulikan saya jadi enggak enak karyawan kok dimanja." protes Rizky, heran sama perlakuan istimewa atasannya.


" enggak masalah kan pak, ya sudah istirahat pak sudah malam" lanjut bodyguard langsung masuk kedalam toko.


waktu terus berputar, Reno menemani Dela cek kesehatan, Dela merasa deg degan Reno berusaha memberikan semangat buat Dela supaya tenang dan engga gugup sama sekali


" cuman ronsen saja Del tenang yah" ucap Reno, berusaha santai supaya Dela enggak tegang.


" iyah ren, tetep saja panik saya." ucap Dela, terkekeh karena cuman ronsen biasa membuatnya gugup.


petugas laboratorium, langsung jalan menuju Dela dan memberikan hasil ronsen nya membuat Dela bahagia melihatnya Dela sehat.

__ADS_1


" Alhamdulillah kamu sehat Dela, cuma masalah otak saja jadi bisa melakukan operasi besok Del" ucap Reno, bahagia bisa membuat Dela ceria lagi


" Iyah Reno, Alhamdulillah saya enggak sabar satu satu masalah saya selesai." ucap Dela, pegang tangannya Reno saking bahagianya.


" maaf Reno, saking bahagia nyaa" sambung Dela, dengan malu berani pegang tangannya Reno.


" santai saja, yuk ke kampus hari ini kuis kan saya yang temani kamu, enggak masalah kan Del, katanya William rindu sama Wiwin mau bermesraan katanya." lanjut Reno, melihat Dela yang memasukkan hasil ronsen nya kedalam tas.


" apa enggak masalah Ren, sendirian didalam mobil saya enggak tega Ren" lanjut Dela, sedih selalu merepotkan Reno seperti ini terus.


" santai saja, saya mau jagain kamu Del mau yah." lanjut Reno, dengan memelas sekalian bisa lihat temen temennya Dela yang berusaha genit sama Dela.


" hayo, kalo begitu" lanjut Dela bahagia, akhirnya ada waktu berduaan sama Reno walaupun enggak bermesraan.


Dela yang setiap hari di temani ke kampus, tentunya merasa bahagia walaupun kedekatan nya engga seperti dulu tapi perhatian Reno engga pernah hilang sedikit pun membuat Dela bahagia sekali.


dilain sisi, Wiwin yang menikmati setiap sentu han yang diberikan William terasa melayang, setiap pergerakan pinggang nya William terasa indah sekali membuat Wiwin meluk William yang polos.


" aku bahagia sekali sayang, enggak temani Dela kuliah sampai selesai." ucap William, tangannya menari dengan indah di badannya Wiwin, dan memaju mundur kan pinggangnya.


" aaahhh, tumben sayang memangnya Dela libur kuliah aaahhh" desa han Wiwin, menikmatiiii setiap sentu han yang diberikan William.


" masuk kuliah sayang, lagi kuis Reno yang pengen dia saja yang temani Dela, soalnya mau berduaan katanya." lanjut William, semakin semangat memaju mundur kan pinggangnya, dan semakin semangat m3r3m45 gunung kembar nya Wiwin.


" aaahhh, pasti buat menarik perhatian Dela lagi, aaahhh sayang luar biasa sayang" desa han Wiwin, semakin menikmati pergerakan pinggang nya William.


" ya begitulah sayang, makannya pas Reno minta aku enggak ikut ya sudah aku langsung ke sini, supaya mendapatkan vitamin c nya semakin banyak dan lama." lanjut William, menji lat l3h3r nya Wiwin dengan lembut, semakin semangat memaju mundur kan pinggangnya, dan m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin.


" aaahhh sayang, sungguh luar biasa aaahhh." desa han Wiwin, semakin mempererat pelukannya.


cairan pun akhirnya keluar, dan dimasukan kedalam pangkal pahanya Wiwin.


" terimakasih sayang, aku puas." ucap William, menghapus keringet diwajahnya Wiwin.


" sama sama sayang" ucap Wiwin lemes


Wiwin dan William membersihkan diri di kamar mandi, tapi William yang masih ingin gulet melanjutkan gulet panasnya ronde kedua di kamar mandi membuat Wiwin pasrah menuruti keinginan William.

__ADS_1


__ADS_2