
Reno dan Dela bersiap siap untuk ke kampus, Reno yang memikirkan masalahnya William jadi banyak berfikir bagaimana menyelesaikan masalahnya William. Dela yang melihat Reno lebih banyak diam selama keluar dari rumah sakit, membuat Dela mengira karena Reno kelelahan bekerja. Dela berusaha enggak mengganggu Reno, Dela berusaha untuk baca buku pelajaran hari ini. Reno yang melihat Dela baca buku langsung tersenyum, Reno lega karena dulu enggak separah William saat ini. Dela masih original dan enggak memikirkan banyak hal, Reno bener bener bisa menahan nafsongnya tanpa membuat masalah apapun.
" sayang, hari ini pelajaran apa saja." ucap Reno sambil melihat Dela
" pelajaran tentang manajemen sayang, sama pelajaran bagaimana menjadi sekretaris sayang. dua mata kuliah yang sudah aku jalanin sayang, ternyata bermanfaat sekali apa yang dipelajari kebanyakan jadi realita sayang." ucap Dela, Dela enggak ingin tanya Reno melamun tadi.
" Alhamdulillah sayang, kalo kamu selalu fokus kamu akan bisa menguasai keduanya sayang buat mengerjakan soal soal selama belajar dan menguasai saat kamu bekerja akan berfikir. ini pernah dipelajari kalo sudah menguasai semuanya terasa mudah sayang" lanjut Reno, Reno bahagia enggak pernah mendengar Dela ngeluh sama sekali. ngeluh kerja ataupun ngeluh belajar. Reno bangga melihat keseriusan Dela.
" Iyah sayang, aku selalu berusaha fokus keduanya. supaya aku bisa memahami keduanya, membuat aku profesional dalam bekerja dan membuat aku memahami materi kuliah aku sayang." lanjut Dela, Dela bahagia melihat Reno enggak sediam tadi.
dilain sisi, William bener bener membantu meringankan mual wiwin, William membuat kan jus buah untuk wiwin. William enggak menyangka sebentar lagi akan menjadi seorang ayah dan memiliki seorang istri, William sendiri bingung sampai detik ini belum juga mencintai wiwin sama sekali. Wiwin cukup baik dan bikin nyaman tapi untuk cinta William enggak bisa merasakan sama sekali, tapi William juga enggak bisa mengabaikan Wiwin begitu saja. dalam kondisi hamil seperti ini.
" sayang minum dulu jus jambunya" ucap William memberikan jus buatan nya
" nanti takut mual sayang, aku engga mau." ucap Wiwin manja
" ini engga terlalu manis sayang, mencegah bikin mual kok. yuk diminum. supaya sore kita ketemu Reno dan membahas masalah kita sayang." bujuk William, perlahan Wiwin meminum jus buatan William sampai habis.
" enggak mual sayang, rasanya cukup enak. enggak membuat aku merasa pahit." lanjut Wiwin lega
" Alhamdulillah. aku ikut bahagia sayang, istirahat dulu. aku akan kerja disini dan saat sore kita siap siap ke kampusnya Dela yah" lanjut William mencium keningnya Wiwin
Wiwin langsung rebahan dan berusaha untuk tidur, William yang duduk disebelahnya Wiwin langsung mengengelus lembut perutnya Wiwin.
" anak papah, jangan bikin mamah mual yah sayang, biar mamah bisa tidur nyenyak sayang." ucap William mencium perut Wiwin
William langsung melanjutkan pekerjaannya, William membuka email perusahaan dan email rumah sakit.
dilain sisi, Dela yang melihat Candra dan Adit di parkiran mobil kampus, merasa takut melihatnya. Reno yang melihat Dela melamun langsung melihat Dela.
" sayang kenapa" ucap Reno penasaran
" ada temen aku yang kemarin sayang, aku takut." ucap Dela pelan
__ADS_1
" ya sudah aku antar sampai kelas yah, aku tunggu kamu didepan kelas kamu sambil aku kerja. supaya kamu merasa lebih tenang" ucap Reno berusaha tenang
" engga usah sampai segitunya sayang, cukup anterin sampai kelas saja." lanjut Dela berusaha tenang, Dela langsung keluar mobil diikuti sama Reno.
Candra yang melihat Dela ditemani sama Reno yang terkenal di dunia kesehatan dan bisnis. membuatnya merasa takut, Adit yang melihat Reno langsung ingat kondisi kakeknya yang sakit tak kunjung sembuh. Adit menghampiri Reno dan Dela yang mau masuk kedalam kampus, berusaha ngejarnya tapi langkahnya ditahan sama Candra.
" mau ngapain ikutin mereka" ucap Candra curiga
" minta bantuan meringankan biaya pengobatan kakek saya" ucap Adit yang kehilangan jejak Reno dan Dela.
" ngapain sih, enggak usah memangnya dia siapa. nanti besar kepala lagi." ucap Candra kesal
" Reno pemilik rumah sakit, tentunya bisa berguna membantu kakek saya. jangan bicara sembarangan Candra." bentak Adit kesal, Adit langsung menyusul Dela ke kelas.
Reno yang melihat temennya Dela menghampiri Dela, melihat ekspresi Dela tenang. tiba tiba ekspresi Dela berubah sedikit mundur saat temen satunya mendekati mereka, Reno berusaha tenang dan engga ingin membuat Dela semakin takut.
" ada apa" ucap Reno melihat kedua temennya Dela, Reno pegang tangannya Dela seolah memberikan perlindungan.
" kenalkan ka, saya Adit temen sekelas nya Dela. ka saya boleh minta tolong." ucap Adit serius, Reno yang mendengar ucapan temennya Dela berusaha menjadi pendengar yang baik, Dela bener bener engga melihat Candra yang memperhatikan Dela dari ujung kaki sampai ujung kepala.
" begini ka, kakek saya sakit sudah beberapa bulan ka tapi enggak membuatnya sembuh ka justru semakin pucat" lanjut Adit kwartir sama kondisi kakeknya
" memangnya kakek kamu sakit apa" ucap Dela penasaran
" stroke, sudah beberapa bulan ini. saya enggak memiliki uang dan jaminan kesehatan ka, apa bisa menolong kakek sayang." lanjut Adit penuh harap.
" saya hari ini ada kerjaan, kamu sekarang ijin pulang dan tunggu tim rumah sakit pelangi melihat kondisi kakek kamu, dibawa ke rumah sakit. besok baru saya pikirkan semuanya. orang tua kamu kemana dan keluarga besar kamu" lanjut Reno penasaran
" mereka merantau jauh dari Jakarta ka, terimakasih mau nolong Kakek saya." lanjut Adit lega, Adit menganggap keluarga kakeknya adalah keluarga nya juga.
" ya sudah sekarang ijin ke dosen dan saya akan minta tim rumah sakit membawa kakek kamu ke rumah sakit, besok baru saya urus semuanya." lanjut Reno, rasanya ingin langsung menolong melihat Dela ketakutan membuat Reno lebih melindungi Dela.
" sekali lagi terimakasih ka" lanjut Adit bahagia akhirnya masalah kakek nya diselesaikan juga
__ADS_1
Candra yang melihat cara Reno menyelesaikan masalah dengan tenang merasa iri, Candra langsung ikut Adit pulang. Reno yang melihat kedua temennya Dela pergi langsung melihat Dela yang sudah tenang.
" yang satunya ya sayang, yang bikin kamu takut." ucap Reno melihat wajahnya Dela
" Iyah sayang, Candra yang kemarin sayang. terimakasih ya kamu mau bantu masalah temen aku sayang." ucap Dela bangga melihat Reno
" malam ini aku kasih pengobatan gratis dulu, besok baru bagaimana caranya membantu kakeknya Adit sayang. ya sudah aku ke mobil ya mau.melanjutkan kerja, semangat belajarnya sayang" lanjut Reno mencium keningnya Dela
" kamu juga sayang, semangat bekerja sayang." lanjut Dela mencium keningnya Reno
Dela langsung masuk kelasnya sedang kan Reno kembali ke mobil, didepan mobil sudah ada Wiwin dan William. Reno mengajak William masuk kedalam mobil, Wiwin yang lemah memilih duduk di kursi belakang.
" bodoh kamu William, kenapa engga pakai pengaman sih astaga." bentak Reno kesal, enggak menyangka William seceroboh ini.
" saya lupa Reno, terus sekarang bagaimana." ucap William bingung, malu,dan sedih.
" perintah kan bodyguard urus semuanya, supaya bulan besok kalian bisa nikah. kalian siap kan baju pengantin untuk kalian dan keluarga kalian" ucap Reno yang pusing semakin pusing sama urusan William, tapi William selalu membantu menyelesaikan masalahnya.
" saya akan minta keluarga saya yang di luar negeri datang ke pernikahan saya, dan saya akan minta keluarganya Wiwin untuk menjadi wali hakim. karena kan ayahnya Wiwin baru meninggal dunia." lanjut William berusaha tenang.
" semoga dalam tiga puluh hari semuanya selesai" ucap Wiwin malu
" amin Win, biayanya dua kali lipat di beberapa bagian win. bersiaplah William kamu akan mendapatkan tugas dari saya untuk biaya percepatan pernikahan kamu. kerja goal tanpa bonus." lanjut Reno yang memberikan solusi
" enggak masalah Reno, yang penting gaji pokok utuh. saya rela melakukan apapun demi semuanya berjalan baik baik saja." lanjut William lega dengan solusi yang diberikan Reno
Reno memerintahkan sepuluh bodyguard nya untuk datang ke apartemen William jam sepuluh malam, setelah mengantarkan Dela pulang Reno akan melanjutkan membantu William sampai berhasil nantinya.
" Sudah beres, lebih baik sekarang Wiwin istirahat. Di kehamilan muda seperti ini rawan keguguran, ingat William jangan maksa melakukan olahraga indah kalian." Ledek Reno terkekeh, membuat William cemberut.
" Sialan kamu Reno, saya juga tahu soal itu. Yah sudah kita pulang dulu. Terimakasih solusinya bro." Ucap William lega
" Ya sama sama, sudah sana istirahat jangan maksa calon istri kamu hahaha" ledek Reno dengan tertawa puas
__ADS_1
William enggak merespon ledekan Reno, William membantu Wiwin keluar dari mobil.