
Wiwin yang menemani dela di restoran rumah sakit sambil makan nunggu pacar pacar mereka kerja, dela yang baru sadar selama tinggal di kota ini dela sama sekali enggak pegang handphone dela merasa bingung dela merasa pernah punya handphone tapi dela bener bener lupa membuat dela sakit kepala lagi tentunya membuat Wiwin bingung melihatnya
" Kamu kenapa dela sakit" ucap Wiwin kwartir
" Ah engga kok win jangan bilang Reno dan William yah saya males setiap sakit kepala selalu minum obat" ucap dela pegang kepalanya
" Apa selalu sakit kepala" batin Wiwin kaget
" Baiklah dela kalo itu yang kamu inginkan" lanjut Wiwin pasrah
" Win temani saya mau engga sekarang tapi bilangnya kita ke salon naik taxi online saya ingin kesuatu tempat" lanjut dela yakin sama apa yang diinginkan nya
" Memangnya ada apa kenapa Reno dan William enggan boleh tahu" lanjut Wiwin penasaran
" Nanti saya ceritakan sekarang kita pergi yah" lanjut dela yang merasakan kepalanya sudah mendingan
Wiwin yang diminta temani dela nurut saja walaupun Wiwin penasaran, ditempat jauh bodyguard yang mendengar keinginan dela langsung mengatur cara nya untuk mereka yang mengantarkan dela pergi yang dirahasiakan bodyguard yang curiga yakin tebakan nya benar kalo dela ingin ke rumah sakit terkait sakit kepalanya
Dilain sisi, Reno mendengar kan penjelasan William membahas perkembangan perusahaan dan rumah sakit, tiba tiba dela dan Wiwin masuk keruangan Reno membuat Reno tersenyum bahagia melihatnya
" Ada apa sayang mau gulet" goda Reno terkekeh
" Aku kesini mau bilang mau ke salon sayang berdua sama Wiwin" ucap dela yang berdiri disampingnya Reno
" Kita temani mau kan" ucap William melihat Wiwin
" Kalian kan sibuk kerja sayang kita naik taxi saja sayang didepan kan banyak kita enggak mau ganggu konsentrasi kalian" ucap Wiwin meluk lehernya William
" Ya sudah jangan lama ya sayang kalo mau dijemput Wiwin bisa telefon kita biar bisa kesana" lanjut Reno yang baru sadar dela enggak pernah pegang handphone
" Oke sayang kita berangkat dulu" lanjut dela mencium bibirnya Reno begitu juga dengan Wiwin ke William
Dela dan Wiwin langsung keluar rumah sakit dan memilih taxi yang kebetulan kosong parkir di lobi rumah sakit dela dan Wiwin langsung naik taxi
" Kita ke rumah sakit harapan cinta yah" ucap dela
" Baik bu" ucap supir taxi diam diam menghubungi seseorang sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
" Mau ngapain ke rumah sakit itu kamu sakit dela kenapa enggak di rumah sakit ini" ucap Wiwin penasaran
__ADS_1
" Saya mau memastikan sesuatu Wiwin saya semakin bingung dari pada saya pasrah lebih baik saya cek sendiri" lanjut dela yang enggak ingin merepotkan Reno
" Maksud nya apa saya enggak ngerti Del" lanjut Wiwin semakin penasaran
" Saya enggak ingat apapun win segala sesuatu saya bener bener seakan lupa segalanya setiap saya berusaha mengingat sesuatu saya selalu sakit kepala dan Reno yang melihat nya selalu kasih saya obat yang bikin kepala saya reda dan saya baru sadar enggak pegang handphone sama sekali win" lanjut dela bingung sama kebenaran yang ada
" Oh jadi ngerti larangan Reno dan William apa mereka sepertinya tahu dela amnesia kenapa mereka menyembunyikannya" batin Wiwin semakin penasaran
Diseberang telefon bodyguard yang mendengar pembicaraan Wiwin dan dela langsung ke rumah sakit yang ingin dikunjungi dela kebetulan orang laboratorium orang yang kenal baik sama William bodyguard langsung menghubungi William
" Oh begitu del ya sudah saya temani yah" lanjut Wiwin berusaha tenang
Flashback on: bodyguard yang mendengar keinginan dela ingin pergi diam diam langsung mencari taxi yang bisa diajak kerjasama dengan baik kebetulan ada taxi kosong langsung menghampiri supir taxi awalnya nolak karena di rawat uang yang cukup banyak akhirnya supir taxi nurut
" Tugas kamu cukup telefon nomor itu selama nganterin atasan saya selama didalam taxi kamu Sampai tujuan mereka kalo sudah selesai matikan telepon nya mengerti" perintah bodyguard memberikan lima lembar uang merah
" Tapi saya enggak tahu orangnya" ucap supir taxi penasaran
" Lihat foto ini perempuan ini yang akan naik taxi" lanjut bodyguard menunjukkan fotonya dela
" Baik saya nunggu dimana" lanjut supir taxi mengingat foto dela
" Depan lobi rumah sakit lebih baik sekarang kesana" perintah bodyguard
Flashback off
Dilain sisi, Reno yang mendengar kabar dari bodyguard langsung panik ternyata dela membohongi dirinya membuat Reno panik harus bagaimana sekarang William yang melihatnya sungguh kasihan karena masalahnya Reno enggak berakhir ternyata
" Dela bukan perempuan bodoh yang engga bisa melakukan pengecekan kondisi diri sendiri pak" ucap William prihatin
" Astaga dela kenapa curiga sih aaargghh" ucap Reno frustasi
" Beruntung nya orang laboratorium kenalan kita, lebih baik kita bikin hasilnya dan saat malam saya akan atur tuker hasilnya saya enggak menyangka akan semakin ribet" lanjut William yang ikutan pusing
" Laksanakan William saya enggak mau kehilangan dela tapi belum siap buat kasih tahu semuanya" lanjut Reno sedih dan bingung
" Baiklah saran saya anda perlahan jujur sama dela jangan sampai dela kecewa sama anda" lanjut William langsung buka laptopnya
Dilain sisi, dela dan Wiwin jalan menuju kasir dan ingin melakukan ronsen dan diarahkan ke dokter spesialis penyakit dalam, dela langsung jalan ke ruangan dokter spesialis penyakit dalam ditemani sama Wiwin
__ADS_1
" Sejak kapan anda mengalami sakit kepala" ucap dokter penyakit dalam yang kebetulan kenal sama Reno karena pernah kerja di rumah sakit Reno selama tiga tahun sebelum dipindahkan
" Sebulan ini dok, setiap saya ingat sesuatu saya selalu merasakan sakit kepala dokter makannya saya ingin melakukan ronsen supaya bikin lega dok dan saya bosan minum obat pereda tapi begitu terus" penjelasan dela sedih
" Baiklah saya akan kasih rujukan untuk melakukan ronsen setelah mendapatkan hasilnya kasih ke saya yah" ucap dokter spesialis penyakit dalam menulis rujukan
" Semakin kasihan melihat dela seperti dimanfaatkan sama Reno tapi untuk apa kepentingan nya" batin Wiwin semakin penasaran
" Baik dok saya permisi dulu" lanjut dela langsung ke laboratorium melakukan ronsen, dela ikut petugas untuk melakukan pemeriksaan beberapa menit setelah selesai dela keluar dari ruangan laboratorium dengan perasaan lega
" Terimakasih ya win sudah temani saya tolong jaga rahasia ya win sampai hasilnya keluar" ucap dela sambil duduk di kursi
" Setelah hasil keluar apa yang akan kamu lakukan del setelah ini del" ucap Wiwin penasaran
" Saya akan tanya semuanya ke Reno tapi ada drama sedikit dulu win, setelah selesai baru difikirkan apa yang akan saya lakukan hasilnya sebulan baru keluar win katanya" lanjut dela yang semakin lega
" Kita ke mall yuk saya mau beli handphone win" sambung dela berdiri
" Ya sudah yuk Del" lanjut Wiwin ikutan berdiri dan jalan keluar dari rumah sakit
Dilain sisi, Rizki bahagia sekali mendapatkan gaji dari atasannya engga terasa sudah sebulan di Bali dan siap siap untuk kembali ke kota Malang
" Apa sudah siap kembali ke kota Malang" ucap bodyguard yang sudah siap
" Sudah pak hayo"ucap Rizki bahagia
Rizki enggak sabar kembali ke kota Malang karena Rizki menerima juga gaji selama kerja di toko dan kini Rizki memiliki tabungan yang cukup banyak karena kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya ditanggung sama bosnya
" Alhamdulillah pak saya punya tabungan enam juta pak saya akan ke Jakarta kalo tabungan saya sudah semakin banyak" ucap Rizki bahagia
" Memangnya rencananya butuh biaya berapa pak ke Jakarta" ucap bodyguard penasaran
" Sepuluh juta buat jualan keliling selama di Jakarta sampai ketemu sama dela pak filling saya dela masih hidup pak" lanjut Rizki optimis
" Ya Allah segitu nya pak ingin ketemu sama dela pak" batin bodyguard merasa enggak tega
" Berarti setahun saja dong kerja di toko pak" sambung bodyguard
" Sepertinya iyah pak, saya ingin selalu sehat pak supaya saya punya fisik kuat keliling kota Jakarta sampai ketemu dela saya selalu berharap keajaiban Allah mempertemukan saya sama keponakan saya dalam kondisi sehat pak" lanjut Rizki bahagia mulai rajin olahraga dan menjaga pola makan walaupun makanan nya ditanggung tapi Rizki berusaha memilih dan banyak makan sayur dan buah
__ADS_1
" Amin semoga ada keajaiban yah pak Rizki" lanjut bodyguard yang bingung mau bicara apa karena bodyguard tahu keberadaan dela sebenarnya
Mobil yang ditumpangi bodyguard dan Rizki sampai di bandara dan siap siap menunggu pesawat lepas landas