JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
makan buah duren


__ADS_3

Tiga Minggu kemudian, Dela merasa bahagia akhirnya mahkotanya kembali original dan Reno bener bener engga modus untuk melakukan yang belum pantas dilakukannya, Reno semakin memberikan perhatiannya membuat Dela bahagia. Dela menemani Reno untuk kunjungan kerja tentunya membuat kedua insan yang saling mencintai merasa bahagia.


" Proyeknya Alhamdulillah, selalu lancar ide kamu bagus juga Del" ucap Reno, yang setuju penambahan tenaga kerja, supaya pembangunan bisa dilakukan dua puluh empat jam dengan fasilitas makan, minum,dan obat obatan ditanggung.


" Soalnya kan pembangunan proyek perusahaan kamu terbilang lama yah, saya mencoba untuk mempercepat pembangunan tanpa pengeluaran uang yang sia sia tapi berguna untuk orang lain, ya dengan cara penambahan karyawan khusus yang malam dengan jaminan kesehatan, makanan, dan obat di tanggung sama perusahaan." Ucap Dela, yang selalu semangat bekerja.


" Sebentar lagi masuk kuliah Del, sekarang kita siap siap ke kampus ya" lanjut Reno, yang merapihkan berkasnya berkasnya.


" Ya, sudah yuk," lanjut Dela langsung jalan menuju mobilnya Reno


Reno perlahan menjalankan mobilnya meninggalkan proyeknya, Dela mengecek tugas tugas yang sudah dikerjakan selalu dibantu sama Reno membuatnya lebih mudah memahaminya.


" Del, sudah beres kan tugas tugas hari ini" ucap Reno, melihat Dela menutup tasnya.


" Beres Ren, terimakasih yah selalu mau saya repotkan." Ucap Dela, dengan bahagia.


" Apapun akan saya lakukan buat kamu Del, jangan merasa sungkan sama saya." Lanjut Reno, tersenyum manis melihat Dela.


" Sebagai tanda terimakasih, besok saya bikin kue kita jalan jalan ke taman berdua yuk mau enggak." Ajak Dela, tersenyum melihat Reno


" Ngajak kencan ceritanya nih, asik tentunya mau dong Del." Lanjut Reno bahagia dengan ajakan Dela, Dela mau bertemen dengan Reno walaupun terkadang Dela memberikan perhatian ke Reno, begitu juga dengan Reno yang selalu memberikan perhatian ke Dela. Dela sering menyiapkan baju kerja Reno, sudah mulai menyiapkan sarapan buat Reno dan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan Reno.


" Terserah mau anggap apa, yang penting liburan saja." lanjut Dela, dengan terkekeh bingung sama keinginannya sendiri.


Dilain sisi, William dan Wiwin menyusun baju bajunya Dela dan barang barang bawaannya Dela ke kamar yang ada di apartemen William, Wiwin merasa bahagia bisa membantu sahabatnya begitu juga dengan William membuat lamaran pekerjaan dan CV seolah milik Dela. Begitu juga dengan selembaran kampus pilihan Reno.


" Berarti sayang, Dela akan lupa segalanya kalo ingatannya kembali ke masa lalu" ucap Wiwin memasukan tas yang dibawanya Dela ke lemari.


" Iyah sayang, handphone dan laptop bakal dititipkan disini sayang seolah punya Dela, bagaimana caranya kamu saja membujuk Dela melamar pekerjaan di kantornya Reno dan bagian sekretaris buat CEO." ucap William, yang ngeprint berkas punya Dela.


" Iyah sayang, terus karyawan bagaimana mereka bisa curiga dong." lanjut Wiwin, dengan penasaran.


" Dari awal kedatangan Dela, semua karyawan sudah curiga sayang apa lagi Dela datang kembali seperti awal lagi." Lanjut William menguap, William bener bener lelah.


" Ah lelahnya aku" sambungnya William, mematikan laptopnya dan melihat Wiwin yang setia membantunya.

__ADS_1


" Terus Dela, sepenuhnya cuma ingat masa lalu saja, dan masa kini sepenuhnya dilupakan" lanjut Wiwin, penasaran sama masalah Dela.


" Iyah lupa sepenuhnya, ya sudah yuk ke apartemennya Reno kasih berkas berkasnya Dela dan kita makan duren Bareng disana." Lanjut William merapihkan berkasnya kedalam tas


Dilain sisi, Dela merasa kesal sama teman nya yang selalu mengikuti Dela, bahkan berani ikuti ke kamar mandi perempuan. Bodyguard yang melihat Dela diikuti sampai toilet langsung menghampiri dan membuat temennya Dela merasa ketakutan berusaha pergi tapi berhasil ditahan sama bodyguard.


" Mau apa, kamu ikutin Dela sampai kamar mandi" bentak bodyguard, dengan penuh amarah.


" Saya cuman kasih perhatian saja, mengantarkan Dela sampai kamar mandi." ucap temennya Dela, merasa takut


" Bohong, tadi dia berani mencium bibir saya pas di tangga dan memaksa ikut ke kamar mandi" bentak Dela dengan kesal


" Jangan sembarang goda temen kamu, kalo engga mau keluar dari kampus dengan rasa malu" bentak bodyguard, kesal temennya Dela ada yang enggak beres.


" Maafkan saya Dela, jangan bilang sama dosen" lanjut temennya Dela, merasa ketakutan dan langsung pergi


" Terimakasih ya" lanjut Dela, bahagia dan lega Reno bener bener minta bodyguard nya melindungi Dela


" lebih hati hati lagi Del, jangan sungkan minta tolong sama pak Reno." lanjut bodyguard


Dilain sisi, Reno yang menunggu Dela didalam mobil, sambil mengecek email email yang masuk, saat lagi asik main handphone Dela langsung masuk mobil dengan cemberut. bodyguard yang ngikutin Dela berdiri disamping pintu langsung jalan ke pintu mobil tempat duduknya Reno.


" Dela kenapa, keluar dari kampus cemberut" ucap Reno, melihat bodyguard dengan penasaran.


" Dela hampir di le ceh kan sama temennya pak didepan toilet" ucap bodyguard, melihat Dela yang nangis.


" Oh pantes cemberut, yah sudah saya dan Dela duluan kamu ikutin dari belakang" perintah Reno, melihat bodyguard nya.


" Baik pak, kalo begitu saya permisi" lanjut bodyguard, bodyguard langsung pergi


Reno langsung menyalakan mobilnya, dan mobil perlahan meninggalkan halaman parkir kampus. Reno membiarkan Dela nangis sepuasnya sampai Dela merasa lega dan siap untuk cerita, Reno memberikan tissu untuk Dela membuat Dela menerima tisssu yang diberikan Reno..


" Terimakasih, Reno tissunya" ucap Dela, menghapus air matanya pakai tissu.


" Apa perlakuan orang kota sama semua ya, memperlakukan perempuan seenaknya. Beda sama orang kampung yang bisa menghargai perempuan" ucap Dela sedih, mendapatkan tindakan menyebalkan dari temennya.

__ADS_1


" Engga semua orang kota seperti itu Del, karena pergaulan dan kebiasaan nonton film panas Del. Ada kok orang kota yang baik yang tahu etika menghargai perempuan kok." Ucap Reno, melihat Dela yang sudah berhenti nangis.


" Saya mau pindah kampus boleh enggak, pas saya bener bener lupa segalanya saya mau memulai semuanya dari awal terutama jauh dari orang tadi saya sungguh takut." Lanjut Dela, sedih dan takut pengalaman dulu terulang.


" Tanpa kamu minta Del, saya akan memindahkan kamu Del supaya kamu enggak bingung dan mendapatkan banyak pertanyaan." Lanjut Reno melihat Dela, merasa kasihan temennya baru dikenal sudah enggak sopan


" Dan saya akan melindungi kamu dari cowok cowok sialan, jadi tenang yah saya akan melakukan yang terbaik untuk kamu" sambung Reno


" Terimakasih ya Reno, walaupun hubungan kita belum resmi tapi saya bahagia sekali mendapatkan perhatian dan kepedulian berlebihan dari kamu terimakasih yah." Lanjut Dela bahagia


" Sama sama, sudah jangan sedih lagi kita sampai apartemen bakal berpesta jadi lupakan orang sialan tadi yah" lanjut Reno yang nahan diri, untuk enggak pegang Dela seenaknya


Dilain sisi, Wiwin, dan William sudah menyiapkan duren, pisau, cemilan,dan minuman segar di meja ruang tamu. William juga menyiapkan tas Dokter nya berjaga jaga Dela pingsan. Reno dan Dela langsung masuk kedalam unit apartemen Reno.


" Del, nih tas bawaan kamu dari desa lengkap baju, dokumen,dan uang yang kamu bawa. Cuma engga ada handphone kamu" ucap William, melihat Dela berharap Dela percaya.


" Yuk duduk, kalian pasti cape kan." Ucap Wiwin, memberikan minuman segar ke Reno dan Dela.


" Wah duren" ucap Dela bahagia, Dela langsung memakan duren didepannya, Reno, William,dan Wiwin yang mendengar ucapan Dela cuma bisa nahan kebingungan mereka.


Dela yang menikmati duren merasa bahagia, entah kenapa air mata turun dan tiba tiba kepala Dela terasa sakit dan menyiksa.


" Sepertinya pernah makan duren tapi bukan sama Reno, William,dan Wiwin. Harus bisa mengingat makan bareng siapa" batin Dela, Dela berusaha keras mengingat makan sama siapa. Kepala Dela semakin sakit dan mata Dela semakin buram dan Dela langsung jatuh pingsan, Reno yang melihatnya langsung membawa Dela kekamar. Wiwin yang melihatnya langsung bingung apa lagi William sambil bawa kotak obat ke kamarnya Dela.


" Bagaimana kondisi Dela, apa baik baik saja." Ucap Reno, kwartir melihat keadaan Dela.


" Dela memaksakan diri untuk mengingat pernah makan duren sama keluarganya, saking enggak kuatnya akhirnya pingsan." Penjelasan William, sambil memasukkan peralatan dokternya


" Kalian sengaja kasih duren ke Dela, kenapa lihat akibatnya kan kasihan." Ucap Wiwin kesel.


" Aku kan minta kamu bantuin aku bawa barang barang Dela kan, karena persiapan ini dan Dela yang minta untuk mengingat masa lalu dan rela melupakan saat ini." Penjelasan William, William langsung berdiri.


" pantesan persiapan yang matang, bahkan tas dokter pun sampai dibawa.


" Ya sudah kalian tidur di kamar bekas Dela biar saya yang temani Dela disini, sampai tiga jam Dela engga sadarkan diri kita bawa ke rumah sakit." Ucap Reno kwartir, tapi inilah keinginan Dela.

__ADS_1


" Baik, kalo ada apa apa langsung panggil saja Reno. Lanjut William, William mengambil barang barangnya dan meninggalkan kamar.


__ADS_2