
Adit yang mendapatkan kabar dari suster, langsung ke rumah sakit beruntung bodyguard yang diminta jagain Adit. Langsung temani Adit malam malam ke rumah sakit, Adit tampak kwartir saat mendapat kan kabar dari suster kalo kakeknya sudah meninggal dunia. Padahal Adit tinggal buat ganti baju.
" Tenang dan ikhlas Adit" ucap bodyguard yang melihat Adit nangis didalam mobil
" Saya sebatang kara pak, sudah enggak punya siapa dunia ini. Sekarang kakek meninggalkan saya, kakek angkat yang bener bener peduli sama hidup saya. Sekarang meninggalkan saya selama nya." Ucap Adit, Adit engga bisa menahan air mata kesedihan dan kehilangan.
Bodyguard menambah kecepatan mobilnya, bodyguard menghubungi Reno kalo kakeknya Adit meninggal dunia membuat Reno, William, Wiwin,dan Dela. Ke rumah sakit membantu Adit. saat sampai di rumah sakit betapa kagetnya William melihat Adit, Adit yang dicari carinya selama ini. Reno berusaha menenangkan Adit yang nangis sambil meluk Kakek yang membesarkan nya seorang diri, berjuang sendiri, bahkan berusaha untuk Adit bisa kuliah.
" Kita ikut berduka Dit, yang sabar dan ikhlas ya." Ucap Dela, Dela bisa merasakan apa yang dialami Adit karena Dela Dulu pernah ada diposisi Adit.
" Kita bantu ngurus pemakaman Kakek kamu ya Dit." Ucap Reno merasa menyesal lagi lagi takdir yang membuat Reno enggak bisa menyelamatkan nyawa pasien.
" Sekarang saya, bener bener engga punya siapa siapa, satu satunya orang yang peduli dan ada di hidup saya kini meninggalkan saya seorang diri. Terimakasih kakek atas semuanya, Adit akan turutin semua keinginan Kakek, yang tenang disana yah." Ucap Adit mencium kening dan Salim ke tangan kakek terakhir kalinya.
" Tolong proses pemakaian kain kafan disini, sampai bodyguard selesai menggali liang lahat nya." Lanjut Reno pelan
" Baik pak, akan kami proses. Permisi." Ucap suster membawa jazat kakek nya Adit, Adit terduduk lemes saat melihat kakeknya dibawa sama suster.
William yang memperhatikan Adit, semakin yakin kalo Adit adalah adiknya yang hilang selama ini, Adit diculik saat usia bayi dan dibawa ke panti asuhan dengan modus penipuan ke pemilik panti asuhan. William sudah menyelidiki semuanya, dan penculiknya sekarang mendapatkan balasan yang setimpal. Dari semua kejahatan yang dilakukannya.
__ADS_1
" Setelah kondisi Adit tenang, saya akan melakukan pencocokan dan meyakini kalo Adit adalah adik saya yang hilang." Batin William berharap semuanya bener
" Sayang, kenapa melamun apa yang kamu pikirkan." Ucap Wiwin yang melihat William melamun.
" Aku prihatin sayang" ucap William bohong
" Keluarga kakek apa kita kasih tahu, mau bagaimana pun masih ada keluarga walaupun diabaikan selama hidupnya." Sambung William melihat Adit
" Enggak usah ka, mereka engga usah tahu sama sekali, buat jenguk kakek saja enggak mau. Bahkan kakek datang untuk menjenguk anaknya diusir ka, saya yang selalu menemani kakek dan melihat. Kesedihan kakek atas perlakuan anak dan menantunya." Tolak Adit enggak Sudi, membiarkan orang orang jahat ke kakeknya tahu kalo keluarga nya sudah meninggal dunia
" Ya sudah berarti langsung di makam kan malam ini juga, kita semua temani ya Dit. Kamu boleh tinggal di apartemen ka Reno." Ucap Reno merangkul bahunya Adit.
" Adit mau tinggal di rumah peninggalan kakek, kalo kwartir sama saya cukup satu bodyguard yang temani saya saja ka." Lanjut Adit berusaha berdiri
" Sayang, mau pulang atau mau ikut" ucpa Reno melihat Dela.
" Ikut sayang sampai pemakaman selesai, aku engga tega sayang." Ucap Dela perihatin sama Adit
" Ibu hamil enggak baik ikut ke pemakaman, jadi aku antar pulang yah sayang. Aku mau bantu Adit dan Reno" ucap William pegang perutnya Wiwin
__ADS_1
" Iyah sayang, aku nurut saja." Ucap Wiwin pasrah
William mengantarkan Wiwin untuk pulang ke rumah, fikiran William ke Adit bagaimana caranya membuktikan kalo Adit adalah adik kandungnya. Wiwin lagi lagi melihat William melamun, semakin yakin ada yang difikirkan sama William.
" Kamu melamun lagi sayang" ucap Wiwin melihat William banyak diam
" Aku sudah mendapatkan hasil tugas yang dikasih sama Reno sayang" ucap William, William memberhentikan mobilnya.
" Tugas apa, dan hasil apa." Lanjut Wiwin penasaran
" Menyelidiki identitas Adit, dan bodyguard aku sudah tahu keberadaan siapa yang membawa Adit waktu bayi." Lanjut William dengan mata basah
" Aku engga mengerti sayang, jelasin supaya aku faham maksudnya." Lanjut Wiwin penasaran
" 20 tahun yang lalu, aku, mami, Dady,dan adik aku. Kita jalan jalan ke sebuah mall, aku lupa bagaimana adik aku hilang, mami aku nangis histeris sempet mengalami gangguan jiwa karena adik aku enggak ketemu juga. Dady aku membawa mami aku ke Amerika untuk menjalankan kehidupan disana." Cerita William sesak mengingat masa lalu
" Sedangkan aku di rawat dan dibesarkan sama paman aku yang di Jakarta, aku kuliah baru nyusul mereka. Setelah kerja aku memutuskan untuk kerja di Indonesia, aku, mami,dan Dady sudah mengikhlaskan adik aku hilang. Kita sudah melakukan pencarian sama sekali enggak ketemu." Sambung William nunduk merasa gagal menemukan adik kandungnya
" Dan beberapa waktu lalu, Reno minta aku untuk menyelidiki identitas Adit anak yang diadopsi sama kakek yang baru meninggal tadi. Dan bodyguard aku bilang penculiknya sudah ketemu dan mendapatkan balasan yang setimpal. Dan saat di tanya identitas orang tua bayi yang diculik, si penculiknya menceritakan semuanya. Dan tahu nama orang tua aku sayang, orang yang sukses pada jamannya. Dengan mudah bodyguard bilang kalo Adit adalah adik aku dan minta Adit untuk ikut ke Amerika untuk melakukan pencocokan identitas sayang." Penjelasan William panjang kali lebar
__ADS_1
" Subhanallah sayang, kalo bener Adit adalah adik kandung kamu, inilah cara Allah mempertemukan kalian sayang melalui Reno. Setelah kondisi Adit tenang. Baru kita bahas identitas Adit. Biar semuanya jelas sayang." Lanjut Wiwin engga percaya sama ceritanya William, tapi Wiwin percaya keajaiban Allah selalu ada.
" Iyah sayang, aku juga mikir seperti itu, sekalian bahas pernikahan kita dan ajak orang tua aku ke sini sayang." Lanjut William lega, William merasa bahagia sudah menyampaikan isi hatinya. William melanjutkan perjalanan nya mengantarkan Wiwin untuk pulang ke apartemen.