
William disambut sama bodyguard di Bandara kota Malang, William langsung jalan menuju mobil bodyguard, bodyguard menceritakan semua kegiatan Rizki dan pemasukan toko. William yang mendengar nya sangat bahagia karena toko milik Reno berkembang dengan pesat, walaupun pemasukannya sepenuhnya buat Rizki tapi William ikut bahagia mendengarnya.
" Sekarang pak Rizki dimana" ucap William menerima minuman segar dari bodyguard
" Sesuai keinginan anda pak, pak rizki ada di rumahnya ditemani sama bodyguard pak." Ucap bodyguard melihat spion atas
" Memangnya Dela sudah bekerja pak" sambung bodyguard
" Kalo belum saya enggak akan berani kesini, Kondisi Dela akhirnya sembuh total dan Dela bener bener melupakan aktivitas selama dia lupa, pak Reno sendiri yang minta saya ketemu sama pak Rizki dan kasih tahu semuanya dari awal, enggak ada yang saya tutupi." lanjut William, William langsung melihat pemandangan desa.
" Yang saya tutupi cuman masalah pribadi Reno dan Dela, bersyukur nya sudah selesai." Batin William lega, Dela bener bener memperhitungkan semuanya, saat sadar Dela tahunya masih original dan enggak akan pernah ingat pernah melakukan gulet panas, selama dua bulan bareng Reno kenangan manis yang selalu memanjakan Dela harus ikhlas menjadi masa lalu demi kebahagiaan Dela.
Mobil bodyguard sampai di toko, bodyguard memasukkan barang barang William ke bawah meja kasir, William langsung melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya Rizki, Rizki memang diminta untuk membersihkan rumahnya dengan alasan sudah kotor. Bodyguard yang melihat mobil didepan rumah langsung menghampiri nya dan menyapa William yang turun dari mobil.
" Pak rizki mana" ucap William yang pertama kali ke rumahnya Dela.
" Dikamar nya Dela pak, pak Rizki yang ingin membersihkan kamar Dela enggak ingin dibantu mumpung hari Minggu katanya." Ucap bodyguard
" Kamarnya masih dirawat" lanjut William enggak percaya
" Masih pak, enggak ada satu pun barang yang dibuang pak. Silahkan kedalam pak, kami siapkan makan anda, oh yah anda mau makan disini atau di toko?"penjelasan bodyguard
" Disini saja, kalian berdua temani makan disini biar yang dua lanjutin buka toko nya, karena kalian akan kasih penjelasan ke pak Rizki." Perintah William
" Baik pak" lanjut kedua bodyguard
William langsung masuk kedalam kamarnya Dela ditemani satu bodyguard, William melihat kamarnya Dela begitu rapih dan wangi, diam diam bodyguard memotret kamarnya Dela sesuai perintahnya William. Rizki yang melihat bodyguard datang dengan satu orang langsung berhenti membersihkan kamarnya Dela.
" Kenalin pak, ini pak William asistennya pak Reno pemilik toko sembako pak." Ucap bodyguard yang memperkenalkan William
" Oh pak William, senang bisa ketemu langsung, maaf pak saya masih kotor lagi membersihkan kamar keponakan saya." Ucap Rizki bahagia
" Enggak masalah pak, lanjutkan beberesnya saja, saya disini melihat pak Rizki beberes boleh kan." Lanjut William yang ingin melihat barang barangnya Dela
" Jangan pak, banyak debu saya jadi enggak enak pak" tolak Rizki, Rizki engga enak melihat atasannya mau nungguin nya beberes.
" Sudah lanjutkan saja pak, saya mau lihat lihat. Sebentar lagi kita makan bareng disini pak." Perintah William
" Baik kalo begitu" lanjut Rizki pasrah
__ADS_1
William melihat barang barangnya Dela, melihat foto foto masa kecilnya Dela. Ternyata Dela dari kecil sudah cantik pantas Reno betah sama Dela.
" Ini foto keponakan bapak" ucap William, William melihat dinding kamar penuh dengan foto fotonya Dela bersama mendiang orang tuanya.
" Iyah pak, keponakan terakhir yang saya punya." Lanjut Rizki sedih
" Ya sudah pak, kita makan sekarang, yang lanjut beberes biar bodyguard saja." Lanjut William mengalihkan pembicaraan
" Tapi pak" lanjut Rizki semakin engga enak
" Engga kasihan pak, pak William baru datang jauh jauh loh." Paksa bodyguard kesal
" Ya sudah pak, mari kita makan" lanjut Rizki pasrah
William merasa enggak enak sebenarnya, tapi lebih enggak enak mendengar cerita Rizki yang kangen sama Dela. William membelikan makanan masakan Jepang, William tahu Rizki suka sekali dibelikan sama bodyguard.
" Katanya toko semakin rame" ucap William, William menikmati makanan yang dipesannya.
" Alhamdulillah, semakin rame pak. Masyarakat disini semakin dibantu dagangannya pak." Lanjut Rizki
" Oh ya pak Rizki, saya akan ajak anda ke Jakarta pak." Lanjut William melihat Rizki
" Pak, tolong bersihkan mejanya" perintah William ke bodyguard
" Baik pak William" lanjut bodyguard yang langsung merapihkan bekas makan, dan langsung duduk disampingnya Rizky.
" Pak Rizki ada yang ingin saya sampaikan ke anda, maaf dari awal saya enggak jujur sama anda." Lanjut William, William mulai serius membuat Rizki penasaran
" Maksud pak William apa yah" lanjut Rizki penasaran
William menceritakan awal ketemu Dela, William menceritakan apa saja yang diberikan untuk Dela selama Dela ilang hingatan. Dan berusaha membantu merubah ekonomi Rizki, Rizki yang mendengar cerita William menjadi bingung antara kesel, senang dan sedih.
" Makannya bapak bikin toko sembako itu, dan memperlakukan saya dengan baik, gaji sengaja besar dan makanan ditanggung. Pantas bodyguard baik sekali sama saya selama ini dan ngajak saya ke Bali selama sebulan." Ucap Rizki bahagia orang yang menolong keponakannya, membantu keponakannya kerja di perusahaan dengan jabatan baik dan merasakan kuliah walaupun cuma dua bulan sebelum keponakannya mulai kuliah lagi.
" Pak Reno, sengaja menyembunyikan dulu, sampai Dela kembali ingatannya supaya Dela enggak bingung sama kondisinya sendiri pak. Maafkan pak Reno dan saya menyembunyikan keberadaan Dela. kalo saya ajak anda ke Jakarta dalam kondisi Dela sakit, akan membuat Dela berusaha keras mengingat masa lalu, karena itu kan berdampak sama kondisi kesehatan nya. " Ucap William hati hati, William enggak ingin salah bicara.
" Saya ingin ketemu sama Dela pak, saya bener bener cemas pak. Handphone enggak aktif sama sekali selama tiga bulan pak." Lanjut Rizki bahagia akhirnya bisa ketemu lagi sama Dela dalam kondisi sehat.
"handphone Dela hilang pak, saat warga membawa Dela ke rumah sakit saat setelah kecelakaan, Bisa pak, tapi beberapa hari lagi yah, tiga atau tujuh hari lagi. Soalnya saya ada meeting di kota ini dan sekalian melihat proyek perusahaan pak Reno juga." lanjut William lega akhirnya bisa terus terang sama keberadaan Dela, sesuai arahan Reno.
__ADS_1
" Baiklah pak, saya nurut saja sama anda pak, yang penting saya bisa ketemu sama Dela." lanjut Rizki bahagia
" Terimakasih bapak bapak selama tiga bulan kalian mau repot repot beliin makan buat saya, kalo bukan karena kalian saya enggak akan pernah cobain makanan orang kaya enak enak, dan bikin saya selalu kenyang apa lagi setiap Tengah malam bergadang nonton bola." Smbung Rizki bahagia, orang yang nolong keponakannya memperlakukan Rizki dengan sangat baik.
" Kita cuma jalanin perintah saja pak, tapi kita juga bisa ngerasain gratis lagi. Jagain orang paling enak pak buat kita berempat, apa lagi Belanja baju kita dapet gratis pak. Beruntung kita mendapatkan pekerjaan santai seperti ini." Ucap bodyguard bahagia
" Terus toko sembako itu bagaimana, saya akan tinggal di Jakarta bareng Dela temani apapun kegiatan keponakan saya. Saya enggak lanjut bekerja enggak masalah kan." lanjut Rizki yang ingin selalu ada buat keponakannya.
" Toko tetep ada pak, penghasilan nya buat bapak saja enggak masalah pak kata pak Reno. karena pak Reno sudah memprediksi kan anda pasti akan tinggal di Jakarta bareng sama Dela." Lanjut William, William yang faham modus Reno. Reno akan melakukan apapun buat Dela, cinta yang sudah membuat Reno rela berkorban banyak demi Dela.
" Enggak usah pak, terimakasih selama tiga bulan saya sudah menjadi beban untuk bapak bapak disini." Tolak Rizki, Rizki engga ingin ada hutang Budi sama orang lain
" Yah sudah terserah anda pak, saya istirahat sampai magrib di kamar Dela boleh enggak. Saya lelah dan kurang tidur pak." Lanjut William bohong sebenarnya William ingin menggoda atasannya yang lagi bucin parah sama Dela.
" Tapi kamarnya belum bersih pak, saya bersihkan yah pak.", Lanjut Riski semakin enggak enak
" Enggak usah pak, lebih baik sekarang ke toko dan jualan bareng bodyguard bodyguard pak" perintah William, William ingin godain Reno.
" Yah sudah pak, saya nurut saja keinginan anda. Ya sudah saya kembali ke toko kalo begitu" lanjut Rizki pasrah dan heran
Rizki langsung ke toko, William yang melihatnya tersenyum puas karena alasan yang diberikan William membuat Rizki enggak emosi dan tetep mau menjalankan aktifitas. Ide Reno bener bener luar biasa, William ingin goda Reno karena William bisa tiduran di kamarnya Dela. Kebetulan sekali Reno enggak lagi bareng Dela.
" Bagaimana William, apa sesuai rencana" ucap Reno penasaran saat saluran telefon terhubung
" Anda lihat, tempat saya rebahan dimana" ledek William yang sengaja handphone nya memperlihatkan meja belajar dan foto foto Dela.
" Berani sekali kamu tiduran disitu William, pindah itu kamar Dela enggak sopan sekali." Bentak Reno kesel
" Ngapain saya pindah pak, saya betah disini mau tidur disini pak ngantuk lagian pak Rizki mengijinkan saya kok pak. Kasurnya empuk pak, parfum yang dulu Dela pakai masih ada wangi sekali hemm harumnya" goda William, William sengaja ngambil botol parfumnya Dela.
" Sialan kamu William berani sekali ngacak ngacak kamarnya Dela, cepetan keluar saya enggak mau orang lain tidur disitu selain saya" bentak Reno semakin kesel melihat tingkahnya William
" Faktanya saya pak, kamar bekas perempuan emang beda pak. Bahkan pak Rizki membersihkan kamar ini kasih wangi parfumnya Dela pak, pas saya masuk kamarnya wangi parfum favoritnya Dela pak." Goda William yang semakin seneng dan puas
" Menyesal saya suruh kamu kesana, kamu bener bener lancang William." Bentak Reno, semakin emosi melihat tingkahnya William.
" Baiklah baiklah saya keluar, sudah jangan emosi begitu Reno lagi kerja nanti engga fokus loh." Ledek William sambil meninggalkan kamarnya Dela.
" Ini juga karena kamu jahil William astaga, engga ngerasa salah sekali sih heran." Protes Reno kesel dan langsung mematikan teleponnya
__ADS_1
William keluar dari kamarnya Dela dengan tertawa puas melihat wajahnya Reno yang kesal dan cemburu bisa masuk kedalam kamarnya Dela.