
Seperti biasa, Reno dan William mengantarkan Dela ke kampus dan nungguin Dela pulang kuliah, Dela yang mendapatkan perhatian dari Reno merasa bahagia, walaupun masih kesel tapi Dela selalu bahagia Reno masih berusaha menunjukkan perhatiannya apa lagi mau nanggung biaya operasi yang diinginkan nya, walaupun Reno egois tapi jiwa sosial nya membuat Reno bertanggung jawab sama apa yang dilakukannya.
" Belajar yang rajin ya Del" ucap Reno, tersenyum melihat Dela.
" Iyah" ucap Dela, singkat langsung keluar dari mobil.
" Alhamdulillah, Dela sudah mulai membaik sikapnya sama kamu Reno" ucap William bahagia
" Iyah membaik, tapi jaga jarak William enggak enak sama sekali." lanjut Reno kesel
" Sabar lah, butuh waktu lagian Dela mau bicara saja sudah Alhamdulillah kan." lanjut William melihat Reno.
" Bener, dari pada dicuekin lebih menyiksa hati dan fikiran" lanjut Reno lega
Saat Dela baru mau masuk kampus, temennya Dela menghampiri nya dan bercanda bareng membuat Reno yang melihatnya merasa cemburu.
" Dia siapa William, berani sekali mendekati Dela" ucap Reno kesel, dan cemburu.
" Temennya Dela pastinya Reno, namanya juga kuliah kan temennya banyak sama seperti kita kan karyawan perempuan banyak juga." ucap William santai
" Saya takut Dela, meninggalkan saya William." lanjut Reno kwartir, karena belum siap kehilangan Dela.
" Tergantung cara kamu, supaya Dela betah didekat kamu melupakan masa lalu, tapi deket sama kamu dengan kegiatan sehari hari dengan status temen biasa." lanjut William, melihat Reno yang merasa cemburu
" Saya akan berusaha lebih dewasa, dan bijaksana biar dela enggak kesel." lanjut Reno pasrah
Dela ke kantin kampus sama temen temen sekelasnya, Dela yang melihat Reno dan William menghampiri mereka untuk makan bareng sama mereka, sejujurnya Dela ingin gabung sama temen temennya tapi Dela juga enggak enak ditunggui sama Reno dan William.
" Makanan di kantin ini enak enak" ucap Reno, sambil menikmati makanan nya.
" Mau saya masakin juga" ucap Dela ramah, yang selalu ingin memanjakan perutnya Reno supaya kenyang, walaupun kesel tapi Dela berusaha menunjukkan perhatiannya ke Reno.
" Memangnya boleh" lanjut Reno basa basi, padahal bahagia mendengar ucapan Dela.
" Boleh saja Reno, ka William harus cobain juga yah." lanjut Dela, yang ingin ramah sama William juga.
" Pasti dong Dela" ucap William bahagia
__ADS_1
" Hai Dela, ini buku nya terimakasih yah." ucap temennya Dela, yang tampan membuat Reno menahan rasa cemburunya.
" Iyah sama sama, kenalin temen temen saya ini Reno dan ini ka William." lanjut Dela memperkenalkan Reno dan William.
" Saya kenal sama mereka, karena mereka terkenal pemilik rumah sakit yang sering memberikan bantuan kesehatan, untuk masyarakat yang kurang mampu di Jakarta, beruntung sekali Dela bisa deket sama mereka." ucap ridho ramah
" Terimakasih pujiannya, sudah kewajiban saling membantu sesama." lanjut Reno, sedih dikenalin sebagai temen bukan pacar tapi Reno berusaha untuk engga komentar sama Dela takutnya semakin ngambek.
" Sama sama ka, ya sudah Dela saya gabung sama temen temen yang lain yah." lanjut ridho ramah
" Iyah ridho" lanjut Dela, melirik Reno yang membuang muka membuat Dela terkekeh melihat sikapnya Reno.
Reno, William dan Dela melanjutkan makan lagi, Reno melirik Dela betapa cantik dela membuatnya enggak bosan melihatnya.
" Saya gabung sama temen temem yah" ucap Dela, menghabiskan minuman nya.
" Obatnya selalu standby ya Del, takutnya kamu sakit kepala lagi." ucap Reno tersenyum ramah.
" Oke Reno, sudah ada didalam tas kok ya sudah sampai jumpa pulang kuliah ka William dan Reno." lanjut Dela, langsung jalan menuju temen temennya Dela.
Reno yang melihat Dela gabung sama temen temennya, sambil canda dan tawa menjadi cemburu melihatnya.
" Terutama deket sama temen cowok yah Reno, orang tadi ganteng lagi" ledek William, dengan terkekeh.
" Saya enggak kalah ganteng kok" lanjut Reno percaya diri dan kesel sama ucapan William ngelantur.
" Umur enggak bisa dibohongi, kamu lebih tua ha-ha-ha." ledek William, semakin semangat ngerjain Reno yang lagi cemburu.
" Sialan kamu William" protes Reno, masuk mobil dan kunci mobil
" Woy bukain" lanjut William,ketok kaca mobil tapi dicuekin sama Reno. Reno membuka kaca mobil.
" Diluar, sampai dela pulang kuliah." perintah Reno, langsung menutup kaca mobil dengan kesal.
" Astaga, orang kalo sudah cemburu bisa tega begini" lanjut William kesel, akhirnya pasrah duduk di terotoar sambil main handphonenya.
Reno yang melihat William sebenernya kasihan, tapi Reno masih males sama William tega teganya ngeledek seperti tadi.
__ADS_1
" biarlah sekali kali habisnya kesel" batin Reno, berusaha memejamkan mata.
dilain sisi, William mengecek email email yang di perusahaan dan email email yang ada di rumah sakit, William yang sudah selesai bekerja lebih memilih telefon Wiwin yang kebetulan habis mandi membuat William melek matanya.
" sayang, baru mandi jam segini. " ucap William, saat saluran telepon terhubung.
" Iyah sayang, aku baru pulang kerja langsung beberes dan baru selesai mandi kamu dimana" ucap Wiwin, diseberang telefon sambil mengeringkan badan nya pakai handuk.
" temenin Reno, yang ingin nungguin sampai Dela pulang kuliah sayang astaga favorit aku." lanjut Reno, melihat Wiwin pakai pengait gunung kembarnya.
" so sweet juga yah, pak Reno sayang mau nungguin lama didalam mobil enggak bosan." lanjut Wiwin, sambil memilih baju.
" Reno tidur juga sayang, didalam mobil istirahat." lanjut William, matanya enggak berkedip melihat aktivitas Wiwin selama telefon.
" terus kamu kenapa di luar sayang" lanjut Wiwin, melihat William seperti ada diluar
" aku diusir dari mobil, soalnya marah habis aku dan Dela ledekin tadi dari pada bosan aku kerja saja, setelah selesai aku telefon kamu deh bisa lihat yang indah sayang" lanjut William, dengan terkekeh.
* yah ampun ada ada saja, makannya cepetan pulang dong kalo mau." lanjut Wiwin lebih memilih pakai tengtop selama Vidio call
" jangan goda aku sayang, aku jadi pengen sayang." protes William, melihat gunung kembar yang terbungkus rapih
" biarin hahaha, aku mau cuci bahan masakan buat Dela sayang, biar aku sampai apartemen sudah bersih." lanjut Wiwin, jalan kearah dapur sambil melanjutkan Vidio call.
" Alhamdulillah ada kamu sayang, Dela engga keburu masak besoknya sayang, mana keburu yah Dela ngolah bumbu terus belajar lagi" lanjut William, yang memandang layar handphone nya, dengan menghayal memainkan gunung kembarnya Wiwin.
" iyah aku juga mikir begitu, kasian juga kan sudah bekerja harus kuliah mana ada waktu buat beberes, ngolah masakan sama belajar sayang beruntung pak Reno memperhitungkan semuanya kalo enggak kan dela kurang istirahat." lanjut Wiwin, mulai membersihkan bahan masakan buat dela.
" Setelah bersih, masukin ke flezer ya sayang" lanjut William, bahagia melihat Wiwin begitu gesit membersihkan lauk dan sayuran.
" Iyah, biar enggak bau dan layu sayang, biar tetep seger sayang." lanjut Wiwin yang matanya sesekali melihat layar handphone.
" aku baru tahu sayang, aku suka melihat cara kamu membersihkan bahan masakan sayang." lanjut William, bahagia melihat Wiwin rajin masak.
" kamu dihukum sampai Dela pulang sayang, lanjut Wiwin melihat jam didinding.
" Iyah sayang, tiga jam sekalian kerja sih jadi enggak masalah sayang, mata aku jadi seger tadi awal telefon kamu." goda William, sambil mengingat gunung kembarnya Wiwin pas mau dipasang pengait nya.
__ADS_1
" gombal huh" protes Wiwin, walaupun sejujurnya bahagia
William terkekeh ngobrol sama Wiwin ternyata seru fikir William, enggak merasa bosan 3 jam nunggu Dela sendiri di luar seperti ini.