
Dela semangat membuat masakan buat Reno, Dela ingin membuat sarapan buat Reno, Rizki yang melihat Dela masak tersenyum melihat keponakan nya rajin masak. Rizki langsung menghampiri Dela yang lagi oseng oseng.
" masak apa Dela?" tanya Rizki melihat Dela oseng oseng
" eh paman, Dela lagi masak ayam balado paman, mau sarapan bareng Reno. Dela juga membuatkan paman juga, jadi paman enggak usah beli." ucap Dela, Dela memasukan masakannya kedalam tempat makan.
" beruntung nya Reno, calon istrinya bisa masak begini perutnya selalu dimanjakan" ledek Rizki membuat Dela tersipu malu
" amin paman, doakan saja hubungan kita sampai ke jenjang pernikahan." lanjut Dela merapihkan bekas masakannya
Dela menambahkan buah dan cemilan buat Reno.
Tettt
tettt
Dela mendengar suara bel rumah, langsung jalan menuju depan rumah, ternyata Reno datang sambil bawa bunga mawar merah. membuat Dela bahagia menerimanya
" selamat pagi cinta ku, sayang ku, denyut nadi ku." goda Reno, Reno memberikan bunganya untuk Dela.
__ADS_1
" selamat pagi juga cinta ku, yuk masuk aku sudah masak untuk makan di kantor sayang." ucap Dela narik tangannya Reno.
" pagi pagi gombal, sambil bawa bunga mawar merah lagi so sweet sekali Reno." puji Rizki saat melihat Reno masuk kedalam rumah
" ya dong,calon papah mertua, masa sama ayang sendiri engga gombal dan enggak romantis mana seru." ucap Reno terkekeh
Reno melihat masakannya Dela, Dela memasukan tempat makan kedalam plastik.
" sudah siap, yuk sayang berangkat. Paman kita duluan yah jangan lupa makan masakan Dela yah." ucap Dela sambil salim ke Rizki
" Reno paman titip Dela, jangan sampai lecet yah, seharian beraktivitas bareng." ucap Rizki melihat Reno
"yah paman percaya" lanjut Rizki enggak meragukan sama ucapannya Reno
Reno, Dela, dan Rizki. jalan menuju mobil nya Reno. Rizki yang melihat mobilnya Reno pergi, langsung masuk kedalam rumah
dilain sisi, William melihat Adit Merapihkan apartemen langsung tersenyum bahagia, ternyata adik kandungnya rajin beberes.
" Adit, kamu sudah biasa beberes yah." ucap William, William masak nuget
__ADS_1
" iyah ka, soalnya dulu engga membiarkan kakek Bowo capek merapihkan rumah ka." ucap Adit yang sapu dapur
" kamu mau kan tinggal bareng kaka, ka Wiwin, Ucok,dan Ibnu. setelah kaka menikah, kaka engga tega meninggalkan kamu sendirian di rumah kakek Bowo." lanjut William menata meja makan
" kita tinggal di rumahnya kakek Bowo saja ya ka, saya engga ingin rumah itu kosong apa lagi sampai di jual. banyak kenangan saya bareng kakek selama ini." lanjut Adit berharap
" ya sudah kita tinggal disana, nanti Kaka bahas sama ka Wiwin yah, setelah dari Amerika kita renovasi rumahnya yah." lanjut William setuju sama keinginan nya Adit, asal tetep bersama Adit adik kandungnya
dilain sisi, Wiwin yang baru pertama kali tidur tanpa William berasa sepi sekali, Wiwin memulai beberes apartemen sedangkan Ibnu dan Ucok. siap siap untuk berangkat sekolah.
" kalian sarapan dulu, uang saku kalian masih ada kan." ucap Wiwin sambil makan
" masih ada ka, ka Adit bakal tinggal sama kita yah setelah ka Wiwin dan ka William menikah." ucap Ucok penasaran
" iyah Ucok, enggak tega membiarkan Adit tinggal sendirian. apa lagi tahu keluarga kandungnya kan" lanjut Wiwin melihat adik adiknya
" beruntung sekali yah, ka Adit ternyata adik kandungnya ka William." puji Ibnu sedikit iri
"iyah Alhamdulillah de" lanjut Wiwin
__ADS_1
Wiwin yang melihat adik adiknya selesai makan langsung merapihkan meja makan, sedangkan Ibnu dan Ucok pakai sepatu sekolah.