
Reno melihat wanita wanita yang dibawa mamahnya ke rumahnya membuat Reno jenuh melihatnya belum waktunya Dela dikenalkan sama keluarganya supaya mamahnya stop menjodohkan anaknya dengan kenalannya, angel yang pulang ke rumah bareng calon suaminya menjadi bingung Banyak sekali kenalan orang tuanya
" seperti biro jodoh rumah ini" sindir Angel melihat mamahnya
" perempuan nya juga mauan disuruh datang seperti ini heran demi harta urat malu hilang" sindir Reno melihat lima perempuan cantik cantik yang lagi ngobrol sama mamahnya
" pergi saja deh males melihat mereka" sambung Reno cape
baru saja Angel ingin menahan adiknya keburu pergi dan angel ditahan sama calon suaminya supaya enggak mengganggu Reno akhirnya Angel nurut saja, Reno pergi ke supermarket membeli makanan buat persediaan dapur di apartemen Dela melihat Reno Belanja banyak membuat William bingung melihatnya segitu perhatian Reno ke Dela pacar bohongan nya
" malam ini saya nginep di apartemen Dela" ucap Reno saat asik milih makanan
" woah kalo Dela takut bagaimana Reno" ucap William bingung
" apartemen itu kan ada dua kamar lagian saya sudah menari dengan indah di badan nya Dela dari kemarin jadi santai saja sudah komitmen enggak akan gulet sebelum halal" lanjut Reno dengan santai
" gila gila salut saya sama kamu" puji William enggak menyangka sahabat sekaligus bos-nya berani pegang Dela
dilain sisi, Dela belanja make-up di salah satu salon yang jauh dari apartemen nya, Dela berusaha mengingat nama apartemen Reno apesnya Dela enggak bawa handphone mulai panik lupa alamat apartemen Reno ada dimana
" bodoh kenapa sampai lupa sih bawa handphone lupa nama apartemen Reno sih astaghfirullah bagaimana ini" ucap Dela panik
dari kejauhan bodyguard yang tahu Dela kebingungan lupa alamat apartemen terpaksa menelepon Reno untuk nyusul Dela yang habis belanja sendiri Reno yang mendengar kabar Dela nyasar langsung menyusul bareng William
" astaga Dela ternyata bisa ceroboh begini" ucap William panik
" untungnya bodyguard selalu ikuti Dela seperti nya Dela ingin mandiri pergi sendirian tanpa merepotkan saya" ucap Reno pegang jidatnya
" sepertinya sih Reno mau mandiri tapi akhirnya nyasar kan enggak asik juga endingnya" protes William yang langsung menyusul Dela
dilain sisi, Dela duduk lemes diatas motornya mengingat jalan ke apartemen Reno mendadak kepalanya menjadi pusing mobil Reno berhenti tepat disampingnya Dela yang lagi nahan sakit kepala
" loh sayang kok disini" ucap Reno pura pura kebetulan lewat
" Alhamdulillah aku selamat" ucap Dela langsung meluk Reno sambil nangis
" aku tadi beli make-up terus pas mau pulang aku lupa alamat apartemen kamu dan enggak. bawa handphone sayang Alhamdulillah" sambung Dela nangis karena lega
__ADS_1
" ya sudah pulang sama aku biar William naik motor kamu yah" lanjut Reno menghapus air matanya Dela dengan lembut
" enak bener jadi bos" batin William kesel
" boleh Reno sini kunci motornya Dela saya duluan" ucap William mengambil kunci yang dipegang Dela
Reno membuka pintu mobil buat Dela dan Reno puter balik ke tempat pengemudi dan mobil perlahan jalan, bodyguard yang melihat William ditinggal Reno merasa kasihan asistennya ditinggal
" kalian jangan ketawa bawa motor itu biar saya bawa mobil kalian sini kuncinya" bentak William kesal ditertawakan
" baik baik tuan ini kuncinya" ucap bodyguard pasrah
William langsung masuk mobil bodyguard sedangkan bodyguard naik motor panas panasan di kota yang padat kendaraan
dilain sisi, Reno pegang tangannya Dela supaya tenang dan jangan nangis lagi Dela merasa lebih tenang saat didekat Reno
" sayang kok bisa ada ditempat tadi" ucap Dela bingung
" aku kebetulan lewat sayang aku habis belanja buat isi dapur kamu pas lewat lihat kamu duduk atas motor" ucap Reno yang tangannya m3r3m45 p4h4nya Dela dengan lembut
" kamu kan bisa ke rumah sakit sayang tanya ruangan aku sama sekretaris aku dia pasti bakal hubungi aku kan" lanjut Reno yang tangannya masih setia m3r3m45 p4h4nya Dela dengan pelan dan lembut
" aku bener bener lupa kantor kamu, rumah sakit,dan apartemen mungkin karena panik kali yah sayang aaahh geli sayang" desa han Dela yang semakin menikmati tangannya Reno
mobilnya Reno akhirnya sampai di apartemen Dela dan mengeluarkan semua barang belanjaan nya dibelakang mobil, Dela yang melihat belanjaan yang diberikan Reno merasa engga enak hati merepotkan tapi berkat belanja Reno bisa ketemu Dela di jalan, saat di apartemen Reno mencium bibirnya Dela tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Dela saat asik melakukan aksi mesra William datang langsung kaget melihat aksi sahabat nya
" di kamar bro jangan di ruang tamu enggak dikunci lagi" protes William yang bikin Dela malu
" maaf ini Reno baru nyampe minta jatah" ucap Dela malu langsung jalan ke dapur
" dasar pengganggu" protes Reno kesel
" besok Dela tes masuk kuliah mau kamu yang anterin atau saya" ledek William membuat Reno kesel
" ya saya lah, menurut kamu Dela pindah dari pemasaran ke sekretaris bagaimana" lanjut Reno yang ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama
" sabar dulu lah sampai Dela Bekerja dua bulan baru pindah jangan mendadak" lanjut William
__ADS_1
" nih di minum dulu minuman dan cemilannya" ucap Dela tiba tiba datang beruntung enggak mendengar pembicaraan Reno dan William
" sayang malam ini aku nginep disini yah" ucap Reno sambil makan kue
" kalo orang tua kamu cariin bagaimana" ucap Dela kaget
" bilang saja nginep di apartemen William sudah biasa aku nginep disana, lagian besok kamu ke kampus jam delapan kan buat ikut tes kuliah" lanjut Reno yang tangannya meluk pinggangnya Dela
" boleh sayang tapi enggak maksa ya" tegas Dela
" iyah sayang janji sekalian ajarin kamu lagi kan biar besok lancar isi soalnya" lanjut Reno yang bahagia diijinkan
" dasar modus alasan belajar" lanjut William mendapatkan pelototan dari Reno
" kamu enggak ke rumah sakit mumpung hari Minggu" usir Reno yang enggak ingin diganggu
" biarin disini sayang makan bareng kita aku tadi masak kebanyakan sayang" ucap Dela membuat William nyengir bahagia
" hayo makan" lanjut William langsung ke dapur
" asisten laknat dasar" batin Reno kesel
dilain sisi, Rizki merasa bahagia semenjak kerja di tokonya Reno makan Rizki selalu enak sebenarnya uang pemasukan toko untuk kebutuhan Rizki dan enggak diberikan sama sekali buat William maupun Reno
" makanan orang kaya ternyata enak enak" batin Rizki bahagia baru empat hari sudah makan enak
" hayo dimakan yang banyak" ucap bodyguard yang menikmati makanan yang mereka pilih
" iyah nak, tapi paman kepikiran keponakan paman di Jakarta makan enak juga atau enggak ya rasanya mau ke Jakarta" lanjut Rizki yang tiba tiba Ingat Dela
" kerja yang bener dan rajin pasti bisa pak ke Jakarta uangnya ditabung buat ongkos ke Jakarta dan bekel anda" saran bodyguard yang merasa kasihan Rizki dibohongi
" pasti bapak hemat keluarga satu satunya bapak yang punya cuma Dela keponakan bapak baru lulus SMU" lanjut Rizki yang pizza nya sudah habis
" Alhamdulillah bapak lanjut ke meja kasir dulu yah" sambung Rizki merapihkan bekas makanan nya
" iyah pak sudah ada yang beli" lanjut bodyguard
__ADS_1