
Reno menunggu Dela belajar saat jam istirahat, Reno suapin Dela sambil belajar, Dela merasa malu merasa seperti anak kecil disuapin seperti ini sambil makan. Reno sesekali kasih tahu cara mengerjakan pajak, Dela merasa bahagia sekali mendapatkan perhatian dari Reno.
" Sayang, terimakasih yah sudah ajarin aku belajar dan suapin aku." Ucap Dela tersenyum bahagia
" Sama sama sayang, aku enggak ingin kamu sibuk belajar tapi mengabaikan makan. Jangan sampai sakit karena sibuk sayang." Ucap Reno merapihkan bekas makan Reno dan Dela.
" Iyah sayang, aku enggak akan mengabaikan makan sayang. Aku enggak ingin merepotkan kamu dan paman kalo aku sakit" lanjut Dela merapihkan buku bukunya
" Sekarang kita ke rumah sakit yuk, sudah waktunya aku ke rumah sakit." Lanjut Reno pegang laptopnya Dela
" Ada meeting sayang" lanjut Dela mengingat kan Reno
" Masih bisa William yang handel sayang, di rumah sakit aku yang handel. Kadang gantian sayang. Yuk" lanjut Reno jalan ke meja kebesaran nya
Reno dan Dela bersiap siap untuk ke rumah sakit, saat lagi siap siap William masuk keruangan nya Reno.
" Mau apa William" ucap Reno melihat William diambang pintu
" Kasih berkas, kamu mau ke rumah sakit. Berkasnya saya ambil pas kamu temani Dela ke kampus yah." Ucap William memberikan beberapa berkas ke Reno
" Iyah William, ya sudah kita jalan dulu." ucap Reno langsung keluar dari ruanganny,a dan langsung pergi menuju rumah sakit.
" WhatsApp Wiwin ah mumpung Reno pergi" batin William bahagia
William langsung WhatsApp Wiwin, William langsung kembali ke ruangannya. William langsung mengerjakan pekerjaannya lagi. beberapa jam kemudian Wiwin masuk kedalam ruangannya William, William yang melihat Wiwin langsung tersenyum bahagia.
" sayang, panas aku gerah sekali." goda William tangannya menari dengan indah dibadannyaa Wiwin
" kasihan sayang aku kegerahan, sini aku ademin sayang." goda Wiwin yang sengaja memeluk William lebih rapat.
" hayo sayang." ajak William
William langsung melancarkan aksinya, William berhasil membuat Wiwin polos didepan nya. William langsung mencium bibirnya Wiwin dengan lembut tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dengan pelan, dari bibir turun ke l3h3r membuat Wiwin mende sah karena l3h3r nya diji lat dengan pelan membuat Wiwin mende sah menikmatinya.
" aaahh sayang, aaahh." desa han Wiwin, menikmati setiap sentu han yang diberikan William.
" hayu sayang aku mau rapat setelah ini, supaya rapatnya semangat minta vitamin dari kamu sayang." lanjut William, William tersenyum bahagia melihat Wiwin rebahan dikasur.
__ADS_1
William perlahan memasukan rudalnya kedalam goa, perlahan memajukan dan memundurkan pinggang nya dengan pelan. tangannya William perlahan m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dan menji lat l3h3r nya Wiwin. dengan pelan membuat Wiwin semakin mende sah menikmati setiap sentu han yang diberikan William.
" aaahh,,,sayang" desa han Wiwin sambil meluk William yang polos
" sayang suaranya enak didengar aku suka sayang, terus lah mende sah menikmati setiap gerakan yang aku berikan sayang." ucap William tangannya menari dengan indah dibadannyaa Wiwin, semakin semangat memaju mundur kan pinggangnya.
" aaahh,aaahh sayang luar biasa gerakan yang kamu berikan sayang, aku suka aku suka sayang." desa han Wiwin semakin menikmati olahraga indahnya
" sebentar lagi selesai sayang, terus lah mende sah sayang." goda William semakin semangat memaju mundur kan pinggangnya, dan semakin semangat m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dengan pelan.
" aaahh, aaahh, aaahh,aaahh luar biasa sayang. aaahhhhhh" desa han Wiwin semakin merdu didengarnya
cairan pun akhirnya keluar,dan dimasukkan kedalam pangkal paha Wiwin.
" terimakasih sayang aku puas sekali" goda William yang tangannya masih betah m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin
" aaahhhhhh sama sama sayang, puas kok masih disitu sayang, puas atau masih pengen." desa han dan godaan Wiwin.
" sebentar lagi sayang, diem begini juga enak ternyata.hahaha" lanjut William sambil tertawa
dilain sisi, Dela yang ingin jalan ke ruangan komputer, dijegat sama temennya. Dela yang melihatnya berusaha tenang dan perlahan mundur, Dela melihat temennya senyum licik membuat Dela takut melihatnya.
" mau apa kamu" ucap Dela berusaha tenang
" kamu cantik sekali, nanti malam temani saya mau enggak." ucap temennya Dela senyum licik
" maaf, diparkiran ada pacar saya yang nungguin saya pulang." lanjut Dela yang menepis tangan temennya
" hayo lah perempuan cantik" goda temennya Dela
Dela yang tahu Reno memerintahkan bodyguard mengawasinya didalam kampus, langsung menghampiri Dela yang lagi ketakutan.
" kamu kesini buat kuliah, buat belajar. jadilah mahasiswa yang bener. jangan cari masalah." ucap bodyguard dengan marah
" kamu siapa, saya cuma ajak Dela jalan." lanjut temennya Dela berusaha menutupi rasa takutnya.
" saya bodyguard nya Dela, saya tadi melihat apa yang kamu lakukan. saya peringatkan jangan macem macem sama Dela, lebih baik pergi sekarang. sebelum dosen datang." bentak bodyguard semakin kesal
__ADS_1
" sehebat apa pacar kamu sampai punya bodyguard" lanjut temennya Dela, sambil melihat Dela dengan senyuman liciknya.
" sehebat dia bisa mengeluarkan kamu dari kampus ini, dengan rasa malu. jadi jaga sikap lah sama perempuan." lanjut Dela lega, Reno bener bener melindungi nya
" sialan" bentak temennya Dela langsung pergi dengan emosi
" terimakasih, saya kembali ke kelas." lanjut Dela, Dela langsung kembali ke kelasnya enggak jadi ke ruangan komputer.
" baik Dela." lanjut bodyguard, Dela enggak ingin di panggil bos, Dela merasa enggak enak hati dengan panggilan itu.
dilain sisi, Reno menerima berkas berkas dari staff rumah sakit, Reno menguap karena banyaknya dokumen yang harus dikerjakan.
" pak William, memangnya kemana sampai kalian kesini." ucap Reno kesal
" pak William, lagi memantau proyek kantor pak, enggak bisa hendel dokumen ini pak." ucap staff rumah sakit.
" bener sih, kamu ke kantin kampus. pesen kopi sama cemilan buat saya." perintah Reno, Reno memberikan satu lembar uang merah.
" baik pak permisi" lanjut staff rumah sakit
Reno yang melihat staffnya pergi, melanjutkan memeriksa laporan yang diberikan. Reno melihat jam istirahat Dela yang masih lama membuat Reno sedikit kesal.
dilain sisi, temennya Dela yang tadi menggoda Dela, memperhatikan Dela. temennya mencari tahu siapa pacarnya Dela. betapa kagetnya pacarnya Dela seorang CEO terkenal di dunia bisnis dan pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta.
" Bukan lawan yang sebanding, pacarnya melebihi jabatan ayah dikantor." batin temennya Dela, temennya Dela yang playboy akibat hobi nonton film panas.
temennya Dela memperhatikan Dela yang lagi asik ngobrol sama temen sebangkunya, bel istirahat pun akhirnya bunyi membuat Dela langsung ke kantin, Dela melihat Reno lagi duduk bareng karyawan rumah sakit langsung menghampiri. lagi lagi temennya Dela memperhatikan Dela yang asik ngobrol sama pacarnya menjadi kesal.
" sayang, maaf nungguin lama." ucap Dela duduk disebelahnya Reno
" santai saja sayang, aku sekalian kerja sayang. mau makan apa." ucap Reno pegang kepalanya Dela
" makan bakso sayang" lanjut Dela,mata Dela enggak sengaja melihat temennya yang tadi bersikap enggak sopan, membuat Dela buang muka.
" sayang temeni aku pesen bakso yuk, aku lagi pengen bareng kamu." lanjut Dela gandeng tangannya Reno
" ya sudah sayang hayo, kamu tunggu disini yah." ucap Reno, Dela langsung jalan menuju stand bakso. temennya Dela yang melihat Dela sama pacarnya langsung panas melihatnya, rencana jahatnya enggak bisa terwujud.
__ADS_1