JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
jalan jalan di Jakarta


__ADS_3

Rizki melihat lihat rumah pemberian Reno, Rizki ikutin Dela masuk ke kamarnya Dela untuk melihat lihat. Kamar yang disediakan Reno bener bener indah dan nyaman melihatnya.


" Kamarnya bagus nak, lengkap juga yah ada kamar mandi didalam kamar, ada meja rias dan meja santai." Ucap Rizki bahagia keponakannya mendapatkan perhatian luar biasa dari Reno


" Iyah paman, kata Reno fasilitas ini semua dari kantor buat karyawan yang punya jabatan penting." Ucap Dela mengambil minuman dingin didalam kulkas


" Alhamdulillah beruntung yah nak, yuk ke kamar yang buat paman sekalian simpen barang barang paman." Ucap Rizki melihat Dela


" Hayo paman, kamarnya luas paman engga seperti rumah kita di kampung." Ucap Dela mengajak Rizki ke kamarnya.


Dela mengajak Rizki ke kamarnya yang enggak kalah luas sama seperti kamarnya, lagi lagi Rizki bahagia melihat isi kamarnya sungguh bagus dan nyaman sekali.


" Paman sini Dela susun baju bajunya" ucap Dela bahagia


" Nanti saja nak, yuk kedepan masih ada pak Reno, pak William,dan temen kamu kan" ucap Rizki


" Yah sudah yuk" lanjut Dela, Dela hampir lupa kalo didepan masih banyak orang. Dela dan Rizki langsung ke ruang tamu, Dela melanjutkan mencari Reno, William, dan Wiwin. Mereka ternyata sudah ada di meja makan.


" Maaf kita lama" ucap Dela dengan terkekeh


" Santai saja Del, yuk makan. Del semur jengkol nya enak sekali." Puji Reno, Reno yang baru pertama kali makan jengkol merasa doyan bumbu masakan Dela pas.


" Alhamdulillah Ren kalo doyan, saya baru tahu kamu doyan juga." Lanjut Dela.


Dela dan Rizki langsung gabung makan bareng William, Reno, dan Wiwin. Setelah makan Rizki minta Wiwin ngajak Dela untuk ke supermarket karena Rizki ingin ngobrol banyak sama Reno dan William.


" Terimakasih pak Reno, sudah menolong Dela untuk tempat tinggal, menolong Dela memberikan kehidupan yang lebih baik,dan terimakasih juga sudah membuat hidup saya juga lebih baik. Memberikan Dela pekerjaan dan kuliah walaupun cuman dua bulan sebelum Dela sembuh total dari ilang ingatan" ucap Rizki bahagia jaman sekarang masih ada orang yang bener bener baik tanpa pamrih


" Sama sama pak, karena Dela dibawa ke rumah sakit saya pak dan merasa enggak tega melihatnya, masih kecil harus merantau sendiri ke Jakarta dan pastinya enggak punya tempat tinggal." Ucap Reno bahagia karena keadaan membuatnya bisa kenal sama Dela

__ADS_1


" Apa saya, boleh tanya sesuatu ke pak Reno" lanjut Rizki penasaran


" Ya silahkan saja" lanjut Reno penasaran


" Kebaikan yang luar biasa anda lakukan untuk Dela, apa murni sekedar menolong biasa atau anda punya perasaan ke Dela. Kalo anak sekarang bilang melakukan apapun demi orang yang dicintainya" lanjut Rizki penasaran


" Kok tahu sih pak, pak Reno memang mencintai Dela pandangan pertama pak setelah Dela sadar dari komanya." Ucap William membuat Reno melotot kearahnya


" Bahkan Reno melindungi Dela pak kemana pun Dela pergi Reno yang temani dan kadang bodyguard yang ikutin Dela." Sambung William yang enggak peduli sama pelototan dari Reno.


" Lemes amat tuh mulut, astaga William." Batin Reno kesel


" Apa bener, pak Reno mencintai Dela dengan tulus, saya terima terima saja kalo kamu mau serius sama Dela, bukan karena harta saja yang saya lihat. Tapi perlakuan kamu ke Dela sangat baik dan perlakuan kamu suruh karyawan kamu buat hari hari saya cukup baik. Jangan lama lama menyatakan cintanya takut Dela diambil orang, semoga Dela juga mencintai kamu pak Reno dengan tulus." Lanjut Rizki yang sudah menduga kalo Reno mencintai Dela, karena kalo engga cinta, enggak akan berkorban sebanyak ini dan sejauh ini.


" Iyah pak, saya mencintai Dela dengan tulus, terimakasih sudah merestui pak insyaallah dua atau tiga hari saya bilang ke Dela. Oh yah besok Dela masuk kuliah pak." Lanjut Reno bahagia, Reno enggak menyangka mendapatkan Restu dari Rizki untuk menjadikan Dela pacarnya


" Asisten laknat, mulut bener bener enggak bisa dijaga." Batin Reno kesel melihat William.


Dela yang sudah selesai belanja melihat Reno kesel melihat William, Dela dan Wiwin simpan belanjanya di meja ruang tamu.


" Reno, kenapa kesel begitu melihat pak William." Ucap Dela penasaran


" Enggak ada apa apa Del, oh yah kita jalan jalan yuk keliling Jakarta." Ucap Reno yang ingin jalan jalan sama Dela dan Rizky


" sebaiknya besok saja, saya kan besok mulai kuliah nya sore. kita bisa jalan jalan dari pagi sampai sore, sekalian paman anterin Dela ke kampus pertama kali." tolak Dela, Dela enggak tega juga pamannya baru sampai diajak pergi.


" enggak masalah Del, pemandangan kota Jakarta di malam hari bagus Del. mau yah kita jalan jalan sama pak Reno, pak William,dan Wiwin." bujuk Rizki, Rizki ingin lebih banyak ngobrol sama Reno sebelum Dela menerima cintanya Reno.


" kalian saja yah, kita pulang mau ada yang dikerjakan lagi." ucap William yang kangen sama Wiwin, William ingin mendapatkan olahraga dari Wiwin.

__ADS_1


" kalian ikut juga, masa kita saja sih." lanjut Reno melirik William, Reno tahu apa yang diinginkan William


" ya, Wiwin dan pak William juga ikut yah" lanjut Dela, pasrah karena pamannya ingin jalan-jalan.


" ya boleh Del, saya ikut." ucap Wiwin, Wiwin yang profesinya jagain Dela tentu harus temani Dela.


" ya hayo deh" lanjut William pasrah


" enak saja mau mendapatkan olahraga indahnya, olahraga indah setelah saya pulang harus adil." bisik Reno ke William, Reno kesel sama William karena tadi sudah. Membuat malu didepan Rizki


" mana ada begitu Ren, iri yah makannya larang saya." ledek William


" sialan" protes Reno kesel


Reno, William, Wiwin, Dela,dan Rizki. langsung jalan ke depan rumah. William bawa mobil sedangkan Wiwin duduk disampingnya, William perlahan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Dela, kamu ke kampus naik apa nak" ucap Rizki melihat Dela.


" naik motor paman, soalnya dari rumah ke kampus engga jauh paman." ucap Dela santai, Dela sambil melihat pemandangan kota Jakarta.


" naik motor, memangnya sudah hafal jalan Jakarta. paman yang antar jemput Dela kerja dan kuliah yah nak." lanjut Rizki kwartir


" tenang saja pak, saya yang akan antar jemput Dela. pak Rizki enggak usah kwartir. sekalian jalan pulang dari kantor kok." ucap Reno yang enggak sabar menyatakan cinta, biar bisa menjaga Dela dan temani Dela kuliah lagi seperti waktu itu.


" engga usah Reno, masa saya selalu merepotkan kamu sih. gampang lah ke kampus. kan ada taxi online saya enggak ingin merepotkan siapapun" lanjut Dela merasa enggak enak


" ya sudah deh kalo itu mau kamu" lanjut Reno pasrah


Reno diam diam WhatsApp Wiwin, Wiwin akhirnya minta William untuk ke taman kota, karena Reno ingin menyatakan cinta sama Dela. Wiwin yang membaca WhatsApp dari Reno merasa bahagia, karena tugasnya Wiwin semakin berkurang untuk ikutin kemana pun Dela pergi

__ADS_1


__ADS_2