
William, Wiwin, Ibnu,dan Ucok. langsung pulang ke apartemen Ibnu. William diam diam memasukan beberapa makanan dan minuman takut Wiwin laper saat tidur, Ibnu yang melihat cara William nuntun wiwin sungguh aneh membuat Ibnu semakin curiga.
" kenapa nikah setelah melakukan kesalahan sih ka, kalo kecurigaan Ibnu bener, akan Ibnu Hajar ka William." batin Ibnu kesal
" kenapa melamun, yuk masukan belanjanya ke dalam." ucap Ucok bingung sama sikapnya Ibnu
" ya Cok", ucap Ibnu pelan
William setelah mengantarkan Wiwin istirahat didalam kamar, William membuat kan empat jus. Ibnu melihat William membuat jus mangga merasa bahagia karena kaka iparnya mau cape cape bikin jus.
" kaka enggak kerja" ucap Ibnu melihat William
" kan hari Sabtu Ibnu, besok baru kaka kerja di rumah sakit. gantian sama bos kaka." ucap William menuangkan jus kedalam gelas
" nih buat Ibnu" sambung William memberikan gelas berisi jus
" terimakasih ka, enak juga ya jadi asisten jadi orang kepercayaan bos." puji Ibnu
" bener sih enak, tapi tanggung jawabnya juga besar. ya sudah kaka mau kasih jus buat ka Wiwin, pasti dia sudah bangun." lanjut William merapihkan meja dan langsung jalan ke kamarnya Wiwin
" Iyah ka" lanjut Ibnu
Ibnu diam diam melihat William masuk kemar Wiwin sambil bawa jus, Ucok yang melihat tingkah Ibnu semakin aneh sebenarnya kaka nya lagi ngapain.
" kamu ngapain sih Ibnu, berdiri didepan pintu seperti nguping." ucap Ucok penasaran
" diamlah nanti juga tahu kamu Ucok" ucap Ibnu yang semakin fokus mendengar pembicaraan William dan Wiwin
dilain sisi, Reno yang sudah merasa baikan langsung ngajak Dela jalan pulang, Dela nyicil tugas kuliahnya. walaupun Dela menemani Reno kerja tapi Dela berusaha bawa buku untuk mengerjakan tugas tugas kampus.
" sayang, tugasnya masih banyak." ucap Reno melihat Dela yang masih sibuk sama buku.
" sedikit lagi sayang, maaf ya aku mendiamkan kamu sayang, besok kan hari Minggu aku pengen semuanya selesai hari ini dan besok bisa ajak jalan jalan paman sayang, aku enggak tega paman sibuk sendiri di toko." ucap Dela sambil memeriksa lagi tugas tugasnya
" memangnya besok mau ajak paman liburan kemana sayang, ya sudah besok rumah sakit giliran William yang handel. jadi aku bisa ikut jalan jalan." lanjut Reno yang sesekali melihat Dela
" ke Ancol sayang, dari kecil aku kalo nonton TV selalu berharap bisa ke Ancol naik wahana disana sayang." lanjut Dela malu
__ADS_1
" oke dengan senang hati, aku ajak kamu jalan jalan besok, tugas kamu memangnya tinggal berapa mata kuliah yang belum." lanjut Reno penasaran
" dua lagi sayang, dari tujuh mata kuliah."lanjut Dela menutup bukunya.
" oh sedikit lagi, ya sudah besok aku temani dua tugas lagi yah. sekarang mata kamu istirahat dulu saja sayang, jangan terlalu dipaksakan yah." lanjut Reno enggak tega melihat Dela ngejar belajarnya.
" jangan maksa untuk diam diam bergadang sayang, aku enggak tega kamu kurang tidur." batin Reno sambil melihat Dela
" iyah sayang, aku lanjutkan besok, sekarang kita jemput paman yah." lanjut Dela memasukan buku bukunya kedalam tasnya
Reno melihat Dela yang selalu nurutin keinginannya selalu bahagia, selama pacaran sama sekali enggak pernah berantem. cuma sekali itu pun saat Dela mengalami hilang ingatan.
dilain sisi, William memberikan jus yang dibuatnya, William membantu Wiwin untuk duduk di kasur,dan kegiatan baru William ngelus lembut perut nya Wiwin dan ngajak bicara calon anaknya.
" anaknya papah, bagaimana keadaan kamu, sepertinya anaknya papah membuat mamah tidur nyenyak. terlihat wajah cantik mamah saat bangun tidur sayang." ucap William sambil merangkul perut nya Wiwin
" gombal ah papah, mamah memang cantik dari dulu." ucap Wiwin yang mencium kepalanya William
" sayang, aku lagi pengen yuk." lanjut William melihat Wiwin
tanpa disadari Wiwin dan William, dari tadi Ucok dan Ibnu, menguping pembicaraan William dan Wiwin.
buugghhh" satu tonjokan mendarat dengan sempurna dibelakang nya William membuat William jatuh, membuat William dan Wiwin kaget dengan apa yang dilakukan Ibnu.
" Ibnu, apa yang kamu lakukan kenapa mukul ka William." ucap Wiwin kaget melihat Ibnu mukul pukul belakang nya William
" ini, ini yang kalian sibuk bekerja, ini alasan kenapa ka Wiwin menjadi jauh dari kita. ini alasannya ka William menampung kita disini." bentak Ibnu kesal setelah mendengar pembicaraan Wiwin dan William
" buugghhh" satu tonjokan mendarat dengan sempurna di pipinya William, Ucok ikutan tonjok William.
" maaf kan kelakuan kita Ibnu dan Ucok" ucap Wiwin nunduk malu ketahuan
" sudah berapa bulan, pantas kalian mau menikah. begini kah cara kaka menafkahi kita dan membiayai sekolah kita." bentak Ucok enggak percaya sama kelakuan kakaknya
" Ucok dan Ibnu tenang, bisa ka William jelaskan semuanya." ucap William berusaha berdiri, Wiwin berusaha membantu William berdiri.
" bikin malu ka, kalo butuh uang bilang ka, kita bisa jualan ka, guru guru di sekolah juga bisa membantu masalah keluarga kita. bukan dengan cara menjijikkan seperti ini ka." bentak Ibnu berusaha menahan marahnya
__ADS_1
" lebih baik kita kelaparan dari pada kaka mendapatkan uang dengan cara yang menjijikkan, kita kecewa sama ka Wiwin, pantas Ibnu maksa kaka nginep sudah curiga dan ternyata untuk membuktikan ini." bentak Ucok pegang kerah bajunya William
Ucok melepaskan baju William, Ucok langsung keluar kamar diikuti sama Ibnu. Wiwin yang mendengar ucapan ucapan adik adiknya langsung menangis enggak mengira akan ketahuan seperti ini, William langsung meluk Wiwin yang mulai nangis karena merasa bersalah.
" tenang lah sayang, aku akan ceritakan semuanya. sampai akhirnya aku ingin tanggung jawab mau komitmen Bareng kamu,dan bahagia Bareng kamu sayang, jangan sedih dan jangan stress ya sayang kasihan anak kita sayang." ucap William meluk Wiwin berusaha menenangkan Wiwin
" iyah sayang, aku enggak menyangka Ibnu menjebak aku sayang." ucap Wiwin semakin mempererat pelukannya.
" ya sudah sekarang aku ke kamar mereka yah" lanjut William, William melepaskan pelukannya dan mencium wajahnya Wiwin yang basah karena air mata
William langsung menduduki Wiwin dikasur dan langsung jalan menuju kamarnya Ibnu dan Ucok, Ibnu dan Ucok yang melihat William masuk kedalam kamarnya cuma bisa melihat dan langsung membuang muka mereka.
" mau apa kesini" bentak Ucok yang kesal
" Kalian masih kecewa, maafkan cara saya menolong kaka kalian salah, tapi saya berusaha untuk bertanggung jawab sama kesalahan saya, dan sayaa berusaha mencintai kaka kalian dan ingin membesarkan anak Bareng." ucap William berusaha masuk kedalam kamar
" kan masih banyak cara baik baik menolong orang lain ka, bukan seperti itu ka. bikin malu keluarga tahu enggak sih astaga. pantesan kaka baik banget sama kita ternyata ada udang dibalik batu seperti ini ka." bentak Ibnu kesal, secuek cueknya Ibnu sama Wiwin kalo kakanya melakukan kesalahan Ibnu langsung membela kakanya, bagaimana pun Wiwin keluarga nya.
" sudah berapa bulan kandungan nya ka" ucap Ucok
" tiga Minggu, setelah tahu kaka kalian hamil, saya langsung mempersiapkan pernikahan dalam sebulan. bodyguard nya ka Reno sudah mengurus semuanya, besok undangannya selesai dan lusa disebarkan. dan kita akan mencari om kalian yang mau jadi wali hakim, karena ayah kalian sudah meninggal dunia kan
" penjelasan William menatap adik adiknya Wiwin dengan enggak tega
" Alhamdulillah kalo begitu, hebat juga bisa mengurus semuanya jadi dalam sebulan. saya harap kaka enggak sakiti ka Wiwin, kalo sampai kita tahu. tangan ini yang akan membalas air mata yang keluar dari matanya ka Wiwin yang disakit." ancam Ibnu melihat William dengan tegas
" kita harapkan pernikahan kalian langgeng menua bersama, walaupun dengan cara yang salah." lanjut Ucok meluk William
" saya merestui kaka jadi kaka ipar saya, bahagia kan ka Wiwin yah ka." sambung Ucok yang enggak ingin larut dalam amarahnya
" iyah Ucok, kaka janji untuk membahagiakan ka Wiwin. terus sekarang Ibnu bagaimana mau merestui juga." lanjut William melihat Ibnu sedikit keras kepala
" baiklah demi kebahagiaan ka Wiwin, ingat ucapan saya ka,dan iya saya mau merestui kaka juga jadi kaka ipar saya." lanjut Ibnu akhirnya luluh
" terimakasih Ibnu dan Ucok sudah memberikan restu buat saya, saya akan selalu berusaha. membahagiakan ka Wiwin dan kalian berdua juga.
William lega akhirnya kedua adiknya Wiwin, memberikan restu sudah enggak semarah tadi. ucapan Ibnu benar menolong orang lain masih banyak cara yang baik, bukan dengan cara bikin malu keluarga besar. nafsong lah cara yang William ingin kan tanpa memikirkan dampak nya walaupun akhirnya mau bertanggung jawab atas kesalahannya.selama ini.
__ADS_1