
Reno yang melihat Dela sibuk bekerja, langsung jalan ke mejanya Dela membuat Dela melihat atasannya yang berdiri didepan mejanya.
" Ada yang bisa saya bantu pak" ucap Dela ramah
" Dela, ikut saya ke rumah sakit sekarang, kamu bantu pekerjaan saya selama William pergi selama tujuh hari, pagi kerja di kantor sedangkan Siang di rumah sakit, kalo ada yang butuh tanda tangan karyawan kantor yang ke rumah sakit." Penjelasan Reno, Reno ingin memanfaatkan waktu mumpung William enggak ada.
" Baik pak Reno, sebentar saya rapihkan meja saya dulu." Lanjut Dela, Dela yang melihat Reno membantu merapihkan mejanya langsung tersenyum walaupun merasa enggak enak hati.
" Lebih cepat selesai kan" lanjut Reno tersenyum ramah
" Terimakasih pak Reno, saya sekalian bawa berkas yah tinggal dua lagi." Lanjut Dela pegang berkas.
" Boleh Dela, kita makan di ruangan saya yah." Lanjut Reno bahagia
Reno dan Dela langsung keluar ruangan nya Reno, Wiwin yang melihat Reno dan Dela keluar ruangannya Reno langsung menghampiri.
" Kalian mau kemana" ucap Wiwin penasaran
" Kita mau ke rumah sakit Win, bersiaplah karena kamu juga ikut Win." Perintah Reno
" Baik pak Reno, saya ambil barang saya dulu." Lanjut Wiwin, Wiwin yang memang bukan karyawan bisa sepuasnya pergi dan masuk ke kantornya Reno.
Reno, Dela, dan Wiwin. Langsung ke lobi kantor, dan langsung menghampiri meja resepsionis.
" Kalo ada yang cari saya, tolong bilang saya di rumah sakit sampai jam tujuh malam, apa lagi yang minta tanda tangan saya." Perintah Reno melihat resepsionis nya
" Baik, pak Reno" ucap resepsionis Ramah
Reno, Dela,dan Wiwin. langsung jalan ke mobil. Setelah sampai mobil, Dela melihat email yang masuk email khusus rumah sakit. Reno yang melihat Dela langsung menjalankan perintahnya, dan langsung tersenyum bahagia.
" Del, kamu pekerja keras. Salut saya melihatnya." Ucap Reno muji Dela
" Ah, berlebihan sekali Reno, masa perintah atasan engga langsung saya kerjakan sih." Ucap Dela tersipu malu
" Del, kamu kuliah ambil kelas sore kan." Ucap Wiwin penasaran
" Iyah win, biar pagi saya bisa kerja Win." Lanjut Dela melihat Wiwin
" Mau ya saya antar jemput Del, bahaya loh kalo sendiri ke kampus apa lagi pas malam." Lanjut Reno melihat Dela
__ADS_1
" Duh Reno, jangan berlebihan saya enggak enak merepotkan kamu, apa lagi kan saya karyawan bukan. Eh maaf" lanjut Dela merasa enggak enak hati melanjutkan ucapannya.
" Harus menyatakan cinta, biar Bisa semakin deket sama Dela kalo begitu huff." Batin Reno sedih.
" Iyah Del maaf." Lanjut Reno sedih
Dilain sisi, William mengecek email rumah sakit, betapa kagetnya melihat pekerjaan nya sudah selesai dilihat, William langsung melakukan vidio call sama Reno kebetulan lagi sama Dela.
" Dasar bucin ngambil kesempatan yah memanfaatkannya" ledek William saat saluran telepon terhubung
" Iri saja kamu, ada apa dasar pengganggu." Protes Reno kesal dan langsung pakai hetset
" Email email , sudah dibalas semuanya yah Ren." Ucap William penasaran
" Iyah sama Dela, soalnya saya sibuk lumayan kan. Lebih enak ditemani sama perempuan dari pada sama kamu enggak bisa bikin seger mata." Ledek Reno terkekeh
" Ya lah, kalo seger jeruk makan jeruk dong pak. Saya masih normal pak. Ha-ha-ha" ledek William
" Sialan saya juga normal" protes Reno kesel
" Pak Rizki, mau telfon Dela boleh engga" lanjut William sambil makan kue
" Boleh boleh, mumpung Dela ada di rumah sakit bareng saya. Saya mau dengerin apa saja yang dibahas sama mereka."lanjut Reno modus
" Yah sudah sana" perintah Reno bahagia
" Sudah saatnya sayang kamu ketemu lagi sama paman kamu." Batin Reno bahagia
Dilain sisi, William langsung ke depan toko, William memberitahu Reno ingin melakukan Vidio call bareng Dela juga, Rizki yang mendapatkan kabar langsung bahagia mendengarnya.
" Beneran pak, saya mau telefon Dela pak." Ucap Rizki bahagia saat mendengar ucapannya William.
" Bener pak, yuk sekarang ke rumah pak Rizki kita Vidio call disana saja." Ucap William, William bahagia sekali melihat wajah bahagia nya Rizki
Rizki langsung ikutin William ke rumahnya dan melakukan vidio call sama Dela, Reno menyediakan tissue buat nanti Vidio call kwartir Dela nangis dan ada air minum. Wiwin disuruh nunggu di ruangannya William tentunya Wiwin nurut sama perintahnya Reno.
" Del, Dela sini duduk di sofa." Perintah Reno bahagia
" Ada apa pak, wajah anda bahagia sekali." Ucap Dela penasaran sama ekspresi nya Reno.
__ADS_1
Reno langsung melakukan Vidio call, William sudah duduk di ruang tamu barang Rizki, Dela yang melihat Rizki dari layar handphone langsung nangis melihat Rizki. Rasa rindu yang dirasakan Dela, begitu juga dengan Rizki yang haru keponakan yang difikirkan selama tiga bulan hilang kabar akhirnya melakukan Vidio call.
" Beneran itu paman" ucap Dela, Dela bahagia sekali akhirnya bisa lihat pamannya saat saluran telepon terhubung
" Iyah Del, Iyah ini paman Del, Alhamdulillah yah Allah akhirnya paman bisa lihat kamu lagi Del." Ucap Rizki bahagia
" Paman, paman Dela sudah bekerja paman dan Alhamdulillah jabatan nya bagus paman dan Minggu depan Dela juga bisa kuliah paman, akhirnya keinginan Dela tercapai paman." Lanjut Dela bahagia, Dela menerima tissue yang diberikan Reno.
" Alhamdulillah nak, Alhamdulillah akhirnya ya keinginan kamu enggak sia sia nak bisa kerja nak." Lanjut Rizki bahagia mendengar ucapan Dela
" Terimakasih pak Reno, terimakasih sudah memberikan pekerjaan buat keponakan saya." Sambung Rizki bahagia, Rizki engga kasih tahu sebenarnya bahwa Reno menolong Dela saat telefon masih terhubung.
" Sama sama pak, saya melihat Dela cocok dengan jabatan yang saya inginkan pak." Ucap Reno lega, Reno bener bener bahagia sama hasil kerjanya William.
" Paman, kapan ke Jakarta paman, Dela rindu sekali sama paman." Lanjut Dela bahagia
" Minggu depan Dela, pas saya pulang kunjungan proyek. Sekalian saya ajak paman kamu." Ucap William ikut bahagia melihat Dela ceria
" ya sudah sampai ketemu Minggu depan paman, Dela lagi kerja paman, nanti Dela telefon lagi yah engga enak sama pak Reno, pak William maaf tolong kirim WhatsApp ke nomor saya yah kasih tahu nomor handphone paman saya." Lanjut Dela bahagia, Dela bingung melihat handphone yang dimilikinya sungguh bagus, karena seingat Dela handphone nya sungguh jelek beda sama handphone yang dipegangnya sekarang.
" Iyah Del, nanti kalo sudah pulang kerja telefon paman lagi yah Del. paman juga mau lanjut kerja lagi Del." Lanjut Rizki bahagia.
" Sebentar lagi, saya WhatsApp nomor paman kamu ya Del." Ucap William
William dan Reno menjadi penonton obrolan kangen kangen Dela dan Risky, setelah telefon diakhiri. Reno memberikan air minum untuk Dela yang masih sesugukan setelah nelefon tadi.
" Terimakasih pak, terimakasih sudah mau direpotkan buat telefon paman saya." Ucap Dela bahagia, Dela reflek meluk Reno membuat Reno bahagia mendapatkan pelukan bahagia dari Dela.
" Maaf pak, maaf saya terlalu bahagia.
" Sambung Dela terkekeh
" Aku bahagia sayang, dipeluk kamu lagi walaupun cuman sebentar." Batin Reno bahagia
" Santai saja Del, ya sudah kita lanjut kerja lagi yah." Lanjut Reno.
Reno diam diam memerintahkan bodyguard dan Wiwin mencari rumah mewah, dan langsung membeli perabotan rumah lengkap, sama isi kulkas langsung diisi penuh.
" Kalian pasang CCTV, di depan rumah, ruang tamu, dapur, depan kamarnya Riski dan Dela. Sama pasang CCTV dimeja kerjanya Dela, siap kan meja dan sofa didalam kamarnya Dela. Sama cat kamarnya biar lebih bersih dan bagus." Perintah Reno di WhatsApp
__ADS_1
" Siap laksanakan tugas bos." Ucap bodyguard di WhatsApp
" Aku akan memanjakan kamu sayang, sebentar lagi aku akan menyatakan cinta. Aku engga ingin kehilangan kamu sayang." Batin Reno sambil tersenyum melihat Dela