
Wiwin tengah malam merasakan perutnya semakin enggak enak, Wiwin langsung lari ke kamar mandi.wiwin memuntahkan isi perutnya, William yang mendengar suara Wiwin didalam kamar mandi langsung susul Wiwin. Betapa kagetnya William melihat Wiwin muntah muntah di wastafel, William langsung membuka kotak obat dan memberikan minyak gosok buat meredakan kondinya Wiwin. William yang melihat Wiwin pucet langsung bantu Wiwin jalan ke kasur dan membuat Wiwin duduk dikasur.
" Sayang kamu kenapa" ucap William panik, William memberikan air minum buat Wiwin
" Kepala aku pusing dan mual sayang." Ucap Wiwin yang simpan gelas kosong keatas meja
William yang mendengar ucapan Wiwin, membantu Wiwin merebahkan diri ke kasur, William mulai mengambil alat medisnya dan mulai memeriksa kondisi Wiwin. William langsung jatuh kelantai. William merasa ragu sama hasil pemeriksaan nya.
" Sayang, terakhir kamu datang bulan kapan." Ucap William lemes dan belum siap untuk berumah tangga
" Memangnya kenapa sayang" ucap Wiwin Lemes merasa pusing, Wiwin langsung berdiri dan jalan lagi ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya.
" Ini enggak mungkin, saya belum siap menjadi seorang ayah." Batin William lemes dibawah tempat tidur
Wiwin terus mengeluarkan isi perutnya, William yang enggak mendengar suaranya Wiwin langsung lari ke kamar mandi dan betapa kagetnya melihat Wiwin pingsan. William langsung membawa Wiwin kekasur
" Sayang please bangun sayang" ucap William panik,tanpa sadar William mengelus perut yang masih rata ternyata sudah ada buah hatinya.
William langsung meriksa tes kedokteran nya dan mencari alat yang selalu William bawa bawa, terkadang William membagikan alat tes kehamilan ke pasien yang memeriksa awal kehamilan. William memberikan minyak angin ke kepala dan l3h3nya Wiwin.
" Apa yang harus dilakukan sekarang" Batin William frustasi
Perlahan Wiwin membukakan matanya melihat wajah William yang panik disebelahnya, Wiwin melihat tangannya William diperutnya. Wiwin mengira kalo William minta jatah langsung berusaha duduk
" Sayang, kamu masih lemes sayang." Ucap William panik
" Kamu pengen yah sayang, tapi maaf ya setelah aku sehat aku kasih selama apapun yang kamu mau." Ucap Wiwin lemes melihat William
" Aku enggak lagi pengen sayang, terakhir kamu datang bulan kapan sayang." Lanjut William yang deg degan
" Terakhir aku datang bulan, terakhir bulan kemarin sayang. Bulan ini belum sama sekali sayang." Lanjut Wiwin yang belum sadar arah pembicaraan William
" Besok pas jam istirahat kantor, aku temeni kamu ke dokter yah sayang." Lanjut William meluk Wiwin
__ADS_1
" Dokter, dokter.. ah jangan jangan aku" lanjut Wiwin melepaskan pelukannya William dan menggantung ucapannya
William mengangguk dan langsung meluk Wiwin dengan perasaan yang bercampur aduk, Wiwin yang melihat respon William langsung melepaskan pelukannya William.
" Bagaimana ini, tapi hubungan kita kan." Lanjut Wiwin panik akan statusnya apa lagi sekarang Wiwin sedang isi.
" Tenang sayang, aku akan bertanggung jawab. Sebentar lagi kita nikah yah. Aku akan mengurus semuanya sebelum kandungan kamu membesar, setelah besok ke dokter. Aku akan kumpulin bodyguard untuk menyiapkan segalanya dalam sebulan sayang, aku akan menjaga semuanya tetap aman." Lanjut William mengelus perutnya Wiwin dan mencium perutnya Wiwin
" Sayang, saat kamu tumbuh berkembang dan lahir status mamah dan papah sudah resmi, tumbuh dengan sehat yah sayang." Sambung William berusaha menerima takdir karena kebiasaannya
" Terimakasih sayang, terimakasih kamu mau bertanggung jawab sayang." Lanjut Wiwin peluk lehernya William
Wiwin berusaha melanjutkan tidurnya, William meluk Wiwin. dan William enggak bisa tidur memikirkan semuanya, William enggak ada persiapan sama sekali untuk menikah cepat.
" bodoh, bodoh." batin William menyesal, William lupa suntik ****** biasanya William rutin tapi beberapa bulan ini sepertinya males untuk itu. akhirnya kecebong nya berubah.
pagi yang cerah menyapa setiap manusia, memulai aktifitas nya. William yang melihat Wiwin disebelahnya langsung mencium keningnya Wiwin dan ngelus perutnya Wiwin dengan bahagia.
" sudah enggak sayang, cuman sakit kepala sayang. beneran aku ngisi." ucap Wiwin enggak percaya.
" sesuai analisa aku sih iyah sayang, setelah sarapan kita ke rumah sakit, nanti aku bilang Reno untuk aku yang handel rumah sakit dari pagi.supaya Reno enggak curiga sayang" lanjut William sambil m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dengan mesra
" aaahh, Iyah sayang." desa han Wiwin, Wiwin kembali mual dan berusaha jalan ke kamar mandi. lagi lagi Wiwin mengeluarkan isi perutnya. William langsung membantu Wiwin untuk melegakan sakitnya.
" lebih baik sekarang saja sayang ke rumah sakitnya, supaya kamu dapet vitamin, sekarang giliran jadwal dokter kandungannya dokter Vera. sekarang kita mandi dan bersiap ke rumah sakit." ucap William panik
" iyah.sayang" ucap Wiwin lemes dan lega akhirnya sudah enggak mual lagi
Wiwin dan William langsung bersiap siap untuk ke rumah sakit, saat sampai di rumah sakit betapa kagetnya melihat Reno dan Dela ada di lobi rumah sakit.
" Win kamu kenapa, sepertinya pucet mau saya temani." ucap Dela kwartir
" enggak usah Del, biar saya saja yang temani Wiwin." ucap William berusaha tenang.
__ADS_1
" sayang, kamu tunggu sebentar yah diruangan aku, aku mau ngecek kinerja staff rumah sakit, kinerja dokter dan perawat." ucap Reno bohong, Reno melihat kondisinya Wiwin enggak biasa.
" iyah sayang, sekalian aku kerja. semangat kerja sayang." ucap Dela yang nurut dan langsung pergi.
William melihat Dela pergi jauh, melanjutkan perjalanannya ke dokter kandungan. Reno yang mendengar ucapan William langsung kaget akan kecerobohan William, Reno menemani Wiwin periksa begitu juga dengan William yang selalu di sisi Wiwin.
" usia janin tiga Minggu pak William" ucap dokter Vera merapihkan bajunya Wiwin
" apa? tiga Minggu Dok"ucap Reno kaget
" Iyah pak Reno, anda bisa melihat hasilnya tadi." lanjut dokter Vera sedikit takut sama ucapan Reno
" sesuai perediksi saya Dok, berikan vitamin buat Wiwin Dok." ucap William berusaha tenang sambil pegang tangannya Wiwin
" dijaga baik baik yah pak kondisi kandungannya" lanjut dokter Vera hati hati, dokter Vera takut salah ucap membuat Reno dan William marah
" tolong rahasia kan dokter Vera" lanjut Reno tegas dengan tatapan dingin, Reno enggak ingin hal ini orang lain sampai tahu.
" baik pak Reno, saya akan jaga rahasia ini." lanjut dokter Vera lega curigaannya bener, tapi dokter Vera enggak berani banyak tanya. dokter Vera langsung memberikan resep
" terimakasih Dok" lanjut William membantu Wiwin untuk berdiri
Wiwin, Reno,dan William. keluar dari ruangan dokter kandungan. Reno melihat William dan Wiwin dengan tatapan yang enggak biasa membuat Wiwin sedikit takut.
" nanti malam jelaskan sama saya, kalian berdua susul saya ke kampusnya Dela, jangan mepet sama jam Dela pulang." ucap Reno tegas, Reno berusaha untuk enggak marah ditempat umum seperti ini.
" Iyah Reno, kita akan kesana. terimakasih sudah tenang melihat kenyataan tadi." ucap William lega
" kamu selalu membantu masalah saya, sekarang saya akan berusaha menyelesaikan masalah kalian. pulang lah sebelum Dela curiga" perintah Reno
" permisi Reno" lanjut William membantu Wiwin jalan
Reno yang melihat kecerobohan William cukup kecewa, tapi Reno berfikir positif. setiap cobaan pasti ada tujuan baik untuk umatnya yang Allah berikan.
__ADS_1