JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
rencana ke Amerika


__ADS_3

Dela yang baru selesai dari salon bahagia melihat Reno yang sudah datang Reno mencium bibirnya Dela, Reno mengajak Dela membeli baju baru tentunya ditemani sama Wiwin dan William yang belanja juga yang ikut belanja


" Sayang besok kita ketemu orang tua aku ya aku rindu sama mereka kamu mau kan ikut" ucap Reno berbohong


" Mendadak sekali sayang terus perusahaan dan rumah sakit bagaimana" ucap Dela sambil memilih baju


" William yang mengurus aku mau kita liburan beberapa hari juga di Amerika selain kangen sama mereka" lanjut Reno


" Baiklah sayang aku ikut sekalian mau ketemu orang tua kamu" lanjut Dela


Dela memilih baju tiba tiba kepalanya sakit lagi saat Dela tiba tiba kangen sama orang tuanya air mata Dela mendadak keluar begitu saja saat merindukan orang tuanya


" Sayang kenapa" ucap Reno kwartir


" Enggak apa apa sayang" ucap Dela bohong Dela males minum obat setiap sakit kepalanya kambuh


" Ya sudah yuk lanjut belanjanya" ajak Reno


William yang melihat Dela sakit kepala membuatnya ragu untuk mengajak Dela dikenalkan sama orang tuanya Reno saat ini, William langsung mendapatkan ide supaya rencana Reno enggak gagal Wiwin yang melihat William memperhatikan Reno dan Dela langsung penasaran


" Sayang kok melamun mikirin apa" ucap Wiwin penasaran


" Setelah belanja kamu ajak Dela pura pura masak di apartemen kita tinggalin yah ada yang mau aku bahas sama Reno" ucap William melihat Wiwin


" Sebenernya apa yang kalian rahasia kan sebenarnya bikin semakin penasaran saja melihatnya" batin Wiwin bingung


" Iyah sayang" lanjut Wiwin setuju


Wiwin dan William langsung gabung sama Reno dan Dela membayar belanjaan mereka saat dikasir Wiwin mengajak Dela ke supermarket membeli bahan buat bikin kue di apartemen William tentunya Dela setuju sama rencananya Wiwin tanpa rasa curiga sama sekali berbeda dengan Reno yang curiga tapi Reno berusaha untuk enggak bertanya sama William percaya apapun yang dilakukan William pasti yang terbaik untuknya, William mengantarkan Dela dan Wiwin ke apartemen nya William untuk masak sejujurnya William ingin mengajak gulet tapi kondisinya enggak memungkinkan untuk itu


" Ya sudah sayang aku kembali ke rumah sakit yaah masak yang enak yah" ucap Reno mencium wajahnya Dela dan tangannya m3r3m45 gunung kembarnya Dela


" Aaaahhh iyah sayang" desa han Dela menikmati tangannya Reno


" Setelah masak siap siap gelut panas sama aku ya sayang" bisik William ke Wiwin sambil m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin


" aaahhh Aku juga pengen sayang aku tunggu kamu selesai kerja yah aaahhh sayang tangannya jangan semakin keatas" desa han Wiwin yang merasakan tangannya William m3r3m45 p4h4nya semakin lama semakin naik

__ADS_1


Wiwin dan Dela merapihkan bajunya dan keluar dari mobil menunju unit apartemen William, Reno langsung duduk di kursi depan


" Sepertinya anda jangan ajak Dela ketemu orang tua anda dulu pak bahaya kalo ketahuan Dela mengalami amnesia dan anda manfaatkan" ucap William melakukan mobil nya perlahan meninggalkan apartemen


" Bearti ngajak jalan jalan selama sebulan sekaligus saya memantau pekerjaan" ucap Reno melihat William


" Iyah pak kita lihat dulu perkembangan bagaimana pak semoga dua Minggu sebelum Dela kuliah kepala desa sudah selesai penyelidikan nya" lanjut William


" Baiklah bagaimana baik nya saya nurut saja William" lanjut Reno pasrah


" Ya sudah sekarang kita ke rumah sakit atau kemana" lanjut William


" Rumah sakit saja sambil melihat kondisi disana" lanjut Reno memijit kepalanya


Dilain sisi, ucok dan ibnu jajan banyak membeli makan di kantin sekolahnya membuat temen temen yang menghinanya tadi langsung menghinanya melihat gaya ucok dan ibnu yang berlebihan


" Kaka kerja jadi SPG gayanya begini amat" ledek temennya ucok


" Namanya juga OKB wajarlah hahaha" ledek temennya Ibnu meremehkan


" Iri bilang nih saya kasih biar mulut kamu seger" hina ibnu menawarkan minuman dingin


" Kalo kerjanya bener hidup kalian sudah lama hidup enak dong enggak sampai kesusahan makan hahahaha ih enggak banget sama pekerjaan yang enggak halal bikin bertingkah seperti ini" hina temennya Ibnu semakin menjadi jadi


Bodyguard yang mendengar Ibnu dan ucok adu mulut berusaha mendekati mereka dan ajak makan Ibnu dan ucok membuat kedua temennya mereka milih pergi dari pada dimarahin


" Takut kan kalian sama om ini" ledek ibnu


" Baru om ini ajak gabung makan kalian sudah takut" hina Ucok sambil duduk


" Kalian jangan jadi anak sombong ingat kalian bisa dapetin uang jajan banyak dan berangkat sekolah naik mobil bagus karena kebaikan pak William yang atasan kaka kalian jangan bertingkah enggak baik jangan sampai pak William tahu kan jadi enggak enak kaka kalian sudah dibantu banyak" nasehat bodyguard berusaha membuat adik adik Wiwin sadar diri


" Maaf kan kita om habisnya kesel selama ini selalu dihina dan direndahkan sama mereka pas mendapatkan hal yang baru bikin kita ingin membalas ucapan mereka" ucap ucok membernarkan kata bodyguard nya William


" Memang saat kita disakiti pasti ada perasaan ingin membalas tapi membalas ucapan orang jahat enggak akan menyelesaikan masalah saran saya bersikap biasa dan ucapan kalian dijaga kita kan enggak tahu sampai kapan pak William baik sama kaka kalian jangan sampai menyesal sama ucapan sendiri dan menambah beban untuk Kaka kalian, ingat beban kaka kalian enggak lah mudah jadi tolong jaga sikap dan ucapan kalian" lanjut bodyguard yang faham jiwa muda seperti Ucok dan Ibnu tapi mereka harus sadar segala resiko kalo bersikap berlebihan


" Iyah om kita akan seperti dulu lagi bersikap baik dan enggak membalas ucapan orang lain terimakasih ya om sudah mengingatkan kita" lanjut Ibnu lega

__ADS_1


" Ya sudah lanjut aktifitas kalian setelah pulang sekolah saya anterin kalian mau kemana juga" lanjut bodyguard lega akhirnya adik adiknya Wiwin bisa diajak bicara


Disisi lain, kepala desa bersiap siap untuk ke Jakarta mengecek kebenaran berita yang dibacanya, Rizki adalah tetangga yang selalu ingin bekerja apa saja demi membiayai pendidikan dela dan sering minta pekerjaan di rumahnya membuat kepala desanya peduli akan nasip Rizki yang kebingungan sama keberadaan Dela keluarga satu satunya kini seolah kehilangan kabar sama sekali membuat kepala desanya peduli ingin membantu


" Bapak berapa lama di Jakarta" ucap istri kepala desa


" Entah bu beberapa hari keliling Jakarta Bu setelah selesai langsung pulang bu, bapak juga kasihan sama pak Rizki bu keponakannya seperti hilang kabar bikin kwatir juga anak perempuan soalnya bu" ucap kepala desa memasukan baju bajunya kedalam tas


" Mau ditemani anak buah bapak enggak" lanjut istrinya


" Enggak usah bu bapak bisa sendirian bu ya sudah bapak berangkat dulu assalamualaikum" lanjut kepala desa membuat istrinya Salim


Kepala desa langsung jalan ke Jakarta menggunakan mobil pribadi membuat bodyguard Reno yang melihatnya langsung memberitahu William membuat William tersenyum ketir saat membaca pesan yang diberikan bodyguard nya


" Ada kabar apa lagi" ucap Reno melihat William tersenyum kecut


" Kepala desa sudah dalam perjalanan ke sini pak sendirian naik mobil pribadi, perkiraan sampai paling besok pak kalo sendirian enggak akan berani ngebut pak" ucap William yang ikutan pusing


" Baiklah malam ini saya akan ajak dela ke Amerika lakukan yang bisa kamu lakukan" perintah Reno yang mendapatkan anggukan dari William


" Oke saya kesana dulu habis itu bareng ke apartemen saya kan" lanjut William


" Iyah iyah dasar raja gulet buruan lakukan sekarang supaya saya berangkat bener bener aman" perintah Reno kesal


" Jangan emosi pak santai pak" lanjut William terkekeh


William langsung jalan ke pengontrolan CCTV William memberikan uang untuk petugas jaga untuk beli Banyak makan dan minum membuat petugas jaga nurut akhirnya mereka pergi dengan perasaan bahagia


" Waktunya menghapus" batin William menghapus beberapa Vidio di CCTV setiap kedatangan Dela dari awal datang sampai terakhir kesini, William sahabat nya Reno dari kecil William yang ingin membalas kebaikan Reno bersedia kerja sebagai asisten pribadinya yang mendapatkan gaji besar


" Akhirnya bersih juga walaupun cuman kepala desa tetep pejabat pemerintah enggak bisa diremehkan" batin William lega akhirnya tugasnya selesai juga


William langsung kembali ke ruangannya Reno dengan senyum bahagia nya membuat Reno ikutan lega juga


" Baiklah malam ini kamu saya belikan banyak minuman dan cemilan berpuas lah sama Wiwin" ucap Reno mentransfer ke rekening William


" Terimakasih pak saya semakin semangat membantu masalah anda" ucap William bahagia

__ADS_1


Walaupun pekerjaan yang diberikan Reno terkadang sulit dan bikin frustasi tapi William bahagia diakhir tugas Reno selalu memberikan bonus untuk nya membuat William engga pernah menolak apapun pekerjaan yang diperintahkan reno


__ADS_2