
Mami nya William mendengarkan keinginan anaknya untuk menikah cepat, sejujurnya merasa curiga karena engga ada persiapan apapun tiba tiba mau menikah dan semuanya disiapkan sendiri.
" Apapun yang kalian rahasiakan terserah, yang mami inginkan dan harapkan kalian langgeng menua bersama, dan engga ada penyesalan apapun. Mami dan papi akan ke Indonesia ke rumahnya kakek Bowo, padahal kita punya rumah tapi mami turutin keinginan kalian untuk tinggal dirumah peninggalan kakek Bowo." Penjelasan mami nya William, merangkul bahunya Adit.
" Terimakasih mami sudah memberikan restu, insyallah saya bisa menjadi menantu yang baik dan istri yang baik buat suami." Ucap Wiwin bahagia akhirnya camer dengan mudah memberikan restu.
" Sama sama Win, tolong bahagiakan anak mami." Lanjut maminya William
" Insyaallah mami" Lanjut Wiwin optimis
" Adit setelah lulus kuliah mau kerja dimana?" Tanya papinya William
" Fokus jalanin toko peninggalan kakek, karena toko itu kakek bisa membiayai kebutuhan Adit bahkan membiayai kuliah Adit." Ucap Adit, Adit engga ingin meninggalkan peninggalan kakek Bowo begitu saja.
__ADS_1
" Tapi papi ingin kamu bisa menjalankan perusahaan papi disini, toko peninggalan kakek Bowo bisa Adit pantau. Adit mau kan.jadi penerus perusahaan papi, ka William ingin menjadi asisten CEO dan pemilik rumah sakit saja." Lanjut papi nya William penuh harap
" Perusahaan di Indonesia, di kota Jakarta Dit. jadi kita tetep bisa tinggal bareng." Ucap William melihat Adit
" Iyah Adit mau jadi penerus papi" Lanjut Adit pasrah, Adit bahagia sekali setelah lulus kuliah Adit sudah menjadi seorang CEO engga harus mulai dari awal
" Ya sudah kita ke rumah Vino dulu, soalnya mau siap siap kuliah online Bareng pacarnya Reno." Ucap William, William merapihkan buku bukunya Adit.
" Kenapa enggak disini saja sih, kita mau lihat Adit belajar." Protes papi nya William
William, Adit,dan Wiwin. Salim ke orangtuanya William, William langsung ajak kedepan rumah dan masuk kedalam mobil.
Dilain sisi, Natalia, Niko,dan Angel. lihatin Reno membantu Dela persiapan kelas online, Reno menyiapkan cemilan dan minuman segar. Dela menyiapkan laptop dan buku buku yang dipelajari hari ini, Dela langsung ganti baju buat kuliah.
__ADS_1
" So sweet nya Reno, apa setiap hari kalian seperti ini?" Tanya Angel melihat yang dilakukan Reno dan Dela.
" Iya ka, Reno setelah pulang kerja temani saya ke kampus sampai pulang, disela sela istirahat belajar bareng. dan pas pulang kuliah juga ditemani Reno belajar didepan rumah, dipantau paman saya dari ruang tamu." Penjelasan Dela sambil menyalakan laptop
" Perhatian sekali, kegiatan kalian hampir dua puluh empat jam bareng yah, pagi sampai sore kerja terus sore sampai malam menemani Dela kuliah dan belajar." Puji Natalia enggak menyangka anaknya sebucin ini
" Iyah dong mam, namanya orang jatuh cinta, enggak ingin melewatkan waktu berpisah, bahkan di hari libur kuliah dan kerja Dela menemani Reno di rumah sakit sambil belajar. jadi kita seperti perangko, enakan nyari pacar sendiri tuh begini mam jadi tahu perjuangan mendapatkan nya. kalo dijodohkan mana seru kan." Sindir Reno, Reno membuka buku bukunya Dela.
" Alhamdulillah kalo kamu bahagia sama pilihan sendiri, tujuan menjodohkan baik untuk kamu Reno. tapi lebih baik pilihan sendiri kita engga akan melarang kamu, dan merusak kebahagiaan kaalian." Ucap Niko bahagia melihat anaknya bahagia
" Jangan kelamaan pacaran, apa lagi hari hari kalian lebih banyak bersama. kalo menikah lebih baik." Ide Angel melihat calon iparnya
" Saya belum mau ka, setelah lulus kuliah saja ka, takutnya mengganggu kuliah saya apa lagi kalo hamil kan repot ka, lagian saya enggak ingin mengecewakan paman saya.. keluarga satu satunya yang saya punya Ka" Lanjut Dela
__ADS_1
" Kita harapkan selama pacaran jangan merusak yang belum waktunya, jangan mengecewakan kita semua. ya sudah mami, papi,dan Angel masuk kedalam. kalian semangat belajarnya yah, kalo sudah mau makan bilang sama ART saja." Lanjut Natalia melihat calon menantunya
" Pasti mami, terimakasih sudah memberikan semangat buat saya dan insyaallah saya enggak ingin melakukan itu mami." Lanjut Dela optimis, walaupun Dela sendiri selalu keingat tulisan dimasa lalunya, terkadang Dela ingin melakukannya selalu enggak jadi karena keingat Paman.