JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
Rencana bulan madu


__ADS_3

Dela, Reno, Wiwin, dan William. merencanakan bulan madu bareng, Dela dan Wiwin yang belum pernah melihat bunga sakura akhirnya memutuskan bulan madu di negara Jepang, Reno dan William nurut saja apa yang diinginkan istri mereka masing-masing.


" Kalo dingin bisa seharian meluk aku sayang, kalo enggak kuat aku rela seharian dikamar hotel menikmati dinginnya negara Jepang." Ucap Reno sambil merapikan rambutnya Dela


" Modus habis meluk minta olahraga panas kan, mana seru." Protes Dela kesel sama keinginan Reno


" Kalo mau begitu di kota Malang saja yang dingin atau di puncak ngapain jauh jauh ke Jepang buat pelukan saja, kesana mau menikmati wisata bukan sekedar messsauuummm bermesraan saja sama suami." protes Wiwin melotot melihat Reno


" Yah sudah ke puncak berarti kalian enggak bisa melihat pohon sakura yah?" Tanya dan ancaman William melihat Dela dan Wiwin


" Oke, tapi engga dapat jatah selama tujuh hari tujuh malam.", Ancam Wiwin sambil buang muka


" Bener setuju Win, biar merana melihat kita polos tapi enggak bisa dipegang selama tujuh hari tujuh malam biar tongkat saktinya kering karena nahan nafsong hahaha." Ledek Dela sambil ketawa puas


" Ancaman para istri begini nih, ampun deh sayang jangan ngambek yah, ya deh selama bulan madu kita olahraga sesuai keinginan kamu. tapi jangan ngambek dan tetap bulan madu sayang." Bujuk Reno sambil meluk Dela


Dela dan Wiwin langsung ketawa puas melihat suami suaminya bujuk istrinya, Dela langsung mencium bibirnya Reno sedangkan Wiwin langsung mencium bibirnya William.

__ADS_1


" Mana tega aku sayang, membiarkan kamu enggak mendapatkan jatah, karena jatah kan aku mengandung anak kita." Ucap Wiwin meluk William


" Nah itu tahu" Lanjut William sambil mencium keningnya wiwin


" Aku akan semangat minta jatah supaya kamu cepet isi yah sayang, kalo perlu program kehamilan yah. aku akan rekomendasi dokter terbaik di rumah sakit aku." Lanjut Reno m3r3m45 p4h4nya Dela pelan


" Aaahh iyah sayang, aku ikutin apa yang kamu inginkan, sayang jangan terlalu keatas ada Wiwin dan William sayang. aaahh" Desa han Dela pelan, Dela mencubit perutnya Reno


" Aduh sakit sayang, masa suami dicubit sih, seharusnya dikasih jatah sayang." Goda Reno sambil memainkan l3h3rnya Dela


" Mau ke Jepangnya kapan?" Tanya William melihat istrinya


" Hari ini urus paspor aku dan Dela, besok kita ke Jepang." Ucap Wiwin santai


" Kamu lupa saya punya jet pribadi, ya sudah William perintahkan bodyguard urus. jet pribadi saya.biar kita ke bandara jet siap dan langsung jalan." Perintah Reno melihat William


" Oh iyah saya lupa maaf maaf" Lanjut Wiwin merasa enggak enak

__ADS_1


" Siap dengan senang hati." Lanjut William


William langsung nelefon bodyguard memerintahkan untuk menyiapkan jet pribadinya Reno, Dela, Wiwin,dan William siap siap untuk ke Bandara. Dela bersyukur sekali suaminya punya jet pribadi.


Dilain sisi, Adit ketemu sama Chandra kini kondisinya sangat mengenaskan, setelah diusir paksa sama Reno dari kampus, Chandra enggak bener kuliahnya bahkan sekarang Chandra sering pergi sore pulang besok paginya dalam kondisi setengah sadar. Chandra sering ganti ganti perempuan untuk melakukan olahraga panas, orang tuanya yang selalu memanjakan Chandra sekarang menyesal anaknya semakin seenaknya. sering pulang babak belur.


" Semenjak diusir paksa sama Reno dari kampus, Chandra enggak mau kuliah lagi maunya bebas seperti ini, main perempuan dan selalu minum Tante kasihan sama Chandra jadi seperti ini." Ucap mamahnya Chandra sedih dan prihatin


" Mau bagaimana lagi Tante, pemilik kampus pacarnya mahasiswa disitu, jangan kan pemilik kampus kita juga kalo pacar diganggu pasti marah." Ucap Adit melihat Chandra babak belur, Chandra pingsan habis dihajar sama orang


" Sekarang Tante enggak tahu lagi harus bagaimana sama nasip Chandra, katanya Dela sudah nikah yah sama pemilik kampus?" Tanya mamahnya Chandra


" Iyah tante kemarin, yah sudah saya pulang dulu kapan kapan kesini lagi." Lanjut Adit, Adit enggak tega melihat Chandra


" Hati hati dijalan, terimakasih sudah mau menjenguk Chandra." Lanjut mamahnya Chandra


Adit menggangguk dan langsung keluar dari kamarnya Chandra, Adit merasa sedih temen kecilnya nasipnya sangat memprihatikan, Chandra walaupun suka kebebasan dan seenaknya tapi masih mau berbagi apapun sama Adit. membuat persahabatan mereka akur sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2