JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
Wiwin Dilema


__ADS_3

Wiwin yang menunggu William pulang kerja, duduk sendirian di ruang makan seorang diri. Wiwin merenung apa yang dilakukan bareng William beberapa bulan ini, baru kali ini Wiwin memikirkan masa depannya. Mendadak Wiwin nangis memikirkan masa depannya yang enggak jelas seperti ini.


" William anggap saya apa yah, sudah beberapa bulan tinggal bareng enggak ada tanda tanda William menyatakan cinta. Bahkan sikapnya William enggak semanis Reno ke Dela." Ucap Wiwin menghapus air matanya.


William yang baru pulang kerja, kaget melihat Wiwin nangis di meja makan. William menghapus air matanya Wiwin dan mencium wajahnya Wiwin yang basah karena air mata.


" Sayang kenapa" ucap William pelan, William meluk Wiwin yang nangis.


" Aku rindu Ibnu dan Ucok sayang, aku besok pengen ke apartemen mereka sayang." Ucap Wiwin bohong


" Oh kangen sama adik adik, ya sudah besok sore aku antar ke apartemen ya sayang. Aku ajak kalian jalan jalan" lanjut William menghapus air matanya Wiwin


" Terimakasih sayang" lanjut Wiwin lega dan sedikit berharap sama hubungannya sama William.


Dilain sisi, Reno melihat Dela yang diam saja didalam mobil, membuat Reno bingung karena enggak biasanya Dela seperti ini. Dela yang merasakan tangannya Reno dikepalanya langsung melihat Reno dengan tersenyum kecut.


" Kenapa sayang, apa yang kamu pikirkan sayang." Ucap Reno pelan melihat Dela bingung


" Aku sedih saja sayang, temen aku tadi berusaha enggak sopan ke aku sayang. Untungnya ada bodyguard yang membatalkan niat jahat temen aku" ucap Dela sedih


" Kamu tenang saja sayang, aku selalu temeni kamu selama kuliah,dan didalam kampus kan ada bodyguard sayang. Aku enggak akan biarkan orang lain mengganggu kamu, jangan kwartir ya sayang." Lanjut Reno mencium tangannya Dela


" Iyah sayang terimakasih, aku lega sama ucapan kamu sayang." lanjut Dela yang pegang pipinya Reno


dilain sisi, Riski yang melihat Dela baru pulang kuliah diantar Reno langsung bahagia, Riski mengajak Reno main catur dianggukin sama Reno. Dela langsung ganti baju dan menyiapkan minuman buat Riski dan Reno.


" kamu pandai sekali Ren, paman kalah terus sama kamu." ucap Rizki yang menikmati minuman yang dikasih Dela


" ah biasa saja paman, saya engga jago sebenarnya." ucap Reno dengan terkekeh

__ADS_1


" bagaimana pekerjaan dan kuliah kamu Del" lanjut Rizki melihat Dela


" Alhamdulillah lancar paman, dan nilai Dela bagus bagus paman." ucap Dela, Dela ingin menunjukkan keseriusan kuliah nya dengan hasil yang memuaskan.


" Alhamdulillah paman ikut seneng nak, besok paman mau cari kerja Dela. paman bosan di rumah saja." lanjut Rizki yang biasa kerja keras, justru di Jakarta leha leha


" paman di rumah saja biar kita yang cari uang, paman nikmati masa tua paman saja. disini kan ada fasilitas yang bisa paman pakai, kolom berenang, dan tanaman buah yang bisa paman rawat setiap hari." ucap Reno, Reno engga ingin calon mertuanya cape bekerja


" bener paman, paman sudah cukup berat membiayai pendidikan Dela selama enam tahun dan kasih makan Dela. biar sekarang dan seterusnya Dela yang memanjakan paman, apapun yang Paman ingin Dela penuhi, Alhamdulillah gaji Dela lebih dari cukup untuk kehidupan kita paman." lanjut Dela meluk Rizki


" paman sudah biasa bekerja enggak enak di rumah saja" lanjut Rizki sedikit memaksa


" apa lagi merapihkan rumah pakai tenaga Wiwin" batin Rizki merasa enggak enak hati.


" Memangnya pekerjaan apa yang paman ingin kan" lanjut Reno penasaran


" Apa?, Enggak usah kerja di tempat orang lain paman bagaimana kalo kita buka toko sendiri." Lanjut Reno kaget dan memberikan ide


" Aku setuju sayang, paman mau punya toko apa." Lanjut Dela melihat Rizki.


" Paman mau toko buku Del" lanjut Rizki, Rizki ingin menghabiskan waktu untuk membaca sambil beraktivitas


" Ya sudah dua Minggu yah Paman, kita berdua yang cari tempat dan siapkan semuanya." Lanjut Dela, Dela faham pamannya memang pekerja keras. Saat tinggal di Jakarta tanpa melakukan apapun tentu merasa bosan.


" Terimakasih Dela dan Reno, sudah mau bantu Paman." Lanjut Rizki bahagia


" ya sudah aku pulang ya sayang, Sampai ketemu besok pagi." lanjut Reno mencium kening Dela


" besok mau dimasakin apa?" tanya Dela melihat Reno.

__ADS_1


" ayam balado sayang, bahagia nya baru pacaran selalu dimasakin bagaimana jadi istri. perut aku selalu kenyang sama masakan kamu." lanjut Reno. melihat Dela


" ih enggak malu gombal didepan paman" ledek Dela


" ngapain malu sama calon papah mertua, enggak masalah kan saya panggil papah mertua." lanjut Reno melihat Rizki


" iyah engga masalah Reno, terserah Reno saja." lanjut Rizki bahagia mendapatkan calon menantu yang bener bener baik


" dasar cari pembelaan" ledek Dela dengan terkekeh


Dela langsung mengantarkan Reno kedepan rumah, Reno masuk mobil dan perlahan meninggalkan rumahnya Dela.


" nak Reno, bener bener baik dan sayang sama kamu ya Dela." ucap Rizki bahagia, Rizki engga menyangka jodoh Dela lelaki yang luar biasa. ganteng, kaya, baik dan perhatian. Reno bener bener memanjakan Dela.


" Iyah paman Alhamdulillah, semoga sikap Reno akan manis terus sama Dela, ya sudah yuk paman masuk sudah malam." lanjut Dela yang jalan duluan kedalam rumah.


dilain sisi, temennya Dela melemparkan botol yang dipegangnya dengan kesal, temennya yang melihat langsung bingung karena biasanya temennya enggak seperti ini.


" bro, kenapa sih emosi sekali" ucap Adit penasaran


" saya kesal sama Dela, perempuan cantik yang seksi. saya ingin ngajak Dela gulet. ternyata dia sudah punya pacar setiap hari ditungguin bahkan didalam kampus ada bodyguard nya, lebih parah lagi jabatan pacarnya lebih bagus dari pada ayah saya." ucap Candra kesal


" ya sudah lah, cari yang lain saja. perempuan masih banyak kok ngapain pusing seperti itu sih, kalo Dela engga bisa didapatkan ya sudah cari yang lain, jangan bikin masalah." lanjut Adit merapihkan bekas botol yang pecah


" tapi saya nafsongnya sama Dela, ah dia bener bener bikin saya pengen." lanjut Candra kesal


" jangan cari masalah, kamu masih kuliah jangan dikeluarkan karena keinginan konyol kamu." lanjut Adit menepuk bahunya Candra


Candra yang frustasi langsung melanjutkan minuman nya langsung habis, Adit yang melihat kegilaan Candra cuma berharap Candra enggak menyesal

__ADS_1


__ADS_2