JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
porsi makan kaka


__ADS_3

Ucok, Ibnu, Wiwin,dan William. milih milih baju untuk acara pernikahan Wiwin dan William. lagi lagi Wiwin merasakan gejolak dari dalam perutnya. Wiwin buru buru mencari toilet didalam butik, William yang melihat Wiwin jalan cepet langsung menyusul Wiwin dengan rasa cemas.


" sayang kenapa, mual lagi." ucap William kwartir, selama pergi Wiwin beberapa kali muntah


" iyah sayang, aku lemes sekali." ucap Wiwin yang engga kuat sama kondisi selama hamil muda


" minum vitamin sayang, supaya enggak merasakan mual-mual sayang. setelah selesai kita langsung pulang ya." lanjut William pegang perutnya Wiwin kwartir


" sayang jangan bikin mamah kamu seperti ini, mamah mau makan jangan bikin mengeluarkan isi perutnya yah, supaya kalian makan banyak.", lanjut William ngelus perutnya Wiwin


" kamu mau makan apa sayang" sambung William mencium perutnya Wiwin


" sate Padang sayang, tapi kamu suapin ya sayang." lanjut Wiwin manja


" iyah sayang hayo" lanjut William bahagia mendengar keinginan Wiwin


dilain sisi, Dela melihat Reno yang melanjutkan pekerjaannya, Dela justru membayangkan olahraga indah yang pernah dilakukan sama Reno selama dua bulan. Dela merasa malu betapa bodohnya dirinya dulu, bisa bisanya mau nurutin keinginan Reno. tapi Dela merssa bersyukur Reno bener bener berubah enggak maksa sama sekali.


"sayang, kenapa pakai selimut. kediginan." ucap Reno penasaran


" aku, aku tadi membayangkan kita melakukan olahraga indah sayang, betapa malunya aku membayangkan kamu melihat aku dalam kondisi polos. pasti bahagia ya melihatnya." ucap Dela kesel


" Iyah sayang dulu, tapi sekarang keinginan itu aku tahan sayang, aku ingin kamu kuliah dengan bener tanpa melakukan kontak fisik aku enggak mau kuliah kamu keganggu karena kecebong aku berubah." lanjut Reno dengan bijaksana


" aku juga enggak ingin melakukan itu sayang, apa lagi ada paman, aku enggak ingin paman kecewa sama aku. sudah mau ngalah tinggal di sini eh kelakuan aku engga bener, kan kasihan sayang. tapi kalo sebatas ciuman aku ijinkan sayang, ciuman tanpa pegang apapun yah, temen temen aku dikelas selalu bahas mereka diantar ke kampus dikasih ciuman sebelum masuk ke kampus sama pacarnya." lanjut Dela menutup wajahnya dengan selimut


" astaga temen temen kamu sayang" protes Reno langsung jalan kearah Dela


" aku engga akan cium kamu sayang, aku cuma cium tangan saja itu pun sesekali saja. aku selalu keingat masa lalu sayang, kamu mendiamkan aku walaupun kita tinggal bareng. rasanya engga enak apa lagi sekarang tinggal jauh lebih engga enak sayang, kita komitmen yah ciuman tangan saja engga lebih dan enggak melakukan kontak fisik yang berlebihan." sambung Reno, Reno mengangkat selimut yang dipegang Dela.


" Iyah sayang, kita lakukan pacaran seperti ini, aman dan mau romantis melakukan hal biasa juga masih bisa iyah kan." lanjut Dela yang melihat Reno

__ADS_1


" yah sudah aku lanjut kerja yah, jangan kasih pertanyaan yang aneh aneh lagi ya sayang." lanjut Reno dengan mencium tangannya Dela


" iyah, iyah sayang maaf." lanjut Dela tersenyum lega


Dela sengaja membahas ciuman ternyata Reno bener bener pegang omongannya sendiri, untuk engga melakukan kontak fisik berlebihan dan enggak berusaha memaksanya.


" beruntung nya aku diperhatikan dan dipedulikan sama kamu sayang" batin Dela bahagia


dilain sisi, William, Wiwin, Ibnu,dan Ucok. makan sate Padang sesuai keinginan nya Wiwin. Ibnu melihat wajahnya Wiwin sedikit pucat dan Ibnu melihat Wiwin makan sate dua puluh tusuk sendirian, Ibnu yang melihatnya mulai curiga kalo kakanya sedang ngisi.


" ka Wiwin, nginep dong di apartemen, selama kita tinggal di apartemen ka wiwin selalu sibuk bekerja enggak ada waktu untuk kita berdua." ucap Ibnu sengaja mau melihat kondisi kakanya


" jangan sekarang Ibnu, nanti saja yah kaka nginep, soalnya lagi banyak pekerjaan." ucap Wiwin bohong, Wiwin enggak ingin Ibnu dan Ucok melihatnya muntah muntah.


" boleh ya ka William, kita kangen sama ka Wiwin." lanjut Ibnu maksa


" sudah sih Ibnu kalo ka Wiwin sibuk kerja, kita jangan ganggu apa lagi kan ka Wiwin punya dua pekerjaan. waktu istirahat nya kurang" ucap Ucok, Ucok enggak tahu apa rencana Ibnu


" enggak, Ibnu maunya malam ini, kaka melantarkan adik kaka demi pekerjaan." lanjut Ibnu semakin melancarkan aksinya


" ya sudah, ya sudah kaka nginep. tapi ka William ikut yah bisa tidur bertiga sama kalian


" bujuk Wiwin pasrah, Wiwin kwartir ketahuan untungnya ada William di apartemen. yang bisa membantu nya diam diam


" asik, nah begitu dong ka" lanjut Ibnu bahagia, bahagia rencana nya berhasil.


dilain sisi, Adit melihat kondisinya kakeknya yang kritis, Reno yang memantau pasien pasien yang ada di ruangan ICU enggak sengaja melihat Adit duduk sendirian menemani kakeknya.


" Adit" ucap Reno pelan sambil nepuk bahunya Adit pelan


" eh ka Reno, lagi ngecek kondisi pasien pasien ya ka." ucap Adit melihat Reno

__ADS_1


" Iyah sebelum pulang, sabar ya kondisi kakek kamu menurun. penyakit nya semakin menyebar Dit, hanya keajaiban Allah kakek kamu bisa sembuh Dit." lanjut Reno memberikan semangat buat Adit


" amin ka, Adit enggak tahu harus bagaimana hidup Adit kalo enggak ada kakek, Adit belum siap hidup sebatang kara ka. Adit enggak tahu keluarga kandung Adit,dan keluarga Kakek pun menjauh dan enggak peduli sama sekali. anak, menantu,dan cucu nya sama sekali enggak peduli sama kakek." lanjut Adit semakin sedih


" apa mau saya bantu Carikan keluarga kandung Adit, karena saat Adit nikah harus ada wali nya Dit." lanjut Reno semakin peduli sama nasipnya Adit


" enggak usah ka, gampang lah ka. soal wali saat nikah." lanjut Adit belum memikirkan pernikahan sama sekali


" ya sudah kalo butuh bantuan, cari keluarga Adit ka Reno siap bantu, ka Reno punya banyak bodyguard yang siap melacak informasi yang Adit butuhkan." lanjut Reno nepuk bahunya Adit.


" ya sudah saya pulang, kalo butuh apapun telefon bodyguard saya saja." sambung Reno langsung pergi


Adit melihat Reno pergi, Adit memikirkan apa yang dibilang Reno tadi.karena untuk menikah harus ada wali dari keluarga dan biar jelas keluarganya


dilain sisi, Dela merapihkan meja kerjanya Reno, Dela mandi didalam ruangannya Reno. beruntung nya ruangan Reno ada kamar mandi jadi bisa langsung mandi, Reno yang merasa lelah langsung masuk ke kamar istirahat nya. betapa kagetnya melihat Dela yang keluar dari kamar mandi cuma memakai handuk, Dela langsung membalikkan badannya sedangkan Reno justru diam mengingat masa masa melakukan olahraga panas didalam kamar mandi, Reno melihat Dela dari ujung kepala sampai ujung kaki.


" ma, maaf aku mandi sayang. aku gerah sekali tadi habis merapihkan meja kerja kamu


" ucap Dela pelan menahan rasa malunya


" aku yang minta maaf sayang, aku enggak mendengar suara air mengalir dan enggak tanya kamu dimana juga." ucap Reno yang melihat punggung belakang Dela yang bersih


" sekarang keluar lah, aku mau ganti baju sayang." lanjut Dela yang masih malu. enggak berani membalikkan badan


" sial, tongkat saktinya aarrrggg" batin Reno kesal, gara gara mengingat masa lalu membuat Reno jadi nafsong.


" ba, baik lah sayang." lanjut Reno pasrah, sambil menahan tongkat saktinya berdiri dengan sempurna.


Dela yang melihat Reno pergi langsung buru buru pakai baju, Dela menyesal mandi di ruangan orang lain walaupun itu pacar sendiri.


" walaupun gerah harus ditahan sampai rumah, bodohnya Dela pasti Reno flashback sama masa lalu melakukan olahraga panas. bodoh bodohnya saya, untungnya Reno enggak maksa." protes Dela ke diri sendiri sambil pakai baju.

__ADS_1


__ADS_2