
Wiwin yang dikabarkan sama William akan makan bareng sama Dela dan Reno, langsung siap siap sebelum William datang. Ibnu dan Ucok yang melihat kakaknya sangat heran, walaupun Ibnu merestui hubungan Wiwin dan William tapi rasa kecewanya enggak hilang. Ibnu sangat malu sama kelakuan kakaknya, padahal Wiwin perempuan pendiam dan enggak centil bisa bisanya memilih pekerjaan yang bikin malu. Enggak membayangkan betapa kecewa kalo ayah nya masih ada dan tahu kelakuan Wiwin Selema ini.
" Woy, kenapa melihat ka Wiwin begitu sih, masih marah sama ka Wiwin." Ucap Ucok melihat ekspresinya Ibnu
" Ya lah Cok, kita saja kalo melakukan kesalahan fatal juga akan seperti ini kok, beruntung nya ayah enggak ada enggak membuat ayah sedih dan kecewa sama kelakuan ka Wiwin." Ucap Ibnu kesal dan menyesal, terbuai sama kebaikan yang diberikan William.
" Pekerjaan halal, enggak akan membuat kita hidup seenak sekarang Ibnu. Sudahlah jangan begini terus, jangan bikin ka William kesal sama tingkah kita, jangan sampai kita kehilangan kemewahan ini. Biarkan ka Wiwin melakukan apapun, yang penting kita hidup enak." Ucap Ucok yang enggak terlalu mempermasalahkan cara Wiwin walaupun itu salah.
" Bodoh, kaka salah justru dibela." Bentak Ibnu kesal, Ibnu langsung masuk kedalam kamarnya.
" Bilang orang bodoh, dia saja menikmati pemberian ka William cih." Lanjut Ucok kesal
" Ibnu mana Cok, kaka pergi dulu ya sama ka William, dikunci pintunya ya biar kita bawa kunci cadangan." Ucap Wiwin baru datang
" Dikamar ka, main handphone, have fun yah ka." Ucap Ucok bohong
Wiwin yang mendengar suara bel langsung membuka pintu, ternyata William yang datang William langsung mencium bibirnya Wiwin dengan mesra.
" Sayang apa sudah siap" ucap William ngelus perutnya Wiwin
" Sudah sayang, yuk." Ucap Wiwin
" Ucok, kita berangkat dulu yah, jangan lupa kunci pintu yah." Sambung Wiwin Melihat Ucok
" Siap ka, have fun buat kalian." Ucap Ucok
Ucok yang melihat Wiwin dan William pergi langsung mengunci pintu apartemen, bagi Ucok kesalahan Wiwin enggak terlalu besar dan William mau tanggung jawab enggak terlalu ambil pusing, berbeda sama Ibnu setiap melihat kesalahan orang lain langsung ditegur dan diperpanjang masalah orang lain.
Dilain sisi, Riski yang melihat Dela makeup langsung menghampiri Dela didalam kamarnya, Riski berdiri dibelakang Dela membuat Dela malu melihat pamannya ada dibelakang.
" Keponakan paman sudah bisa makeup ya sekarang, dulu di kampung setiap kali paman tawarkan bedak dan lipstik selalu ditolak, sekarang giliran ada Reno setiap hari makeup lengkap." Ledek Riski yang melihat Dela memakai lipstik
__ADS_1
" Ah paman bisa saja, Dela enggak mau merepotkan paman. Sekarang kan Dela sudah bekerja jadi harus terbiasa memperhatikan penampilan paman." Ucap Dela malu
" Karena kerjaan atau karena Reno nih." Goda Riski membuat Dela tersipu malu
Baru saja Dela ingin menjawab ucapan Riski, Dela langsung jalan ke depan rumah ternyata sudah ada Reno.
" Paman saya pinjam Dela buat dobel date yah, janji enggak pulang malam." Ucap Reno ramah saat melihat Riski jalan kebelakang nya Dela
" Boleh Reno, hati hati dijalan dan have fun yah kalian." Ucap Riski melihat Reno penampilan nya lebih santai
" Siap calon papah mertua." Lanjut Reno sambil Salim ke Riski
Dela enggak ingin merespon candaan Reno, Dela juga ikutan Salim ke Riski dan setelah.itu jalan ke mobil, Reno membukakan pintu mobil buat Dela dan Dela masuk kedalam mobil, perlahan mobil meninggalkan rumahnya Dela.
Dilain sisi, Wiwin melihat meja yang disiapkan William sangat terharu melihatnya sangat romantis, ada dua lilin dan bunga mawar merah disisi kanan dan kiri meja.
" Bagaimana sayang, apa kamu suka dobel date ini." Ucap William meluk pinggangnya Wiwin sambil mencium keningnya Wiwin
Wiwin merasakan mual dan buru buru lari ke kamar mandi, William mengikuti Wiwin, tanpa sengaja Dela melihat Wiwin bulak balik ke kamar mandi. Dela curiga melihat Wiwin muntah muntah, Reno yang tahu kondisi Wiwin berusaha ajak Dela tapi ditolak Dela mau menunggu Wiwin.
" Kamu muntah muntah win?, Jangan bilang kamu lagi ngisi?" Tanya Dela mulai curiga
" Saya, saya cuma masuk angin Dela." Ucap Wiwin yang mulai pucet.
" Kamu bicara apa sih Del, orang masuk angin kan wajar muntah kalo enggak kuat." Ucap William berusaha tenang
" Porsi makan kamu juga beda win, lebih banyak,dan pas di Ancol kamu juga muntah muntah. Saya berusaha enggak tanya dan sekarang begitu lagi, jangan membohongi saya win." Lanjut Dela merasa dibohongi
" Bukan membohongi sayang, setiap orang punya cara untuk menutupi kesalahannya sayang. Walaupun kondisi fisik enggak bisa dibohongi." Ucap Reno keceplosan
" Kamu tahu kondisi Wiwin sayang" lanjut Dela kesal, dibohongi sama keadaan Wiwin. Selama ini Dela berusaha anggap Wiwin teman ternyata ada masalah cuma dirinya yang enggak dikasih tahu.
__ADS_1
" Maafkan aku sayang, aku membantu masalah mereka, William sering membantu masalah aku. Soal keadaan Wiwin, yang tadi aku bilang setiap orang punya cara menutupi kesalahannya, walaupun keadaan yang enggak bisa dibohongi." Lanjut Reno pegang tangannya Dela
" Ya sudah aku maafkan asal jujur dari awal, sampai Wiwin kenapa bisa jadi ART aku apa ada hubungannya." Lanjut Dela melihat Wiwin, William,dan Reno.
" Kita makan dulu, setelah itu dijelaskan semuanya Del. Cuma kamu yang kita kasih tahu bahkan adiknya Wiwin enggak tahu detailnya, jadi tolong jaga rahasia yah." Ucap William sambil peluk pinggangnya Wiwin
" Ya sudah, kita nikmati acara yang ada. Setelah itu harus jujur." Tegas Dela, Dela sedikit kesel, tapi Dela faham membuat Dela berusaha nurutin keinginan mereka.
Reno, Dela, Wiwin, dan William. Melanjutkan acara makan malam romantis nya sejenak mereka melupakan obrolan tadi selama makan, Reno sesekali suapin Dela begitu juga dengan William suapin Wiwin karena kondisi Wiwin yang lemes habis muntah tadi. Makanan selesai Dela menagih janji Reno, William dan Wiwin.
" Oke makan malam selesai, sekarang tolong jujur." Ucap Dela yang penasaran
" Baiklah saya akan jujur semuanya" ucap William pasrah
William menceritakan awal ketemu Wiwin, William mengajak Wiwin ke apartemennya melakukan olahraga panas nya, besoknya ketemu sama Reno meminta solusi. Justru William memanfaatkan keadaan, dan Reno pun meminta Wiwin untuk jadi ART nya Dela.
" Astaga, kelakuan bos sama asisten nya sama saja, sama sama enggak bisa nahan nafsong saya heran sama kalian berdua." Ucap Dela kesal mendengar ceritanya William
" Tapi kan aku beda sayang" ucap Reno enggak terima disamakan dengan William
" Kalo aku engga hilang ingatan dan enggak marah, kamu masih lanjut kan sayang, tapi aku bersyukur sekarang kamu berhasil menahan nafsong supaya aku engga marah dan enggak dihajar paman" ledek Dela yang mencubit pipinya Reno
" Sakit sayang, nah itu alasannya, aku mau setia dan enggak ingin kehilanganmu sayang." Ucap Reno sambil ngelus pipinya.
" Aku Seneng sayang, terimakasih enggak maksa aku." Lanjut Dela ngelus pipinya Reno
" Bersyukur nya, William dan pak Reno berhasil mengurus semuanya dengan cepat Del. Engga membayangkan kalo ekonomi William dan pak Reno enggak seperti sekarang, bisa kebongkar kesalahan kita berdua. Dan saya bersyukur William mau tanggung jawab Del." Ucap Wiwin merasa bahagia
" Ya Alhamdulillah Win, ya sudah nanti saya dan Reno beli baju buat kekondangan kalian " Lanjut Dela, Dela walaupun kecewa tapi engga mau terlalu menghakimi kesalahan orang lain, Dela cukup tahu dan mendoakan yang terbaik.
Reno yang melihat Dela bisa bijaksana sama masalah orang lain dan enggak ingin terlalu ikut campur dan menghakimi, membuat Reno bahagia melihatnya.
__ADS_1