
Dela perlahan membuka matanya melihat sekelilingnya dan kepalanya terasa pusing sekali, Wiwin yang melihat Dela sadar bahagia sekali, Wiwin langsung pencet tombol pemanggil dokter dengan perasaan bahagia.
" Saya ada dimana" ucap Dela, bingung dan merasa sakit kepala.
" Alhamdulillah Dela, akhirnya kamu sadar juga." Ucap Wiwin bahagia.
" Kamu siapa, kenapa saya ada disini." ucap Dela, Dela berusaha duduk.
" Tenang dulu, nanti saya jelaskan yah. " Lanjut Wiwin, Wiwin kaget melihat reaksi Dela seperti ini.
" Ada yang bisa saya bantu" ucap Dokter, yang langsung meriksa badannya Dela
" Saya kenapa bisa ada disini dok" lanjut Dela bingung.
" Terakhir yang kamu ingat apa" lanjut Dokter yang sudah tahu kondisi Dela, dan Reno memberikan jawaban yang diperintahkan Reno karena salah ucap bisa kena amuk Reno. tentunya Dokter enggak ingin mendapatkan teguran dari pemilik rumah sakit.
" Terakhir yang saya ingat saya mengalami kecelakaan bus dok, dan saya sadar disini dok." Lanjut Dela, Dela merasakan kepalanya sakit.
" Ya sudah, lebih baik pulihkan kondisi kamu, biar temen kamu yang cerita semuanya. Kalo kondisi kamu sendiri baik baik saja benturan yang kamu alami engga keras dan engga mengganggu kondisi kamu, perkiraan pulang lusa baru boleh pulang." Penjelasan dokter langsung pergi
" Terimakasih dokter" lanjut Dela yang masih lemah
Dilain sisi, Dokter langsung masuk keruangannya Reno, Reno dan William yang melihatnya berhenti mengerjakan aktivitas mereka.
" Ada apa Dokter" ucap Reno penasaran
" Dela sudah sadar pak, Dela mengingat terakhir dia kecelakaan itu artinya Dela lupa sama sekali hari hari Dela bareng anda, pak William,dan perempuan yang temani Dela." Penjelasan Dokter prihatin, tapi Dokter sadar resiko orang orang yang menjalankan aktivitas sama orang yang sakit amnesia, saat sembuh secara otomatis akan dilupakan karena penyakitnya sudah sembuh total.
" Kita tahu Dokter, anda tawarkan pemeriksaan ronsen ke Dela." Perintah Reno bahagia.
" Baik pak, nanti saya sarankan ke Dela" lanjut dokter, lega enggak melakukan kesalahan.
__ADS_1
Setelah Dokter keluar, Reno langsung melancarkan rencanya. Membuat William bahagia, William akan selalu mendukung apapun yang dilakukan Reno.
" Sekarang kamu harus lebih berjuang dari nol menaklukkan hati nya Dela, engga bisa membahas apa yang sudah kalian lalui sekarang Dela anggap kamu orang asing." Penjelasan William, William melihat Reno sedih menjadi kasihan mau bagaimana lagi inilah yang Dela ingin kan.
" Saya mengerti William, sekarang kita ke kamar rawat Dela mulai acting kita optimis bisa mendapatkan kembali hati nya Dela." Lanjut Reno, Reno percaya akan keajaiban cinta, kalo jodoh engga akan kemana.
Dilain sisi, Dela terus memaksa Wiwin menceritakan kenapa Dela bisa ada di rumah sakit, Wiwin menceritakan sesuai arahan yang diinginkan Reno akhirnya Dela percaya apa yang disampaikan Wiwin, Reno dan William masuk kamar rawat inap Dela langsung menjalankan acting nya, Reno yang melihatnya Dela sadar merasa bahagia sekali.
" Loh Wiwin kamu disini" ucap Reno, dengan pura pura . Wiwin yang mendengarnya, rasanya ingin getok kepalanya Reno jelas jelas dia yang suruh.
" Iyah pak, Dela temen saya pak, apa anda yang meriksa temen saya." Ucap Wiwin, yang lancar menjalankan perintah Reno.
" Kita lagi meriksa kondisi pasien, dan fasilitas rumah sakit dari beberapa kamar pasien buat evaluasi." Ucap William, sejujurnya William enggak pernah melakukan pengecekan selalu memerintahkan staff rumah sakit, dan melihat dari CCTV, kesibukan di perusahaan membuatnya engga sepenuhnya fokus ke rumah sakit begitu juga dengan Reno, semakin banyak proyek semakin sulit membagi waktu menjalankan pekerjaan di rumah sakit sepenuhnya.
" Oh ya win, tolong Pasang selembaran ini buat lowongan pekerjaan, saya butuh sekretaris baru di kantor." Perintah Reno, Reno memberikan beberapa selembaran ke Wiwin..
" Baik pak, besok saya akan sebarkan." Lanjut Wiwin pegang kertas yang diberikan Reno.
" fasilitas di sini mewah sekali dokter, temen saya salah bawa saya kesini.dari mana saya bisa membayar biaya pengobatan." Ucap Dela merasa malu, Dela belum tahu apa saja yang sudah disiapkan Reno setelah Dela pulang ke apartemen Wiwin.
" Jangan kamu fikirkan Dela, kalo kamu sudah bekerja bisa nyicil." Lanjut Wiwin, Wiwin merasa kasihan Dela terlalu banyak dibohongi dari awal tahu amnesia, dan sampai sekarang sembuh masih saja dibohongi sama Reno.
" Saya boleh lamar pekerjaan di kantor bapak" lanjut Dela penuh harap
" Astaga sayang, dipanggil bapak tua sekali aku sayang." batin Reno kesel mendengar ucapan Dela, William yang mendengarnya cuman nahan ketawa dan kasihan mendengarnya.
" Setelah kamu sepenuhnya sembuh dan sudah pulang, kamu bisa bikin lamaran pekerjaan ke kantor saya." Lanjut Reno bahagia, rencanya sebentar lagi berhasil.
" Baik pak, saya kalo sudah sembuh total pasti ke kantor anda." Lanjut Dela merasa tenang melihat Reno, Dela baru pertama kali ketemu Reno entah kenapa perasaan nya tenang dan bahagia.
" Ya sudah, kita permisi dulu." Lanjut William.
__ADS_1
Reno dan William langsung keluar dari kamar rawatnya Dela, Wiwin membantu Dela membuka tasnya Dela. Mengeluarkan baju ganti untuk Dela, Wiwin melihat lamaran pekerjaan yang dibuat William kemarin langsung keluarin dan memperlihatkan ke Dela.
" Kamu beneran, sudah siap kerja di Jakarta ya Del" ucap Wiwin, kasih lihat lamaran pekerjaan didalam tas.
" Perasaan saya belum buat yah, mungkin saya lupa kali ya win, besok bisa kita kasih ke kantornya pak Reno." Lanjut Dela bingung, tapi berusaha mengabaikan perasaan lupanya.
" Iyah Del, ya sudah kamu istirahat biar besok bisa kekantor nya pak Reno." Lanjut Wiwin
Dilain sisi, Reno memasukan handphone ke kamarnya Dela, Reno melihat kamarnya Dela sesuai keinginannya. Formulir pendaftaran mahasiswa siswa baru juga sudah Reno siapkan.
" William kondisikan supaya karyawan seperti kemarin engga ada yang mengusik Dela sedikit pun, saya akan masukin Wiwin ke kantor bagian pemasaran, beda jabatan sama Dela supaya bisa mantau karyawan siapa saja yang berani mengganggu Dela." Perintah Reno, Reno enggak ingin Dela merasa bingung sama ucapan karyawan dan enggak merasa sakit hati.
" Siap pak, saya atur semuanya, saya jamin Dela akan tenang kerja selama di kantor." Ucap William, sejujurnya William akan ikutan bingung melihat kondisinya Dela kalo engga faham dari awal.
" Tempat tinggal bagaimana pak, Dela pasti akan ajak pak Rizki ke Jakarta." Sambung William memikirkan tempat tinggal buat Dela
" Soal itu biar pak Rizki saja yang fikirkan, lagian gaji yang kita kasih masih utuh dan jumlahnya banyak kan, saya rasa pak Rizki akan pakai itu untuk sewa rumah atau kita bisa pura pura kasih fasilitas kantor berupa mobil atau rumah kan. " Lanjut Reno, yang puas perlengkapan buat Dela bener bener sesuai keinginannya.
" Ya Reno, oh ya apa kamu akan terus terang atau merahasiakan apa yang dialami Dela selama di Jakarta" lanjut William, yang kepikiran karen Rizki akan tanya hal itu.
" Terus terang saja, tapi jangan Dela tahu takutnya Dela bingung karena saya engga tega juga." Lanjut Reno, Reno melihat foto yang diambil saat jalan jalan di Monas. foto satu satunya yang Reno punya, sebelum menjalankan aksinya ikuti keinginan Dela untuk mengingat masa lalu dan sembuh total dari penyakit amnesia.
Dilain sisi, Wiwin setia menemai Dela, Wiwin betah nungguin Dela karena fasilitas kamar rawat inap bener bener bikin betah ada televisi dan kulkas, Reno mengisi kulkas dengan buah buahan dan air mineral untuk Dela takut tengah malam Dela merasa lapar.
" Jadi setelah saya kecelakaan bus dua bulan lalu, saya kerja jadi ART di apartemen kamu." ucap Dela sambil makan jeruk
" iyah Del, oh ya lowongan pekerjaan jabatan sekretaris presiden direktur besar loh Del, empat puluh juta sudah begitu mendapatkan fasilitas dari kantor bisa kamu pilih mau mobil atau rumah, dan kamu setelah sebulan gajian bisa langsung ikutan tes masuk kuliah Del sesuai keinginan kamu kan." penjelasan Wiwin, membuat Dela yang mendengarnya langsung bahagia.
" wah banyak sekali Win, saya optimis melamar pekerjaan di kantor kamu bekerja, saya mau kerja sambil kuliah. paman pasti bahagia mendengar nya saya optimis bisa diterima Win." lanjut Dela antusias dan optimis bisa bekerja sebagai sekretaris dan merubah ekonomi keluarga.
" makannya cepet sembuh Del, supaya bisa ikut ke kantor" lanjut Wiwin bahagia rencana nya berhasil.
__ADS_1