
Jalan jalan ke Ancol
Reno ngajak Wiwin, William, Ibnu,dan Ucok
jalan jalan ke Ancol bareng Dela dan Rizki. Dela yang mendengar Wiwin dan William mau nikah langsung kaget, setahu Dela mereka engga ada hubungan apapun mendadak menikah dalam waktu dekat.
" selamat yah pak William semoga langgeng, saya kok enggak pernah tahu kalian deket sampai memutuskan untuk menikah." ucap Dela yang nunggu Ucok dan Ibnu beli karcis masuk.
" kita ta'aruf Del, jadi kesannya mendadak. jadi bulan besok kita nikah" ucap William bohong
" saya doain kalian langgeng, oh yah Win, terimakasih ya kamu mau kerja di apartemen saya jadi ART. walaupun saya enggak ingat sepenuhnya tapi saya tahu apa yang di minta Reno ke kamu dari saya lupa ingatan sampai hari ini." lanjut Dela melihat Wiwin yang dari tadi makan terus
" sama sama Del, kok kamu tahu memangnya pak Reno cerita sama kamu." ucap Wiwin membuang sampah pada tempatnya
" enggak win, tapi saya tahu. terimakasih ya, berarti kamu enggak usah kerja lagi kan mau menikah sama pak William, masa istri asisten CEO terkenal jadi ART." lanjut Dela
" enggak masalah Del, lagian enggak lama kok beberesnya." lanjut William
" aneh Dela tahu dari mana kalo Wiwin diminta jadi ART, kepo juga jangan jangan Dela juga tahu apa yang dilakukan Reno sama Dela juga." batin William penasaran
Reno, Rizki, Ucok,dan Ibnu. jalan menghampiri Dela, Wiwin, dan William. mereka langsung mencar untuk naik wahana yang diinginkan. Reno mengajak Dela main wahana kicir kicir, Dela yang melihatnya langsung takut beda sama Rizki yang biasa saja bahkan penasaran dan enggak sabar untuk naik kesana.
__ADS_1
" sayang jangan takut kan ada aku, pemandangan dari atas bagus." ucap Reno berusaha menenangkan Dela yang gemetaran
" iyah sayang, aku baru lihat langsung sepertinya tinggi sekali sayang." ucap Dela yang pegang tangannya Reno
" yuk sekarang giliran kita naik" ucap Rizki yang duduk sendirian naik kicir kicir.
perlahan kicir kicir jalan dan sampai posisi diatas, Dela yang melihat pemandangan dibawah langsung meluk Reno dengan erat sampai gunung kembarnya begitu nempel sama Reno membuat Reno menahan nafsongnya.
" sayang, bener kan tinggi sekali, aku takut sayang." ucap Dela sampai gemetaran
" astaga kenyal sekali" batin Reno merasakan gunung kembarnya Dela begitu nempel ke badannya
" tenang sayang ada aku, jangan lepasin pelukannya kalo kamu merasa takut." lanjut Reno modus, Reno ingin merasakan seperti ini selama naik kicir kicir walaupun Reno sadar akan berakibat nafsongnya muncul.
dilain sisi, William menemani Wiwin yang muntah muntah setelah naik kereta luncur, William langsung memeriksa kondisinya Wiwin. William bersyukur kondisi calon anaknya baik baik saja.
" sayang maafkan aku, perut aku bener bener enggak kuat nahan mual." ucap Wiwin lemes dan sedih mengganggu waktu liburan William
" enggak masalah sayang, aku ngerti kok kamu kan lagi hamil muda. ya sudah kita duduk nunggu adik adik selesai saja yaah." ucap William ngelus lembut perutnya Wiwin
" tapi sayang, kita kesini kan buat jalan jalan sayang. bukan untuk duduk santai" lanjut Wiwin sedih, Wiwin merasa mengacaukan acara jalan jalannya William.
__ADS_1
" sayangnya papah, bilangin mamah. engga kenapa kenapa kita disini. dari pada mamah nahan sakit demi bikin papah senang." lanjut William ngelus perutnya Wiwin
" iyah sayang, aku cuman engga tega saja. maafkan aku yah sayang." lanjut Wiwin merebahkan kepalanya dibahu nya William
William mengelus lembut rambutnya Wiwin, William diam diam mencium bibirnya Wiwin.
dilain sisi, Reno merasa bahagia sekali mengajak Dela jalan jalan ke Ancol, Dela lebih banyak meluk Reno karena ketakutan naik wahana. bahkan pelukan Dela semakin erat setiap kali Dela merasa takut.
" sayang, maaf ya selama naik wahana aku meluk kamu sayang." ucap Dela malu karena beberapakali langsung meluk Reno
" santai sayang, aku justru bahagia sayang aku rindu kenyal sayang setiap kali nempel ke badan aku." goda Reno, mata Reno melihat gunung kembarnya Dela.
" jangan mecum sayang, aku malu bahas kenyal kenyal disini." protes Dela kesal kesal rindu, walaupun Dela enggak ingat sama sekali
tapi entah kenapa Dela merasakan rindu bermesraan sama Reno lagi.
" kalo di ruangan aku engga masalah berarti yah sayang, aku rindu sayang, aku enggak berani memulai sebelum kamu ijinkan sayang" goda Reno melihat gunung kembarnya Dela
" aku malu sayang, kita nikah saja sayang kalo mau. kalo takut selama aku kuliah kamu Suntik ****** biar selama kuliah aku sudah punya suami sayang." lanjut Dela langsung meluk Reno sambil melihat Reno dengan senyum bahagia
" kasih aku waktu untuk komitmen buat menikah sayang, iyah aku enggak akan memulai sebelum kamu ijinkan sayang. seperti ini saja aku sudah merasa bahagia." lanjut Reno mencium keningnya Dela dengan mesra
__ADS_1
Reno dan Dela langsung melanjutkan naik wahana lagi, Rizki gabung sama Ibnu, dan Ucok naik beberapa wahana. Reno bener bener mengambil kesempatan untuk mendapatkan pelukan dari Dela karena ketakutan naik wahana yang diinginkan Reno.