
hai semua, sambil nunggu episode selanjutnya jangan lupa mampir yah masih anget, masih ongoing nih. semoga suka sama karya saya.
😎
" Nindi mohon, jangan maksa Nindi untuk menjalankan perusahaan ayah, Nindi punya impian sendiri. tolong hargai keinginan Nindi." bentak Nindi kesal, Nindi cape selalu mendapatkan ucapan seperti ini terus.
" tapi Nindi, yang menjadi penerus ayah kan cuman kamu saja, kaka kamu sudah meninggal dunia kan. masa tega perusahaan ayah harus dikasih orang lain, perusahaan itu yang membiayai kuliah kamu dan memberikan kehidupan mewah untuk kamu." ucap Jamal kesal melihat anaknya keras kepala.
" sudahlah Nindi, dari pada kamu harus memulai bisnis dari nol, lebih baik turutin keinginan ayah kamu, diluar sana lulus kuliah belum tentu langsung mendapatkan pekerjaan. kamu yang tinggal duduk manis tinggal melanjutkan justru menolak, keuntungan perusahaan luar biasa nak. jadi jangan bodoh menolak kesempatan emas ini Nindi, ingat mencari pekerjaan itu sulit." bentak Lala kesal, anaknya selalu menolak apapun yang diminta orang tua.
" tapi Nindi engga tertarik sama sekali." lanjut Nindi semakin emosi, Nindi melihat orang tuanya yang keras kepala.
" tapi apa boleh Nindi sambil buka butik, Nindi ingin membuat baju sesuai bikinan Nindi." sambung Nindi yang membujuk orang tuanya
__ADS_1
" enggak akan bisa, pekerjaan kantor enggak bisa kamu tinggalkan demi desain baju,
ayah engga mau tahu besok bersiaplah untuk peresmian kamu. ayah rasa sekarang sudah waktunya kamu menjadi CEO pengganti ayah" lanjut Jamal tegas, jamal sudah lelah negoisasi sama Nindi, Jamal memilih masuk kamar diikuti sama Lala. yang sudah cape membujuk anaknya.
" aaaarrrggg, Nindi enggak mau. kenapa kalian maksa sekali, engga menghargai keinginan Nindi sih ayah dan bunda" teriak Nindi langsung masuk ke kamar nya dengan emosi.
Nindi melihat desain yang selama ini dibuatnya, baju baju yang sudah dibuat Nindi cukup banyak tinggal di realisasikan. kini kandas karena keegoisan orang tuanya.
" sudah susah payah, membuat gambar sebagus ini padahal. kenapa harus musnah begitu saja demi keegoisan mereka sih." bentak Nindi kesal, Nindi nangis sambil meluk boneka yang selalu Nindi bawa. impian menjadi desainer terkenal kini musnah sudah
dilain sisi, Jamal yang melihat istrinya ganti baju langsung nafsong melihatnya, jamal langsung peluk istrinya dari belakang dan mencium rambutnya Lala. membuat Lala merasa geli akibat ulah suaminya.
" bunda, ayah lagi pengen sayang, yuk gulet." goda jamal, Jamal m3r3m45 gunung kembarnya Lala dengan pelan. membuat Lala mende sah.
" hayu sayang, aku juga lagi pengen." ucap Lala langsung membalikkan badannya
__ADS_1
" asik mendapatkan" lanjut Jamal bahagia, Jamal membuat Lala polos didepannya, Lala langsung rebahan di kasur membuat Jamal perlahan memasukan rudalnya dan memaju mundur kan pinggangnya. Jamal membuat Lala menikmati setiap sentu han yang diberikan nya sungguh biasa.
" sayang, aku yakin seiring berjalannya waktu Nindi akan menjalankan perusahaan dengan baik dan bener." ucap Jamal optimis, Jamal semakin semangat memaju Dan mundur kan pinggangnya
" aaahh ayah, aaahh ayah, semoga saja Nindi bisa profesional sayang. aaahh" desa han Lala, Lala meluk Jamal. sambil menikmati pergerakan pinggangnya Jamal dan gunung kembarnya di r3m45 dengan pelan sama Jamal.
" semoga sayang, anak kita bisa profesional dan membanggakan kita. kalo begini terus ayah bisa setia menua bersama sayang, bunda selalu luar biasa sayang." goda Jamal semakin semangat memaju mundur kan pinggangnya
" aaahh ayah, itu yang menjadi impian bunda juga." desa han Lala semakin cetar menikmati olahraga malam sebelum tidur.
Cairan bening pun keluar,dan langsung dimasukkan kedalam pangkal pahanya Lala.
" terimakasih sayang, ayah puas sayang." ucap Jamal mencium keningnya Lala, tangannya masih betah menari dengan indah di badan nya Lala.
" sama sama sayang, aku bahagia mendengarnya" ucap Lala lemes lemes bahagia.
__ADS_1
Jamal dan Lala membersihkan diri dan langsung istirahat.
itu lah episode pertamanya, jangan lupa mampir yah semuanya. 😋😎