JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
aku mau menjadi belahan jiwa kamu


__ADS_3

Reno menunggu Dela di parkiran kampusnya Dela, Reno memantau rumah sakit dari handphone nya. Reno menghubungi William, saat telefon diangkat terdengar suara yang menggelikan. Reno kesal sama William telfon lagi gulet panas.


" Dasar asisten laknat, handphone kan bisa dimatikan saat gulet panas. Sengaja sekali langsung diangkat." Bentak Reno saat sambungan telfon terhubung, Reno kesal, gara gara William.


" Anda juga ngapain sih nelepon, orang lagi nagih olahraga diganggu saja huh" ucap William sambil memaju mundurkan pinggangnya dengan pelan


" Sayang, kok enggak keluarin suara sih" sambung William kesal melihat Wiwin yang menahan suara indahnya.


" Kamu lagi nelfon pak Reno sayang, aku malu keluarin suara aku." Ucap Wiwin menikmati pergerakan pinggangnya William


" Mau apa sih Reno nelfon, bukannya lagi di kampus bosan sekali sepertinya." Protes William, sambil m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dengan tangan sebelah.


" Kalo selesai hubungin saya ya William, saya mau tidur saja sambil nunggu telfon dari kamu." Bentak Reno kesal.


" Aaaahhh, aaaahhh sayang" desa han Wiwin melotot melihat William, William sengaja mempercepat pergerakan pinggang nya.


" Sialan kamu William" teriak Reno, Reno langsung mematikan saluran telepon nya.


Reno yang mulai nafsong keinget desa han demi desa han yang keluar dari mulutnya Wiwin, langsung panik dan mendadak gerah. Reno yang melihat Dela jalan kearah mobil semakin panik, disaat nafsongnya dipuncak puncaknya Dela datang. Dela membuka pintu mobil langsung bingung melihatnya.


" Ren kenapa, kamu sakit." Ucap Dela kwartir.


" Enggak kenapa napa Del,mau kemana katanya mau ajak pergi." Ucap Reno berusaha tenang.


" Kita ke taman kota Ren, saya mau jajan sambil jalan jalan mau." Lanjut Dela gugup hari ini Dela ingin menerima cintanya Reno.


" Hayo Del." Lanjut Reno penasaran


Dilain sisi, William masih semangat memaju mundur kan pinggangnya, sambil m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dengan pelan.


" Aaaahhh, aaahhh sayang, kamu tega sekali sih godain pak Reno. Kan kasihan dia jadi nafsong, sedangkan Dela kondisi sekarang mana mau melakukan seperti ini sebelum halal sayang. Aaaahhh sayang semakin lama semakin luar biasa" ucap wiwin, wiwin semakin memperketat pelukannya ke William.


" Iyah sayang, nanti aku akan minta maaf aku juga enggak ingin Reno seperti dulu lagi sayang apa lagi sudah ada pak Rizki, bisa bisa hubungan Reno sirna." Ucap William tangannya menari dengan indah dibaadanya Wiwin, dan semakin semangat memaju mundur kan pinggangnya.


" Aaahhh, aaaahhh aku bahagia dengarnya sayang.. aaaahhh" desa han Wiwin semakin melayang


Cairan pun akhirnya keluar,dan langsung dimasukan kedalam pangkal pahanya Wiwin.

__ADS_1


" Terimakasih sayang aku selalu puas" ucap William sambil mencium keningnya wiwin


" Sama sama sayang" ucap Wiwin lemes lemes luar biasa


Dilain sisi, Reno merasa bersyukur akhirnya bisa mendapatkan WC umum, Reno bener bener kesal sama William. Niat hati mau membahas pekerjaan justru diwaktu yang enggak tepat, Reno langsung menghampiri Dela yang lagi asik makanan batagor di bangku taman.


" Mau coba batagor?" Tanya Dela memperlihatkan batagor yang sudah dimakan separo.


" Suapin dong" ucap Reno sambil ambil bunga disampingnya.


" Modus, ya sudah boleh." Ucap Dela, Dela langsung suapin Reno makan batagor, Reno yang menerimanya merasa. Bahagia sekali.


" Kok lebih enak yah disuapin kamu" goda Reno sambil kasih bunga mawar merah.


" Gombal huh, rasanya sama saja padahal. " Protes Dela, Dela menerima bunga yang dikasih Reno.


" Beda soalnya ada aroma cintanya Del, i love you Del." Lanjut Reno sambil menyelipkan rambut Dela ke telinganya


" I love you too Reno" lanjut Dela pelan, Dela sengaja menggoda Reno.


" Del, Dela tunggu, kok main jalan saja sih. Saya kan minta diulang yang tadi kamu bilang." Lanjut Reno menahan capeknya


" Memangnya saya bilang apa, oh yah bisa diulang enggak ucapan kamu tiga hari lalu ditempat ini buat saya." Lanjut Dela sambil tersenyum sambil pegang bunga yang Reno kasih, diam diam Dela minta Wiwin kirimin bunga waktu itu ke taman kota.


" Tiga hari..." Lanjut Reno bingung, tiba tiba Reno tersenyum bahagia melihat Dela.


" Tiga hari yang lalu, tiga hari yang lalu saya minta kamu menjadi pacar saya dan sayaa berjanji akan selalu membahagiakan kamu dengan cara saya, dan akan melindungi kamu, menjaga kamu supaya selalu merasa aman setiap disamping saya." Lanjut Reno bahagia, akhirnya waku yang ditunggu tunggu tiba juga.


" Saya juga mencintai kamu Reno, walaupun pengenalan kita sebentar tapi perhatian dan kepedulian yang kamu tunjukkan ke saya selama ini sangat manis. Kamu rela berkorban untuk saya, i love you too sayang." Lanjut Dela meluk bunga bunga yang dikasih Reno, dan Dela langsung meluk Reno dengan bahagia.


" Terimakasih sayang, aku akan selalu menjadikan kamu ratu dalam hidup aku. Terimakasih karena kamu mengajarkan aku arti perjuangan dan peduli sama orang yang dicintai." Lanjut Reno bahagia, Reno mencium kepalanya Dela dengan pelan


" Aku juga akan berusaha menjadi belahan jiwa kamu, yang selalu membuat kamu nyaman dan bahagia. Aku akan selalu ada untuk membantu segala kesulitan yang kamu hadapi." Lanjut Dela, Dela merasa bahagia di sayangi, dipedulikan,dan dicintai. Sama Reno lelaki yang bener bener selalu ada untuk hidupnya selama tinggal di Jakarta


" Sayang, akhirnya hubungan kita resmi sayang, perjuangan aku menanti setelah kamu sadar enggak sia sia sayang." Batin Reno bahagia


" Sudah malam pulang yuk, kasihan paman sendirian di rumah." Lanjut Reno bahagia pegang tangannya Dela

__ADS_1


"Iyah sayang, besok kita lanjut kerja." Lanjut Dela bahagia.


Dela dan Reno jalan ke mobilnya Reno dengan rasa bahagia, Reno mengajarkan Dela mata kuliah yang besok Dela pelajari. Dela merasa bahagia punya pacar yang cerdas dan bisa mengajarkan belajar.


" Besok mau sarapan apa" ucap Dela, baru pertama kali menawarkan Reno sarapan.


" Ikan goreng, sayur asem,dan sambel cintanya. Biar aku selalu kenyang sayang." Ucap Reno gombal, Reno melihat Dela dengan perasaan bahagia.


" Baiklah raja gombal, besok aku masakin request nya." Lanjut Dela bahagia karena Reno selalu bisa merangkai kata kata romantis.


" Terimakasih ratu gombal, besok aku datang lebih pagi" lanjut Reno terkekeh-kekeh


Dilain sisi, William membantu Wiwin membersihkan bahan masakan buat Dela, William curi curi kesempatan buat m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin. Padahal lagi motong potong daging.


" Aaaahhh sayang, kan tadi sudah sayang, nanti kemalaman aku siap kannya sayang, nanti lagi aku kasih sayang." Desa han Wiwin nahan geli


" Bener ya sayang, asik asik." Ucap William bahagia.


Reno yang tahu password apartemen William langsung masuk seenaknya, Reno mencari keberadaan William ternyata lagi membersihkan bahan masakan.


" Dasar asisten laknat" bentak Reno kesal, datang datang ke apartemen justru melihat William lagi berusaha bermesraan.


" Apa sih bos laknat dan pengganggu, sudah malam mampir ke tempat saya." Ledek William


" Saya mau teraktir kalian minum, Karena hari ini saya dan Dela resmi jadian." Lanjut Reno sambil buka kulkas dan Ambil minuman segar


" Oh pantas Dela tadi minta ditemani jalan jalan ternyata, selamat bro akhirnya berhasil menaklukkan hati nya Dela juga." Lanjut William bahagia, akhirnya perjuangan Reno enggak sia sia.


" Makannya saya kesini mau teraktir kalian minum, kita minum banyak malam ini. Wiwin tolong beli kan tiga botol sama cemilan nya yah." Lanjut Reno tersenyum licik


" Tunggu pembalasan saya William" batin Reno dengan licik


" Baik pak Reno." Ucap Wiwin merapihkan bajunya


" Kamu disini saja, biar bodyguard yang menemani Wiwin." Lanjut Reno melihat William


" Ya deh Reno." Lanjut William kesal

__ADS_1


__ADS_2