
Dela memotong sayur sayuran di dapur sendirian, Dela enggak ingin merepotkan siapapun untuk masakan saat ini, Dela ingin memberikan makanan terenak buat orang tuanya Reno. orang tuanya Reno nginep dirumahnya Dela, bersyukur rumah yang diberikan Reno Sangat luas dan enak dilihat.
" Semoga mami doyan masakan saya." Ucap Dela mencuci sayur yang dipotong potong tadi
" Kenapa enggak ajak aku sayang, aku kan bisa membantu kamu masak." Protes Reno, Reno masuk dapur dan Reno meluk Dela dari belakang. Dela yang ingin mengambil daging langsung memberhentikan gerakannya,
Dela menikmati pelukan yang diberikan Reno. Dela enggak. bisa nahan nafsong dan membuatnya jadi gugupnya.
" Aku enggak mau merepotkan siapa siapa sayang, aku mau membangun kan paman, kamu dan orang tua kamu. Bilang makanan siap dan kalian dengan santainya ke dapur. Begitu sayang, sudah sayang jangan peluk peluk terus, nanti semurnya mateng sayang" Lanjut Dela, Dela melepaskan pelukannya dan melanjutkan masaknya.
" Apa yang bisa bisa aku bantu sayang?" Tanya Reno, Reno merapihkan rambutnya Dela.
"Susun piring dan sendok buat makan sayang. Sebentar lagi sayur dan semur dagingnya Mateng." Lanjut Dela sambil aduk semurnya
__ADS_1
" Oke sayang, aku bantu." Lanjut Reno dengan senang hati, Reno langsung jalan ke rak piring dan menyusun piring dan gelang dimeja.
Dela yang sudah selesai langsung masukin masakannya kedalam mangkok besar, Dela mencicipi semurnya, merapihkan meja dan menambah sayur dan buah-buahan.
" Akhirnya selesai juga, semoga mami dan papi suka sama semur daging, sayur,dan sambalnya." Ucap Dela bahagia, akhirnya masakannya selesai.
" Pasti doyan sayang, kalo enggak doyan nanti aku marah sama mereka. Enggak menghargai ayank aku masak cape cape bilang enggak doyan." Ucap Reno mengelap keringatnya Dela diwajahnya
" Dasar pemaksaan, aku mandi dulu yah sayang, setelah itu kita bangun kan paman dan orang tua kamu." Lanjut Dela, Dela mencuci panci masaknya.
" Halal dulu baru boleh mandi bareng bahkan plus plus juga boleh." Goda Dela, Dela melepaskan tangannya Reno. Memindahkan tangannya di pinggang rampingnya Dela.
" Ya sudah yuk besok nikah, tenang aku pakai pengaman supaya aman selama kamu kuliah status kamu sebagai istri enggak nambah jadi seorang ibu selama kuliah. Mau kan besok nikah atau bareng William Minggu depan, aku bisa siapkan dalam waktu seminggu." Lanjut Reno, Reno semakin mempererat pelukannya membuat kedua nya nempel.
__ADS_1
" Serius sayang?, Yah sudah bahas sama orang tua kita. Jujur aku selalu pengen setiap seperti ini sayang." Lanjut Dela tersenyum manis melihat Reno.
" Serius sayang, anak buah aku banyak, ya sudah mandi sana saat makan kita bahas pernikahan kita yah sayang." Lanjut Reno, tangannya Reno memainkan l3h3r bersihnya Dela yang basah.
" Ahhh, baik sayang, sudah lepaskan badan aku lengket sayang" Lanjut Dela, badan dan otak Dela lagi enggak kompak, otak meminta aksi mesra mesraan diakhiri tapi badan minta lebih. Bahkan tanpa sadar Dela mempererat pelukannya, sampai gunung kembarnya nempel ke badannya Reno. membuat Reno tegang begitu dekat tempat favoritnya.
" Sana mandi sayang, sebelum aku berubah pikiran nunggu Minggu depan jadi hari ini kita nikahnya." Goda Reno, Reno frustasi cuman bisa melihat tanpa memainkan nya.
" Iyah iyah sayang" Lanjut Dela, Dela melepaskan pelukannya Reno dan menuju kamarnya.
Reno yang melihat Dela pergi, langsung memerintahkan bodyguard nya mengurus pernikahannya Minggu depan. Reno enggak mempermasalahkan biaya yang dikeluarkan buat pernikahan mewah Minggu depan bareng William dan Wiwin.
Dilain sisi, William dan Wiwin baru membuka matanya, Wiwin yang masih ngantuk memejamkan matanya lagi, kakinya Wiwin enggak bisa diem membuat tongkat saktinya William beraksi lagi. Membuat William langsung menciumi wajah calon istrinya yang polos diatasnya.
__ADS_1
" Yuk olahraga, setelah itu kita kumpul bareng adik adik dan orang tua kamu." Goda Wiwin, wiwin meluk William yang polos dibawahnya.
" Dengan senang hati sayang" Ucap William, William dengan pelan pelan membalikkan badan calon istrinya dan langsung dimulai olahraga panasnya.