
Reno menemani Dela di ruang operasi, dan pegang tangannya Dela menguatkan Dela supaya santai, dan mencium keningnya Dela membuat Dela tersenyum bahagia. Dela enggak menolak perhatian yang diberikan Reno padanya selama masih batas normal.
" Maafkan saya Dela, karena keegoisan saya kamu harus di operasi seperti ini." ucap Reno, mencium tangannya Dela.
" Engga masalah Reno, bodohnya saya dulu terbuai sama rayuan kamu, tapi terimakasih setelah kamu berkata jujur, kamu bener bener jaga sikap kamu, saya bahagia melihatnya Reno terimakasih enggak maksa saya dan sabar menunggu sampai halal" lanjut Dela yang bahagia melihat perubahan Reno.
" Karena saya mencintai kamu, janji enggak akan melakukan gulet sebelum halal, selama pendekatan saya enggak akan gombal dan rayu kamu Del, saya mau pendekatan yang biasa biasa saja asal kamu merasa nyaman dan bahagia setiap Bareng saya." lanjut Reno, bahagia akhirnya Dela semakin ramah padanya.
" Dela, yuk masuk ruangan operasi." ucap Dokter, pegang tempat tidurnya dela.
" Yang bener awas bikin kesalahan" ucap Reno, dengan tegas membuat Dokter gugup.
" Saya akan berusaha semaksimal mungkin pak permisi" lanjut Dokter, langsung membawa Dela ke ruang operasi.
Operasi langsung di mulai, Reno yang menunggu nya jadi was was, Wiwin yang melihat Dela di operasi merasa malu pada Dela, yang mengakhiri gulet sebelum halal beruntung nya Reno yang nanggung biaya operasi nya.
" Sayang, kamu kenapa sedih." ucap William, melihat Wiwin nangis.
" Saya malu saja sama Dela, yang bertekad mengakhiri gulet bebasnya, sedangkan saya justru masih melakukan gulet bebas sebelum halal. walaupun sama kamu saja sih." lanjut Wiwin, yang nunduk karena malu.
" Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing, jangan sama kan kamu sama Dela dan setiap orang punya cara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya." lanjut Reno, memahami apa yang difikirkan Wiwin.
" Berarti kamu insaf dong bro, enggak mencari yang lain." ucap William, melirik Reno tapi tangannya menghapus air matanya Wiwin.
" Iyah bro, sudah mendapatkan pujaan hati saya, mau sabar bro sampai waktunya tiba. saya bisa gulet bebas setelah halal sama Dela." lanjut Reno, melihat ruangan operasi.
" Amin, bro semoga saja." lanjut William, yakin Reno beneran sama ucapannya.
Lampu operasi telah mati, membuat Reno, William,dan Wiwin menunggu Dela dibawa keluar ruangan operasi.
" Alhamdulillah, operasi nya berhasil pak" ucap Dokter, yang berhasil melakukan operasi.
" Alhamdulillah, akhirnya apa saya boleh masuk." ucap Reno, dengan bahagia mendengar ucapan Dokter Barusan.
" Nanti saja pak, setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan dulu." lanjut Dokter
" Pindahkan ke ruangan VVIP" perintah Reno, Reno ingin memberikan kenyamanan untuk Dela selama di rawat.
" Baik, pak permisi" lanjut Dokter, langsung pergi membawa Dela
" Beruntung nya Dela, dicintai sama bos seperti Reno." Batin Wiwin, merasa iri melihat perhatiannya Reno buat Dela selama ini.
Dela dibawa keluar ruangan operasi, menuju ruangan kamar inap VVIP ruangan yang ditempati satu pasien. dengan fasilitas yang lengkap kasur buat yang jagain, sofa, televisi, AC, kamar mandi dan kulkas. Wiwin yang melihatnya terkagum kagum sangat berbeda sama kamar rawat almarhum orang tuanya yang bisa dibilang sangat sederhana.
" Alhamdulillah Dela, bisa melalui operasi ini dengan lancar" ucap Reno bahagia melihat temen temennya.
" Iyah Ren, kita juga ikut senang melihatnya, akhirnya satu masalah Dela sudah selesai." ucap William, merasa lega melihat Operasi nya berhasil.
" Kalian bisa istirahat, dari tadi kan sibuk ngurusin Dela sebelum operasi. " perintah Reno, melihat William dan Wiwin didepannya.
" Saya akan istirahat di ruangan saya ren, ya sudah permisi yah." lanjut William, langsung pergi diikuti sama Wiwin.
Dilain sisi, bodyguard merima barang barang yang sudah dipesannya, dibantu sama Rizki bodyguard yang melihatnya langsung nyuruh Rizki mencatat barang yang masuk apa saja, karena memang William melarang Rizki terlalu cape dan sepenuhnya pekerjaan toko bodyguard yang mengerjakan Rizki cuma bagian kasir.
__ADS_1
" Sudah dicatat semuanya pak" ucap bodyguard, melihat Rizki yang sibuk sama pulpen dan kertas.
" sudah pak, semuanya tiga juta pak total dari barang yang masuk." ucap Rizki, bahagia masyarakat antusias belanja di tokonya Reno karena dikenal murah.
" Ya sudah pak, istirahat saja pak kalo sudah lelah." perintah bodyguard, yang sejujurnya merasa iri melihat perhatian berlebihan yang diberikan Reno pada Rizky selama ini.
" Nanti saja pak, masa kalian yang merapihkan barang barang saya cuma duduk di meja kasir." lanjut Rizki, merasa engga enak hati.
" Santai saja pak, sudah istirahat saja biar kita yang mengerjakan nya" perintah bodyguard, yang sedikit maksa takutnya Rizky sakit Karana terlalu capek.
" Baik, pak permisi" lanjut Rizki, dengan pasrah.
Sejujurnya Rizki merasa heran kerja di toko ini, kerja enggak seberapa banyak yang dikerjakan, tapi gajinya bisa besar tapi Rizki engga berani tanya, apa lagi kebutuhan Rizki dipenuhi perlengkapan mandi dan makan selalu dibelikan bahkan uang Rizki bener bener masih utuh.
Dilain sisi, Reno menunggu Dela untuk sadar, Reno menghapus keringat yang membasahi wajahnya Dela, dengan pelan betapa rindunya Reno setiap bermesraan sama Dela membuat Reno. Menyesal enggak jujur dari awal enggak akan seperti ini hubungan nya.
" Sayang bangun sayang, aku sangat rindu sama kamu sayang." ucap Reno, mencium keningnya Dela, pipi kanan dan kirinya Dela dengan pelan supaya engga mengganggu waktu istirahat Dela setelah operasi.
Dilain sisi, Wiwin menemani William memeriksa dokumen yang harus dilihat dari rumah sakit, begitu banyak berkas yang harus ditanda Tangani sama William membuat Wiwin merasa engga tega melihat William terlalu sibuk.
" Sayang, kalo cape istirahat sebentar sayang." ucap Wiwin, yang mijitin bahunya William.
" Sebentar lagi sayang, aku selesai kan boleh deh istirahat sambil bermesraan sama kamu ya." ucap William, melihat Wiwin yang masih dengan sabar memijitnya.
" Iyah sayang, kita pulang atau ikut nginep" lanjut Wiwin, yang setia pijit bahunya William.
" Pulang, ambil baju ganti buat Reno, beberapa hari akan disini temani Dela sekaligus kerja, sedangkan aku yang handel perusahaan" lanjut William, yang menarik tangannya Wiwin supaya duduk dipangkuan nya.
" Aahh sayang, dasar raja modus." ledek Wiwin, yang merebahkan kepalanya di bahunya William.
" Tapi suka kan di modusin" lanjut William, m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin
" Aaahh suka sayang, apa lagi tangan kamu sekarang lebih suka sayang aahh" desa han Wiwin, menikmati sentu han yang diberikan William.
Brrriuissisis" suara telefon handphone nya William
William langsung melihat layar handphone nya, tapi tangannya masih setia m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dengan lembut.
" Dasar pengganggu, lagi bermesraan juga." protes William, yang memainkan pucuk gunung kembarnya Wiwin.
" Aaahh sayang, yah sudah kesana saja takutnya Reno butuh sesuatu kan, aaahh geli sayang." desa han Wiwin, menikmati pucuk kembarnya dimainkan sama William.
" Ya sudah yuk, tongkat sakti aku sudah berdiri sedikit lagi padahal bikin engga nyaman." protes William, melihat tongkat sakitnya.
" Duh kasihan, sabar yah nanti aku bikin tidur lagi." lanjut Wiwin, pegang tongkat saktinya William.
" Astaga sayang, semakin berdenyut aku enggak kuat sayang, aku solo karir dulu kamu ke kamar rawat Dela duluan yah, astaga tangan kamu sayang. " protes William, langsung ke kamar mandi.
" Maaf sayang, niatnya mau meredakan justru semakin bikin enggak nyaman." batin Wiwin, dengan sedih melihat kondisi William.
Dilain sisi, Dela mulai membuka matanya, dan melihat sekeliling nya Dela tersenyum melihat Reno ada disampingnya, sambil pegang tangannya membuat Dela tersenyum bahagia.
" Reno" ucap Dela, dengan pelan sambil melihat Reno, yang tangannya pegang tangan Dela sambil tidur disampingnya Dela.
__ADS_1
" Dela, akhirnya kamu sadar juga, sebentar saya panggil Dokter dulu." ucap Reno, pencet tombol pemanggil Dokter.
" Kamu, mau apa Del" sambung Reno, bahagia melihat Dela sudah sadar.
" Saya haus Reno" lanjut Dela, dengan pelan melihat Reno yang tangannya masih setia pegang tangannya.
Reno langsung mengambil minum, yang Dela inginkan pelan pelan membantu Dela minum.
" Terimakasih ya, sudah jagain saya sampai sadar." lanjut Dela, langsung tiduran lagi.
" Sama sama Del, duh Dokter lama sekali datang nya mau dipecat apa yah." lanjut Reno, dengan kesal.
" Sabar Reno, jarak ruangan Dokter kesini kan lumayan jauh, jangan pakai jabatan dalam kondisi emosi" lanjut Dela, heran melihat Reno.
" Habisnya, semakin penasaran sama hasil operasi nya." lanjut Reno, dengan cemberut kalo bukan temani Dela, sudah susul Dokter dan langsung pecat tanpa menerima alasan apapun.
Dokter akhirnya datang juga, Reno melotot melihat Dokter yang baru datang membuat dokter jadi takut melihat pemilik rumah sakit kesel.
" Abaikan saja dok, bagaimana kondisi saya dok." ucap Dela, melihat Dokter seperti ketakutan.
" Maafkan saya pak, tadi ada pasien kontrol pak." ucap Dokter, merasa takut melihat matanya Reno dengan amarah.
" Beruntung yang panggil Dokter kondisi pasien seperti Dela, kalo kritis memangnya bisa kembalikan nyawa pasien." bentak Reno, merasa kesal Dokternya engga sigap saat tombol darurat dipencet.
" Saya akan lebih cepat pak, maafkan saya jangan pecat saya." lanjut Dokter, semakin ketakutan mendengar ucapan Reno yang penuh dengan amarah.
" Sudah lah Reno, sudah datang kan Dokternya" lanjut Dela, lemah sambil pegang tangannya Reno.
" Baiklah kali ini saya maafkan, seperti nya Dokter dan suster harus di evaluasi kinerja nya." lanjut Reno, kesal tetap melihat Dokter dengan sinis.
Dokter menelan ludah saat mendengarkan ucapan Reno, Dokter langsung meriksa kondisi Dela dan Dokter tersenyum melihat hasil operasi nya membuat Reno penasaran.
" Bagaimana hasil operasi nya" ucap Reno, semakin penasaran.
" Alhamdulillah sesuai harapan pak, dua Minggu lagi Dela kesini buat ronsen dan lihat hasil akhirnya yah." lanjut Dokter, yang penasaran tapi takut, memberikan banyak pertanyaan takut Reno semakin marah.
" Terus Dela, kapan boleh pulang." lanjut Reno, melihat Dokter dengan tatapan sinis.
" Harus dirawat seminggu pak, supaya Dela engga banyak duduk pak, kalo disini Dela akan lebih banyak tiduran dari pada di rumah." saran Dokter melihat Dela yang baringan
" Mau kamu bagaimana Dela" lanjut Reno, melihat Dela yang mendengar ucapan Dokter dan Reno.
" Di rumah saja Dokter, karena saya harus ikut kuliah online, saya enggak enak kalo disini dok." lanjut Dela melihat Dokter
" Ya sudah besok saja pulang nya, kalo begitu besok saya kesini lagi kasih obat buat Dela permisi pak" lanjut Dokter akhirnya pergi dengan perasaan takut
" Alhamdulillah saya bahagia mendengar hasilnya sesuai harapan Del, kamu engga akan takut lagi yah" lanjut Reno, lega akhirnya masalah Dela selesai.
" Saya optimis, bisa menaklukkan hati kamu lagi del" batin Reno, penuh harapan
" Iyah Reno Alhamdulillah, akhirnya terimakasih ya, sudah menanggung semuanya." lanjut Dela, bahagia akhirnya masalah mahkota nya selesai juga dan biayanya sepenuhnya Reno yang bayarin
" sama sama Del, apapun akan saya lakukan demi kamu bahagia." lanjut Reno, Reno akan selalu menjaga, menyayangi,dan melakukan apapun membuat Dela bahagia.
__ADS_1