
Adit berdiri diambang pintu saat masuk kerumahnya William, tanpa terasa air mata kerinduan yang dirasakan Adit meleleh begitu saja. Adit langsung ikuti langkahnya William, mami dan papi nya William langsung meluk Adit dengan rasa bahagia dan kerinduan selama bertahun-tahun enggak ketemu sama Adit, anak yang dianggap hilang dan sudah diikhlaskan.
" William ini bener Adit?." Tanya mami nya William haru
" Iyah mami, ini Adit anak mami dan papi adik yang William rindukan juga." Ucap William bahagia
" Ya Allah Subhanallah, terimakasih sudah membawa Adit kembali dengan keadaan sehat dan enggak ada kekurangan apapun." Lanjut mami nya Adit nangis bahagia
" Adit rindu sama mami dan papi, walaupun Adit enggak ingat sama sekali. tapi kenang kenangan yang ada membuat Adit rindu sama kalian, selimut bikinan mami masih ada sampai sekarang." Ucap Adit, Adit nangis dalam pelukan mami nya.
William menceritakan awal ketemu Adit, sampai Reno ingin membantu Adit untuk ketemu keluarga kandungnya.
" Pas kakek Bowo meninggal dunia, William menemani Adit ke rumahnya, William melihat foto foto Adit dan ternyata ada selimut bikinan mami dua puluh tahun yang lalu." Penjelasan William, William enggak menyangka sebuah kebetulan yang menenangkan.
" Kakek Bowo tinggal sama siapa, kita mau memberikan tanda terimakasih ke keluarganya kakek Bowo yang mau adopsi Adit dari panti asuhan." Ucap papi nya William
__ADS_1
" meninggalkan kakek, anak dan menantu nya sama sekali enggak peduli sama kakek Bowo. Adit yang menemani kakek sampai akhir hayatnya. mami dan papi enggak usah memberikan apapun. ke mereka." Ucap Adit yang engga setuju saama keinginan orang tuanya
" Yah sudah engga jadi, sekarang kalian istirahat nanti kita bahas pernikahan mendadak kaka kamu yah." Sindir mami nya William melihat William dan Wiwin.
Wiwin yang malu sama ucapan calon mertuanya, memilih diam dan ikut ke kamar yang sudah disiapkan sama orang tuanya William.
Dilain sisi, orang tuanya Reno, memperhatikan penampilan Dela dari atas kepala sampai bawah kaki, mami nya Reno cukup kagum sama penampilan Dela, Dela masih kuliah dan kerja jadi sekretaris nya Reno.
" Walaupun baru kuliah, tapi Dela bisa profesional dalam bekerja. calon menantu idaman kan mami, jadi stop menjodohkan Reno lagi, soalnya sudah mendapatkan pendamping hidup sendiri." Ucap Reno, Reno pegang tangannya Dela.
" Alhamdulillah papi, pacaran biasa saja, kami saling menjaga yang harus dilakukan setelah menikah. jadi kalian enggak usah kwartir dan saya engga ingin mengecewakan paman Saya karena melakukan hal itu." Ucap Dela berusaha santai, Dela menutup rapat rapat kejadian saat Dela kehilangan ingatan.
" Bagus Dela, jangan bodoh melakukan hal itu sebelum menikah yah. kalian disini mau berapa hari?" Tanya mami nya Reno.
" Seminggu, kita pulang bareng William dan calon istrinya. soalnya bulan depan mereka akan menikah." Lanjut Reno
__ADS_1
" Kok enggak ada lamaran, kenapa mendadak menikah cepet? apa calon nya hamidun?" Tanya mami nya Reno penasaran
" Enggak kok, memang ingin seperti itu, lagian orang tua calonnya William baru meninggal dunia." Lanjut Reno
" Mami enggak yakin, oh yah kamu bisa masak enggak?" Tanya mami nya Reno melihat Dela.
" Bisa, terutama semur daging, sayur asem,dan sambel terasi. makanan kesukaan Reno. makanan kesukaan mami apa? kalo mudah insyaallah Dela buatkan?" Tanya Dela penasaran
" Mami Doyan sate buatan Indonesia, apa kamu bisa membuatnya?, disini ada toko yang menjual rempah rempah asli Indonesia." Tanya mami nya Reno, mami nya Reno sengaja menguji Dela untuk membuat sate kesukaan nya
" Mami itu kan repot, yang lain saja sih." Protes Reno kesel
" Enggak masalah sayang, aku siapkan semuanya, temeni aku belanja mau kan?." Tanya Dela
" Mau sayang" Lanjut Reno pasrah walaupun kesel sama mamahnya
__ADS_1
maminya Reno tersenyum mendengar ucapan nya Dela, Dela bener bener gadis yang santai dan bisa menjaga ucapan nya.