JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
awal masuk kuliah


__ADS_3

William yang sudah selesai ngobrol sama dela memilih ke kamarnya Reno yang ternyata sedang memainkan handphone nya Reno yang melihat kedatangan William langsung menghampiri William


" Bagaimana William" ucap Reno kwartir


" Dela tetep mau kuliah dan kerja tapi kasih dia waktu untuk menerima kenyataan ini dulu, saran saya kamu jangan maksa dela membahas masalah pribadi ingat Reno kondisi dela enggak sehat jangan bikin dela sakit kepala dan biarkan dela menjalankan aktivitas apapun yang dia inginkan bahkan mendiami kamu selama dia memenangkan diri" ucap William yang langsung duduk di sofa


" Mana enak sih canggung tahu kenapa marahnya lama sih" ucap Reno kesel


" Perempuan baik baik seperti dela akan marah Reno dibohongi apa lagi diajak gulet sebelum halal pastinya marah lah masih beruntung dela masih mau tinggal disini ingat jangan paksa dela untuk membahas masalah pribadi selama dela marah" lanjut William nguap merasa lelah


" Saya tidur di sofa sini yah karena dela tidur dikamar sebelah" sambung William


" Boleh tidur disini" lanjut Reno menyesal sudah membohongi dela


Waktu terus berputar dan dela mulai aktifitas pagi nya dengan masak walaupun dela masih kesel sama Reno tapi dela masih mau masak buat Reno beruntung baju yang kemarin Wiwin setrika masih ada di keranjang membuat dela langsung ambil baju kerjanya, dela memasak sayur asem kesukaan Reno daging dan sambel, dela merasa rindu sikap baiknya Reno tapi dela masih kesel sama kebohongan yang Reno lakukan selama dua bulan ini, Reno dan William keluar dari kamar dan merasa bahagia melihat makanan yang sudah tersaji di meja makan


" Wah sudah matang asik nih" ucap William bahagia


" Yuk dimakan pak William Jangan malu malu" ucap dela yang ngambil nasi buat dirinya sendiri


Reno yang melihat sikapnya dela berusaha tenang dan nurut samaa apa yang William bilang semalam


" Kamu ke kantor dan kampus mau saya yang antar atau supir" lanjut William sambil makan semur daging dan sayur


" Naik motor saja pak saya enggak enak" lanjut dela enggak enak karena ada Reno


" Enggak masalah kamu diantar William kendaraan disini kebanyakan ngebut banyak yang nyalip dan bahaya kalo kamu nyasar" ucap William canggung


" Bener del kita enggak mau kamu sakit kepala mendadak del saya siapkan obat amnesia ya buat kamu" lanjut William berusaha peduli


" Ya sudah saya duduknya di samping pak William yah" lanjut dela merasa canggung baru pertamakali marah sama Reno


" Terserah kamu saja del" lanjut William nyinggir kuda


Reno yang melihat ekspresi William langsung kesel tapi enggak bisa marah didepan dela setelah makan dela merapihkan bekas makan nya dan bersiap untuk berangkat kerja bareng saat didepan pintu Wiwin baru datang dan langsung menerima ciuman dari William sungguh rindu semalam William enggak pulang


" Aku berangkat duluan ya sayang nanti aku kesini lagi" ucap William mencium bibirnya Wiwin


" Iyah sayang hati hati dijalan" ucap Wiwin merasa malu


" Win baju baju saya setelah di setrika tolong disimpan di kamar sebelah ya saya tidur disitu sekalian tolong dibersihkan yah" ucap dela dingin


" Baik dela nanti saya pindahkan" lanjut Wiwin bingung


" Apa Reno dan dela lagi marahan yah" batin Wiwin bingung


Dela, William,dan Reno langsung jalan meninggalkan Wiwin langsung beberes apartemen, selama didalam mobil dela bener bener mendiamkan Reno dan ngobrol asik sama William membuat Reno merasa cemburu melihatnya


" Kamu kuliah jam setengah lima del jadi dari kantor jam empat sudah otw ke kampus kamu enggak ada ospek norak del langsung belajar pulangnya jam sembilan malam nantii di jemput sama saya dan Reno" ucap William melihat Reno yang terlihat kesel


" Ya ampun merepotkan sudah dianterin di jemput lagi enggak usah lah saya sendirian saja enggak enak" ucap dela meresa merepotkan William


" Kamu tanggung jawab kita del kita enggak mau terjadi apapun sama kamu" lanjut William melihat spion

__ADS_1


" Alasan tanggung jawab" sinis dela


Sesampainya di parkiran kantor dela langsung keluar dari mobil dan jalan duluan ke ruangannya membuat Reno menjadi kesal terlalu lama didiamkan sama dela membuat William menepuk bahunya Reno


" Sabar bro kekecewaan orang itu berbeda jadi harus kuat nahan emosi" ucap William


" Tapi saya merasa canggung marahan seperti ini" ucap Reno kesel


" Tahan lah bro jangan bikin dela enggak nyaman bro masih bagus dela masih mau tinggal satu apartemen kerja bareng lagi dari pada kehilangan kan" lanjut William yang ngerti keinginan sahabatnya


Setibanya di ruangannya dela berusaha bekerja dengan profesional mengerjakan tanggung jawabnya dela kearah meja Reno memberikan berkas yang harus di tanda tangani


" Ada dua berkas pak" ucap dela berusaha profesional


" Del" ucap Reno sedih sama panggilan dela untuknya


" Ini dikantor saya harus bisa profesional" lanjut dela berusaha tenang


" Baiklah dela terimakasih berkasnya" lanjut Reno pasrah


Dela langsung jalan ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya saat jam makan siang buat pertama kalinya dela makan di ruangannya OB mengantarkan makanan yang dipesan dela, Reno yang melihatnya merasa sedih sama sikap diamnya dela yang berusaha menghindari nya Reno pun memilih makan di mejanya sesekali melihat dela yang asik makan makanannya


" Sayang aku rindu sayang cepat dong baikan sayang" batin Reno sedih


Dela yang melihat Reno makan di ruangannya juga males melihatnya tapi dela berusaha cuek rasa kecewanya masih dirasakan nya, dela rindu bermanja-manja sama Reno tapi saat tahu kenyataan nya membuat dela merasa jijik dengan apa yang dilakukannya selama dua bulan sama Reno


" Bodohnya aku" batin dela menyesal


" Berangkat kita" ucap William melihat Reno


" Hayo" ucap dela mengabaikan Reno


William menepuk bahunya Reno menguatkan atasan sekaligus sahabatnya selama perjalanan ke kampus dela menyempatkan diri untuk baca buku membuat Reno tersenyum melihat dela rajin belajar setibanya di kampus dela langsung masuk ke kampus tanpa menyapa Reno sama sekali, Reno ingin menunggu dela pulang kuliah Reno dan William makan di kampus kantin dela yang melihat William dan Reno makan terpaksa ikut gabung makan juga


" Kenapa engga pulang kalian pasti lelah bekerja" ucap dela pelan fokus sama makanannya


" Berangkat bareng pulang bareng otomatis kita mau nunggu kamu" ucap Reno yang mendapatkan anggukan dari dela tanpa dijawab membuat Reno menahan amarahnya


" Setelah ini mata kuliah apa" lanjut William


" Pajak pak seperti nya saya sedikit kesulitan" lanjut dela malu


" Jangan panggil pak kalo diluar kantor panggil ka atau William saja usia kita cuman beda lima tahun saja" lanjut William


" Kalo panggil sayang boleh enggak ha-ha-ha" ledek dela membuat Reno melotot mendengar nya


" Jangan nanti ada yang marah sama saya" ledek William melirik Reno


" Ha-ha-ha" tawa dela tanpa memberikan komentar apapun


Reno menginjak kakinya William kesal membuat William terkekeh


" Ampun Reno" lanjut William terkekeh

__ADS_1


Dela langsung fokus kembali sama makanannya dan siap siap masuk kelas


" Ya sudah saya kekalas dulu yah" lanjut dela tanpa melihat Reno


" Semangat belajarnya" ucap Reno berusaha bicara walaupun dicuekin


Dela enggak merespon ucapan Reno cuman anggukan kepala yang diberikan dela sebelum kembali ke kelas nya


Reno dan William kembali kedalam mobil sambil nungguin dela pulang kuliah, Reno yang kesel sama candaan tadi langsung mukul bahunya William kesal


" Ampun Reno cie cemburu yah haha tenang saja saya enggak akan merebut dela dari kamu kok saya sudah ada Wiwin" ucap William terkekeh


" Sialan candaan tadi" protes Reno kesal


" Saya punya ide bagaimana caranya kamu bisa akrab sama dela" lanjut William yang ingin membuat dela bisa deket lagi sama Reno


" Idenya apa awas yang aneh aneh" ancam Reno kesal


" Setiap pulang dari kampus kamu tawarkan belajar bareng dela kalo ada yang enggak dela fahami bisa kamu ajarin ya seperti modus lah tapi jangan bahas masalah pribadi jangan bikin dela enggak nyaman" lanjut William


" Ide yang bagus perlahan saya bisa menunjukkan rasa kepedulian saya sama dela dengan tulus" lanjut Reno bahagia suka sama idenya William


" Syukurlah kalo setuju" lanjut William lega


Dela jalan ke parkiran kampus untuk menghampiri mobil Reno yang sudah menunggu, dela males melihat Reno tapi mau bagaimana lagi Reno mau temani dela kee kampus


" Akhirnya pulang juga" ucap dela duduk di kursi depan membuat Reno menahan rasa cemburunya


" Ka William apa dampaknya kalo saya berpikir keras mengingat masa lalu saya karena saya ingin ketemu paman saya dengan memori masa lalu bukan ketemu dengan kondisi seperti ini" ucap dela melihat William


" Kamu akan pingsan del karena enggak bisa nahan sakit kepala yang luar biasa dan sampai koma beberapa hari biasanya tanpa didukung kondisi fisik yang lain yah" ucap William yang kwartir sama keinginan dela begitu juga dengan Reno mobil perlahan meninggalkan parkiran kampus


" Setelah koma saat saya sadar apa saya bisa kembali ingat masa lalu" lanjut dela penasaran


" Biasanya bisa del karena reaksi otak yang dipaksa untuk mengingat tapi resikonya kamu sepenuhnya akan melupakan keadaan saat ini del memori yang diotak kamu sepenuhnya kembali dimasa lalu terutama kamu akan lupa sama Reno" lanjut William yang melihat Reno


" Enggak masalah ka William yang penting saya enggak tersiksa sama kondisi seperti ini, tinggal bagaimana caranya Reno mendekati saya dengan keadaan saya lupa sama dia, masa lalu yang bikin saya sakit jadi saya rela melupakan saat ini" lanjut dela dengan suara pelan


" Caranya saya mengingat bagaimana ka" sambung dela melihat William


" Saya akan kasih barang barang kamu dan berusaha lah untuk mengingat nya saya dan Reno akan menemani kamu dan siaga kalo kamu sampai engga sadar kan diri" lanjut William melirik dela


" Hari Jum'at setelah pulang kuliah saja saya enggak mau ganggu kegiatan kerja dan kuliah saya, terimakasih sudah menyimpan barang barang saya enggak dibuang tapi apa bener saya enggak bawa handphone" lanjut dela penasaran


" Kalo ingat penjelasan kepala desa kamu saat ke Jakarta handphone kamu sudah enggak aktif sepertinya pas kamu kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit entah jatoh entah ada yang ambil del saya enggak tahu soal handphone" lanjut William jujur


" Pasti paman saya sangat kwartir mengira saya hilang" lanjut dela sedih


" Pasti del tapi bodyguard yang menemani paman kamu selalu memberikan kabar kondisi paman kamu bahkan sampai nabung dari gaji yang kita kasih mau nabung sampai sepuluh juta supaya bisa ke Jakarta demi mencari keberadaan kamu del" lanjut William melihat dela yang mulai nangis


" Ya Allah paman walaupun saya lupa tapi perjuangan paman begitu besar buat keinginan ketemu saya lagi, saya siap untuk mengingat semuanya saya ingin ketemu paman lagi" lanjut dela dengan suara serak


Reno yang menjadi pendengar yang baik cuma mendengar kan pembicaraan William dan dela dengan perasaan yang enggak karu karuan beruntung nya dari awal Reno sudah tanggung jawab membiayai kebutuhan hidup paman nya dela sampai hari ini

__ADS_1


__ADS_2