
Adit, Reno, Dela, Wiwin, dan William. jalan jalan di taman kota Washington, Reno dan William memetik bunga untuk Dela dan wiwin membuat Adit merasa bosan dan kesal bisa bisanya Reno dan William bermesraan sedangkan dirinya cuman jadi penonton saja. Adit berusaha jalan jalan disekilling taman membuang rasa bosannya, Adit memain kan Handphone nya melihat foto dan vidio video kebersamaan kakek bowo membuat Adit merasa rindu akan kehadiran kakek yang begitu menyayangi Adit.
" Kakek, katanya enggak akan meninggalkan Adit sendirian, sekarang Adit sudah ketemu keluarga kandung Adit kek. berkat pemilik rumah sakit yang merawat kakek dan asistennya yang ternyata kaka kandung Adit, andaikan kakek masih ada kebahagiaan Adit akan Sempurna punya keluarga kandung dan Kakek yang begitu menyayangi Adit dengan tulus." Ucap Adit sedih mengenang kakek Bowo saat melihat foto di handphone nya.
" Kita cariin ternya ada disini" Ucap William lega akhirnya ketemu sama Adit
" Kita kira kamu hilang loh Adit, pergi sendirian seperti ini." Ucap Dela kwartir
" Kalian kan lagi bermesraan dan pacaran, sedangkan saya sendirian seperti nyamuk diantara kalian, lebih baik jalan jalan seperti ini sendirian." Sindir Adit sedikit kesel
" Maaf maaf Dit tempatnya mendukung sih buat bermesraan disini" Ucap Reno dengan terkekeh
" Sudah malam pulang yuk, besok kan mau beli persiapan buat nikah kita" Ucap Wiwin merangkul bahunya Adit merasa enggak enak
__ADS_1
" Ya sudah yuk pulang." Lanjut William merangkul pinggang nya Wiwin
Adit, Reno, Dela, Wiwin, dan William. langsung jalan pulang, William yang sudah lama enggak melakukan olahraga panas sama Wiwin, sudah merencanakan diam diam kekamarnya Wiwin.
Dilain sisi, Rizki, Ucok dan Ibnu. menikmati jalan jalan ke Mall. Rizki menemani Ucok dan Ibnu Belanja, Rizki geleng-geleng kepala melihat mereka belanja banyak makanan dan baju.
" Paman lelah anak anak,ada yang masih mau kalian beli?" Tanya Rizki duduk di kursi sambil makan eskrim
" Sudah selesai paman, ya sudah kita pulang paman lanjut besok saja. Paman enggak beli baju dan celana juga" Tanya Ibnu melihat makanan yang dibelinya, Ibnu dari dulu ingin merasakan makan pizza yang ada didalam Mall.
" Orang tua sama anak anak beda yah jiwa foya foya nya, kurang asik tahu paman kalo enggak belanja." Sindir Ucok melihat Rizki
" lebih asik uang sendiri nak, kalo uang saudara itu enggak ada kebanggaan sama sekali, Walaupun dikasih serumah tapi dikasih enggak ada kebanggaan sama sekali, beda sama uang yang sekantong yang kalian pegang ada kebanggaan karena hasil keringat sendiri dan pengorbanan tenaga dan waktu yang kita lalui. jadi buat paman beda maaf yah hehehehe" Lanjut Rizki menepuk bahunya Ucok dan langsung pergi begitu saja
__ADS_1
Ucok dan Ibnu yang mendengar ucapan Rizki merasa diledek dan ucapan Rizki memang bener antara pemberian orang dan hasil sendiri memang beda enggak ada kebanggaan sama sekali cuman ada kepuasan kebutuhan terpenuhi saja. Ucok dan Ibnu jadi kesel dan malu sama ucapan Rizki Barusan.
Dilain sisi, Reno yang ingin memberikan buku ke Dela, seenaknya masuk kedalam kamarnya Dela, Dela yang baru selesai mandi cuman memakai handuk menutupi badannya langsung malu melihat Reno yang ada didekat pintu kamarnya. Reno yang rindu akan olahraga panasnya mendekati Dela membuat Dela mundur perlahan antara takut dan gugup.
" Sayang, kamu mau apa?" Tanya Dela semakin mempererat pegangan handuknya
" Aku tadinya mau kasih buku ini sayang, maaf aku seenaknya masuk kamar eh ternyata kamu lagi mandi." Ucap Reno melihat Dela dari ujung kepala sampai ujung kaki membuat Reno menelan ludahnya
" Aku kangen malam panas kita dimasa lalu sayang, walaupun kamu lupa rasanya tapi aku selalu ingat sayang maaf aku rindu sayang." Sambung Reno gugup
" Lebih baik sekarang keluar sayang, aku mau pakai baju. ingat komitmen kita melakukan itu lagi setelah halal, kalo mau lagi yah segera nikahi aku sayang. aku engga ingin mengecewakan keluarga kamu dan paman aku sayang. maafkan aku enggak bisa lagi kasih bebas seperti masa lalu kita saat aku lupa segalanya." Lanjut Dela nunduk, sejujurnya Dela juga ingin melakukan nya laagi, ada rasa rindu tapi Dela berusaha keras untuk menahan demi menjaga kepercayaan banyak orang
" Huuufff, baiklah sayang, maafkan aku dan selamat tidur, lain kali pintu kamar dikunci ya sayang. selamat istirahat dan sampai jumpa besok sayang, i love you honey." Lanjut Reno melihat Dela dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan langsung jalan meninggalkan kamar walaupun dengan perasaan yang enggak karu karuan.
__ADS_1
Dela yang melihat Reno pergi merasa menyesal karena menolak keinginan Reno, tapi Dela enggak ingin melakukan kesalahan yang sama, Dela langsung memakai bajunya dan sedikit malu Reno dengan jelas melihat D4d4 dan p4h4nya terlihat jelas karena handuknya cukup pendek.