
William langsung memesan kan tiket pesawat untuk tiga orang ke Bali setelah selesai William memerintahkan orang orangnya yang ada di Bali untuk ikut bersandiwara minta Rizki untuk jadi tukang kebun selama sebulan, William langsung telepon bodyguard untuk siap siap ke Bali sekarang juga Reno yang melihat William telefon kesana kemari langsung merasa lega sama pekerjaan yang dilakukan William
" Bagus William saya transfer kamu buat ajak belanja Wiwin sebagai bonus kamu bisa menyelesaikan masalah saya" ucap Reno bahagia dan lega
" Baik pak terimakasih, ingat pesan saya jangan sakiti dan tinggalkan Dela karena kita sudah mengeluarkan banyak uang dan menyelesaikan masalah anda bukan lah hal yang mudah" ucap William merasa lega karena masalah Reno bisa diselesaikan
" Iyah iyah bawel ya sudah kita kembali ke kantor kasihan Dela sendiri" lanjut Reno
Reno dan William langsung menyusul Wiwin yang bener bener menunggu di restoran rumah sakit
Dilain sisi, bodyguard merapihkan baju bajunya untuk ke Bali selama sebulan, Rizki yang diajak ke Bali tentunya bahagia bisa melihat pulau Dewata Bali tapi merasa bingung juga secara tiba tiba diajak ke Bali untuk membantu perkebunan yang ada disana milik Reno. Rizki merasa bahagia karena gajinya pun ditambah
" Apa sudah siap pak Rizki" ucap pak Ujang
" Siap pak yuk berangkat" ucap Rizki yang sudah selesai memasukkan baju bajunya
" Syukurlah uang tambahan dikasih sama pak William" batin bodyguard bahagia
Rizki dan bodyguard langsung ke bandara dengan mobil sewaan beberapa menit mobil yang ditumpangi Rizki pergi kepala desa ke rumahnya Rizki sambil membawa koran beruntung bodyguard yang masih di rumahnya Rizki yang menyambut kehadiran kepala desa yang datang
" Pak Rizki kemana ya pak Anton" ucap kepala desa sambil pegang koran
" Barusan pergi buat bantuin perkebunan milik bos saya ada apa ya" ucap Anton yang melihat koran yang dipegang
" Saya mau kasih lihat berita kecelakaan seminggu yang lalu yang bus dari Malang jurusan Jakarta mengalami kecelakaan kalo enggak salah ingat itu bus yang ditumpangi Dela saya ingin mengajak pak Rizki sekarang juga mencari kebenaran kecelakaan itu" ucap kepala desa peduli dan prihatin
" Ah bus yang ditumpangi keponakan pak Rizki astaga" ucap bodyguard pura pura kaget
" Apa bisa di susul saya kasihan sama pak Rizki selalu melamun memikirkan nasip Dela ternyata ada berita seperti ini jadi enggak tega" lanjut kepala desa kwartir
" Enggak bisa pak sudah di bandara dan tiket pun sudah ditangan enggak bisa dibatalkan duh bagaimana yah" lanjut bodyguard yang panik beneran
" Ya sudah biar saya yang ke Jakarta dulu mencari tahu kebenaran nya sambil menunggu kedatangan pak Rizki" lanjut kepala desa yang langsung pergi
" Astaga masalah lebih besar lagi" batin bodyguard langsung ke toko dan nelefon William lagi
__ADS_1
Dilain sisi, William lagi mengerjakan pekerjaannya didepan nya ada Dela dan Reno betapa kagetnya William mendapatkan telefon dari Malang lagi William langsung ke ruangannya
" Mau kemana" ucap Reno penasaran
" Ruangan saya" ucap William langsung pergi
" Lagi kerja kok pergi begitu saja yah" ucap Dela bingung
" Astaga apa ada masalah lagi" batin Reno mulai enggak tenang
" Sudah lah sayang mungkin William kebelet sayang bagus kan ruangan cuman berdua" ucap Reno tersenyum licik
" Dasar modus" ledek Dela
Reno yang enggak ingin larut dalam asumsi yang belum jelas lebih baik bermesraan sama Dela supaya lebih tenang
Dilain sisi, William langsung ke rumah sakit pelangi untuk melihat data Dela pertama kali, ucapan bodyguard di telefon membuat William langsung panik tentunya orang yang dihadapi bukanlah orang biasa tapi yang punya jabatan walaupun pejabat desa tapi William engga ingin mengaggap remeh
" Astaga Reno masalahnya semakin melebar bahaya ini Reno astaga nekat sih memanfaatkan orang yang sakit dan dianggap hilang" batin William kesal
" Ini buat kamu rubah nama Dela menjadi nama Sukma dan ganti asal Korban kecelakaan disekitar sini sekarang" perintah William memberikan amplop
" Tapi pak" ucap petugas takut
" Tenang semuanya aman dan saya yang akan atur semuanya asal kamu bersikap biasa dan jangan menimbulkan masalah" perintah William panik
" Baik pak akan saya lakukan" lanjut petugas pasrah
" Kalo ada yang mencari nama Dela bilang enggak ada di rumah sakit ini dan cctv akan aman" perintah William takut
William bener bener takut berurusan sama hukum karena masalahnya Reno, tapi William yang sudah biasa menjalankan pekerjaan seperti ini sudah terlatih aman dan selamat
Dilain sisi, Dela yang ingin ke salon ngajak Wiwin yang masih kerja tentunya dengan senang hati menemaninya karena Wiwin sudah lama enggak ke salon
" Sayang mau aku temani ke salon" ucap Reno m3r3m45 p4h4nya Dela dengan lembut
__ADS_1
" aaahhh Enggak usah sayang aku bisa naik taxi sayang sama Wiwin" desa han Dela merapihkan mejanya
" Perempuan kalo ke salon pasti lama aku temani ya please sayang" lanjut Reno m3r3m45 gunung kembarnya Dela dengan lembut
" Aaahhh baiklah sayang" desa han Dela pasrah
Dilain sisi, William memikirkan bagaimana caranya Dela untuk sementara engga masuk kerja akhirnya William mendapatkan ide yang bagus William meminta Reno ke rumah sakit untuk membahas masalah yang akan dihadapi Reno, lagi lagi mendapatkan WhatsApp penting dari William selalu membuat Reno enggak tenang Reno berusaha bersikap biasa saja demi Dela enggak curiga, Reno meninggalkan Dela dan Wiwin di salon
" Aku usahakan segera kembali sayang" ucap Reno pegang tangannya Dela
" Ya sudah sayang ke rumah sakit saja sampai selesai aku akan jalan jalan satu atau dua jam kamu belum datang kita susul ke rumah sakit" ucap Dela yang merasa kasihan melihat Reno yang sibuk mengatur waktu di dua perusahaan nya
" Apa ada kaitannya sama pembahasan waktu itu yah rasanya penasaran tapi takut untuk ikut campur" batin Wiwin penasaran
" Ya sudah yuk Dela kita kedalam mall" ucap Wiwin ramah
" Ya sudah yuk hati hati dijalan ya sayang" lanjut Dela mencium bibirnya Reno
" Oke sayang" lanjut Reno
Dela dan Wiwin keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam mall sedangkan Reno langsung ke rumah sakit ke ruangannya menemui William yang lagi sibuk
" Ada masalah apa lagi William" ucap Reno pasrah
" Kepala desa yang dikampung nya Dela akan ke Jakarta mengecek kebenaran kecelakaan yang dibacanya dari koran pak bodyguard kita dengan hati hati memantau kegiatan kepala desa yang sewaktu waktu ke Jakarta" ucap William panik
" Astaga kenapa seperti ini sih saya niat nolong tapi memanfaatkan Dela dengan niat baik astaga" ucap Reno frustasi
" Niat anda baik tapi rencana anda yang salah, data Dela sudah saya palsukan lebih baik dengan segera kenalkan sama orang tua anda kalo sewaktu waktu ketahuan anda enggak menyesal pak karena saya enggak menyangka kepala desa bisa peduli begitu besar ke warganya" penjelasan William yang akhirnya memaksa Reno
" Baiklah siap kan semuanya supaya saya dan Dela ke Amerika apa lagi dua Minggu lagi Dela mau kuliah astaga" lanjut Reno yang pasrah sama nasip hubungan nya
" Baik pak semoga kepala desa ke Jakarta engga bawa pengawalnya pak" lanjut William tegang
" Ya semoga saja" lanjut Reno dengan lemes
__ADS_1
William langsung menyiapkan jet pribadinya Reno untuk keberangkatan Reno ke Amerika beruntung nya Reno punya pesawat pribadi dalam kondisi darurat seperti ini bisa bergerak Lebih cepat, Reno langsung menyusul ke mall dan kasih tahu rencana Reno mengajak Dela bertemu sama orang tuanya