JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
akhirnya ke Jakarta


__ADS_3

Reno menikmati makanan buatan Dela, Reno bahagia sekali Dela mengajaknya makan di apartemen Wiwin, sedangkan Wiwin merapihkan apartemen sejujurnya Dela merasa enggak enak hati. Melihat Wiwin beberes sedangkan Dela makan bareng Reno, Reno mengeluarkan kunci rumah dan memberikan langsung ke Dela. Dela yang melihat kunci langsung bingung.


" Kunci apa ini" ucap Dela penasaran


" Kunci rumah, kamu mendapatkan fasilitas dari kantor, sebentar lagi kita kesana yah. Enggak mungkin kan paman kamu tinggal disini juga Del." Ucap Reno yang menikmati ikan bakar buatan Dela


" Ya ampun Ren, anda terlalu baik sama saya Ren, Saya enggak enak menerima fasilitas dari kantor Reno." Ucap Dela merasa malu selalu dibaikin sama Reno


" Mau kerja dimana pun yang namanya manajer, bendahara,dan sekretaris. Akan mendapatkan fasilitas dari kantor, ada yang dikasih mobil atau rumah. Saya rasa kamu lebih membutuhkan rumah dari pada mobil, jangan nolak yah Del." Lanjut Reno tersenyum bahagia.


" Terimakasih Reno, terimakasih atas fasilitas yang dikasih buat saya." Lanjut Dela bahagia.


Dilain sisi, William membantu Rizki merapihkan baju bajunya, Rizki yakin untuk tinggal di Jakarta menemani kegiatan Dela. Rizki enggak ingin membiarkan keponakannya menjalankan kehidupan sendiri di Jakarta.


" Rumah pak Rizki, akan di tempati sama bodyguard engga masalah kan pak, kalo lagi ke kota Malang masih bisa nginep kan pak Rizki." Ucap William melihat barang barangnya Dela.


" Boleh pak, terserah anda pak." Ucap Rizki bahagia sekalian masukin baju bajunya


" baju Dela engga usah pak, waktu Dela hilang ingatan pak Reno sudah membelikan banyak baju. biar baju baju disini saja pak." lanjut William, William engga ingin baju baju lusuhnya Dela dibawa.


" ya Allah kalian baik sekali sama keluarga saya, sudah menolong Dela dengan memberikan tempat tinggal, membiayai kuliah, Handphone, baju dan sebagainya." lanjut Rizki merasa beruntung


" jiwa sosialnya pak Reno yang menginginkan nya pak, ya sudah sekarang ikut saya memantau proyek sampai selesai baru kita ke Jakarta yah." lanjut William membawakan tas nya Rizki


Rizki yang akhirnya bisa ketemu Dela merasa bahagia sekali, William merasa bahagia melihat baju baju yang dibawa Rizki kebanyakan baju baju yang baru dibeli bareng bodyguard, Reno memang sengaja memerintahkan bodyguard untuk membelikan Rizki baju dan celana yang bagus Bagus begitu juga dengan sandal.


dilain sisi, Dela dan Wiwin melihat rumah yang diberikan Reno begitu bagus dan luas, Reno merasa puas sama pekerjaan yang dilakukan Wiwin karena barang barang yang dibelikan Wiwin bagus bagus. Dela keliling rumah sambil melihat lihat isi kamar dan dapur.

__ADS_1


" terimakasih Win, kerjaan kamu bagus Win, nanti saya transfer yah ke rekening kamu bonusnya." ucap Reno bahagia


" sama sama pak Reno, saya tahu selera anda pasti mau memberikan yang terbaik buat Dela kan." ucap Wiwin bahagia mendapatkan bonus dari Reno.


Reno langsung menyusul Dela, Dela keliling rumah barunya seperti mimpi mendapatkan rumah luas seperti ini dengan fasilitas yang luar biasa Lengkap bahkan ada kolom berenang nya.


" bagaimana, apa kamu suka dengan fasilitas yang saya berikan." ucap Reno melihat Dela, yang memandangi pemandangan halaman belakang rumah yang ada kolom berenang.


" ini fasilitas yang terlalu mewah Reno, bahkan kulkas anda isi penuh. terimakasih Reno atas semuanya." ucap Dela, Dela merasa perhatian yang diberikan Reno padanya bukan perhatian antara atasan ke bawahan.


" sama sama Del, yah sudah kita sekarang ke bandara. karena paman kamu sebentar lagi sampai bareng William." lanjut Reno yang merasa bahagia selalu bisa memanjakan Dela.


" hayu Reno." lanjut Dela


Dela semakin merasa curiga melihat Wiwin yang selalu menemaninya kemana pun Dela pergi, tapi Dela engga enak banyak tanya sama Wiwin karena yang sudah banyak memberikan bantuan buat Dela. mobil Reno menuju bandara menjemput asisten sialan yang bisa bisanya ledekin dirinya


" Iyah Ren, duh deg degan sekali saya pertama kali kuliah." ucap Dela bahagia seperti mimpi bisa kuliah, Dela dulu enggak ingin memaksa pamannya untuk membiayai kuliahnya karena Dela sadar biaya kuliah cukup banyak dan enggak ingin menjadi beban buat pamannya lagi.


" kamu ambil jurusan apa" lanjut Reno penasaran


" bisnis dan menejemen Ren, sesuai pekerjaan saya saat ini, pengen juga ngerti sebagai staff rumah sakit Ren. sepertinya seru dan deg degan" lanjut Dela karena sering melihat Reno bekerja


" jangan Del pusing, mending kerja kantoran saja. saya saja kalo bukan karena warisan enggak mau Del, apa lagi beban moral kalo pasien sampai meninggal Del." curhatan Reno karena merasakan itu semua


" beban moral lebih merepotkan, kalo pasien sampai ilang ingatan dan engga ada keluarga Del. seperti kamu" Batin Reno antara sedih dan bahagia


" mungkin sih, beda orang beda persepsi setiap pekerjaan ya Ren." lanjut Dela heran, Dela merasa Reno kurang bersyukur sama pekerjaan yang sudah dijalankan nya

__ADS_1


sesampainya di bandara Soekarno Hatta Jakarta, Reno, Dela,dan Wiwin jalan menuju pintu penumpang keluar. Dela yang melihat Rizki keluar bareng William langsung bahagia, Dela langsung lari kearah Rizki dan meluk Rizki dengan haru. Reno yang melihat Dela bahagia merasa lega akhirnya bisa menyelesaikan masalah Dela dengan baik baik, tanpa menimbulkan masalah apapun.


" subhanallah, ya Allah terimakasih akhirnya saya bisa ketemu kembali sama Dela selama tiga bulan enggak ada kabar sama sekali." ucap Rizki bahagia sambil meluk Dela


" Alhamdulillah paman, Dela juga bahagia akhirnya bisa ketemu paman lagi. maafkan Dela paman enggak bisa kasih kabar." ucap Dela dengan haru


" kita ke rumah Dela yuk, kasihan pak Rizki dan William baru datang." ucap Wiwin melihat William


" rumah Dela, kamu beli rumah nak" lanjut Rizki penasaran


" fasilitas dari kantor paman, ya sudah yuk kesana. Dela masak semur jengkol, tempe,tahu,sama sambel kesukaan paman." lanjut Dela bahagia


" sudah lama, paman enggak memakan masakan Dela." lanjut Rizki bahagia


" kamu senyum bahagia seperti itu bikin bahagia sayang, aku akan selalu berusaha membuat senyum kamu enggak enggak akan hilang." batin Reno lega bisa berguna buat orang yang dicintainya


Reno, William, Wiwin, Dela,dan Rizki. langsung jalan menuju rumah baru yang sudah disiapkan sama Reno. Dela menceritakan pengalaman kerjanya ke Rizki membuat Rizki bahagia mendengarnya, perlakuan Reno bener bener istimewa buat Dela. tapi bagi Rizki selama tiga bulan Dela hilang pas ketemu kehidupannya jauh lebih baik.


" paman, Dela antar ke kamar paman yah" ucap Dela bahagia sambil membawakan tasnya Rizki


" Iyah nak" ucap Rizki bahagia langsung ikutin Dela jalan


" Alhamdulillah semuanya sesuai rencana saya, kerja keras kalian berdua bener bener keren terutama kamu William dari awal selalu bisa diandalkan. saya ikut bahagia melihat senyuman nya Dela" ucap Reno melihat Dela dengan bahagia


" sama sama pak, pekerjaan kali ini sungguh luar biasa. tapi endingnya bagus pak." puji William melihat Reno


" saran saya pak, anda langsung menyatakan cinta pak, jangan kelamaan pak takut nya Dela direbut sama orang lain." ucap Wiwin melihat Reno

__ADS_1


" iyah Win, sepertinya dua atau tiga hari lagi saya bilang sama Dela." lanjut Reno yang semakin yakin ingin selalu membahagiakan Dela.


__ADS_2