
Kekepoan Adit
William mengajak Adit ke apartemen baru pertamakali Adit ikut, sebenernya Adit merasa canggung ketemu sama keluarga iparnya..apa lagi Adit belum sepenuhnya yakin William adalah kaka kandungnya, William yang enggak ingin kebiasaan buruknya ketahuan sama Adit berusaha berhati hati menjawab setiap pertanyaan yang Adit tanya kan.
" Kalian ke US seminggu lama sekali" ucap Ucok sedih
" Ya kan buat mencocokan identitas Adit dan orang tuanya ka William, sekalian kasih undangan pernikahan." Ucap William yang engga tega meninggalkan adik adiknya Wiwin
" Kalian kan ada bodyguard yang menemani kalian selama seminggu, setelah selesai kita juga pulang kok." Ucap Wiwin yang engga tega meninggalkan adik adiknya selama ini
" Kalian tinggal satu apartemen?" Tanya Adit penasaran
" Ka William punya dua apartemen Adit, yang satu khusus kaka dan Ucok yang apartemen satunya Ibnu dan ka Wiwin. selama ka William menyiapkan rumah baru mereka sementara tinggal disini dulu." Lanjut William hati hati
" Maaf orang tua kalian kemana, sampai ka Wiwin dan adik adiknya tinggal disini, maaf kepo. Apa lagi nanti kan mau nikah pasti kan harus tahu orang tua" lanjut Adit semakin penasaran
" Kedua orang tua kita sudah meninggal dunia, ka Wiwin sebelumnya SPG di perusahaannya ka Reno. Karena ka Wiwin dan ka William mau nikah akhirnya diajak tinggal di apartemen saja, dari pada tinggal jauh kan enggak tega sama mereka." Lanjut Wiwin hati hati, Adit tipe orang yang kepo juga
" Oh seperti itu, Adit paham, berarti Adit bakal tinggal bareng ka William di apartemen yang satunya lagi." Lanjut Adit yang membuat William melotot kaget
" Syukurin sudah ada ka Adit, engga akan bisa bebas olahraga panas dan tidur sekamar lagi." Batin Ibnu engga suka sama kelakuan kakaknya, semenjak ketahuan kebiasaan buruknya justru dengan santai William dan Wiwin tetep sekamar
" Yah sudah yuk, kita pulang ke apartemen, buat istirahat. Adit sudah mulai ngantuk." Lanjut Adit nguap
__ADS_1
" Ya sudah yuk, kita pulang dulu yah. Sampai ketemu besok." Lanjut William lemes, gagal minta jatah. Niat hati ngajak Adit tinggal bareng Ucok dan Ibnu justru Adit minta tinggal bareng William.
" Hati hati dijalan sayang." Lanjut Wiwin, beruntungnya Wiwin merapihkan baju bajunya William supaya Adit enggak curiga.
Adit dan William langsung meninggalkan apartemen, William yang menahan rindu akhirnya semakin di tahan rindunya. Karena ada Adit. Ibnu yang tahu kakaknya galau berusaha cuek, Ibnu enggak ingin mempermasalahkan yang sudah ada. Selama William enggak macem macem Ibnu berusaha cuek, Ibnu masuk kedalam kamarnya.
Dilain sisi, Reno menemani Dela belajar di teras rumah, Riski menyiapkan cemilan dan kopi buat Reno. Dela yang sebenarnya engga tega merepotkan Reno harus pasrah karena Reno maksa, Reno tahu Dela akan bergadang sendiri buat ngerjain tugas kuliahnya.
" Untungnya cuman sedikit sayang, sebentar lagi selesai." Ucap Reno melihat soal soal di bukunya Dela
" Iyaah sayang akhirnya, sudah malam kamu enggak pulang. Aku engga tega sayang kamu bergadang temani aku belajar." Ucap Dela yang merapihkan bukunya
" Santai saja sayang, sampai jam dua belas aku temani, kan ada sopir dan bodyguard, aku bisa tidur di bangku belakang sayang. Sudah yuk kerjakan sedikit lagi sayang" ucap Reno, Reno membuka buku punya Dela. Reno sampai detik ini merahasiakan CCTV yang dipasang di deket meja dan kulkas.
" Alhamdulillah Reno anak baik, engga salah memberikan restu sama Reno buat jadi pacarnya Dela." Batin Rizki yang duduk di kursi sambil baca buku
Buku pelajaran ke tiga akhirnya selesai juga dikerjakan sama Dela, Dela membaca ulang tulisannya dan langsung merapihkan buku buku kuliahnya. Dela merasa bahagia belajar enggak merasa sendirian.
" Alhamdulillah selesai juga akhirnya, ya sudah aku pulang yah sayang. Habis mandi langsung tidur jangan bergadang ya sayang besok aku jemput kerja ya sayang." Ucap Reno mencium keningnya Dela
" Iyah sayang, terimakasih ya sudah mau cape cape menemani aku belajar, aku terharu sayang." Ucap Dela bahagia, Reno mengantarkan ke kampus nungguin sampai pulang kuliah,dan menemani kerjain tugas kuliah. Dela merasa bahagia punya waktu hampir dua puluh empat jam bareng.
"Sama sama sayang, aku pamit sama paman yah." Lanjut Reno berdiri
__ADS_1
" Hati hati dijalan Reno, terimakasih sudah menemani Dela belajar sampai selesai." Ucap Rizki tiba tiba-tiba saja keluar dari rumah
" Loh paman belum tidur, bikin kaget saja." Lanjut Dela melihat Rizki diambang pintu
" Engga baik anak perempuan dan laki-laki berdua di teras rumah, walaupun belajar. Paman nungguin kalian sampai selesai belajar, paman melihat kalian fokus dan Reno enggak ada modus.sama sekali." Lanjut Riski membuat Dela malu
" Wah paman mirip detektif nih, terimakasih paman mau jagain kita dari dalam rumah. Ya sudah saya pulang dulu sampai ketemu besok calon papah mertua." Goda Reno sambil salim ke Rizki
" Iyaah calon menantu" lanjut Riski terkekeh
" Kalian ini kompak sekali" ledek Dela merasa bahagia melihatnya
Reno langsung masuk mobil, Reno duduk di kursi belakang, Dela yang melihat mobilnya Reno sudah pergi jauh. Langsung bersiap siap mandi dan tidur begitu juga dengan Riski mengunci pintu rumah
Dilain sisi, Reno melihat aktivitas Dela, bener bener Dela langsung tidur engga ada suara Dela atau pun Dela ngambil minum.
" Syukurlah sayang kamu bener bener langsung tidur" ucap Reno bahagia saat melihat CCTV
" Dulu anda pacaran enggak sebucin sekarang Tuan" ledek bodyguard yang melihat kelakuan Reno
" Bener, saya juga heran bisa sebucin ini sama Dela. Tapi saya bersyukur bisa. Memberikan perhatian yang berlebih buat Dela dan pamannya." Lanjut Reno rebahan di jok mobil
" Semoga kalian menua bersama Tuan" lanjut bodyguard penuh harapan majikannya bisa bahagia
__ADS_1
Reno enggak merespon ucapan bodyguard, dalam hati Reno mengaminkan doa yang diberikan dan perlahan memejamkan matanya.