
William membantu Adit dan Reno menjalankan pemakaman kakeknya Adit, William yang melihat Adit jadi engga tega melihatnya. Begitu kehilangan nya Adit sama orang yang sudah susah payah membesarkan Adit seorang diri, William memutuskan untuk nginep di rumahnya Adit, sedangkan Reno mengantarkan Dela pulang.
" Kita pulang dulu yah Dit, yang sabar dan ikhlas ya Dit." Ucap Dela ikut sedih sama apa yang dialami Adit
" Terimakasih ya Del, sudah mau ikut membantu pemakaman kakek saya." Ucap Adit sedih
" Saya antar Dela pulang dulu, kalo ada apa apa bilang ya bro." Ucap Reno melihat William
" Saya disini temani Adit, hati hati dijalan." Ucap William lega akhirnya pemakaman berjalan dengan lancar.
William melihat Reno dan Dela masuk mobil langsung mengunci pintu rumahnya Adit, William melihat koleksi foto fotonya Adit di rumah, betapa kagetnya William Melihat Adit memakai selimut yang ada di dalam foto, tulisan nama Adit yang dibuat mami nya dulu.
" Dit, saya boleh tanya sesuatu" Ucap William ragu, tapi William bener bener ingin memastikan semuanya
" Apa ka" ucap Adit yang masih engga percaya kakek yang selama ini menyayangi nya sudah engga ada
" Selimut di foto ini, apa masih ada Dit" Lanjut William menunjukkan foto bayi yang diselimuti, selimut warna biru gambar Donal bebek.
" Masih ada kak, kakek yang menyimpan nya sampai sekarang. Katanya buat kenang kenangan katanya, memangnya kenapa." Tanya Adit penasaran
Tangan William mendadak lemes, foto yang dipegang William mendadak jatuh dan air mata William mendadak keluar air mata kerinduan.
" Subhanallah, akhirnya ya Allah." Ucap William bahagia, William langsung meluk Adit dengan haru. Adit yang mendadak dipeluk langsung melepaskan pelukannya William dan menatap aneh melihat William.
" Ka William kenapa" ucap Adit penasaran sama William
" Kamu ikut saya memastikan semuanya, kita akan ke Amerika, sekaligus memberikan undangan pernikahan ke orang tua saya." Ucap William semakin yakin Adit adalah adiknya yang hilang selama ini.
" Ikut ke Amerika? Memastikan apa yah ka" tanya Adit bingung
__ADS_1
" Di selimut ini, apa ada tulisan nama Adit, pakai benang warna merah supaya tulisannya terlihat." Lanjut William memastikannya
" Iyah ada ka, masih bagus tulisan nya, sepertinya benang yang dipakai benang bagus ka. Kok kaka tahu ya soal selimut itu." Lanjut Adit semakin penasaran, perasaan sama William baru ketemu hari ini
" Yang jahit nama itu, mami saya Dit dua puluh tahun yang lalu." Lanjut William bahagia dan lega, akhirnya Allah mempertemukan adiknya yang hilang.
" Jangan bercanda ka, saya saja baru kenal ka William hari ini. Bagaimana bisa mami ka William yang menjahitnya, saya lagi berduka ka jangan bercanda yang engga penting." Lanjut Adit kesel sama ucapan William
" Saya enggak bercanda Dit, untuk membuktikan kamu adalah adik kandung saya, kita akan mencocokannya Semuanya akan saya jelaskan kenapa saya bisa bilang seperti ini. Sudah malam besok saya ceritakan semuanya" lanjut William bahagia akhirnya selama dua puluh tahun akhirnya ketemu juga.
" Adiknya ka William?, Aduh saya jadi pusing ka. Ya sudah besok bahasnya ka. Saya lagi berduka diajak bicara seperti ini
Ka William tidur di ruang tamu saja yah. Jangan masuk kamar maaf." Lanjut Adit, Adit memang engga suka orang lain masuk kedalam kamarnya.
" Ya engga masalah Dit, maaf saya bicara ini diwaktu yang engga tepat. Tapi saya enggak bisa menyembunyikan rasa bahagia saya." Ucap William ngalah, William engga mau terlalu maksa Adit
Dilain sisi, Reno yang enggak bisa tidur, melihat cctv didalam kamarnya Dela. Reno yang melihat Dela tidur di sofa sambil meluk bingkai foto, Reno yang penasaran rasanya ingin nelefon Dela tapi nanti ketahuan kalo masang CCTV.
" Foto siapa ya jadi kepo, apa foto mendiang kedua orang tuanya." Ucap Reno memperhatikan matanya Dela seperti basah.
" Kamu rindu orang tua kamu ya sayang, selamat mimpi indah sayang ku." Lanjut Reno mencium layar handphone nya.
Pagi yang cerah, menyapa setiap manusia yang menjalankan kehidupan dengan penuh harapan. William yang sudah bangun duluan memerintahkan bodyguard membelikan sarapan buat William dan Adit, Adit yang biasa bangun pagi langsung jalan ke dapur. Ternyata sudah ada William dengan dua sarapan dimeja makan.
" Sarapan Dit" ajak William, sambil menikmati sarapan nasi uduk
" Boleh ka, terimakasih sudah membelikan saya juga." Ucap Adit, Adit langsung duduk di kursi
" Oh yah soal semalam, maaf ya saya kurang sopan ka. Setelah makan apa mau jelaskan ke saya maksud nya." Sambung Adit menikmati sarapan yang dibeli William
__ADS_1
" Saya maklumi Dit, Iyah saya juga yang salah enggak melihat keadaan kamu, ya sudah setelah makan.saya ceritakan semuanya" sambung William
William kirim WhatsApp ke Wiwin, Wiwin ternyata sudah bangun dan siap siap membuat kan sarapan, membuat William memfoto sarapannya. Setelah makan William ngajak Adit buat ngobrol soal semalaman, William merapihkan bekas sarapannya.
" Sekarang ka William jelaskan yang semalam" ucap Adit serius
William mulai menceritakan semuanya, Adit yang mendengar cerita William engga percaya ternyata dirinya adalah korban penculikan dan disimpan di panti asuhan dengan modus penipuan, air mata Adit mendadak keluar begitu saja. Keluarga yang diimpikan nya, keluarga yang sempet dianggap Adit tega membuangnya di panti asuhan.
" Saya dan orang tua bener bener pasrah pencarian keberadaan kamu, tapi enggak menemukan sama sekali. Jujur saya melakukan pencarian identitas kamu karena niat ingin menolong dari Reno, yang akhirnya membuat saya tahu kamu adalah adik yang dianggap hilang. Bahkan bodyguard Dady dulu enggak menemukan jejak kamu sama sekali" ucap William sedih dan terharu
" Jadi ka Reno ingin saya ketemu keluarga kandung saya, saya punya keluarga utuh." Lanjut Adit engga percaya mendengar ucapan William
" Apa kamu engga bahagia Dit" lanjut William sedikit sedih
" Baiklah ka, saya akan ikut ke Amerika membuktikan semuanya. Karena saya hidup sendirian sekarang, saya akan ikut kelas online. Apa mau mengurusnya" lanjut Adit tiba tiba meluk William, dengan air mata yang mengalir dengan deras.
" Dengan senang hati Dit, saya akan mengurus semuanya Dit. Kamu enggak akan sendirian Dit, ka William akan membuktikan semuanya. Mami pasti bahagia penantian panjangnya Dit." Lanjut William yang meluk Adit dengan air mata yang keluar begitu saja.
William memperlihatkan foto foto masih kecilnya Adit, Adit yang melihatnya bener bener rindu sama keluarga nya. Selimut yang dibilang William bener mami nya yang membuatnya.
" Fotonya masih disimpan ka" ucap Adit engga percaya saat lihat foto di handphone William
" Masih Dit lengkap dari awal sampai terakhir kamu di rumah Dit, kalo kangen sama mami dan Dady. Selalu lihat foto itu Dit, pas ka Reno minta cari identitas kamu dikasih foto bayi punya kamu. Seperti kenal dan karena saya ada pekerjaan jadi enggak terlalu fokus. Saat bodyguard kasih hasil yang diinginkan Reno, saya cocokan foto kamu dari Reno dan di handphone ternyata mirip apa lagi setelah mendengar penjelasan bodyguard Dit." Penjelasan William membuat Adit mulai percaya dengan ceritanya William
" Begini kah cara Allah mempertemukan Adit dengan keluarga kandung Adit, setelah kakek Bowo meninggal dunia." Lanjut Adit matanya lagi lagi keluar begitu saja kenangan indah yang dilalui Adit dan kakek Bowo selama ini.
" Bisa jadi Dit, saya akan mengurus paspor kamu, dan ijin mengikuti kelas online, untungnya Rektor kampus temennya Reno. Dan bisa membantu kamu Dit." Lanjut William bahagia akhirnya Adit percaya
Adit menjawab ucapan William dengan anggukan, Adit mencuci wajahnya karena basah karena air mata. Adit Sangat bahagia akhirnya ketemu juga sama keluarga yang dirindukan selama ini.
__ADS_1