JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
hari pertama kerja


__ADS_3

Seperti biasa Dela setiap pagi melakukan kegiatan masaknya, Dela membuat masakan yang cukup banyak karena Dela ingin memberikan masakan buatannya. Dela ingin berterimakasih ke Reno karena diterima kerja dan baru kerja sudah diijinkan untuk ikut daftar kuliah. Wiwin yang melihat Dela masak langsung foto kegiatan Dela untuk dikirimkan ke Reno, profesi Wiwin sudah beralih profesi dari SPG menjadi ART dan asistennya Dela. Reno yang memberikan gaji dobel untuk Wiwin demi jagain Dela, terutama dari laki laki asing walaupun ada bodyguard tapi lebih pasti ada Wiwin.


" Del, masak apa sepertinya enak sekali." Ucap Wiwin melihat kompor


" Saya buat semur daging, sayur asem, dan sambel terasi." Ucap Dela, sejujurnya Dela bingung kenapa ingin sekali masak ini, padahal di kampung Dela belum pernah masak ini sama sekali.


" Makanan kesukaannya Reno, tanpa sadar kamu ingat kesukaannya Reno walaupun kamu melupakan memori kebersamaan kalian." Batin Wiwin bahagia melihatnya


" Aroma enak Del, yuk makan." Ajak Wiwin mengambil piring


" Kita makan di kantor saja yah, pak Reno minta saya untuk datang lebih pagi ke kantor Win. Enggak masalah kan saya engga enak nolaknya" lanjut Dela merapihkan masakan nya kedalam tempat makan


" dasar bucin modus, selalu punya alasan untuk bareng Dela terus." batin Wiwin kesel


" Ya sudah, engga masalah Del." Lanjut Wiwin.


Dilain sisi, William yang sudah tiba di apartemen Reno, William langsung menghampiri Reno yang sedang siap siap berangkat kerja.


" Pagi sekali pak, biasanya jam tujuh baru jalan ini jam enam pak." Protes William kesel


" Pertama, kamu akan kerjain pekerjaa kantor, lanjut ke rumah sakit bekerja sebentar, baru berangkat ke kota Malang. Saya mau kamu ke Malang enggak sampai disana malam, biar lebih santai ngobrol sama pak Rizki." Perintah Reno, Reno enggak memberitahu niat sebenarnya berangkat pagi, Reno enggak ingin di ledek sama asistennya.


" Yakin karena itu alasannya, bukan karena mau makan masakan Dela, tadi Wiwin WhatsApp saya katanya Dela tiba tiba masak semur daging, sayur asem,dan sambel. Itu kan makanan kesukaan kamu." Ledek William yang tahu keinginan Reno.


" Sial, tahuan saja kamu." Protes Reno kesel


William cuman ketawa mendengar protes sahabatnya itu, William dan Reno langsung berangkat kerja. Begitu juga dengan Dela dan Wiwin berangkat bekerja naik motor tentunya diawasi sama bodyguard, karena Reno engga ingin terjadi apapun sama Dela. Wiwin tiba tiba memberhentikan motornya membuat Dela bingung melihatnya.


" Ya ampun, motornya kenapa win" ucap Dela, Dela pelan pelan turun dari motor.


" Enggak tahu Del, padahal bensinnya full kok bisa mati yah." Ucap Wiwin pura pura panik.


" Terus bagaimana dong,apa kita naik angkot saja yah." Lanjut Dela kwartir kesiangan

__ADS_1


" Jangan Del, sebentar deh saya coba lagi." Lanjut Wiwin pura pura.


Dela melihat ada mobil yang tiba tiba berhenti, Dela melihat pemilik mobil langsung tersenyum bahagia lega akhirnya ada yang bisa nolongin. William dan Reno jalan menghampiri Dela dan Wiwin yang pura pura motornya mogok.


" Motor kalian kenapa" ucap Reno, Reno melihat motor yang didepan Dela.


" Mati mendadak Reno, padahal bensin sudah diisi full aneh. Bisa kesiangan ke kantor." Lanjut Dela panik


" Ya sudah Del, kamu bareng pak Reno saja. Biar saya temani Wiwin cari bengkel bagaimana." Ucap William yang tahu keinginan Reno


" Mana bisa begitu pak, tega sekali saya tinggalkan temen yang lagi kesusahan. Yah sudah kita dorong sampai mendapatkan bengkel" lanjut Dela merasa enggak enak, Wiwin sudah berbaik hati kasih tumpangan tempat tinggal, Dela enggak boleh beberes, cuma boleh masak saja. Sekarang Wiwin kesusahan harus ditinggal begitu saja.


" Ya sudah, kita bertiga saja kalo begitu. Biar William yang urus motor kalian, mana tega membiarkan perempuan yang dorong motor pagi pagi."lanjut Reno, Reno sedikit kesel gagal satu mobil bareng Dela, tapi Reno engga bisa memaksanya.


" Memangnya, enggak merepotkan pak William." Lanjut Dela merasa nyusahkan orang lain.


" Enggak kok, pergi duluan enggak masalah kok, nanti makanannya keburu enggak ke makan loh." Lanjut William pasrah


" Yaah kasihan William, nanti kasih olahraga deh kasihan ngurus motor sendirian" Batin Wiwin


" Kamu masak apa Del" ucap Reno melihat Dela


" Saya masak semur daging Reno, saya buat sebagai tanda terimakasih saya buat kamu. sebagai karyawan baru yang merasa beruntung diterima kerja dan dikasih rekomendasi kampus, seperti mimpi saya bisa bekerja dengan jabatan bagus sebelum lulus kuliah. Semoga doyan sama masakan saya." Ucap Dela melihat Reno.


" Ya ampun Del, padahal engga usah merepotkan seperti ini padahal, diterima kerja karena saya melihat CV kamu. Tapi terimakasih ya sudah mau repot repot." Lanjut Reno bahagia mendapatkan perhatian dari Dela, apa lagi dibuatkan makanan kesukaannya.


Sejujurnya Dela bingung sama apa yang dimasaknya, seumur umur selama dikampung Dela bisa masak ikan goreng, ayam goreng,sayur, sambel,dan tahu tempe saja. Tangan Dela seolah sudah biasa meracik bumbu semur daging dan rasanya enak sesuai lidahnya Dela.


Mobil Reno akhirnya sampai di parkiran kantor, Dela, Reno,dan Wiwin turun dari mobil. Karyawan menyapa atasan mereka yang masuk ke lobi kantor, karyawan melihat penampilan Dela berbeda dari penampilan dua bulan yang lalu, karyawan bener bener enggak ada yang berani bergosip ataupun tanya langsung, ancaman William membuat karyawan takut kehilangan pekerjaan dan enggak mau jadi pengangguran. Karyawan kantor cuman bisa melihat Dela walaupun sikap Dela dan Reno engga se romantis dulu tapi mereka masih berangkat bekerja bareng.


Didalam ruangannya Reno menikmati masakan Dela, Reno rindu masakan Dela setiap hari. Bangun tidur sudah disuguhkan masakan Dela.


" Bagaimana pak, apa anda doyan." Ucap Dela penasaran

__ADS_1


" Ini enak Dela, saya doyan bumbunya pas." Ucap Reno bahagia


" Alhamdulillah pak, kalo anda mau saya masakin bisa bilang pak, tapi jangan mendadak ya pak." Lanjut Dela entah kenapa, Dela merasa bahagia mendengar Reno doyan masakannya.


" Ah, saya jadi enggak enak merepotkan kamu Del" lanjut Reno basa basi


" Santai saja pak, ya sudah saya bekerja duluan ya pak. Selamat menikmati masakan saya" lanjut Dela bahagia sambil jalan kemejanya.


Dela lagi lagi merasa heran sama perasaanya sendiri, tapi Dela berusaha cuek dan engga mau baper. Dela saja baru lihat Reno tapi perasaan nya entah kenapa selalu bahagia saat didekat Reno.


Dilain sisi, William sudah selesai mengerjakan pekerjaan di rumah sakit, Wiwin yang melihat William langsung meluk William.


" Sayang rindu, olahraga yuk di kamar kamu, apa lagi kamu seminggu bakal di kota Malang kan." Ucap Wiwin sedih, waktu bermesraan sama William sekarang jarang apa lagi buat nginep.


" Sama sayang, yah sudah yuk. Biar perjalanan dinas aku semakin semangat sayang," ucap William, William langsung kunci pintu ruangannya.


Wiwin dan William ke kamar istirahat William, William berhasil membuat Wiwin polos didepannya, William langsung mencium bibirnya Wiwin sambil m3r3m45 pelan gunung kembarnya Wiwin. Membuat Wiwin mende sah menikmati sentu han yang diberikan William, dari bibir turun ke l3h3r William langsung menji lat l3h3r nya Wiwin dengan pelan membuat Wiwin mende sah.


" Aahh, aaahhh rindu aku sayang, rindu bermesraan sama kamu sayang." Desa han Wiwin menikmati tangannya William, tangannya William menari dengan indah.


" Sebentar lagi pamannya Dela pasti ke Jakarta, Dela kemungkinan akan dapat rumah baru sayang, itu artinya aku akan bebas nginep di apartemen kamu lagi sayang. Aku juga rindu" ucap William tangannya semakin lincah menari dengan indahnya.


" Aaahhh, syukurlah kalo dapet rumah sayang, aaahhh luar biasa sayang" desa han dan godaan Wiwin


William puas melakukan aksi panasnya, setelah selesai William bersiap siap ke bandara untuk ketemu sama Rizki, Wiwin mengantarkan William ke parkiran apartemen.


" Hati hati dijalan sayang, terimakasih sudah mau olahraga bareng aku" ucap Wiwin mencium bibirnya William.


" Sama sama sayang, aku juga rindu makanannya pas kamu minta aku langsung kasih, ya sudah aku jalan yah sayang." Ucap William mencium l3h3r nya Wiwin, dan meninggalkan jejak disana membuat Wiwin melotot melihatnya.


" Astaga, kok dibikin jejak sih sayang." Protes Wiwin melihat lukisan senja


" Biar kamu selalu rindu aku sayang, yah sudah aku berangkat yah sebelum Reno ngamuk." Lanjut William dengan terkekeh

__ADS_1


Wiwin langsung keluar dari mobil, dan membiarkan William pergi beberapa hari. Saat mobil William sudah pergi jauh Wiwin langsung masuk apartemen.


__ADS_2