JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
Jalan jalan sama camer


__ADS_3

William yang sudah berhari hari enggak melakukan olahraga panasnya, diam diam ke kamarnya Wiwin, Wiwin sudah siap menyambut kedatangan William. William langsung kunci pintu kamarnya Wiwin dan langsung meluk Wiwin yang pakai kimono terlihat jelas gunung kembarnya Wiwin membuat William langsung memainkannya


" Bagaimana kabar anak kita sayang, aku rindu sekali sayang tidur sekamar lagi. kangen seperti ini lagi gunung kembar favorit Akku sayang." Ucap William m3r3m45 lembut gunung kembarnya Wiwin


" Aaaahhh, kondisinya baik sayang, aaaa sama sayang aku juga rindu sayang tapi kita olahraga pelan dan sebentar doang saja." Desa han Wiwin menikmati l3h3rnya diji lat lembut sama William


" Aku faham ibu hamil sayang." Lanjut William, William menciumi wajahnya Wiwin tanpa dilewati sama sekali, tangannya William semakin semangat m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin. William memainkan pucuk dengan lembut membuat Wiwin merasakan geli geli luar biasa, tangannya Wiwin meluk kepalanya William membuat William semakin memperdalam memainkan gunung kembarnya dengan lembut.


" boy or girls lahir ini akan jadi hak salah satunya, ayaah pasti dilarang mencicipinya juga." Protes manja William sambil memainkan pucuk gunung kembarnya Wiwin


" Sabar sayang cuman dua tahun saja ngalah sama anak, kalo kita punya banyak anak yaah ngalah bertahun tahun dong yah sama anak karena ada ASI ha-ha-ha" Lanjut Wiwin dengan ketawa yang ditahan


" Aku akan berusaha menahannya sayang, sekarang jatah aku sepuasnya sebelum anak kita launching." Lanjut William tangannya menari dengan Indah di badan nya Wiwin


William langsung mengajak Wiwin rebahan dan melakukan olahraga panasnya

__ADS_1


waktu terus berjalan, bulan berganti matahari yang memberikan cahaya yang sangat indah dan sangat dibutuhkan bagi tulang.


Dela bersiap siap untuk jalan jalan sama camer kelilin Mall. di Washington, Dela bahagia sekali mendapatkan camer yang baik dan engga sombong. Reno menyendiri di ruang kerjanya, Dela nyusul Reno dan mengajak Reno jalan jalan. Reno yang melihat Dela jalan kearahnya langsung tersenyum bahagia melihatnya.


" Sayang, duduk disini dipangkuan aku." Goda Reno melihat Dela.


" Aku disini saja, modus nanti kalo sudah nafsong rayu aku buat olahraga panas lagi. aku enggak mau." Protes Dela yang tahu keinginan Reno


" Ahahaha maaf ya ketahuan juga niat aku, mau kemana sayang rapih sekali." Lanjut Reno ketawa niatnya ketahuan sama Dela


" Oeke sayang, sebentar yah aku rapihkan meja aku dulu." Lanjut Reno bahagia, Dela membantu Reno merapihkan barang barangnya.


" Lat's go honey" Lanjut Reno mencium keningnya Dela


Dela menikmati ciuman yang diberikan Reno, sejujurnya Dela ingin minta lebih tapi Dela belum siap melakukan sebelum menikah. Dela langsung ikuti langkah Reno meninggalkan ruang kerjanya Reno

__ADS_1


Dilain sisi, Wiwin merasa mual menemani mamahnya William masak, Wiwin enggak kuat mencium bau bumbu. Wiwin langsung jalan ke kamar mandi yang ada di dapur, mamahnya William yang melihat menantunya muntah cuma bisa tersenyum karena faham cuma wanita hamil yang engga kuat sama bumbu masakan.


" Kita akan beli daster sebelum kita ke Indonesia melakukan pernikahan kalian." Ucap mamahnya William menatap perutnya Wiwin


" Buat apa mami daster, saya enggak suka pakai itu." Ucap Wiwin, Wiwin enggak kuat terlalu lama di dapur.


" Sudahlah Win, mami tahu kamu dari tadi nahan mual, cuma ibu hamil yang enggak kuat menahan aroma masakan dan bumbu bumbu nya. kita kesana saja biarkan ART yang melanjutkan, mami engga ingin calon cucu mami kenapa kenapa" Lanjut mami nya William sambil ngelus lembut perutnya Wiwin


" Maafkan saya mami, sudah ngisi sebelum nikah." Lanjut Wiwin merasa malu


" Mami tahu kebiasaan buruk anak mami, dan tahu anak mami pria yang bertanggung jawab, apa lagi pekerjaan nya yang engga bisa bikin William seenaknya." Lanjut mami nya William ramah, sejujurnya marah sama kelakuan Wiwin dan William tapi sadar William kurang kasih sayang dan perhatian


" Yah sudah sekarang kita ke Mall ajak Adit dan William, kita belanja banyak hari ini." sambung mamahnya William lembut


Wiwin dan maminya William jalan ke ruang kerjanya William, Adit membantu William Bekerja, Adit yang merasa bosan meminta membantu William mengecek email dari kampus yang Adit tempati menimba ilmu.

__ADS_1


__ADS_2