JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
modus interview


__ADS_3

Beberapa hari, Dela sudah boleh pulang dari rumah sakit, Dela ditemani sama Wiwin untuk ke ruangannya Reno, kebetulan di ruangannya Reno ada William tentu membuat Wiwin merasa bahagia melihatnya. Wiwin merasa rindu bermesraan sama William.


" Kita kembali ke ruangan dulu pak Reno permisi" ucap William langsung keluar ruangannya Reno.


" Iyah silahkan William, oh yah kamu yang waktu itu di rumah sakit kan." Ucap Reno basa basi


" Iyah pak, saya Dela, saya ingin melamar pekerjaan di perusahaan bapak." Ucap Dela ramah


Reno melihat penampilan Dela hari ini penampilan sangat formal dan terlihat cantik, rencanya Reno berhasil membuat Dela tetep memakai baju kerjanya.


" Coba, saya lihat CV kamu" lanjut Reno pura pura


" Ini pak, silahkan dibaca" lanjut Dela, Dela deg deg an sama CV nya.


" Prestasi kamu bagus juga, ya sudah saya langsung terima kamu sebagai sekertaris saya, mulai besok sudah bisa kerja disini, gaji kamu tiga puluh juta sebulan dengan fasilitas rumah, dan apa kamu mau kuliah sesuai rekomendasi dari kantor." Penjelasan Reno yang sengaja langsung menerima Dela tanpa tes dulu, karena pengalaman dua bulan cukup buat Reno melihat kwalitas kinerjanya Dela.


" Serius pak, Alhamdulillah ya Allah, terimakasih pak terimakasih pak, Iyah saya mau kuliah sesuai rekomendasi dari perusahaan pak" lanjut Dela bahagia, ternyata hokinya di perusahaan Reno.


" Ruangan kamu bareng sama saya, itu meja dan kursi untuk kamu kerja besok Del semoga bisa betah kerja disini." Lanjut Reno bahagia akhirnya rencanya berhasil


Reno mengantarkan Dela ke ruangannya William, sekalian mengantar Dela untuk pulang, tentunya Reno sudah memerintahkan Wiwin untuk turutin apa yang Reno inginkan.


" Engga masalah pak saya pulang sendiri, masa karyawan baru diantar pulang sama atasan baru." Tolak Dela merasa engga enak


" Enggak masalah Dela, lagian searah kok saya mau ke tempat proyek saya. Ya sudah yuk." Ajak Reno tersenyum ramah


" Iyah Del, saya juga masih ada kerjaan Del jadi enggak bisa temani kamu pulang, engga masalah kok pulang sama pak Reno bos yang baik sama semua karyawan." Bujukan Wiwin yang sedikit maksa sebenarnya


" Ya sudah pak, Win saya pulang duluan yah." Lanjut Dela pasrah


Reno langsung keluar dari ruangannya William diikuti sama Dela, karyawan yang melihat penampilan Dela merasa aneh tapi karyawan sampai detik ini enggak ada yang berani bertanya langsung di kantor maupun di luar kantor, Reno dan William termasuk atasan yang jarang kumpul sama karyawan mengingat kesibukan keduanya. Didalam mobil Reno berusaha untuk seakrab mungkin sama Dela, Dela merasa nyambung dan asik ngobrol sama Reno atasannya membuat Dela engga merasa bosan berlama lama didalam mobil Reno.


" Kamu tinggal di kota Malang yah" ucap Reno melihat Dela

__ADS_1


" Iyah pak, saya ke kota ini sendirian buat merantau pak." Ucap Dela Ramah melihat Reno yang ganteng dan baik lagi


" Jangan panggil pak, kalo diluar kantor panggil saja nama saya Reno biar lebih santai, kalo sebutan pak tua sekali saya. Usia kita cuman beda lima tahun engga jauh banget kan" lanjut Reno dengan terkekeh, Reno nahan keselnya dengan panggilan Dela untuknya.


" Baik Reno, sepertinya kamu sudah hafal apartemen Wiwin." Lanjut Dela merasa heran


" Namanya juga atasan tahu alamat karyawan dong, oh ya besok jangan telat datangnya yah, datang sebelum jam tujuh" lanjut Reno, Reno ingin perlahan punya banyak waktu untuk Dela


" Ya sudah, Reno saya masuk dulu. Terimakasih atas tumpangannya." Lanjut Dela tersenyum ramah, Dela langsung keluar dari mobil dan masuk ke apartemen. Bodyguard yang biasa jagain Dela, diperintahkan sewa apartemen disebelah supaya bisa jagain Dela dua puluh empat jam.


Dilain sisi, Reno memerintahkan William untuk beberapa hari tinggal di kota Malang dan kasih tahu keberadaan Dela, William yang mendengar perintah Reno langsung tersenyum bahagia ternyata Reno enggak tega setiap hari mendengar laporan kalo Rizki selalu rindu sama Dela.


" Saya salut sama anda pak, anda mau terus terang sama pak Rizki." Ucap William melihat Reno


" Saya enggak ingin karena pak Rizki marah, saya sulit untuk ketemu sama Dela bahkan Dela disuruh keluar kerja saya enggak ingin kehilangan Dela." Ucap Reno melihat foto Dela di handphone nya, foto yang masih disimpan setiap rindu sama Dela.


" Baiklah saya akan ke kota Malang, tapi saya ajak Wiwin ya pak." Lanjut William nyengir


" Cie iri yah pak, baiklah saya ngalah enggak tega melihat bos laknat saya merana enggak bisa modusin Dela, pasti mau manfaatin Wiwin kan pak hahahaha." Lanjut William tertawa puas


" Sialan" protes Reno kesal


Reno langsung kembali ke ruangannya dengan perasaan kesal, sebenarnya yang dibilang William memang benar. Reno akan manfaatkan Wiwin untuk sering ketemu sama Dela.


Dilain sisi, bodyguard yang mendapatkan perintah dari William, bodyguard langsung merapihkan kamar khusus William. Rizki yang melihat bodyguard sibuk langsung menghampiri bodyguard yang lagi sibuk.


" Pak, tumben kamarnya pak William dibersihkan, memangnya pak William mau kesini." Ucap Rizki yang membantu mengambil seprai baru


" Iyah bener, besok katanya mau kesini naik jet pribadinya, dan beberapa hari pak William akan nginep disini." Ucap bodyguard yang nyapu dan ngepel kamarnya William, sebenarnya kamarnya enggak kotor, karena sudah lama enggak dipakai membuat bodyguard merapihkan lagi.


" Pak Reno enggak ikut, saya mau kenal sama pemilik toko ini, pak Reno selalu baik sama saya mau terimakasih secara langsung." Lanjut Rizki merasa beruntung mendapatkan bos yang baik nya keterlaluan berlebihan


" Nanti juga kesini, ya sudah kita mau menyiapkan kebutuhan buat pak William." Lanjut bodyguard langsung pergi

__ADS_1


Dilain sisi, Dela mendaftar online untuk mulai masuk kuliah, Dela merasa bahagia mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bisa kuliah juga dengan biaya sendiri. Wiwin yang melihat Dela sibuk diam diam melakukan Vidio call sama Reno, Reno yang mendengar kan ucapan Dela tersenyum bahagia.


" Del, bos baru kamu bagaimana menurut kamu." Ucap Wiwin, saat sambungan telefon terhubung.


" Baik, dan hebat lagi masih muda punya dua pekerjaan keren sih, apa lagi pekerjaan nya berbeda lagi kan." Ucap Dela, Dela membuat Reno bahagia mendengar nya


" Memang pak Reno baik, oh yah ke kantor kita bareng yah biar bisa naik mobil jangan naik motor." Lanjut Wiwin


" Enak naik motor lebih cepet tahu, kalo kena macet enggak terlalu lama." Lanjut Dela yang kurang setuju naik mobil.


" Kamu bikin motor pura pura mogok, besok biar saya yang anterin kalian berdua pura pura lewat" ucap Reno, Reno selalu suruh Wiwin pakai hetset setiap melakukan Vidio call tanpa menjawab pertanyaannya didepan Dela.


" Yah sudah, saya setuju Del." Lanjut Wiwin pasrah


" Dasar modus, bisa saja mendapatkan kesempatan bareng." Batin Wiwin heran sama Reno.


Dela sudah selesai mengirimkan data diri dan langsung merapihkan laptop nyaa dan ngajak Wiwin masak, membuat Reno melanjutkan Vidio call nya.


" Tawarin Dela mau enggak ngajak William dan saya, bilang besok William melakukan perjalanan dinas ke luar kota." Perintah Reno, Reno rindu masakan Dela.


"Del, kita ajak pak William dan pak Reno makan disini mau yah, besok pak William perjalanan dinas, kita bisa kasih masakan kita." Lanjut Wiwin melihat Dela, Dela sudah sibuk mulai motong sayur.


" Boleh Win, kalo sudah selesai saja baru ditelepon yah." Lanjut Dela, Dela fokus motong sayur.


" Oke nanti saya telfon mereka" lanjut Wiwin melihat handphone nya.


" Oke Win, saya siap siap sampai kamu nelepon." Lanjut Reno bahagia langsung matiin teleponnya


" Dasar bucin yang terhalang keadaan" batin Wiwin ledek Reno yang sudah mematikan telfonnya.


" kamu lagi dengerin apa win, sepertinya serius sekali." lanjut Dela penasaran


" ah enggak kok Del, sini saya bantu memasak." lanjut Wiwin langsung memasukan handphone kedalam kantong.

__ADS_1


__ADS_2