
Sudah dua bulan Dela enggak sadar kan diri, setelah berusaha keras untuk mengingat masa lalunya, Reno lebih memilih mengerjakan pekerjaannya di kamar rawatnya Dela membuat karyawan rumah sakit bulak balik ke kamar rawatnya Dela. Begitu juga dengan William yang sabar dan memaklumi kondisi Reno yang bener bener ingin menunggu Dela selama koma , bahkan Reno rela tidur di rumah sakit demi menunggu Dela.
" Bagaimana Reno, apa ada perkembangan dari kondisi Dela." Ucap William yang baru datang, sekalian bawa berkas dan makan siang buat Reno.
" Belum William, kata dokter ini akibat otaknya Dela terganggu karena Dela memaksakan diri untuk kembali ingat masa lalu tapi enggak lama lagi sadar katanya" ucap Reno, yang melihat infus Dela.
" Semuanya sudah saya siapkan Reno, saat Dela sadar orang yang seolah deket sama Dela bakal kita bilang Wiwin." Lanjut William, yang pegang denyut nadinya Dela.
" Sepertinya sebentar lagi Dela sadar, lebih baik Wiwin nginep disini saja Ren, kita nginep di ruangan kita karena bisa kapan saja Dela sadar." Lanjut William harap harap cemas, terkadang prediksi William meleset enggak pernah membuat Reno marah sama William, karena tahu William sama seperti Reno pembisnis karena sebagai pewaris rumah sakit yang memaksakan Reno dan William belajar memahami ilmu kedokteran.
" Baiklah, minta Wiwin siapin baju dia untuk nginep di kamar ini, kamu jemput Wiwin sekarang" lanjut Reno, pegang tangannya Dela.
" Permisi kalo begitu..." Lanjut William
Dilain sisi, Wiwin yang mendapatkan WhatsApp dari William langsung bersiap siap untuk ke rumah sakit, Wiwin juga menyiapkan baju untuk William, Reno dan Dela.
" Sayang, apa semuanya sudah siap" ucap William, yang peluk Wiwin dan mencium l3h3rnya Wiwin dengan mesra.
" Olahraga yuk, sebelum kita temenin Reno dan Dela di rumah sakit." Goda Wiwin, Wiwin membalikkan badannya langsung menerima ciuman dari William, tangannya William m3r3m45 gunung kembarnya Wiwin dengan lembut, membuat Wiwin ingin mende sah menikmati olahraga indah yang diberikan William.
" Sayangnya aku, apa kamu rindu." Bisik William, di telinganya Wiwin membuat Wiwin merinding mendengar nya.
" Sangat sayang, yuk sebelum Reno mengganggu olahraga kita." Goda Wiwin, langsung polos didepannya William, Wiwin rebahan di kasur, membuat William tersenyum bahagia perlahan lahan rudalnya dimasukan kedalam goa yang dirindukan, perlahan dimaju mundurkan membuat Wiwin perlahan mende sah karena pergerakan lembut pinggangnya William.
" Terus lah mende sah sayang, membuat aku semangat memaju mundur kan pinggang aku, dan semakin semangat m3r3m45 gunung kembar kamu sayang." Godaan William, William selalu pelan pelan tapi pasti memaju mundurkan pinggang nya, membuat Wiwin menikmati pergerakan yang diberikan William.
__ADS_1
" Aaahhh sayang" desa han Wiwin, sambil meluk William dan sambil menikmati olahraga yang berikatan William.
" Sayangnya aku, suaranya semakin cetar dong." goda William, sambil terus memanju mundurkan pinggang nya dengan luar biasa.
" Aaahhh sayang, aaahhh sayang, luar biasa sayang aaaahhhhh" desa han Wiwin, semakin cetar semakin menikmati olahraga indahnya.
Cairan pun akhirnya keluar, dan dimasukkan kedalam pangkal pahanya Wiwin.
" Terimakasih sayang, yuk mandi dan bersiap ke rumah sakit." Ucap William, mencium keningnya Wiwin.
" Sama sama sayang" ucap Wiwin, lemes lemes luar biasa. Langsung bangun dan jalan menuju kamar mandi.
Dilain sisi, Reno dengan telaten membersihkan badannya Dela, Reno ingin Dela selalu bersih walaupun dalam kondisi koma. Reno yang melihat gunung kembarnya Dela langsung nafsong ingat masa masa indah saat gulet bersama.
" Huff, tahan Reno jangan bikin kesalahan lagi, cukup sekali sudah dimaafkan sama Dela jangan bikin masalah lagi tahan." Batin Reno gugup, Reno menahan nafsong nya ternyata, tongkat saktinya langsung beraksi yang enggak bisa ditahan.
" Masa indah yang akan menjadi kenangan manis, rasanya ingin melakukan nya lagi tapi enggak tega membuat kamu sedih lagi sayang." Batin Reno, memainkan area sensitifnya Dela, dan langsung melanjutkan memakaikan bajunya Dela dengan sempurna.
" Nah sudah bersih, sudah wangi, aku menunggu mu sadar sayang." Ucap Reno mencium keningnya Dela, dan Reno langsung jalan cepet ke kamar mandi melakukan solo karir akibat hayalan nya sendiri.
Dilain sisi, William dan Wiwin masuk begitu saja ke kamar rawat inap Dela, betapa kagetnya Dela sendirian enggak ada yang jagain. Wiwin mendengar suara aliran air mengalir dari dalam kamar mandi.
" Jam segini Reno mandi, tumben sekali dia." Ucap William, merasa heran mendengar suara air mengalir.
" Kalian kapan sampainya" ucap Reno, saat keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
" Barusan sampai Reno, eh tumben masih siang begini jangan jangan habis solo karir yah." Ledek William, William terkekeh melihat temennya sekaligus kasihan nafsong nya harus di tahan terus menerus.
" Iyah wil, tadi habis membersihkan badannya Dela. Yah sudah deh kita ke ruangan kita kerja biar Wiwin yang temani Dela selama kita kerja" perintah Reno, Reno jalan kearah Dela yang masih setia memejamkan matanya.
" Sayang nya aku, aku kerja dulu ya sayang." ucap Reno, sambil mencium keningnya Dela dan langsung pergi
" Sayang, tolong jagain Dela yah, aku dan Reno mau kerja dulu yah." Ucap William, langsung mencium keningnya Wiwin dan langsung menyusul Reno.
" Iyah sayang, semangat bekerja." Ucap Wiwin, Wiwin langsung duduk disampingnya Dela.
Dilain sisi, Rizki melihat akte tanah dan rumah didalam kamarnya, Rizki sambil melihat fotonya Dela dan sambil nangis mengingat rumah peninggalan orang tuanya Dela harus dijual.
" Apa rumah ini dijual saja ya, supaya lebih cepat mencari Dela di Jakarta" ucap Riski, Riski meluk fotonya Dela dan akte rumah.
Rizki langsung siap siap ke toko, Rizki langsung jalan ke toko dengan penasaran enggak karuan, bodyguard yang melihat Riski pucet langsung memberikan minuman untuk Riski.
" Muka bapak kenapa" ucap bodyguard, yang memberikan jus buah ke Riski
" Saya mau jual rumah saya pak, buat tambahan saya ke Jakarta pak." Ucap Rizki sedih, sejujurnya engga tega menjual peninggalan orang tuanya Dela.
" Apa anda yakin menjual rumah, anda pikirkan lagi pak. Kalo Dela tahu rumah peninggalan orang tuanya dijual apa enggak akan sedih, sabar pak anda kan sudah nabung tiga bulan kan sudah lumayan kan pak, dua bulan lagi saya rasa cukup bekel anda buat ke Jakarta." Lanjut bodyguard, makan cemilan.
" Astaghfirullah, saya enggak ingin Dela kecewa baiklah saya akan sabar pak. Terimakasih sudah memberikan saya saran." Lanjut Rizki, menyesal sama idenya
" Ya sudah yuk kita kerja kembali pak, jangan fikirkan keinginan terus supaya enggak sakit kepala." Lanjut bodyguard, masuk duluan ke dalam toko.
__ADS_1
Rizki yang melihat atasannya masuk duluan kedalam toko langsung menyusulnya, Rizki mulai fokus bekerja melupakan sejenak masalahnya.