JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG

JANGAN LEPASKAN TANGANMU SAYANG
Jangan ngambek dong sayang


__ADS_3

Dela dan Wiwin, yang merasa kesal sama ucapan suami suaminya, memutuskan untuk kembali ke hotel mood mereka kacau yang difikirkan Reno dan William candaan olahraga panas enggak seru ditempat sempit, mampu membuat Dela dan Wiwin kesel. sejujurnya jalan jalannya belum puas.


" Yakin kembali ke hotel sayang?" Tanya Reno merangkul bahunya Dela


" Iyah aku malas sama kamu" Ucap Dela ketus moodnya tiba tiba berubah


" Kalian mengganggu kesenangan kita menikmati musium ini, sepanjang kalian melihat koleksi kartun Doraemon ucapan kalian selalu ke messssuuummm selalu komentar yang enggak enak didengar. mending pulang saja. mengganggu waktu liburan." Ucap Wiwin kesel melihat William, Wiwin dan Dela langsung masuk mobil


" Astaga wanita hamil kenapa bisa baper sensitif begini sih, cuman bahas olahraga panas saja mereka sampai ngambek heran." Protes William heran


" Kita juga enggak bisa jaga ucapan sih, siap siap nanti malam mereka pasti lanjutin ngambek soal olahraga panas." Lanjut Reno pasrah


William dan Reno masuk kedalam mobil melihat Dela dan Wiwin ngobrol tanpa mempedulikan suami suaminya, yang nafsong sama pembahasan mereka.


" Sama Win, saya juga mau pakai itu nanti malam" Ucap Dela sengaja, Dela dan Wiwin merencanakan kerjain suaminya bisa bisanya lagi jalan jalan membahas olahraga panas sambil komentar yang enggak aasik

__ADS_1


" Jangan lupa warna merah Del, apa lagi buat ibu hamil bagus sekali dipakenya." Ucap Wiwin sengaja, Wiwin bisa membayangkan suaminya sudah nahan nafsongnya


Mobil sewaan Reno melaju dengan kecepatan sedang, membuat Dela dan Wiwin melanjutkan obrolannya. Reno dan William yang berusaha diam alias cuek akhirnya nimbrung sama pembicaraan mereka, pertanyaan Reno dan William enggak ditanggapi.


" Apa mereka membahas soal ranjang yah, begini nih kalo istri ngambek ngajak ngajak." Batin Reno menyesal


" Sayang, mau beli makan enggak buat di hotel?" Tanya William, William tahu istrinya pasti lapar di tengah malam


" Boleh, ayah saja yang beli bunda malas sama ayah." Ucap Wiwin ketus melihat William


" Iyah dong, kalian juga dong ada panggilan sayang biar beda dan enak didengar nya." Lanjut William, diam diam tangan William pegang p4h4nya Wiwin


" Jangan pegang pegang, katanya bermesraan ditempat sempit enggak asik" Sindir Wiwin semakin kesel melihat William


" Sebelah saya juga sama, no jatah selama ngambek." Ancam Dela melihat Reno dengan tatapan mautnya

__ADS_1


" Astaga mami sayang, jangan ngambek dong kan kita lagi bulan madu." Bujuk Reno memelas


" malam ini no jatah, besok kalo bicara seenaknya bikin mood kita jelek no jatah sampai waktu liburan selesai setiap hari begitu, intinya salah bicara no jatah. buat malam ini no jatah." Ancam Dela dengan serius


" Astaga" Lanjut Reno frustasi mendengar ucapan Dela


" Aku usahakan enggak sembarangan bicara sayang, tapi meriksa kondisi bunda boleh kan?" Tanya William kwatir


" Boleh Jangan modus, ketahuan no jatah lebih panjang lagi." Lanjut Wiwin membiarkan William menjalankan kewajibannya


Reno dan William cuman bisa pasrah mendengar keinginan Dela dan Wiwin tanpa memaksa, karena semakin dipaksa semakin panjang marahnya.


Dilain sisi, Adit mendengar penjelasan dosen, sebentar lagi, akan ada praktek kerja selama tiga bulan, Adit merasa sedih sekali karena impian praktek kerja bareng Chandra kini cuman kenangan. Adit masih ingat keinginan Chandra ingin sekali bisa praktek kerja di kantor pemerintahan daerah, ayah nya Chandra mempunyai kenalan pejabat dan sudah setuju soal keinginan praktek kerja yang diinginkan Adit dan Chandra dulu.


" Chandra, dua Minggu lagi seharusnya kita bisa mengajukan praktek kerja. ego merusak dan menghancurkan impian kita bro" Batin Adit sedih dan kecewa.

__ADS_1


__ADS_2