
Saat semua orang yang berada di sana menatap mereka, Tino datang bersama dokter. Memeriksa keadaan Gres, dia ingin menyampaikan sesuatu tapi diluar ruangan. MB mengajukan diri sebegai wali darinya, mereka berdua bicara diluar.
"Dok, dia sepertinya tidak mengingat siapa dirinya ... " kata MB menatap dokter.
"Dikarenakan saat terjadinya kecelakaan, kepalanya terbentur sangat keras. Sehingga Menyebabkan dia hilang ingatan sementara atau selamanya, kami akan terus pantau keadaan dia," ucap dokter.
"Apa ada cara mengembalikan ingatannya, dok?" tanya MB mengkhawatirkan keadaan Gres.
"Mungkin, dengan adanya dukungan dari orang-orang terdekat. Mungkin saja, akan membantunya tapi ... Jika dia tidak mampu mengingat sesuatu, jangan terlalu membiarkannya memaksakan diri untuk mengingat, karena itu akan mengganggu mentalnya. Baik saya masih ada pasien yang harus diperiksa permisi,"
"Iya dok."
Mereka mulai menanyai gadis yang tidak bisa mengingat bahkan namanya sendiri, Tino dan Teri menanyainya berbagai pertanyaan. Gres ingin sedikit bersandar, sulit baginya.
Saat itu pun MB datang memegang pundaknya, menyiapkan bantal lalu disandarkan tubuhnya perlahan ke bantal itu. Gres menatap cowok yang membantunya terlihat aneh, kini pertanyaan mulai datang memenuhi benaknya.
"Gres, inget nama itu. Lo coba liat muka gue yang ganteng ini, pasti inget sesuatu," kata Tino mengkedipkan sebelah mata kirinya genit.
"Apaan si lo! Udah Gres jangan didengerin, dia calon orang gila Tino," tambah Latus sedikit ketus.
"Nah, lo pasti inget gue, pangeran jail di kelas. Yang disebelah lo cinta- " ucap Teri terhenti saat MB menatapnya tajam.
"Cinta banyak orang maksudnya, hehehe," langsung berkata demikian karena terlalu kejam tatapannya.
"Gres itu baru siuman, dan mulai membaik. Udah mendingan kita biarin dia istirahat dulu, entar kalau udah sembuh dan di bawa pulang baru kita bantu mengingat sesuatu," tandas Esa sedikit kesal menatap mereka berdua.
"Tumben kata-katanya bener," sapa Hafis secara tiba-tiba.
Seperti biasa pipi Esa memerah.
Diam-diam Cery membesuk Gres, dia merasa sedih melihat keadaannya yang tidak dapat mengingat apa pun. Mengintip melalui jendela, ruangannya.
***
Dalam waktu hampir dua bulan Gres sudah kembali bersekolah, pada hal ia baru diperbolehkan pulang. MB mengantar dan menjemputnya, sangat mengkhawatirkan keadaannya. Duduk di bangku taman bersama MB, berulang kali ketakutan saat bicara dengannya bahkan dengan orang lain.
Tali sepatu Gres lepas, dan MB melihatnya, jongkok memperbaiki tali sepatunya. Gadis itu awalnya menolak, namun cowok itu tetap bertahan memegang tali sepatunya. Tak sengaja ia melihat kalung keluar dari kerah MB, ia mengingat anak kecil pernah memperlihatkan kalung itu padanya. Kepalanya mulai pusing, ia hampir menjatuhkan dirinya.
Selesai mengikat tali sepatunya, MB memperhatikannya, wajahnya pucat pasi, terlihat kesakitan dan terus memegangi pelipis kepalanya.
__ADS_1
"Kamu baik-baik, saja?" tanya MB mencemaskannya.
"Iya, hanya saja kepalaku sedikit pusing." Gres bicara dengan nada sangat rendah.
Jongkok di depan Gres membelakanginya, kedua tangannya ditekuk ke belakang.
"Naiklah," ajak MB menoleh kesamping belakang.
"Tapi ... Jika ada yang melihat, bagaimana?"
"Percayalah padaku, naiklah."
Akhirnya Gres mengikuti perintah MB, mereka mulai pergi ke kolam berenang sekolah. Pada saat jam pelajaran, jadi wajar saja jika tidak ada yang melihat. Ia menurunkan gadis itu perlahan disamping kolam berenang, mereka duduk bersebelahan.
"Malam itu, kamu terjebur di kolam berenang ... Karena kebodohanku yang tidak mempercayai perasaanmu," ucap MB memulai pembicaraan.
"Apa, kau menyelamatkanku?" tanya Gres to the point.
Menatap Gres sembari mengangguk. "Tentu saja, aku mengkhawatirkanmu,"
Mencoba mengingat kejadian itu, tetapi yang ia ingat saat masih kecil terjebur di dalam got. Tubuh Gres mulai melemah, ia hampir menutup matanya dan akan menjatuhkan dirinya ke kolam berenang. MB memegang kedua pundaknya, menjatuhkannya ke dalam pelukannya.
"Sebenarnya kau mencoba mengingat, apa?"
Matanya membulat, hidungnya mengembang. Terkejut melihat dagu MB dari bawah, tiba-tiba ia keceplosan bicara.
"Sebenarnya, kamu siapa, dan aku siapa?" kata Gres bicara sendiri.
"Kamu itu Gresnalia Putri, aku Muhammad Baehaki," ucap MB membuka matanya memandang ke bawah.
Kini gadis itu lebih terkejut dari sebelumnya, ia akan bangkit namun MB memegang jidatnya dan menahannya. Gres mencoba kembali, setelah berulang kali mencoba dan hasilnya nihil. Ia pasrah sembari mengerucutkan mulutnya, membuang muka, sembari memutar malas bola matanya.
"Malam itu kamu diam-diam masuk ke dalam ruang perpustakaan pribadiku, kau melihatku jatuh pingsan. Menolong, dan memangku aku seperti ini ... Hanya ingin membalas bantuanmu, padaku waktu itu."
Mulai memandang MB.
"Kau terlalu banyak bicara,"
"Hmmm, seharusnya kamu yang banyak bicara." Senyuman tulus terukir di mulutnya.
__ADS_1
"Emang ya? Perasaan gak deh,"
"Jangan terlalu dipaksa jika tidak ingat, nanti kamu sakit."
"Aku diam bukan karena setuju pendapatmu, tapi demi kebaikanku."
MB membiarkan dia bicara sesuka hatinya, agar keadaannya jauh lebih baik. Yang paling terpenting Gres harus banyak istirahat, dia terluka juga karenanya.
Pulang dari sekolah diantar oleh MB gang menuju ke kontrakannya sangat sempit, jadi ia hanya bisa mengantarnya di depan gang. Setelah mengucapkan terima kasih, gadis itu langsung pergi meninggalkannya.
Gres membereskan tempat tidurnya, memindahkan bantalnya menemukan sebuah kotak berwarna cokelat. Ia mengambilnya, selama ini kakek Darman berpesan jika belum mengingat apa pun dilarang membukanya.
Saat ini Gres benar-benar tidak dapat mengingat pesan kakeknya, ia membuka kotak itu. Menemukan poto keluarga aslinya, matanya membulat, mulutnya ternganga-nganga tak percaya. Terdapat kalung bintang berinisial M, gadis itu mulai mengingat saat pertama kali berfoto dengan seseorang yang memberikan kalung itu padanya dan juga keluarganya.
"Ingatan apa ini?" ucap Gres memeluk kotak itu.
Bukan hanya itu saja, ia mengingat seseorang berkata padanya akan membuatkan tempat pertama mereka bertemu semakin indah. Gres teringat tempat itu, ia lari menuju tempat yang menjadi ingatan berarti baginya. Sampai di sana, gadis itu baru menyadari ternyata telah menjadi taman belakang sekolahnya.
15 : 30 wib.
Memakai jaket warna hitam menutupi wajahnya. Melangkah ke dalam sekolah, melihat pintu depan yang bertuliskan Makam Kris. Ia akan membuka pintu itu namun sulit, terlihat kunci sandi yang terdapat disamping pintu. Jika benar ia orang yang dimaksudkan, maka ... Menekan tombol sandi dengan memasukkan tanggal dan tahun lahirnya. Ternyata kodenya benar.
"Ternyata benar-benar menggunakan tanggal dan tahun lahir ku, sebagai kata sandinya?" secepatnya masuk ke dalam sana.
Kedua matanya membulat, mulutnya ternganga, kakinya bergemetaran dan mencoba melihat foto-foto yang terpajang rapi di dinding itu. Banyak sekali foto tentang masa kecilnya saat bersama MB, satu demi satu ia mulai mengingatnya. Mengambil kalung berbentuk bintang, berinisial M. Tes setetes air mata mengalir deras dari kedua matanya, ia menjatuhkan dirinya ke tanah yang dipenuhi rumput hijau. Memeluk dan menggenggam kalung itu, tiba-tiba seseorang mulai menekan kata sandi.
Gadis itu pun terlonjak kaget, secepatnya bersembunyi dibalik bangku taman yang ada di sana. MB membawa bunga dan menaruhnya di atas makam Kris, duduk di atas bangku taman yang sama dengan tempat persembunyian Gres.
"Besok adalah hari peringatan kematianmu, maaf aku harus datang lebih awal. Karena ... Aku harus mencoba membuat Gres mengingat sesuatu, bagaimana pun juga semua yang terjadi padanya atas kesalahanku." Setelah mengatakan hal itu MB meninggalkan makam.
'Aku sayang kamu, Haki ... ' batin Gres.
Menatap ke arah MB yang semakin jauh darinya, Gres berdiri air matanya terus menetes. Memegang kalung dan dadanya yang terasa sesak, melihat keadaan sudah aman ia keluar dari sana. Tak sengaja Latus yang sedang asyik memotret kupu-kupu tak sengaja memotretnya juga. Sampai beberapa kali namun gadis yang sedang asyik berfoto itu tidak menyadarinya.
Author :
Apa kabar? hehe ...
Hampir ketahuan deh, tebak aja ya apa yang akan terjadi saat Latus menyadari fotonya itu???
__ADS_1
Selaw aja jawabnya, karena gak ada hadiahnya wkwk.
See you, next part ➡