Jangan Mencintaiku

Jangan Mencintaiku
Kita Ini Teman


__ADS_3

Cuek bukan berarti kejam.


- Muhammad Baehaki -


Gres mengatur pernapasannya menjelaskan apa yang sedang terjadi saat membawa kucing betina itu, bertemu MB bagian akhirnya tanpa sengaja pegangan tangan dengannya.


"Bagaimana ekspresinya?" tanya Esa menatap dalam ke arah bola matanya.


"Sedih, kah? senang, kah? atau marah, kah?" tambah Latus.


Dengan seribu pertanyaan, mereka suguhkan padanya.


"Kalian tidak akan percaya meski aku jelaskan," ucap Gres.


"Pasti MB lari karena ketakutan," balas Tino.


"Kok kamu bisa, tahu?" tanya Gres menghancurkan bagian terbaiknya.


"Jelas, gue tadi menyaksikan sendiri dan berhasil merekam momen itu," Tino memperlihatkan ke semua orang yang berada di sana.


"Itu berarti, dia takut dipegang sama lo ... Terus lari gitu," Esa menatap Gres sambil sedikit menyindirnya.


"Apa muka lo, kaya monster kali ya?" Tino nyerocos tanpa henti sampai tetesan air jigongnya berlarian ke sana-ke mari.


"Gak lah, dia takut sama kucing," jawab Gres santai dan harus berhati-hati saat menjawab, takut mereka salah pengertian.


"APA?!" Serempak mengatakannya.


'Lalu ini akan jadi senjata paling ampuh buat melawan dia.' Pikir Gres di dalam hati.


Andre dan Hana teman dekat sekaligus tangan kanan Cery dengan bodohnya Tino menyebar luaskan video itu ke sosmed khusus berita sekolah, singkatan dari media sosial, bahkan sampai dilihat Cery.


Rasa takut menghantui Cery mengapa? Ia takut jika suatu hari nanti ditinggalkan dan memilih gadis lain sebagai pendamping hidup MB.


Rencana demi rencana Cery pikirkan dengan sebaik mungkin tanpa kesalahan, yang akan membuat harga dirinya terlihat rendah tidak hanya itu. Semua yang dilakukannya ternyata didukung MB, karena tidak ingin ikut campur dengan suatu masalah apa pun.


Jadi MB menyerahkan tanggung jawab tersebut pada Cery.


"Kita harus bergerak, Andre, Hana!" Teriak Cery terpapar jelas sebuah senyum licik dari mulutnya.


"Memangnya apa yang lo, rencanakan?" tanya Andre memandang Cery.


"Tentunya rencana yang tidak akan mengecewakan!" Cery menaikkan sebelah kanan alisnya, "jebakan yang akan memancing amarah MB," menyeringai dengan tatapan penuh kebencian.


"Kalau bisa, sampai dia bunuh diri seperti korban-korban kita sebelumnya," ucap Hana mereka tersenyum bersamaan.


"Jangan katakan hal itu, jika ada MB dengar. Habislah kita." Cery takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.


Mereka semua mulai menyusun rencana sangat berhati-hati, hobi mereka menyingkirkan parasit yang mereka anggap mengganggu MB atau pun Cery. Betapa kejamnya mereka tanpa ada yang bisa melawan perintahnya terhadap siapa pun meski nyawa yang jadi taruhannya.


Bagi Cery membuat nyawa melayang adalah tantangan sesungguhnya, dengan percaya diri tanpa ampun jebakan yang dia buat selalu berhasil, parah! Korbannya mengikuti apa kata Cery. Ironisnya tidak lama kemudian keputusan terakhir korbannya adalah 'BUNUH DIRI' berlaku bagi wanita yang melawan, mendekati, dan lebih mencintai MB daripada Cery.


***


Setiap pulang sekolah Gres pastinya menatap dinding rumah yang semakin lama jika dibiarkan mengelupas catnya, air keran mulai menyala sendiri. Sudah terbiasa baginya bangun jam 3 dini hari hanya untuk mematikan air keran.


Kasur yang terasa keras membuat malamnya terganggu sampai Gres tak bisa tertidur, terbayang kembali dibenaknya jika saja dia mengetahui siapa dirinya apakah keadaannya akan berubah?

__ADS_1


Tok ... Tok ... Tok.


"Assalamu'alaikum?" ucap Tino menggedor-gedor pintu dengan sekeras-kerasnya.


"Eh tunggu! Bener gak, ini alamat rumahnya Gres?" tanya Esa sedikit ketus.


"Mana gue tahu," jawab Tino sewot.


"Mangkannya cari tahu dong!" Latus mengusulkan.


"Caranya?" Mereka serempak bertanya.


"Tanya di mbah Google." Jawab Latus percaya diri.


PLAK!


Tino menepis kepala Latus.


"ADUUUH!" Jerit Latus merasa kesakitan.


Esa menarik hidung Latus, mereka sedang asyik menganiaya Latus. Tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya.


CKLEK!


"Astagfirullah al'adzim! Latus kalian apain?" tanya Gres menahan amarah lalu menghela napas.


Tak ada jawaban, hanya wajah bodoh sambil rambut mereka berdiri semua.


"Kasian tahu! Yaudah mari masuk," lanjutnya menyuruh mereka semua masuk ke dalam rumahnya.


Mereka masuk ke dalam rumah Gres, prihatin melihat rumah sahabatnya. Bagaikan rumah yang tidak layak di tempati.


"Iya SS," jawab Latus.


"SS, apa artinya?" tanya Tino penasaran.


"Sahabat Sejati, gitu aja gak tahu! Sahabat kita bukan sih?" seru Esa bertanya padanya.


"Hehehe." Tino malah cengengesan.


Di dalam pikiran mereka kasihan dengan keadaan rumah sahabatnya, mereka pun saling tuker pesan satu sama lain. Lalu merencanakan sesuatu.


Bluk, bluk bluk, bluk.


Air keran menyala sendiri serempak Latus, Esa dan Tino terkejut, saling berpelukan satu sama lain.


Gres pergi mengecek air keran bertujuan mematikannya. Saat dia kembali semua sahabatnya menghilang bagaikan diculik Jin.


Krik, krik, krik.


Suara dering pesan masuk handphone Gres.


"Sorry gue cabut dulu, kebelet pipis." Pesan dari Latus.


"Nah lho, disinikan ada toilet. Ngapain repot-repot lari keluar cari toilet?" kata Gres bergumam sendiri.


Krik, krik, krik.

__ADS_1


"Gue pamit pulang, mendadak nenek ingin ditemenin saat tidur." Pesan dari Esa.


"Bukankah dia pernah cerita, males kalau tidur sama neneknya karena suka mendengkur?" Gres mulai geram.


Pesan terakhir dari Tino.


"Tiba-tiba perut gue mendadak mules, ingin beli rujak. Pulang duluan!"


"Ralat! Alasan mereka aneh-aneh, benar-benar tidak dapat dipercaya ... bilang saja penakut." Menghela napas sabar.


Di dalam taman belakang sekolah terdapat makam cinta pertama MB semua orang dilarang masuk termasuk Cery, kecuali MB beserta keluarga besarnya.


Pagi-pagi sekali Latus datang kesekolahan karena sebuah pesan menyuruh Latus menunggu di depan pintu makam, Cery menghampirinya.


Cery memegang tangan Latus kemudian melepaskannya seakan akan Latus mendorongnya. "AAAWS!"


"Jangan merusak makam cinta pertama MB!" Jerit Cery menangis.


"Tetapi gue- " perkataan Latus terpotong.


"Sudahlah!" Cery meninggalkan Latus sembari lari.


Sedangkan Latus sendiri merasa aneh dan kebingungan, tanpa mengerti mengapa Cery bertindak seperti itu padanya. Tidak lama kemudian Latus ditarik Andre dan Hana kedua tangannya tak bisa digerakkan, dia dicekal.


Mereka membawa Latus pergi ke kelas kosong, kancing depannya dipaksa dibuka. "Jangan! Apa salah gue?!" tanya Latus berteriak tetapi tidak ada yang mendengarkan.


Satu demi satu kancingnya mulai terbuka dada bagian atas terbuka sangat terlihat jelas, sangat kejam Cery merekam video setengah telanjang itu. Latus menangis dan berteriak tanpa ada satu orang pun yang mendengar suaranya.


Setelah selesai merekam, sangat teganya Cery mendorong tubuh Latus menjauh darinya. Membuat gadis malang ini terpental dan tersungkur jatuh di depannya.


Mereka tersenyum licik tanpa memberi penjelasan apa pun pada Latus, mereka pergi begitu saja. Latus merapihkan seragamnya langkahnya terhenti saat mendongak ke atas lantai 3, dia menaiki tangga menuju ke sana.


Berteriak dan menangis sekencang-kencangnya.


Siswa-siswi yang melihat Latus berdiri di atas sana sudah menduga akan terjadi hal yang mereka tunggu-tunggu, bukannya bertanya atau menolong mereka malah mempersiapkan 'handphone' untuk merekam apa yang akan dilakukannya.


Esa dan Tino melihat kejadian itu bingung harus berbuat apa? Esa dari kejauhan mulai melihat Gres, dia lari setelah memberi tahukan, apa yang sedang terjadi pada Latus.


Mata Gres membuka, hidungnya mulai mengembang, mulutnya terbuka lebar tanpa berpikir panjang ia lari menuju lantai 3 di mana Latus berada.


Mulai kehilangan akalnya Latus menaiki pagar, di sana yang lain mulai tegang dan merekam, dia mulai melentangkan tangannya menutup mata tiba-tiba.


"TIDAAAK!" Teriak Gres lari memeluk pinggang Latus dari belakang sembari menangis.


"Jangan lakukan, aku mohon ... " Gres semakin memeluknya erat, "setidaknya ingat orang tuamu, aku, Esa, dan Tino! Aku mohon turunlah, jangan lakukan, jangan kalah terhadap mereka yang merencanakan ini," lanjutnya semakin erat memeluknya.


"Tidak ada artinya lagi, gue hidup! Semua hancur, Cery merekam video cabul tentang gue Gres," ucap Latus meneteskan air matanya menangis terisak-isak, "bahkan gue tidak tahu, salah gue pada MB! Gue gak berbuat hal yang salah!" Jerit Latus sedikit menahan air matanya yang tumpah.


Gres terkejut sampai berkali-kali mendengarkan pernyataan temannya. Baru saja kemarin ia mengira, bahwa MB orang yang baik, mungkin mereka salah. Tapi saat ini, semuanya terbukti nyata, orang itu haus akan kekuasaan dan ketenaran.


"Apa! Jadi, semua ini perbuatannya?"


"I-iya."


Author :


Sebaiknya jangan terlalu mencintai, apalagi sampai buta hati. Menyebabkan orang lain jadi korbannya.

__ADS_1


See you, next part ➡


__ADS_2