
Berhasil kabur, Gres menyarankan MB agar tidak mengulanginya lagi. Pulang harus dijemput, jangan sampai pulang dengan berjalan.
Mereka cukup kelelahan.
"Untung saja aku tahu tempat yang aman, lain kali jangan pulang sendiri seperti tadi. Baru saja jalan sebentar, jalanan udah diblokir sama ibu-ibu. Haha," kata Gres diakhiri dengan tertawa karena baru kepikiran, yang menyukai MB juga bentuknya ibu-ibu.
"Maksudnya ibu-ibu tadi? Mereka emang gitu, suka mintain nomor telepon. Katanya buat putrinya, atau jadi calon menantunya. Pada hal gue kan biasa-biasa aja," ucap MB menjawab dengan santainya merendah diri.
Gres langsung saja melihat MB, dari ujung rambut sampai ujung kaki yang dipenuhi kilauan emas dan bahkan berlian.
"Biasa aja, gak salah? Apa pun yang kamu pakai. Serba berkilau begitu, emak-emak mana ada kata salah dalam menilai," celetuk Gres serius mengatakan yang sebenarnya.
"Iya juga kali ya? Hehe," balas MB dengan senyuman.
"Eh ada bakso tuh dipinggir jalan, makan yuk?" ajak Gres mengajaknya makan dijalan bersama.
"Gak, gue masih kenyang," MB mulai menjawab dengan singkat kembali.
"Oh yaudah." Gres menunduk pasrah.
Baru saja satu langkah berjalan, kruyuuk, kruyuuuk. Suara perut Gres terdengar olehnya, MB menengok.
Gadis itu menutup wajah dengan kedua tangannya. MB memegang tangannya membukanya secara perlahan, terlihat wajah yang sedang memerah di sana menahan malu.
"Yaudah kita makan bakso," ucap MB menatapnya.
"Tapi, tadikan kamu gak mau makan bakso?" ujar Gres bertanya.
"Ya aku berubah pikiran, mau apa enggak?" tawar MB ikut bertanya.
"Iya mau,"
Jika memang benar, ini adalah hari pertamanya makan bersama MB. Bisa dibilang ia anggap semua ini, tidak salah lagi yaitu kencan.
Walau pun Gres tahu, MB tidak satu pemikiran dengannya. "Mas pesen baksonya makan di sini, baksonya aja ditambah taoge ya? Kamu sendiri?"
Terkejut dengan apa yang gadis itu pesan, makanannya sama persis yang suka dimakan Kris.
"Aku pesan yang sama aja, Pak." MB masih bingung lalu mengingat masa lalu.
...... Flashback on ......
Dihari yang sangat cerah, hari di mana MB sedang dikejar para gadis sebayanya. Bertemu dengan Kris kali keduanya, gadis kecil itu membantunya melarikan diri.
Sampai ditengah perjalanan pulang ke rumah. Kris melihat bakso dipinggiran jalan, ia terhenti sejenak memandangi penjual bakso itu.
Kruyuk, kruyuk suara perutnya berbunyi. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan MB, memegang kedua tangannya lalu membuka tangannya terlihat jelas gadis kecil imut itu.
"Maaf ya, kita makan bakso yuk!" Ajak MB memakan bakso bersama dengannya.
"Uangku terjatuh dijalan, saat kita berlari tadi. Aku mau ambil, tapi wajah mereka menyeramkan," kata Kris meraung karena sudah tidak tahan dengan rasa lapar yang menggema diperutnya.
"Haha, wajahmu lucu sekali," MB tertawa meledeknya.
Kris cemberut seketika. MB langsung menggenggam tangannya makan bakso bersama, ia menyuruhnya duduk.
"Pesen bakso?" kata pedagang bakso.
__ADS_1
"Iya, aku pesen baksonya aja ditambah taoge. Makan di sini, kamu sendiri?" kata Kris bertanya padanya.
"Oh, aku pesen yang sama aja," jawab MB tersenyum padanya.
"Oke tunggu!" Teriak abang bakso mulai menyiapkan pesanan mereka.
Ketika baksonya sudah siap, awalnya mereka biasa-biasa saja memakan baksonya. MB terdiam mengeluarkan keringat dari dahinya, sampai membuat Kris khawatir padanya.
"Kamu kenapa?" tanya Kris sangat khawatir.
Belum sempat MB menjawab, Abang bakso memperhatikannya.
"Baksonya gak enak?" Kris kembali bertanya padanya.
Abang bakso semakin menatapnya.
"Apa kepedesan?" lanjutnya bertanya.
Secepatnya Kris memakan baksonya. "Enak kok. Kalau gak tukeran aja sini,"
Kris menukar bakso mereka, MB tetap diam.
"Oke aku suapin, aaa," Kris menyodorkan bakso ke mulut MB, sedangkan mulutnya ikut terbuka.
Terpaksa MB memakan bakso, yang sedang disodorkan gadis imut itu. Pikirnya tak tega, Abang tukang bakso melotot seketika, mulutnya menganga, kedua alis terangkat.
"Nasib, nasib, nasib jomblo! kalah gue sama bocil. Haduuh." Rengek Abang bakso ngedumel sendiri.
......Flashback off......
'Ada masalah apa sebenarnya dengan diri sendiri?' kata hati MB kebingungan.
Tentu saja gadis itu syok ikut berdiri. "Ada apa Haki?"
"Gak ada apa-apa, tadi gak sengaja aku liat Tino sama Teri naik motor bersama, main layangan," MB mencari alasan dengan kebohongan.
Ternyata MB kembali mengatakan 'aku, kamu' jadinya perasaan Gres campur aduk.
"Oh, memang sih ada-ada aja sikap mereka. Udah gak usah dipikirin, duduk lagi aja."
"Hmmm."
Mengikuti apa kata Gres, ia kini duduk dengan tenangnya. Ketika bakso sudah di depan mata, MB hanya terdiam.
Berbeda dengan Kris yang langsung menyantap bakso kesukaannya. Ia menyantapnya dengan sangat lahap, MB hanya terus memperhatikannya dalam diam.
Gadis itu pun menyadari sesuatu, perasaan sepelan-pelannya orang makan pasti akan terdengar sesuatu. Tetapi hanya suara garpu dan sendoknya saja yang beradu, lalu ke mana suara bunyi MB. Penasaran ia mengangkat wajahnya, menatapnya.
Kedua matanya melotot. "Kamu kenapa liatin aku? Jangan-jangan kamu mau bilang aku ini rakus ya?"
MB menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa? Baksonya gak enak?" kata Gres kembali bertanya padanya.
Deg.
Ucapannya nusuk Si Abang tukang bakso, sampai dia memegang dadanya yang berlemak.
__ADS_1
"Atau ada sesuatu di bakso, kamu? Ada hewan apa gitu?" lanjutnya bertanya.
JLEB!
Ucapannya sampai mirip pisau, berkali-kali menusuk jantungnya.
"Gak kok," kata MB santai jangan sampai membuat perasaan orang lain menjadi korban.
"Yaudah gini aja, biar aku suapin. Aaa," Gres mencoba menyodorkan bakso kemulutnya, sampai ikut membuka mulutnya.
Akhirnya MB terpaksa memakan baksonya.
DEG, JLEB!
Abang bakso memegang dadanya seperti orang kesakitan.
"Yang terakhir ngena banget, langsung masuk jantung gue. Apa ini yang dibilang sakit tak berdarah. Jadi inget salah satu katakter Gara di anime Naruto, sakitnya seperti ini ternyata." Pekik Abang bakso kembali ngedumel sendiri.
Abang bakso duduk di depan mereka.
"Saya boleh duduk di sini?" kata Abang bakso.
"Silakan Pak," disambut baik oleh Gres mempersilahkan.
Kini Si Abang malah duduk menatap mereka dengan tatapan tidak biasa. Saat MB berbalik menatapnya, Abang bakso semakin tajam menatapnya.
Sampai ia tersedak, "Oho, Oho."
Gres menawarkan air minum untuknya. "Pelan-pelan aja, kalau gak enak tinggal bilang, nanti kita pindah cari tempat makan lai- "
MB langsung merebut gelas dari tangannya, langsung meminum air minum itu.
Beberapa waktu berlalu, mereka selesai memakan bakso. Sampai selesai pun Abang tukang bakso tetap menatap MB dalam, bahkan kini sangat dalam. Mungkin bisa mengalahkan tatapan tajamnya, bahkan lebih parah. Pulang bersama, diperjalanan pulang Gres banyak bercerita pada lelaki itu.
Sedangkan MB hanya mengangguk tanpa mengerti satu pun cerita gadis itu, konyol bukan? Penyebabnya ia hanya sedang fokus memikirkan banyak sekali kemiripan di antara Kris dan juga Gres.
***
Gres jalan sendiri melewati gerbang sekolah, ia diam di sana sesaat. Mengingat saat-saat di mana MB berjanji akan melewati gerbang SMA BUBIN bersama, ia menutup matanya sampai tak sadar berjalan kehadapannya.
Begitu pun dengan MB, ia berhenti berjalan. Menutup matanya, seharusnya yang berada dihadapannya Kris, tapi yasudahlah mungkin suatu hari nanti ia dapat menemukan cinta pertamanya. Ketika membuka matanya, secara bersamaan mereka berdua, tatapan saling berhadapan.
Entah mengapa, MB merasa Kris ada dihadapannya saat ini.
'Semoga aja kamu tak menyadari sesuatu, ingatanku kini sudah kembali. Aku takut sifatku akan sama seperti Kris, diriku yang dahulu. Yang seharusnya aku singkirkan, tapi begitu melihat tatapanmu. Aku merasa kamu telah bimbang, pasti saat ini sedang bertanya-tanya di dalam hatimu.' Gres mengatakannya di dalam hati terus menatapnya.
'Apa mungkin, sifat mereka sedikit mirip. Itu membuat gue berpikir bahwa mereka orang yang sama, MB sadarlah dia bukan Kris melainkan Gres!' Bentak MB ke diri sendiri di dalam hatinya.
Mereka terdiam di sana, mereka saling bertatapan.
Author :
Jangan-jangan MB sudah lama menyadarinya, kalau Gres adalah Kris?
Beri penulis semangat, Like, kritik, saran dan vote nya. Agar cerita ini bisa terus berlanjut ... Terima kasih.
See you, next part ➡
__ADS_1