Jangan Mencintaiku

Jangan Mencintaiku
Kamu Datang Secara Tiba-tiba


__ADS_3

Setelah beberapa hari penyelidikan, akhirnya polisi mengarahkan buktinya kepada salah satu siswa. Orang yang mengetahuinya pertama kali kepala sekolah, dia langsung menghubungi pemilik sekolah.


Polisi mendatangi kelas MB, jumlahnya ada 3 orang petugas kepolisian. Semua yang berada di dalam kelas, disuruh untuk keluar sementara waktu. Mereka menggeledah barang bawaan semua orang yang ada di sana, tas, juga kolong meja mereka. Salah satu petugas langsung menangkap salah satu siswa di sana, tidak lain adalah MB.


Gres terkejut, bahkan semua orang yang berada di sana terkejut kecuali satu orang yaitu Will.


Petugas kepolisian langsung maju ke depan, memegang borgol dan kuncinya mendekati MB.


"Pak, ini pasti telah terjadi kesalah-pahaman. Haki nggak mungkin melakukan hal itu, saya saksinya," kata Gres mencoba menghentikan petugas yang sedang memborgol tangan lelaki itu.


"Sudahlah, kamu lebih baik diam saja!" Bentak MB menatapnya.


"Saya tidak akan membiarkan kalian lewat, kecuali saya ikut," kekeh Gres begitu tegas dan penuh keberanian.


Will hanya terdiam menatap Gres yang begitu memperjuangkan MB, orang yang sangat dibencinya malah dibela habis-habisan sama wanita yang dicintainya.


"Aaah, sudahlah biarkan saja dia ikut." Jerit salah satu petugas di sana.


Mereka menuju keruang kepala sekolah, di sana ada kepala sekolah, pimpinan polisi, dan ayah MB. Disaat sampai di sana borgol yang mengikat tangannya dilepaskan.


"Yang tidak berkepentingan diharapkan keluar," ucap kepala sekolah mempersilahkan Gres keluar ruangan.


'Sepertinya akan percuma saja, gadis ini benar-benar keras kepala.' Ucap MB didalam pikirannya.


"Kalau Gres keluar, saya juga akan keluar Pak." Potong MB memegang tangannya.


Gadis itu terkejut saat dilihatnya MB sedang memegang tangannya, sampai membuat pipinya memerah.


"Terserah saja, cepat duduk," suruh kepala sekolah.


Mereka berdua duduk bersebelahan, orang yang pertama kali bertanya adalah Ayahnya sendiri.


"Kenapa kamu melakukan hal itu? Kamu masih marah sama saya? Bukan seperti ini cara membalasnya?" tanya Ayahnya berkata dengan bibir bergetar wajah memerah menahan amarahnya.


Putranya hanya bisa terdiam.


"Ayah kecewa sama kamu, Ayah sangat berharap padamu. Tapi perilaku seperti inikah yang harus Ayah terima? Jawab berengsek!" Ayahnya berteriak memegang kerah putranya.


Semua orang yang berada di sana cukup terkejut melihatnya, Gres ingin mencoba menghentikan tetapi ia bingung kenapa MB tidak menjawab pertanyaan dari Ayahnya. Ia memutuskan menjelaskannya sendiri.


"In- " kata Gres.

__ADS_1


"Sekarang aku bertanya pada Ayah, apakah Ayah percaya, kalau aku yang melakukannya?" balas MB bertanya kembali pada Ayahnya.


Ayahnya menurunkan tangannya perlahan. "Semua bukti mengarah padamu, lalu menurutmu saya harus percaya padamu?" Ayahnya berdiri.


"Terserah kalian mau dihukum seperti apa, saya lepas tangan." Lanjutnya pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah itu polisi hanya memberi sangsi ringan, karena ia masih di bawah umur. MB diskors selama 1 minggu, mereka keluar dari ruang kepala sekolah bersama. Sebentar-sebentar Gres menatap ke arahnya, gadis itu hanya bisa mengikutinya dari belakang.


Bukannya kembali ke kelas, MB naik ke atas. Gres hanya mengikutinya tanpa bicara sepatah kata pun, karena ia mengerti akan dirinya saat ini sedang menahan amarahnya.


Lelaki itu berdiri tegak memegang pagar atap, Gres berdiri disampingnya. Menunggu saat yang tepat untuk mengajaknya bicara, lalu menenangkan perasaannya.


"Harusnya lo gak usah ikutin gue, inilah yang akan terjadi," ucap MB bicara tanpa menatap wajahnya.


"Kamu tahu, hal yang paling membuat seseorang merasa bahwa dirinya layak disalahkan?" sahut Gres bertanya padanya.


"Entahlah." Balas MB santai.


"Ketika orang itu tidak melakukan kesalahan apa pun, tetapi ia tetap disalahkan. Pada akhirnya ia menyerah, percuma menjelaskan sesuatu yang akan tetap sama baginya,"


MB langsung menatapnya.


"Kenapa lo begitu percaya sama gue? Gimana kalau gue yang lakuin itu, lo bisa apa?" tanya MB.


"Mudah, kamu bukan orang seperti itu. Haki yang saat ini berdiri tegak dihadapanku bukan Haki yang sebenarnya, kalau kamu Haki. Ia bukan orang yang mudah menyerah, aku percaya pada Muhammad Baihaki, Haki adalah Haki akan tetap seperti itu,"


Perkataan Gres mengingatkannya pada kejadian saat ia dituduh mencuri, saat usianya 10 tahun. Mungkinkah gadis ini?


"Gres, siapa kamu sebenarnya? Gue bertanya untuk yang terakhir kalinya, jawab?" kata MB matanya memerah.


'Yaa Allah apa yang harus aku katakan? Dia begitu tulus sampai ingin meneteskan air matanya.' Pikir Gres berusaha tetap tenang.


"Jawabanku tetap sama, tetapi sedikit berbeda, dengarkan baik-baik. Tujuanku adalah membuatmu melihat keberadaanku, apa pun yang terjadi jangan pernah merasa kamu sendiri. Ada aku, aku di sini. Kamu bisa melihatku, kan?" sanggah Gres sambil melambaikan tangannya ke wajahnya.


Lelaki itu maju selangkah, lalu memeluk Gres. Seketika gadis itu sangat terkejut. Ia merasa MB begitu rapuh dan lemah, Gres paham betul. Lelaki itu pandai menyimpan beban hidupnya, tetapi kali ini benar-benar berbeda. Yang ia rasakan, rasa sakit yang sangat mendalam sedang terjadi pada lelaki yang sangat dicintainya.


Karena terlarut dalam kesedihannya, MB sampai tidak menyadari bahwa dirinya sedang memeluk gadis itu. Ia menurunkan tangannya. "Ma-maaf- "


Gres membalas pelukannya, lalu menepuk-nepuk pundaknya pelan. "Aku mohon jangan rapuh, melihatmu seperti ini menyakiti hatiku,"


MB semakin terlarut dalam dekapannya.

__ADS_1


***


Sejak hari itu Gres diam-diam keruang perpustakaan yang berada di rumah MB, ia mengambil buku catatan yang sama. Baru saja ia pelajari saat disekolah, betul. Gadis ini menyalin pelajaran yang ia pelajari disekolah, memindahkan tulisannya dibuku MB.


Setiap malam saat semuanya tertidur barulah ia beraksi, sampai 3 hari berturut-turut ia selalu saja tidur jam 1-3 malam. Jam 4 bangun membuat bekal, untuk semua tuannya.


MB ingin keperpustakaan mengulang pelajarannya yang mungkin saja tertinggal, ia terkejut di sana ada seorang gadis yang tertidur dimeja belajarnya. Begitu ditatap dari dekat, ia semakin terkejut.


"Gres," kata MB mengatakannya dengan suara pelan.


Lelaki itu menatap ke arah buku yang tertindih pipi Gres, ia mengambil buku itu perlahan. Gadis itu hampir saja terbangun, membuatnya tak bergerak bahkan tak bernafas sedetik.


Duduk dihadapan gadis itu, MB membuka lembar demi lembar bukunya sendiri. Di sana tertulis 'Semangat, jangan loyo. Belum tua, nenek aja kuat angkat galon.' tanpa ia sadari tersenyum membacanya.


"Bagaimana caranya kamu membuatku tetap semangat, siapa kamu sebenarnya?" tanya MB di dalam hatinya.


Melihat kedua tangannya Gres, bahkan lengannya menggigil. MB pergi sebentar, lalu kembali membawa bantal dan selimut. Ia mengangkat kepala gadis itu pelan, menaruh bantal di bawah kepalanya. Terakhir menyelimutinya, pergi meninggalkan perpustakaan tanpa membangunkannya. Yang saat itu sedang tertidur pulas, karena gadis itu terlihat sangat kelelahan.


Kring, kring, alarm handphone Gres berbunyi. Belum membuka matanya, tangannya sibuk mencari asal suara itu. Ia meraih dan mematikan alaramnya, begitu terbangun ia terkejut ketika ditatapnya selimut dan bantal.


"Apa semalam aku ketiduran di sini? Lalu siapa yang membawakan selimut dan bantalnya? Ah sudahlah. Aku harus membuat bekal, semangat!" Lontar Gres membereskan bukunya.


"Hari ini Haki masuk sekolah, hebat. Ternyata hukumannya dipercepat, makin semangat jadinya," lanjutnya ngedumel sendiri.


Pelayan yang licik itu datang menghampiri Gres, menghancurkan lamunannya seketika. Pelayan itu menyuruhnya memasak menu lain untuk bekalnya nanti. Gres hanya mengangguk-angguk patuh, tidak mau cari masalah.


"Harus yang lezat, kalau gak. Awas aja lo!" Decih Pelayan itu mengangkat jarinya satu ****.


Pergi kedapur, beberapa menit kemudian selesai sudah. Gres merasa kepalanya terasa begitu berat, perlahan-lahan pandangannya memudar. Ia melangkah mundur. Gadis itu sadar betul jarak tembok masih jauh, lalu yang menahan tubuhnya saat ini apa?


Gres mendongak ke atas.


"Kamu," kata Gres mencoba menahan kelopan matanya agar tetap terbuka.


Author :


Yang menangkap Gres siapa ya? Berani tebak, ayo komen?


Beri penulis semangat, Like, kritik, saran dan vote nya. Agar cerita ini bisa terus berlanjut ... Terima kasih


See you, next part ➡

__ADS_1


__ADS_2